
"Karena dulu aku yang akan menjabat sebagai pemimpin bangsa vampir dan karena aku menolak Adrian lah yang menggantikankku karena kita hanya dua bersaudara dan jika suatu hari nanti aku mandapatkan cucu sebelum Adrian maka dia akan menjadi penerus pemimpin bangsa kita begitu pun sebaliknya dan itu sudah tak bisa di ganggu gugat dan itu juga sudaj di sepakati oleh aku dan juga Adrian saat itu.Aku menyerakan semua kekuasanku dan juga menghilangakan nama keluarga dan sekarang kembali lagi dari anakmu Stive.Kamu harus mendidik anak itu dengan baik dan menjaganya.Kemungkinan besar ada beberapa masalah yang akan terjadi di saat-saat kelahiran putra mahkota karena klan kita akan bertamabah kuat dari kelahiran putra kalian dan klan sebelah tak akan tinggal diam.Jadi Stive jaga baik baik istrimu kalau bisa di mana kamu berada di situlah Feyna jangan biarkan dia bekerja sendiri jika kamu tak keberatan papa yang akan menghendel kembali rumah sakit dan kamu temani istrimu di kantor sampai waktunya dia melahirkan." Jelas Robert panjang lebar.
Feyna dan Stive saling pandang mendengar penjelasan yang di katakan oleh Robert dan satu rahasia pula yang terungkap dari kelahiran putra mahkota bangsa vampir dan itu juga membuat Leyni tak bisa berkata kata tentang kebenaran yang baru di ketahui oleh dirinya.
Setelah lama mereka berdiam diri di kediama Robert kini mereka bergegas untuk pulang ke apartemen mengingat mereka harus berkemas dan akan segera pindah ke rumah yang baru beberapa hari kedepan.
" Sayang,aku rada-rada takit ya." Kata Feyna memecah percakapan terlebih dulu.
" Takut kenapa sayang...?" Tanya Stive sekilas melihat istrinya.
" Aku takut dengan nasib anak kita nanti." Jawab Feyna sendu.
" Kamu jangan takut sayang aku akan selalu ada dan melindungi kamu dan anak kita sampai dia besar nanti." Jawab Stive sambil tersenyum.
Tak terasa kini mereka telah sampai di apartemen dan mengemas barang-barang bawaan untuk pindah secepatnya karena menurut Stive apartemen ini sudah banyak yang tau.
Sebelum sampai ke apartemen mereka telah bertukat pendapat untuk segera berkemas sebelum klan lain mengetahui keberadaan mereka dan juga calon putra mahkota.
Dari penjelasan Robert bahwa anak mereka yang akan lahir nantinya adalah seorang vampor yang sangat kuat dan itu tergantung Feyna dan Stive mendidik dan memberi arahan untuk anaknya kelak.
Hampir tengah malam kini Stive dan Feyna telah selesai berkemas Feyna memvantu Stive mendorong hampir 5 koper yang isinya dokumen dan juga pakaian mereka.Setelah memasuki lift dan sampai di lobi apartemen kini Feyna membantu Stive untuk mendorong koper mendekat ke mobil mereka.
Sesampainya di sana Stive langsung membuka bagasi mobil dan meletakan tumpukan koper le dalam bagasi.Mereka pun akan kemvali ke kamar namun ada yang menghalangi mereka dan seketika itu juga Stive menarik Feyna ke belakang.
pria yang memakai topi yang ada tepat di hadapan Stive dan itu juga dia tak mengenal pria di hadapannya init.Feyna yang penasaran pun mengintip dari samping Stive dan tersenyum.
__ADS_1
" Ooouuu... ternyata kamu Fer...Tumben ke sini...?" Tanya Feyna di balik punggung Stive.
" Aku baru saja sampai dan ingin berbicara dengan resepsionis." Jawab sang pria sambil sedikit tersenyum.
"Ooo begitu..." Jawab Feyna seadanya.
" Fey kamu kenal dia.?" Tanya Stive.
