Vampir Tampan Itu Suamiku

Vampir Tampan Itu Suamiku
59.Makan malam


__ADS_3

Neni yang kesal karena tak mendapat perhatian dari Stive dia pun sangat sangat marah namun itu terobati dengan namanya di panggil oleh Stive.


"Neni..."Panggil Stive.


"iya tuan..."Jawab Neni.


"Sediakan makan malam saya..." Seru Stive.


"Baik tuan..."Jawab Neni sambil tersenyum manis dan sedikit nakal.


Stive langsung berpaling melihat istrinya dan tersenyum mereka berlalu dan duduk di atas pasir putih.


Neni pun segera ke vila untuk menyiapkan makanan untuk Stive dan juga Feyna.Dia masuk ke dapur dan mengambil dua potong daging dan di panggang sedikit namun salah satu daging yang di masak di beri garam dan cabe yang banyak dia pun tersenyum pasti dia bisa melihat ekspresi Feyna nanti yang ke asinan plus kepedesan.Dia pun tersenyum dan kini daging yang di masak telah selesai tinggal menunggu waktu makan.


Tak menunggu waktu lama kini Feyna dan Stive masuk dan duduk di meja makan,Neni yang melihat majikannya itu telah berada di meja makan segera menghampiri dengan menu yang telah di beri tahu oleh Stive dan selama mereka di sana makanan itu yang akan mereka makan sepanjang hari.


Mereka pun makan dalam diam dan Neni telah kembali ke dapur namun tak menunggu lama Feyna memanggil Neni.


"Neniiiii...."Dengan suara keras Feyna memanggil Neni.


Neni segera ke meja makan dengan sedikit tersenyum licik.


"Iya nona ada apa..."Tanya Neni sambil kepalanya sedikit menunduk.


"Angkat wajah mu memangnya aku binatang buas..."Tanya Feyna dengan marah.


"Tidak nona..."Jawab Neni sambil mengangkat kepalanya.


"Kamu duduk di sini..." Tunjuk Feyna ke kursi di samping.


"Tapi nona ini kan makan malam tuan dan nona..." Jawab Neni.


"Kamu duduk di sini dan temani suamiku sebentar jangan kemana mana aku hanya ingin ke dapur sebentar.Ini perintah jadi jangan menolak..." Seru Feyna.


"Baik nona..."Jawab Neni sambil duduk.

__ADS_1


Feyna pun berlalu ke dapur mengambil daging dua potong kembali dan memberi garam dan juga cabe bubuk namun kali ini di buat sangat pedas namun tidak asin.


Beberapa menit berlalu kini Feyna telah kembali dengan dua piring yang berisi daging.Stive heran karena Feyna membawa dua piring sedangakan yang akan makan hanya dirinya.


"Neni karena aku baik sama kamu,aku mau kamu mencoba makanan aku tadi kan aku udah coba makanan kamu rasanya sangat enak dan kini giliran kamu mencoba masakan aku..."Kata Feyna.


"Tapi nona itu berlebihan..." Jawab Neni


"Sudah makan saja..."Kata Feyna sambil tersenyum namun senyum yang memiliki arti yang cukup kejam.


Neni yang ingin bangkit dari duduknyadan akan pergi membawa makanannya namun di tahan oleh Feyna kini Neni duduk kembali sambil mengambil alat makan. Feyna pun berkata jika makan daging jangan dulu minum nanti minumnya akhir agar perut terisi sempurna.Entah dapat pemikiran dari mana Feyna Stive pun juga bingung dengan penuturan istrinya itu.Dia sedikit gugup karena baru kali ini dia makan dengan majikannya.


Neni memotong dagingnya perlahan dan....Hap seketika wajahnya langsung berubah setelah sepotong daging masuk kedalam mulutnya.


"Gimana Neni apa enak..." Tanya Feyna sambil tersenyum.


"Iiii...iya nona sangat enak..." Jawab Neni.


"Maaf ya kalau kepedesan karena aku suka sama makanan pedas namun ngga asin kan...?" Tanya Feyna dengan sedikit menekan di akhir katanya.


"Ya sudah habisin ya.pelan pelan aja makannya..."Kata Feyna.


