
Ketampanan seorang Stiven Aleandro Lexandro di wakili dari wajah sang ayah dan di bumbui dengan beberapa kecantikan dari ibunya yang melengkap kesempurnaan wajah Al tak heran jika dirinya begitu sangat tampan di usianya yang masih 5 tahun.
Feyna pun menyelesaikan pekerjaannya dan segera pulang ke rumah sebelum Stive pulang.Karena untuk hari ini kesibukan sang suami sangat banyak dari biasanya dan oleh karena itu Feyna harus membawa mobil untuk pulang.
Setelah keluar dari ruang kantor menuju lobi utama kini para karyawan tak berkedip melihat anak dan ibunya yang berjalan bak seorang artis dengan seorang CEO yang menggunakan kemeja agak longgar dan bagian depan di isi dalam dan bagian blakang dibiarkan di luar.
Di padukan dengan celana kain yang tidak terlalu ketat dan di sempurnakan dengan heels 9 cm dan seorang anak laki laki yang tampan menggunakan kaos oblong dengan celana jeans panjang dan sepatu dan di sempurnakan dengan tatapan datas seorang Al dan sikap acuh tak acuh dari sang CEO membuat beberapa orang terdiam di tempat melihat pemandangan di depan mata.
" Kalian udah jadi manekin kantor ya...?" Tanya Feyna ketika menyadari karyawannya yang tidak bergerak dan berdiam diri tanpa menggedipkan mata pula.
Mereka pun tersadar dari dunia khayalan mereka dan segera menggeleng serentak menjawab pertanyaan dari atasan mereka.
" Atau kalian mau lembur,dan saya tak ingin menggaji orang yang cuman topeng,katanya mau lembur eeh nyatanya mereka hanya duduk dan menghabiskan uang saja dengan menggibah,yang ada minta di pecat orang kaya gitu.." Kata Feyna dengan tatapan mengintimidasi.
Tapi sukses membuat sekolompok orang bubar seketikan dengan apa yang di ucapkan oleh sang atasan.Feyna yang melihat itu langsung saja membuang napas kasar dan lanjut berjalan di mana mobil nya berada.
Tak lupa si tampan Al yamg berada di sampingnya yang menatap wajah ibunya yang sedang marah.Itu sukses membuat Al takut juga,jika bundanya marah akan sangat menyeramkan menurut verai Al.
Tak lama kemudian mereka berdua sampai di parkiran kusus CEO.Feyna pun langsung menekan remot pembuka pintu mobil dan Al langsung membuka pintu dan duduk di samping ibunya.
Tak menunggu waktu lama kini mobil Feyna keluar dari pekarangan kantor menuju jalan raya.
" Al kamu di sekolah gimana sayang...?" Tanya Feyna.
" Biasa aja bun,bedanya hanya satu..." jawab Al dengan santai.
"Apa bedanya sayang...?" Tanya Feyna kembali.
" Pelajaranya yang cukup berkembang satu tingkat,teman baru,guru baru dan juga sekolah yang baru pula."jawab Al
" Yaaa...Ampun sayang itu bukan hanya satu perbedaanya sayang.." Kata Feyna sambil tersenyum.
" Maksud Al sepaket bund.." jawab Al sambil tersenyum manis.
Feyna yang melihat anak semata wayangnya tersenyum membuat Feyna juga ikut tersenyum.kebahagiaan di dalam mobil yang sedang melaju menuju kediaman mereka seketika senyum dari ibu dan anak memudar bagaimana tidak ada beberapa mobil van hitam yang memblokir jalan mereka.
Membuat Feyna memberhentikan mobil mereka dan turun dengan rasa penasaran.Orangbyang berada di dalam mobil van melihat Feyna turun langsung saja keluar dan menyeret Feyna sampai wanita itu terjatuh dan itu tak luput dari penglihatan Al.
Al yang melihat kejadian itu bagaimana orang yang tak di kenal membuat bundanya sampai jatuh tepat di depan matanya membuat Al sangat marah dan secepat kilat membuka pintu dan melesat keluar dan tanpa aba-aba membuat beberapa orang yang keluar dari dalam van tak bergerak.
