
Kehamilan yang di tunggu oleh keluarga Robert dan saat ini telah terkabulkan sungguh sebuah berita yang sangat membahagiakan.
Senyum bahagia pun terpancar dari seluruh keluarga karena mendapatkan ketambahan anggota keluarga lagi.
Wejangan dari Leyni pun tak luput untuk selalu menjaga dan lebih berhati-hati dalam melakukan sesuatu.Wejangan itu pun bukan hanya berlaku untuk Cantika melainkan untuk Keyni agar menjaga dan selalu memantau istrinya.Menyayangi dan lebih bersabar menghadapi tempramen seorang ibu hamil.Karena ibu hamil memiliki emosional yang tidak teratur jadi sebagai suami Keyni harus extra sabar.Wejangan demi wejangan di lontarkan Leyni.
Tak luput dari Leyni yang memberikan arahan untuk anak dan menantunya dan kini ibu dari Cantika pun memberikan nasehatnya untuk anaknya untuk selaly menjaga kesehatan dan jangan terlalu bekerja dan melupakan bahwa dalam tubuhnya juga ada janin yang harus di jaga dengan hati - hati.Meski begitu seorang suami harus selalu ada untuk menemani karena yang melakukan berdua maka untuk kehamilan juga suami harus selalu menemani.
" Dan jangan terlalu banyak kerja lembur jangan menabah beban istrimu.." Timpal Stive yang sedang tersenyum ke arah adiknya.
" Chiis...Sok nasehatin dia saja ngga tahu tempat." Sindir Keyni pada kakanya.
" Yaaa.....Aku sih beda kapan saja dan di mana saja ngga perlu kawatir karena Aleandro meminta adik.Jadi harus extra bekerja keras untuk memenuhi apa yang anaku inginkan." Kata Stive sambil tersenyum.
"Udah tua juga ngga sadar diri.." Sinis Keyni.
Karena sudah beberapa hari atau bahkan hampir sebulan dia tak di beri jatah oleh Cantika dan itu membuat dia merasa kesal kepada kakanya yang selalu membuat dia menginginkan apa yang tak bisa di dapatkan.
" Udah pada tua juga masih seperti anak kecil kalian kamu juga Stive udah jadi bapak 1 anak masih saja seperti abg.Dan kamu juga Keyni sudah menjadi calon bapak masih saja mendengar omongan kakak kamu sungguh kepala mama serasa mau pecah karena ulah kalian." Kata Leyni menengahi pembicaraan kedua anaknya itu.
" Kalian itu udah jadi bapak - bapak masih saja ribut kamu Keyni sabar untuk urusan ranjang karena tempramen wanita hamil itu naik turun dan kamu Stive pepet terus agar papa memiliki banyak cucu agar ramai di istana." Kata Robert memberi nasehat pada kedua anaknya sambil tersenyum.
__ADS_1
Jika Robert dan Stive di satukan akan menjadi grup yang tak terkalakan jika menyangkut aduh mulut.Stive pun mengangguk dan tersenyum membuat Feyna di sampingnya melotot ke hadapan Stive.
" Ngarep banget kamu apa iya aku akan ngasi udah di tanya ngga...?" Tanya Feyna dengan nada ketus.
" Sayang jangan gitulah masa ngga di kasih jatah.Nanti aku lemes dan ngga bersemangat untuk kerja dan uang bulanan kamu gimana kalau aku ngga semangat kerja." Kata Stive dengan muka memelas.
" Memangnya aku seorang pengangguran yang ngga punya kerjaan.?Kamu jangan lupa aku seorang pengusahha sukses dalam bidangku dan wanita mandiri memiliki perusahaan peringkat 1 di negara ini.Apa kamu lupa dan jangan lupa aku memiliki hampir 20 triliun dolar di dalam rekening pribadiku.Ngga mempan sama ancaman kamu.Dan aku akan membuka perusahaan baru menyangut dengan rumah sakit jadi aku lagi berpikir untuk membuka sebuah rumah sakit dan aku ingin jika telah selesai akan di kelolah oleh Keyni.Dan bukan hanya perusahaan dalam bidang medis.Aku juga akan membangun sebuah perusahaan untuk di kelolah oleh adiku tapi selesaikan dulu perusahaan ini baru nanti aku buat untuk adikku setelah hampir 90 persen." Jelas Feyna sambil tersenyum.
