
Ketika Stive dan Feyna mendengar pembicaraan kepala sekolah yang menjelaskan bahwa Al akan di ikut sertakan dalam ujian di bulan depan membuat Feyna merasa bangga memiliki anak se genius Al.
" Baik pak kalau memang anak saya sudah melebihi kepintaranya dan sudah seluruh pelajaran telah di berikan maka kami orang tua mengikuti sekolah saja karena buat apa berlama - lama di sekolah dasar jika apa yang di berikan oleh guru dapat di pelajari dan di mengerti oleh Al.Kamu pun sebagai orang tua hanya mengikuti kata dari sekolah." Kata Stive.
" Baik pak kalau begitu kami akan memasukan nama anak bapak ke peserta ujian di bulan depan.Jika bapak sudah menyetujui dan menandatangani surat keterangan." Kata Pak kepala sekolah.
Setelah semua persyaratan dan segala sesuatu yang di butuhkan maka Mereka di perbolehkan untuk pulang.Namun mereka tidak pulang tapi pergi ke kantor Feyna karena bertepatan hari ini ada meeting penting di jam 11 siang.Oleh karena itu mereka langsung pergi ke sebuah restoran yang menjadi tempat untuk di adakan meeting.
Setelah selesai meeting dan mendapat sebuah kesepakatan dan keuntungan dari kedua belah pihak mereka pun langsung pamit pergi.
Stive juga langsung berdiri bersama Al dan di ikuti oleh Feyna juga dan berlalu meninggalkan restoran itu.
Mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah karena hari sudah semakin sore.Perjalanan pun memakan waktu setengah jam untuk sampai di kediaman mereka.
Namun Feyna merasa ada seseorang yang ada di dalam kediaman mereka merasa ada sesuatu dan setelah mereka sampai di gerbang melihat ada taxi yang baru saja keluar dari gerbang rumah mereka.
"Saya.Apa kamu ngundang orang untuk ke rumah...? Tanya Stive penasaran.
" Ngga sayang sedangkan Freya juga ngga pernah ke sini juga." Jawab Feyna dan dia pun penasaran juga seperti kata Stive.
Tak lama kemudian mobil mereka masuk ke dalam parkiran dan juga mereka mempekerjakan beberapa vampir untuk berjaga di sini.
" Kiel Apa ada yang datang barusan...?" Tanya Stive penasaran.
" Iya tuan.Katanya saudara nyonya jadi saya ngga menjeganya untuk masuk." Jelas Kiel.
" Sayang katanya saudara kamu." Kata Stive sambil membuka pintu untuk istri dan anaknya.
" Kan saudara aku,ngga di sini dia kan lagi belajar di kuar negeri untuk menambah wawasan.Ngga mungkin lah An nyampe sini trus ngga ngabarin aku sayang" Kata Feyna menjelaskan.
" Iya juga sih kamu,ya udah kita masuk ajah." Kata Stive sambil berlalu dari depan penjaga itu dan di ikuti oleh Feyna dan juga Al dari belakang.
__ADS_1
Stive melihat seorang pria yang sedang duduk memangku kaki dan ada gelas kopi di hadapannya.Stive pun penasaran dan perlahan mendekat begitu juga dengan Al dan Feyna.
" Ngga usah ngendap -ngendap di rumah sendiri udah kaya maling saja." Cibir An menoleh ke belakang dan tersenyum.
Feyna pun terkejut melihat sosok yang ada di hadapannya itu dan langsung melangka lebih cepat dan memukul kepala adiknya itu dengan dokumen yang ada di tangannya.
" Beraninya kamu sama kakak kamu membuat jantung aku jadi berdetak tak karuan,kirain ada maling yang namgaku menjadi saudara aku." Cibir Feyna.
" Bunda apa dia ini orang jahat...?" Tanya Al penasaran karena melihat bundanya memukul orang itu dengan brutal.
" Iya sayang dia sudah membuat bunda jadi sedih ngga liat muka bunda begitu,coba Al kasih pelajaran sama dia." perintah Stive sambil tersenyum senang karena Al akan menghukum adik iparnya.