Salah seorang yang duduk diam di balik kemudi langsung saja keluar menghampiri Al yang sedang menghampiri bundanya namun di halangi oleh orang tersebut.
" Anak kecil yang kurang ngajar,berani beraninya kau membuat teman-temanku begini...? rasakan akibatnya..." kata orang yang ada di hadapan Al.
Namun Al yang terlihat santai seketika tersenyum dengan senyuman yang menakutkan dan menghampiri orang itu.
" Berani kalian menyentuh bundaku,aku akan membuat hidup kalian di dalam neraka..." kata Al dengan pandangan yang sukit untuk di artikan.
__ADS_1
"ha...ha...ha...Anak kecil sepertimu bisa menaklukanku mustahil..." kata orang yang menjadi lawan bicara Al dan tanpa aba-aba langsung menyerang Al tapi tak bertahan lama di detik berikutnya di terkulai lemas di hadapan Al.
Anak kecil yang hanya berdiri diam membuat orang itu diam mematung di hadapanya.
Feyna yang melihat kemarahan anaknya langsung saja bangkit karna kejadiannya begitu cepat membuat Feyna heran dengan kekuatan anaknya yang memang dia mengetahui kalau Al dengan Stive selalu berlatih bela diri seminggu 2x.
Tapi tidak dengan kekutan saat ini yang sangat menakutkan membuat Feyna revlek memanggil nama putranya.
Namun panggilan itu tak di hiraukan Al dia hanya nenatap orang yang ada di hadapannya dengan penasaran.Feyna yang melihat raut wajah putranya membuat otaknya berpikir apa yang membuat anaknya sangat penasaran dengan pria yang ada di hadapannya.
" Siapa yang menyuruhmu mengentikan kami di jalan sepi ini..?" Tanya Feyna penasaran.
Tapi pria itu hanya diam tak mengeluarkan satu kata pun
Al yang melihat bundanya yg menjadi penasaran membuat dia lebih keras mencekik pria itu.
" Jika anda tidak menjawab pertanyaan bundaku kau akan mati dalam hitungan ke tiga..."kata Al menyeringai yanpa ekspresi di wajah mungilnya.
"Satu...dua...ti...
seketika perkataan Al langsung di potong oleh pria itu.
"Ampun lepaskan aku,aku hanya di beri perintah untuk membawah ibumu.."Kata pria itu gemetar ketakutan.
"aku tidak suka mengulang kata-kata yang sudah aku ucapkan." jawab Al santai.
"Baik saya akan membertahumu.Aku di suruh oleh Yando.."kata pria itu.
"Dia adalah seorang pengusaha yang merasa tersaingi oleh perusahaan ibumu dia merasa iri dengan perusahaan ibumu yang sangat cepat berkembang sangat cepat sedangkan perusahaannya berkembang tapi tak secepat perusahaan ibumu." kata pria itu.
"suruh orang itu datang ke sini dalam waktu lima menit." kata Al.
"Baik tapi turunkan aku terlebih dulu aku akan menelpon pak Yando."kata pria itu.
Al pun menurunkan pria itu tapi tidak melepaskannya.Sesuai dengan janjinya,pria itu langsung menghubungi Yando dan menyuruhnya datang ke sini.
Mereka pun menunggu kedatangan pria itu tak berselang waktu lama sebuah mobil berhenti di belakang mobil Feyna.tak lama kemudian keluar seorang pria dan berjalan menujuh ke arah mereka.
Pria yang ada di hadapan Al segera menengok dan berkata.
"Itu orangnya."
Al pun melihat kearah pria yang berjalan mendekat namun membawah sebuah pistol di tangannya.
"karena orang-orangku tak dapat membunuhmu.Biar aku yang membunuhmu dengan tanganku sendiri,wanita sampah.." Kata Yando sambil menyeringai dan menarik pelatuk pistol dan mengarakan pistol kepada Feyna.