" Sayang kamu ngga bilang sama aku kalau kamu akan buka perusahaan dalam bidang medis kan aku bisa bantu kamu." Kata Stive merasa bersalah.
" Nanti saja aku pikir untuk menggandeng rumah sakit itu dan rumah sakit kamu agar memiliki kualitas seperti rumah sakit saat ini dan nanti aku akan memperbesar rumah sakit kamu tapi bertahap ngga sekaligus." Kata Feyna sambil berpikir.
" Waw...Kakak ipar terbaik,aku saja belum memikirkan itu tapi rumah sakitnya sudah berjalan.Ngga di ragukan lagi untuk hal berbisnis." Kata Keyni memuji kakak iparnya.
" Oke aku sih terserah kamu saja." Kata Stive sambil tersenyum.
" sayang kalau untuk perusahaan yang akan kamu kasih sama An bergerak di bidang apa..?" Tanya Stive penasaran.
" Aku pikir akan membuat perusahaan swalayan agar ayah sama ibu dan warga kampung akang menjual di swalayan itu nanti aku mau minta sama Freya untuk mencari tanah di perbatasan agar tidak terlalu jauh dan juga jangan lupa tempatnya harus strategis dan memiliki daya tarik yang baik." Jelas Feyna sambil berpikir.
" Bunda aku mau mengatakan sesuatu sama bunda dan ayah..." Timpal Al.
__ADS_1
" Iya sayang Ada apa...?" Tanya Feyna penasaran.
"Bunda aku punya saran bun.Ada teman aku yang keluarganya ngga mampu dan di keluarkan dari sekolah dan dia sudah tidak akan sekolah di tempat aku sekolah katanya papanya sudah tak mampu untuk membayar iuran sekolah dan dia harus pindah ke sekolah lain.Bagaimana kalau bunda bikin sekolah untuk kalangan menengah kebawah.Kasian bun mereka ngga bisa sekolah jika tak dapat membayar dan di kota kita ini sekolahnya tidak terlalu banya dan itu memudahkan kita untuk membuat sekolah yang baru." Jelas Al dengan pemikirannya sendiri dan meminta penjelasan dari bunda sama ayahnya.
" Jadi kamu ingin membuat sekolah untuk anak -anak yang tak mampu sayang..." Tanya Robert pada cucunya.
" Pak Stive bagaimana kalau kita bergandeng untuk membuat sekolah itu kebetulan perusahaan saya bergerak di bidang pendidikan." Kata papanya Cantika yang memiliki nama Ryando Scooper.
"Ide bagus jadi keluarga kita saling bergandeng tangan untuk melakukan bisnis dan anggap ini adalah bisnis keluarga Robert dan Scooper bagaimana menurut papa sama mama...?" Tanya Feyna pada orang tuanya.
" Terserah kamu sayang kami ikut saja papa ngga terlalu paham dalam bidang bisnis." Kata Robert memberikan semua kewenengan pada menantunya.
" Baik kalau begitu kita akan cari lokasinya terlebih dulu dan menyusun rencana dalam pembangunan nanti aku minta nomor om Ryando agar lebih memudahkan kota untuk berkomunikasi.
" Huuufff...Anaku hanya Cantika dan bisa saya menginginkan 1 permintaan...?" Tanya Ryando.
" Apa itu.?" Tanya Feyna.
" Aku ingin kamu sama Stive panggil aku papa seperti Cantika dan Keyni agar anakku banyak." Kata Ryando sambil tersenyum.
Feyna pun tersenyum dan mengangguk menyetujui perkataan Ryando.Mereka pun tersentum bersama,Ryando yang memiliki banyak anak berkat Feyna yang mau memanggil papa dan itu pun membuat Feyna serasa memiliki orang tua yang dekat dengannya.Karena mengingat orang tuanya yang jauh dari dirinya.
__ADS_1
Bersambung........