Ketika An pergi ke luar negeri waktu itu Al masih aangat kecil dan tak mengenal An.Jadi tak heran kalau al tidak bisa mengenal An.
Buk!Buk!Buk...
"Al..." kata An yang sudah terjatuh di kursi dan di duduki oleh Al.
" Berani ya om sama bunda." Kata Al marah.Dan itu terlihat jelas di mata bocah itu.
" Al...Kamu salah paham bunda ngga di sakitin sama paman tapi bunda kesel sama paman." Jelas Feyna.
" Kan bunda tadi lagi marah - marah sama om jadi aku pikir om adalah musuh bunda." kata Al sambil memandang bundanya.
" Ngga sayang,turun dari situ nanti bunda jelasin." Kata Feyna sambil tersenyum.
Al pun berahli duduk di samping An dan An juga langsung duduk tegap kembali.
Feyna pun duduk di kursi untuk 2 orang dan tak lupa Stive yang juga nempel sama Feyna.
" Chiisss...Udah punya anak juga kelakuannya sama kaya anal kecil yang di tinggal ibunya." Cibir An pada Stive yang nempel terus sama Feyna.
__ADS_1
" Kamu iri sama aku,makanya cari istri supaya tahu gimana jika mempunyai seorang istri." Balas Stive.
Feyna juga merasa heran tumben Stive nempel melulu kaya perangko sama dia dari beberapa hari yang lalu dia kaya gitu dan itu membuat Feyna merasa aneh sama suaminya itu.
" Kapan kamu datang An..?" Tanya Feyna.
" Baru juga nyampe mau lihat ponakan aku," kata An sambil menoleh ka arah Al.
Sebelum Al mengekuarkan suaranya Feyna terlebih dulu membuka suara agar anaknya tak bertanya oebih jauh dan mengenal siapa An sebenarnya.
Feyna pun menjelaskan siapa An dan juga menunjukan sebuah album foto yang di mana ada An dan kedua orang tua Feyna yang juga kakek dan nenek Al.
Waktu mereka ke sini memang Al masih sangat kecil dan juga sampai saat ini mereka hanya berbicara melalui telepon dan belum sempat berkunjung.
Mengingat dengan tanah yang di beli Feyna untuk di jadikan lahan berkebun untuk kedua orang tuanya dan itu juga pemicuh orang tua Feyna tak sempat berkunjung dan melihat cucunya yang kini sudah tumbuh besar.
Al pun mengerti dan mengamati wajah An dengan seksama dan memang wajah An hampir mirip bundanya hanya saja An adalah sorang laki - laki dan bundanya seorang perempuan.Tapi jika mereka sama jenis maka terlihat seperti kembar.
Al pun tersenyum melihat An yang ada di sampingnya.
" Paman." Panggil Al.
" Iya boy." jawab An sambil tersenyum dan mengacak rambut Al.
" Chiis...jangan mengajak rambutku." Cibir Al sambil merapikan rambutnya.
" Okay boy paman ngga tahu kalau kamu ngga suak di acak rambutnya.
" I'ts okay paman...paman kuliahnya di mana...?" Tanya Al.
An pun menjelaskan mengenai dirinya yang tengah kuliah dan dia pun sudah lukus S2 di negara tetangga berkat bundanya Al yang suka memaksa sirinya.Dan kata Feyna pendidikan itu penting dan An sekarang ada di sini karena ingin memberi tahu bahwa dirinya akan di wisudah 2 bulan lagi dan ingini keluarganya pergi untuk acara wisudahnya nanti.
__ADS_1
Feyna pun antusias dan bertanya tentang detail kuliah An.Kalau di pikir - pikir An tidak pernah bermasalah selama di sana dan tak ada juga kabar buruk yang sampai di telinga Feyna apalagi sampai ke kedua ornag tuanya yang terbilang sudah sangat tua untuk saat ini.
BERSAMBUNG.....