
Stiv langsung ke kamar mandi untuk memebrsihkan dirinya tak lama kemudian dia telah selesai.Stive keluar dengan kandung sebatas pinggang saja membuat dirinya tampak sexy di hadapan istrinya.
" Sayang...." Panggil Stive sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.
" Kamu menggodaku ya...?" Tanya Feyna.
" Siapa juga yang menggodamu,aku kan habis mandi,apa kamu merasa seperti aku menggoda mu sayang..." Ucap Stive.
"Kenapa juga kamu keluar seperti itu,kalau tidak menggoda ku." Jawab Feyna.
" Trus aku keluar gimana,kalau ngga gini." Ucap Stive kebingungan sendiri.
" Sekalian saja ngga pake handuk..." Jawab Feyna yang cemberut.
Stive yang mendengar itu pun terkekeh dan tanpa sadar handuknya melorot jatuh ke lantai.Feyna yang melihat kejadian itu pun langsung tertawa terpingkal pingkal bagaimana tidak handuk yang jatuh dan suaminya berdiri dengan santainya di tempat dan tak memperdulikan burung yang lagi tidur di lihat istrinya.
Stive pun berjalan mendekati istrinya dengan tak memakai apa apa hanya menggengam handuk kecik di tangannya di pakai untuk mengeringkan rambutnya.
" Sayang kenapa handuk nya ngga di pake lagi,kan itu nya kelihatan...?" Tanya Feyna.
" Ngapain di pake lagi,kan udah ngga perlu repot repot untuk membukanya karena udah terbuka dengan sendirinya..." Ucap Stive santai sambil duduk di samping istrinya.
" Dasar penggoda..." Jawab Feyna ketus.
" Siapa duluan yang menggoda.Aku atau kamu sayang..." Jawab Stive sambil tersenyum.
" Siapa juga yang menggodamu,kamu aja yang datang datang meluk aku..." Ucap Feyna tak merasa bersalah.
" Trus kenapa kamu pake pakaian seperti ini kalau tidak menggodaku.." Kata Stive sambil memegang pakaian pakaian Feyna.
" Ha...ha...ha...Jadi kamu tergoda dengan pakaian aku ini..." Seru Feyna sambil tertawa lepas.
Seketika tawa itu tidak teedengar lagi karena Stive menahan gairahnya untuk memangsa istrinya itu.
Ciuman panas pun terjadi dan cukup lama membuat Feyna mendorong pelan da*a suaminya untuk meraup sebanyak banyaknya oksigen.Ciuman pun berlanjut dari bibir menuju leher dan berdiam di gunung kembar milik Feyna bermain main di sana cukup lama.
__ADS_1
Tangan Stive yang tak mau nganggur pun ikut membelai dan menelusuri setiap incih tubuh istrinya.Des*han demi des*han pun keluar membuat Stive makin semangat.
Sudah cukup dengan permain yang di lakukan dengan Jari kini burung sudah tak sabar akan masuk ke dalam sarang yang juga menunggu burung masuk untuk melihat telur telurnya.
Set....
Burung yang telah masuk di dalam sarang dan bermain main membuat Feyna meracau nama suaminya di selah des*han nya.Menit,dan hampir 1 jam berlalu kini aktivitas panas dan menguras tenaga itu pun telah selesai kini Stive berbaring di samping istrinya dan menciun kening istrinya sangat lama.
"Terimah kasih untuk pelayanan yang sangat sempurna sayang dan aku ingin melakukan nya lagi..." Ucap Stive sambil membelai rambut Feyna.
Permaian yang sangat mereka sukai pun berlanjut sampai subuh dan tak terasa hari telah berganti.
Feyna pun bangun untuk memberaihkan dirinya yang begitu lelah akan aktivitas mereka.Beberapa menit berlalu kini Feyna telah selesai dan juga memakai baju santainya.Dia pun mendekati suaminya yang masih nyaman berbaring dan bertanya jam berapa Stive akan pergi ke rumah sakit.
Stive pun berkata jika dia akan ke rumah sakit sekitar pukul 9 pagi dan sekarang jam menunjukan pukul 7:30 pagi.
Belum juga Stive habis menjelaskan ponsel Feyna pun berbunyi dan penelfonya adalah sekertarisnya
Via telfon....
