Vampir Tampan Itu Suamiku

Vampir Tampan Itu Suamiku
102.perjalanan melihat pembangunan


__ADS_3

Feyna pun tersenyum dan mengangguk menyetujui perkataan Ryando.Mereka pun tersenyum bersama,Ryando yang memiliki banyak anak berkat Feyna yang mau memanggil papa dan itu pun membuat Feyna serasa memiliki orang tua yang dekat dengannya.Karena mengingat orang tuanya yang jauh dari dirinya.


Pembicaraan mereka pun berhenti karena mengingat hari semakin larut dan mereka harus pulang.Dan mereka juga memiliki kesibukan mereka masing-masing.


Dan kini tersisa Keyni dan juga Cantika yang masih duduk di ruang keluarga saling pandang tanpa suara.


" Kenapa liatin kaya gitu...?" Ketus Cantika.


" Emang ngga boleh di lihatin...?" Tanya balik Keyni.


Cantika pun hanya mengendus tak suka dan beranjak dari duduknya dan pergi ke kamar dan menutup pintu tanpa memanggil Keyni untuk masuk.


Keyni yang melihat itu hanya geleng- geleng kepala menghadapi tempramen istrinya itu.


Satu bulan berlalu kini Al sudah mengginjak kelas 3 SD dan tak lupa dia adalah anak yang genius dalam bidang apa pun karena itu dia hanya memerlukan dua bulan untuk sampai kelas 3 sd.


Dan kini Feyna dan Stive sedang melihat pembangunan rumah sakit yang sudah hampir rampung kurang lebih sebulan lagi akan rampung hanya ada pekerjaan kecil yang akan mereka selesaikan.


Stive pun tersenyum dengan desigen rumah sakit yang menurutnya sangat elit semua ruangan di rumah sakit itu memiliki kamar mandi dalam dan sedikit ruangan untuk tempat penyimpanan atau bisa di jadikan tempat untuk memasak dengan menggunakan kompor portable.


Pemikiran Feyna sangat luas dalam bidang bisnis dan itu membuat Stive sangat bersyukur mendapatkan istri yang pintar.


" Sayang kita juga akan melihat pembangunan sekolah dan lanjut swalayan juga kita akan pantau semua itu hari ini." Kata Feyna sambil tersenyum.


Stive pun tersenyum dan mengangguk mengikuti kata - kata Feyna.Setelah puas melihat desigen rumah sakit mereka pun lanjut pergi ke pembangunan sekolah yang sudah mendekati lima puluh persen pembangunan.Mereka pun sesekali menyapa para pekerja karena Feyna sudah beberapa kali kemari sehingga para pekerja telah mengetahui pemilik dari bangunan yang sekarang ini masih mereka kerjakan.


" Siang bu..Tumben sendiri ngga sama sekertaris ibu...?" Tanya salah seorang pekerja.

__ADS_1


" Ngga saya ke sini sama suami saya kebetulan dia juga lagi lowong hari ini jadi aku ngajak dia." Jelas Feyna dan di angguki oleh pekerja itu.


Feyna pun menjelaskan di dalam sekolah itu di setiap ruang kelas memiliki toilet untuk siswa agar mereka tidak jauh mencari toilet dan seperti sekolah lain memiliki perpustakaan ruang guru dan kantin sekolah namun Stive merasa bingung kenapa lahan sekolah sangat besar berkisar lima heaktar.


Dia pun bertanya pada Feyna mengapa sebesar ini sekolah yang akan di dirikan oleh Feyna.


Feyna pun tersenyum dan menjelaskan bahwah sekolah itu bukan hanya untuk sekolah dasar melainkan taman kanak - kanak, sekolah dasar,sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas.


Dan Tak lupa dia pun menunjukan dena sekolah melalui sebuah papan yang di tempelkan gambar dari arsitektur yang menggambar dena sekolah.


Untuk jalan menuju ke dalam sekolah memiliki dua jalan berbeda satu untuk sekolah dasar dan taman kanak - kanak dan kedua untuk sekolah menenga pertama dan sekolah menenga atas.


Sekolah yang akan di bangun oleh Feyna terasa sangat megah karena di padukan dengan beberapa teman yang di jadikan tempat bermain untuk para siswa mulai dari taman dan sebagainya.