Di meja makan pun hening hanya Neni yang merasah sangat kepedesan karena daging yang dia makan tak terasa seperti daging tapi seperti cabai yang dia makan.


Beberapa menit berlalu makanan Neni telah habis dan dia pun minum sampai habis air yang ada di dalam gelas namun rasa pedas di lidahnya tak kunjung meredah dia pun menuangkan segelas air namun tetap saja masik terasa pedasnya.


Feyna tertawa dengan tingka konyol pembantu yang ada di villa itu dan berlalu dari meja makan menuju ruang tampu bersama suami ter cintanya.


"Sayang jangan makan terlalu banya cabe itu ngga baik buat kamu..."Tegur Stive dengan lembut. dan membelai rambut istriny dengan penub sayang.


"Engga ko sayang ngga banyak cuman sedikit..." Jawab Feyna sambil memeluk Stive.


"Engga banyak gimana tadi Neni sampainkepedesan seperti itu..." Seru Stive mengingat kejadian di meja makan tadi melihat Neni kesusahan menelan makanannya karena terlalu padas.


"Engga ko,itu tadi pelajaran buat dia karena bukan cuman dia saja yang bisa masak,aku juga bisa dan tentu apa yang di lakukan kepadaku aku pun bisa melakukan kepadanya dan beberapa kali lipat..." Jawab Feyna.

__ADS_1


Seketika rambut indah Feyna di tarik dengan sangat keras oleh seseorang.Feyna pun kesakitan dan Stive segera melepas cengkraman Neni dari rambut istrinya.


"Kenapa kamu menjambak rambut istri saya..." Tanya Stive dengan sangat marah karena ada orang yang berani menjambak istrinya.


"Istri kamu yang duluan membuat saya kepedesan tadi..." Jawab Neni dengan kesal.


Feyna pun bertepuk tangan dengan segala keberanian Neni yang menyerangnya dengan tiba tiba,seketika itu Feyna melayangkan dua tamparan di pipi kanan dan kiri cukup keras membuat sudut bibir Neni berdarah.


Neni pun marah dan membentak Feyna karena telah melukainya.Namun Feyn hanya tersenyum melihat Neni yang sangat marah dan berkata.


"Kamu menginginkan suamiku...!!Ambil saja jika kau mau tapi ingat tanyakan padanya jika dia ingin bersamamu..." Seru Feyna dengan santai.


Namun belum juga Neni menjawab Stive telah membungkam mulut Neni dengan kata kata yang cukup menusuk di hati.


"Aku tidak tertarik padamu buat apa aku tertarik padamu sedangan aku memiliki istri yang sempurna dan ingat manusia yang tidak memiliki moral sepertimu lebih baik pergi dari sini aku atau pun istriku tidak ingin mempekerjakan orang yang tak tau malu seperti mu.Aku bisa menghargai orang yang juga menghargai orang lain tidak sepertimu..." Seru Stive dengan sangat marah.


Stive menggenggam tangan istrinya dan berlalu dari ruang tamu menuju ke dalam kamar.


Stive berdiri di balkon kamar sambil melihat pemandangan malam yang sangat indah,Feyna menghampiri Stive dan memeluk Stive dari belakang.


"Sayang...Udah dong marahnya..." Kata Feyna sambil mengelus dada bidang suaminya itu.


"Udah ko sayang aku udah ngga marah lagi..."Jawab Stive sambil memutar badanya menghadap istrinya yang menggemaskan itu.


Stive mencium lembut bibir Feyna dan semakin lama ciuman itu sangat dalam dan cukup lama mereka berciuman.Tapi hanya sekedar ciuman saja tak lebih dan Stive berkata kepada Feyna bahwa dia tidak menyukai wanitanya di sakiti oleh orang lain karena menurutnya wanitanya satu satunya wanita yang sangat special buat dirinya dan tak ada yang bisa menggantikan posisi itu.


Bersambung.....


Hy guys............


Hy temen temen semua....


Maaf ya author baru update lagi....


Jangan lupa Like,coment,vote dan tambahkan menjadi novel favorite kalian😊😊😊🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2