
Setelah acaranya selesai kini Feyna dan juga Stive masih di tempat itu karena mereka akan menginap di sana.
Stive menyuruh Feyna untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu,namun Feyna kesusahan untuk membuka gaun yang dia kenakan.
Stive yang melihat hal itu langsung menghampiri Feyna dan membatu dia untuk membuka gaun yang di kenakan.Stive membuka resleting baju Feyna sehingga menampakan kulit putih bersinar membuat Stive beberapa kali mengedipkan matanya.
Kini gaun yang di kenalan Feyna telah terbuka dan dia pun membuka gaun itu menyisakan brah dan hot pen yang di kenakan Feyna melihat ke arah Stive yang mematung dan segera berlari masuk kedalam kamar mandi untuk memberaihkan diri tanpa memikirkan suaminya yang tersiksa akan penampilannya saat itu.
Stive yang berada di tempatnya kini terduduk lemas mengingat tubuh mungil istrinya itu.Stive yang masih termenung dengan segala pikirannya tidak mengetahui jika Feyna telah selesai membersihkan tubunya.
"Sayang..." Panggil Feyna namun orang yang di panggil tidak menjawab malah melamun entah apa yang ada di pikiran suaminya itu.
"Sayang kamu kenapa..." Tanya Feyna sambil menyentuh punggung Stive pelan.Dan itu berhasil membuat lamunan Stive bubar.
"Eeehhh.sayang kamu udah selesai..." Tanya St8ve kepada Feyna.
"Udah dari tadi kamu aja yang bengong.Mikirin apa sih...?" Tanya Feyna.
"Mikirin kamu..."Jawab Stive sekilas mencium bibir Feyna lembut dan beranjak ke kamar mandi untuk memberaihkan dirinya.
Feyna pun bingung dengan sikap suaminya itu yang cukup aneh menurutnya.Sambil menunggu Feyna pergi ke balkon kamar untuk menghirup udara malam yang sangat indah.Dia melihat begitu banyak bintang di langit dan melihat ke bawah taman yang menjadi saksi akan janji suci mereka berdua Feyna sangat bersyukur karena di pertemukan dengan Stive walau pun dia bukan lah manusia biasa namun Feyna tetap akan mencintai Stive sepenuh hati.
Stive yang telah selesai membersihkan diri kini memakai baju tidur melihat Feyna yang berdiri di balkon sambil melihat bintang bintang Stive langsung menghampiri Feyna dan memberi kecupan di lehen istirnya itu membuat Feyna kaget dan Stive langsung memeluk istrinya dari belakang.Feyna menikmati pwlukan dari Stive tanpa menolak.Udarah semakin dingin dan kini Stive telah memutar tubuh Feyna menghadap ke arahnya.Stive mencium dan ******* halus bibir bungil istrinya perlahan lahan dan kini berakhir di atas tempat tidur sangat dalam dan membuat dua sejoli yang di mabuk cinta itu melakukan hal yang lebih dari ciuman.Beberapa menit kemudian Feyna mencerit kesakitan karena pertahananya telah di terobos oleh Stive meski dengan lembut namun tetap saja sakit.
"Maafkan aku karena aku kamu jadi kesakitan..."Seru Stive merasa bersalah karena membuat Feyna jadi sakit.
__ADS_1
"Ngga ko sayang.Palingan bentar lagi udah baikan..." Jawab Feyna sambil mengelus kepala suaminya itu.
Beberapa menit berlalu kini Feyna mengizinkan pekerjaan mereka yang sempat tertundah untuk si lanjutkan lagi namun Stive masih enggan larena tidak mau istirnya kesakitan.Feyna pun meyakinkan hal itu dan mereka melanjutkan pekerjaan mereka kini telah dua jam berlalu pekerjaan merka baru selesai dengan beberapa drama yang ada di dalamnya kini telah selesai membereskan apa yang sempat tertundah barusan.
Stive berbaring di samping Feyna sambil memeluk tubuh kecil istrinya itu dan beberapa kali mencium pipihnya.