" Fey kamu di mana...?" Tanya Freya.
" Aku ada di apartemen.Kenapa...?" Ucap Feyna bingung.
" Kamu ke kantor ya.Plisss...." Kata Freya memohon.
" Emang apa yang terjadi.Ko kamu panik gitu...?" Tanya Feyna bingung.
" Inti nya ada consumen yang menuntut perusahan katanya kosmetik kita mengandung merkuri.Pokinya kamu ke sini aja aku bingung sama orang yang ada di sini." Jelas singkat Freya.
"Okey Aku ke sana sekarang tunggu aku..." Jawab Feyna langsung mematikan panggilannya.
Feyna pun bergegas mengganti pakaiannya memakai bedak tipis dan lipstik warna pink.
" Sayang ada apa.Kenapa kamu terburu buru begitu...?" Tanya Stive yang dengan tingka istrinya.
__ADS_1
Tadi semenjak Feyna mengangkat telfonya Freya Stive ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan tak ambil pusing karena dia tau yang menelfon itu sahabatnya.
" Ada yang menuntut perusahaan aku sayang dan sekarang aku harus pergi.Untuk membereskan kekajauan ini.Nanti aku ceritakan detailnya sama kamu ya.Bye sayang sampai nanti..."
" Hati hati sayang..." Jawab Stive.
Feyna pun tersenyum dan pergi menuju mobilnya.Tak menunggu waktu lama Feyna telah sampai di perusahaannya dan memang benar apa yang di katakan oleh Freya bahwa kantor sekarang sangat banyak orang.
Feyna pun memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu masuk.Dan keluar dengan cepat menerobos orang orang yang berdiri di depan.
" Tenang semuanya tenang..." Kata Feyna.Karena saat ini kantor sangat riu.
" Apanya yang tenang lihat ni wajah kami sampai jadi begini.Tanggung jawab kalian.
" Baik saya tau tapi saya mau jelaskan bagaimana kalau kalian tidak mau mendengarkan saya.Saya pemilik perusahaan ini dan tolong dengarkan saya,kalau kalian ingin saya bertanggung jawab saya akan bertanggung jawab atas apa yang menimpah kalian dan saya akan menyelidiki kasus ini dan saya akan bertanggung jawab atas aoabtang menimpa kalian.." Jelas Feyna panjang lebar.
Namun sebelum itu Feyna yang masih berada di dalam mobil menghubungi Stive dan meminta suaminya memeriksa keadaan orang orang yang sedang demo di kantornya jika di perlukan nanti dia akan menghubungi nya lagi.Stive pun menyetujui.
Di sisi lain Stive yang telah siap untuk pergi ke rumah sakit tak jadi pergi dan dia menghubungi salah seorang dokter yang bernama Lily.
Stive berkata bahwa dia membutukan dokter kulit namun menunggu konfirmasi dari istrinya terlebih dulu.
Feyna yang menenangkan keributan itu membisikan sesuatu kepada Freya.Freya pun segera menghubungi Stive untuk memberi tahu bawah akan di lakukan pemeriksaan kepada orang orang yang ada di aini.Stuve pun mengerti.Setelah selesai berbicara dengan Freya dia menghubungi teman dokternya itu untuk memberi tahu jika dirinya langsung saja ke alamat yang nanti di kirim oleh Stiv.
Feyna pun menginstruksi karyawannya untuk mengambil merja dan kursi dan kursi tunggu di perbanya di area ini.Setelah karyawannya selesa Feyna menyuru orang orang itu untuk duduk sambik menunggu dokter yang akan datang memeriksa mereka.
Feyna pun menyuruh karyawannya untuk mengambil beberapa bedak yang mereka katakan untuk di cek Feyna segera menghubungi temannya untuk datang membawa alat ke perusahaannya karena ada yang bilang bedak yang mereka gunakan bermerkuri.
Linda pun mengerti dan langsung bersiap setelah selesai berbicara dengan Feyna.Linda adalah teman semasa kuliahnya dulu dan mereka cukup akrab karena itu Feyna memanggil dirinya untuk datang.
Bersambung.....
Hy guyssss.......
Mana nih absenya kalian.....
__ADS_1