
Setelah selesai melihat seluruh bagian rumah Stive dan juga Feyna duduk di ruang tamu sekedar melepas lelah sehabis berkeliling.Memadu kaaih di kediaman yang baru sepih dan nyaman.
" Sayang kapan kita akan pindah ke sini...?" Tanya Feyna dalam pelukan suanminya.
" Tergantung kamu sayang,kapan pun kamu mau dan di sini juga udah siap di tinggali." Jawab Stive sambil asik mengelus pucuk kepala istrinya.
" Tapi aku cape beberes sendiri dan pindah ke sini." Kata Feyna sangat lembut.
" Kan yang akan kita bawah hanya pakaian dan beberapa dokumen saja" Kata Stive dengan santainya.
Feyna pun hanya diam sambil menikmati sentuhan di pucuk kepala yang sangat terasa nyaman menurutnya.Lama terdiam kini Stive menghentikan aktifitasnya dan saat itu juga Feyna bereaksi.
" Sayang kenapa berhenti...?" Tanya Feyna sambil melihat ke arah suaminya.
" Kamu menikmati itu sayang...?" Tanya balik Stive seraya menggoda istrinya itu.
Feyna pun mengangguk dan merubah posisi semula dan membuat Stive sangat senang karena istrinya tak semanja ini.Tapi sekarang menurutnya sangat manja entah itu yang terpikir oleh Stive atau memang Feyna yang menginginkan di manja oleh suaminya.
Lama mereka dengan posisi Feyna duduk dalam dekapan Stive dan dia pun teringat kalau harus ke rumah mama mertuanya untuk menanyakan kondisiny.
" Sayang katanya mau menemui mama.?" Tanya Feyna sambil berbalik menatap suaminya.
" Kan kamu yang mintah di elus kan ,jadi aku nurut apa kata kamu sayang...!" Jawab Stive dengan santainya
" Ya udah ayo kita pergi sekarang udah sore juga." Kata Feyna sambil bergegas dan berjalan ke arah mobil mereka.
Merek pun meninggalkan rumah baru itu dan pergi ke kediaman orang tuanya Stive.Hampir 1 jam perjalanan dan kini mereka telah sampai di tujuan.
Setelah memarkir mobil dengan sempurna mereka pun turun bersamaan dan langsung masuk.Pemandangan yang di lihat mereka ketika masuk ke dalam setelah pintu utama terbuka terlihat Leyni dan Robert yang sedang duduk di kursi melihat tayangan di tv.
" Ma...pa..." Kata Stive.
__ADS_1
Leyni dan Robert yang merasa di panggil langsung menoleh dengan cepat dan melihat anak dan menantunya yang berjalan menghampiri mereka dan duduk di depan mereka.
" Tumben ke sini.?" Tanya Leyni sangat lembut.
" Ini Feyna katanya ngga enak badan kita sehabis lihat rumah baru kita dan mampir kemari" Jelas Stive.
Leyni pun mengangguk paham dan melihat ke arah menantunya dan merasa ada seauatu yang ganjal dari menantunya.
" Feyna Sayang kemari nak" Kata Leyni.
Feyna yang mendengar dia di panggil langsung saja berdiri dari dusuknya dang berpinda tempat di sisi mama mertuanya.
" Ada apa ma.?" Tanya Feyna dengan raut wajah yang penasaran.
" Apa kamu udah datang bulan sayang.?" Tanya Leyni.
" Belum si mah bulan ini kalau bulan lalu udah." Jawab feyna sambil mengingat kapan dia datang bulan.
" Awal bulan ma." Jawab Feyna.
Leyni pun mengangguk dan mengajak anak dan menantunya masuk ke ruang kerjanya di sana sudah seperti ruang rumah sakit yang banyak peralatan dan sangat lengkap pula.Leyni menyuru menantunya itu berbaring dan mangangkat sedikit pakaian yang di gunakan oleh Feyna dan merabah perut datar milik Feyna di beberapa titik.Kemudian Leyni menghidupkan Layar monitor untuk pemeriksaan ibu hamil atau bisa di bilang usg.