"Sayang terimah kasih karena kamu mau menjaga mahkotamu untuk ku..."Seru Stive
"Itu adalah janjiku,aku akan memberikan mahkotaku kepada suamiku kelak dan kamulah orang yang beruntung itu sayang..." Jawab Feyna berbalik memeluk suaminya.
Kini merela dalam keadaan berpelukan dan Feyna masih memeluk erat suaminy itu sambil beberapa kali mencium dada bidang Stive membuat Stive menginginkan nya lagi.
Kini mereka melakukan pekerjaan malam mereka sampai waktu sudah subuh masih menuntaskan pekerjaan mereka berdua kini Stibe terbaring di samping Feyna namun kaki dan tangannya masih berada di tubuh Feyna.
"Sayang mau kemana..."Jekal Stive.
"Mau mandi udah terasa lengket badan aku ini..."Jawab Feyna sambil berjalan ke arah kamar mandi.
Terbesit pikiran nakal Stive untuk menggoda istrinya itu dia pun beranjak dari tempat tidur dan mengetok pintuk kamar mandi.
Tok....tok...tok
"Sayang..."panggil Stive.
"Iya sayang kenapa..."Jawab Feyna.
__ADS_1
"Mandi bareng yuk,supaya kita cepet baik ke rumah..." Kata Stive.
"Masuk aja sayang ngga di kunci ko..." Jawab Feyna.
Stive yang langsung masuk tanpa perkataan apa pun melihat istrinya tanpa sehelai benang pun yang menepel di tubuhnya kini ingin rasanya dia akan memangsa buruannya tepat ada di depan matanya.
Stive mendekat dan langsung menghujani Feyna dengan kecupan dan bukan hanya membersihkan diri yang terjadi di dala. kamar mandi namun ada pekerjaan rumah yang harus di selesaikan berkelompom namun kelompok nya hanya dua orang ngga bole lebih karena itu bersifat privasi bagi setiap yang sudah menikah.
Kini acara mandi yang hanya beberapa menit menjadi berjam jam sampai mereka lupa waktu sesekali terdengan mereka sedang tertawa sangat riang dan berteriak dan juga di campur dengan ******* panjang bagi yang mendengarnya pasti ingi melakukan hal yang sama.
Maaf ya bagi yang masih jomblo berhalusinasila kalianπππ.
Mereka yang keluar bersama dari dalam kamar mandi dan mencari pakaian yang akan di gunakan oleh keduanya.Setelah memakai baju kini Feyna mempersiapkan bawaan mereka berdua agar tak ada yang ketinggalan Feyna memastikan semuanya.Setelah semuanya beres kini Feyna memberi tahu Stive kalau semuanya telah siap dan sepasang pengantin baru ini berlajan bergandengan tangan keluar dari kamar tempat mereka menginap semalam.
"Selamat pagi tuan dan nyonya...Mari ikut saya untuk sarapan terlebih dahulu kami telah menyediaka makanan kesukaan kalian..."Seru seorang pelayan
Stive dan juga Feyna sedikit tersenyum karena memang mereka berdua terlihat arogan namun baik hati.Mereka mengikuti sang pelayan ke ruang makan dan menyiapkan daging setengah mateng untuk pasangan baru ini.
Tak menunggu waktu lama kini Stive dan juga Feyna makan sarapan mereka.Menit berlalu kini sarapan mereka telah selesai dan mereka akan pergi menemui meneger nya terlebih dulu baru mereka bisa pulang ke kediaman Stive.
Mereka pun sampai di ruangan meneger mengetok pintuk dan masuk setelah di izinkan.Stive pun berpamitan kepada sang meneger untum pulang dan berterimah kasih karena acaranya dari awal sampai akhir terlaksana dengan baik.Meneger pun sangat senang karena hasil yang memuaskan para pelangggannya.
Bersambung.....
...maaf ya author baru update lagi kemarin udah di update namun di tolak oleh pihak mangga ton/Novel toon katanya ceritanya terlalu banya unsur dewasa jadi author revisi lagi dan mengubah semuanya...πππ...
__ADS_1