" Sayang dia ini anak pemilik apartemen ini." Jawab Feyna sambil tersenyum dan memperkenalkan Didi kepada suaminya.
" Ou ya di ini kenalin suami aku Stive dan sayang ini Didi anak pemilik apartemen dan sekaligus pengelolah apartemen ini." Jelas Feyna memperkenalkan mereka berdua.
Didi langsung menyalami Stive begitu pun sebaliknya dan setelah pertemuan itu kini Feyna dan juga Stive langsung menuju lift dan pergi ke apartrmen mereka.
Mereka pun akan pindah maoam ini juga ke rumah baru mereka karena mengingat apa yang ada di dalam kandungan Feyna jika tercium oleh klan lain akan sanvat berbahaya dan untungnya Stive membeli sebuah rumah masih tergolong aman dari klan lain.
Tak terasa Waktu yang di tempu lumayan jauh kini mereka telah sampai dan mengeluarkan barang-barang bawaam mereka meski bukan Feyna yang mengangkat semua koper itu karena tak di bolehkan oleh Stive.
Setelah selesai mengambil barang-barang di mobil kini mereka duduk di ruang keluarga dan tak lupa pelukan hangat yang membuat mereka saling merindukan satu sama lain.
Beberapa saat dalam posisi itu kini mereka masuk ke dalam kamar sekedar merebakan diri sejenak menunggu fajar menyingsing.
Pagi yang cerah kini Feyna segera bangkit dari atas tempat tidur dan keluar balkon sunggu pemandangan yang sangat indah di pandang mata pepohonanyang menjulang tinggi dan melihat ke arah bawah dengan rumput yang tumbuh begitu rapih dan tak lupa beberapa bunga yang mekar berwarna warni sungguh pemandangan yang sangat indah.
Siapa pun yang melihat itu pasti terpukau lama Feyna melihat pemandangan sekitar rumah mereka kini sebuah tangan yang melingkar di perutnya tak lain dan tak bukan itu sudah pasti tangan suaminya yang dengan tak tau malunya mwlingkar di perutnya.
__ADS_1
" Sayang jangan di tekan perut aku.Kamu lupa ya." Kata Feyna memperingati suaminya.
" Iya sayang aku tahu.Sayang apa kamu menyukai pemandangan ini.?" Tanya Stive sambil masih memeluk istrinya itu.
"iya sayang aku sangat menyukainya." Jawab Feyna sambil mengelus lembut lengan suaminya.
Kini mereka saling diam menikmati pemandangan pagi yang baru kali ini di rasakan oleh Feyna semenjak dia tidak tinggal dengan orang tuanya lagi suasana yang tenang dan damai tidak ada yang mengganggu pula.
Setelah puas melihat pemandangan mereka pun bersiap untuk ke kantor karena hari ini ada beberapa meeting penting dan harus di hadiri oleh CEO.
Setelah selesai bersiap kini mereka pun langsung keluar dan tak lupa tangan yang saling menggenggam erat dan saling melempar senyuman yang sangat manis.berjalan menghampiri mobil mereka dan langsung saja keluar setelah mesinnya di nyalakan oleh Stive.
Perjalanan yang cukup jauh dan memakan waktu dan katena itu juga mereka berangkat dengan cepat agar tidak telat sampai kantor.
Tak menunggu waktu lama kini mereka telah berada di parkiran ekslusif CEO dan setelah mobil terparkir sempurna mereka pun keluar dari dalam mobil dan langsung masuk ke dalam perusahaan bersama sama.
Bersambung.......
hy hy teman teman mana nih dukungan untuk author...
salam sayang untuk kalian semua oembaca setia bampor tampan itu suamiku.
jangan lupa dukung auhtor ya like,koment tmbahkan ke favorite dan kalau ada yang ingin memberi hadiah author juga sangat senang asal kalian iklas ngasinya.
dan jangan lupa di bagikan karya author ini ke temen sanak saudara agar novel ini banyak pembacanya🥰🥰🥰
__ADS_1