Setelah selesai dengan melihat pembangunan sekolah mereka melanjutkan ke pembangunan swalayan yang sudah hampir tujuh puluh persen pembangunan seperti pada swalayan pada umumnya memiliki vasilitas toilet,eskalator dan juga lift yang terbuat dari kaca.Yang istimewa dalam swalayan ini memiliki taman kecil di lantai dasar swalayan dengan beberapa tanaman bunga yang akan di tanam dan memiliki patung di tengah taman itu.


swalayan yang akan di bangun oleh Feyna memiliki lima lantai lantai dasar tempat untuk sayuran dan berbagai macam kebutuhan makanan.Di lantai dua untuk keperluan rumah.Yang ke tiga untuk segala jenis permainan dan alat olahraga.Yang ke empat pakaian mulai dari anak bayi sampai orang dewasa.Dan yang ke lima untuk area tempat makan rooftop tapi aman untuk membawah anak kecil.


Tak lama mereka berbincang Stive berpamitan oada Keyni dan juga Cantika yang kini terlihat perutnya yang sudah membesar.


Tak lupa juga Feyna memberikan arahan untuk tetap sehat dan menjaga kandungannya dengan baik.


Setelah itu mereka pun masuk ke dalam mobil dan keluar perlahan -lahan dari halaman mansionnya Keyni.


Feyna pun berkata pada Stive kemungkinan pada bulan depan akan ada pembelian alat - alat untuk rumah sakit dan Feyna membutukan Stive dan Keyni dalam hal itu.Karena dia tidak terlalu mengerti akan hal semacam itu.Stive yang mendengar penuturan Feyna tersenyum dan mengangguk dan berkata untuk memberitahu dirinya sehari sebelumnya nanti juga dia akan memanggil adiknya untuk hal itu.


Tak terasa kini mereka telah sampai di kediaman mereka setelah mobil terparkir sempurna.Mereka pun turun dan masuk ke dalam mansion mereka dengan jalan menuju kamar mereka masing - masing.

__ADS_1


Sunggu hatmri yang melelahkan tapi tidak untuk Feyna dan juga Stive yang menjalani hari dengan penuh senyuman bergandeng tangan dan saling memberi kekuatan satu sama lain dan sekarang mandi berdua sunggu hal yang tak pernah lepas dari sepasang suami istri.


Setelah membersihkan diri dan memakai pakaian merrka pun langsung menuju ruang keluarga Stive dan Feyna keluar kamar dengan memegang leptop di tangan mereka dan juga Al yang sedang duduk di sofa menonton siaran tv kartoon.


Stive dan Feyna pun duduk di kedua sisi Al dan menempatkan Al di tengah mereka berdua Al oun sudah terbiasa dengan hal itu.


" Ayah bunda.." Panggil Al.


" Iya sayang" Kata Stive dan Feyna bersamaan.


" Besok ayah sama bunda di surub ke sekolah oleh guru kelas katanya ada yang mau di bicarakan pada ayah dan bunda dan katanya sangat penting." Jelas Al.


Membuat Stive dan Feyna saling pandang dan mengangguk kepala.


" Iya sayang nanti ayah sama bunda nganterin Al kesekolah dan langsung menemui gurunya Al ya." Kata Stive sambil tersenyum pada anaknya.


Keesokan harinya mereka pun berisap untuk ke sekolah Al untuk memenuhi panggilan dari guru kelas Al dan beruntung gurunya sudah berada di sekolah.


Sang guru pun dengan ramah menyapa orang tua dari muridnya dan mempersilahkan untuk mengikutinya ke ruang kepala sekolah.


Se sampainya di sana juga kepala sekolah telah tiba dari lima menit yang lalu dan menyapa dengan ramah orang tua muridnya.


Mereka pun pernah bertemu di awal Stive dan Feyba membawah anak mereka untuk sekokah di sini.


Sang kepala sekolah telab menjelaskan bahwa pelajaran yang mereka berikan pada Al berbeda dengan anak seusia dirinya tapi itu telah di kerjakan dan benar semua tanpa penjelasan dari guru Al mengerjakan soal - soal itu dan membuat para guru bingung harus mengajarkan apa untuk Al.


Dan kepala sekokah menyarankan untuk di bulan depan ada ujian kelulusan jika orang tua Al mau mengikuti ujian itu maka Al dengan secara langsung akan lukus dari sekolah dasar.

__ADS_1


Penjelasan itu pun membuat Stive dan Feyna saling pandang membuat mereka melihat Al yang ada di tengah mereka dan dengan spontan bertanya dan di jawab oleh Al dengan seadanya.


Bersambung....


__ADS_2