Al yang melihat bundanya di todong dengan senjata dengan segera berlari menghampiri Feyna dan hanya dengan tatapan mata yang secara langsung berubah warna membuat tangan Yando yang mengarakan pistol ke arah Feyna secara cepat langsung berbalik ke arah dirinya sendiri.
__ADS_1
DOR...
Ha...ha...ha...
Tawa yang mengerikan bergema di jalan yang sunyi Feyna pun tak percaya dengan apa yang dia lihat dan Yando pun tertembak dengan pistolnya sendiri,mati di hadapan Al,Feyna dan pria suruhanya.
Pria itu melihat kejadian itu tak menunggulama langsung berlari ke ara van dan menghidupkan mesin.
Al melihat kejadian itu seketika itu juga mobil yang di kendarai pria itu terbalik dan meledak.sunggu kejadian yang mengejutkan.
" Al...Lihat bunda sayang..." Kata Feyna sambil mamagang tangan anaknya.
Al pun melihat ke arah bundanya masih dengan wajah yang sangat marah dan mata yang berubah warna dan mengeluarkan aitmata darah.
Feyna yang melihat itu langsung mengusap darah yang keluar dari mata anaknya dan menenangkan Al.Beberapa menit berlalu Al menjadi tenang di pelukan bundanya.
" Al...jangan gitu lagi ya sayang." kata Feyna lembut.
"Iya bunda Al minta maaf,tapikan mereka mau lukai bunda Al ngga suka,Al ngga mau bunda di sakiti oleh orang lain.." jawab Al sambil memeluk bundanya.
" Iya bunda tau Al sayang sama bunda,Al harus bisa mengendalikan emosi dan hadapi masalah dengan kepala dingin.Kalau Al menghadapi masalah dengan emosi akan berakhir fatal tapi jika Al menghadapi masalah dengan kepala dingin Al akan mendapatkan solusi yang baik..." Kata Feyna menjelaskan kepada anaknya.
" Iya bunda Al ngerti..." jawab Al sambil menganggukan kepalanya.
" Jagoan bunda ayo kita pulang..." kata Feyna.
Al pun mengangguk dan menggandeng tangan Feyna berjalan menuju mobilnya.Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka dan tak menunggu waktu lama mereka sampai di mansion.Mobil pun berhenti tepat di depan mansion Al pun turun di susul oleh Feyna di belakangnya.
Al yang merasa gera langsung masuk ke dalam kamarnya menaru tas sekolah di atas tempat duduk dan bergegas ke kamar mandi untuk menyegarkan badannya yang terasa gera.
Di sisi lain Feyna yang juga langsung masuk ke dalam kamar mengambil ponselnya mengitim pesan kepada suaminya.Tak menunggu lama Stive pun menelpon Feyna.
"Hallo sayang ada apa tumben kamu ngirim pesan...?" Tanya Stive.
" Mmm...kamu jam berapa pulangnya Stive...?" tanya Feyna.
" Oooouuu...jadi sekarang udah berani panggil nama aku ya...Awas aku pulang kamu akan dapat pelajaran dari aku.
aku udah di perjalanan pulang sayang lima belas menit lagi aku nyampe..." kata Stive.
" Ya udah kamu hati-hati di jalan ya sayang aku menunggumu di rumah..." jawab Feyna dan langsung menutup sambungan telpon dengan suaminya.
Lima belas menit berlalu kini Stive yang penasaran sampai di mansion dan langsung pergi ke kamar untuk melihat istrinya yang menurut Stive ada yang aneh dengan Feyna.
Stive yang melihat Feyna di balkon segera pergi ke sana dan memeluk istrinya dari belakang Feyna pun membalikan tubuhnya menghadap ke arah suaminya.
Feyna pun menceritakan masalah yang dia dan Al alami sewaktu pulang dari kantor kepada Stive secara rinci.Stive mendengarkan apa yang di ceritakan oleh Feyna tanpa menyela ucapannya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....
Maaf ya baru sempat di update lagi...