Setelah monitor menyala dengan sempurna Leyni membuka sebuah berkas dan itu langsung tertuju di layar kosong tanpa apa pun.Setelah selesai dengan komputernya kini berahli ke perut Feyna menuangkan Gell dan menggerakan tanduser ke perut Feyna dan napak di layar sebuah darah beku dan berdetak namun masih lemah itu pun di lihat oleh Feyna dan Stive namun mereka bingung apa yang di maksud oleh mamah mereka.
" Ma.Ini maksudnya Feyna sedang mengandung ma.?" Tanya Stive mencari pembenaran.
Dan Leyni tersenyum dengan mata berbinar dan mengangguk pasti.
Stive yang mendapatkan jawaban dari anggukan mamanya pun sangat senang karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang ayah.Begitu juga dengan Feyna yang sangat gembira akan kehadiran buah hatinya di dalam perut.
" Stive kandungan Fey baru 13 hari jadi kalau bisa istriahat buat pelerjaan rumah ya agar bayi kalian tidak terganggu dan jika kalian ingin melakukan atau udah kebelet dengan kemauan harus hati-hati lakukan dengan lembut buat Feynanya nyaman.Awas aja kalau Feyna sampai kenapa-napa." Leyni menjelaskan dan memperingati kedua orang tua muda itu.
__ADS_1
Stive pun mengangguk lesu karena sekarang ini untuk menyentuh istrinya saja perlu waktu bagaimana jika dirinya tak bisa tahan mau di buang sayang mau di simpan meniyiksa batin.
Setelah semuanya selesai kini mereka pun keluar dan langsung menghampiri Robert yang sedang duduk santai.
" Sayang aku ada kabar gembira hari ini.Kamu mau tahu tidak..?" Kata Leyni antusias.
Robert menatap istrinya dengan penasaran.
" Kita akan menjadi kake dan nenek." Ucap Leyni dengan sangat senang rasanya dia ingin lompat-lompat tapi apa daya dia tidak akan melompat karena sudah tidak memungkinakan.
Robert pun kaget dan tersenyum senang.
Melihat menantu dan anaknya mendekat Robert menahan ucapannua dan menunggu anak dan istrinya itu duduk.
" Stive apa benar yang di katakan oleh mamamu.?" Tanya Robert.
"Iya pa benar sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah" Jawab Stive bangga.
" Karena Feyna yang tenga hamil kamu harus menjaganya karena dia adalah putra mahkota." Jawab Robert sendu.
" Maksud papa apa.?" Tanya Stive penasaran.
Begitu juga dengan Leyni dan Feyna sekaligus melihat ke arah Robert meminta penjelasan dari kata katanya barusan.Robert yang melihat itu pun menghela napas dan membuangnnya.
" Karena dulu aku yang akan menjabat sebagai pemimpin bangsa vampir dan karena aku menolak Adrian lah yang menggantikankku karena kita hanya dua bersaudara dan jika suatu hari nanti aku mandapatkan cucu sebelum Adrian maka dia akan menjadi penerus bangsa kita begitu pun sebaliknya dan itu sudah tak bisa di ganggu gugat dan itu juga sudaj di sepakati oleh aku dan juga Adrian saat itu.Aku menyerakan semua kekuasanku dan juga menghilangakan nama keluarga dan sekarang kembali lagi dari anakmu Stive.Kamu ahrua mendidik anak itu dengan baik dan menjaganya.Kemungkinan besar ada beberapa masalah yang akan terjadi di saat-saat kelahiran putra mahkota karena kaln kita akan bertamabah kuat dari kelahiran putra kalian dan klan sebelah tak akan tinggal diam.Jadi Stive jaga baik baik istrimu kalau bisa di mana kamu berada di situlah Feyna jangan biarkan dia bekerja sendiri jika kamu tak keberatan papa yang akan menghendel kembali rumah sakit dan kamu temani istrimu di kantor sampai waktunya dia melahirkan." Jelas Robert panjang lebar.
Bersambung....
hy guys hy temen² semua mana nih dukungan dari author
salam sayang untuk para pembaca setia jangan bosan ya baca novel Vampir tampan suamiku😙😙😙😙🥰🥰🥰🥰
__ADS_1