
Mereka pun masuk ke dalam kamar Stive yang langsung ke kamar mandi dan Feyna menuju almari menyiapkan pakaian untuk suaminya.
Tak lama kemudian Stive telah selesai membersihkan diri dan berjalan menghampiri Feyna mengambil pakaian yang telah di sediakan oleh Feyna.Stive memakai pakaiannya dan segala sesuatu.Setelah selesai dia pun pamit kepada istrinya untuk pergi ke rumah sakit.
Feyna pun tersenyum dan mencium Stive sekilas membuat yang di cium minta tambah lagi namun Feyna tak mengizikan untuk mengulangi ciumannya nanti yang ada Stive tidak akan pergi dan malah pekerjaan lainyang akan terjadi.
Stive pun pergi menuju rumah sakit.Hampir satu jam perjalanan menuju rumah sakit dan kini Stive telah sampai di parkiran tempat di mana dia biasa memarkirkan mobilnya.
Dia pun masuk dan benar saja sang papah juga kewalahan menangani begitu banyak pasien yang datang.
Stive yang mengerti situasi yang sangat riu pun langsung memberikan tasnya kepada seorang suster untuk di letakan di ruangannya dan dia segera berjalan menuju ruang UGD.
Satu jam berlalu kini pasian telah teratasi dan mendapatkan pengobatan dan itu karena kelincahan Stive yang membuat dirinya di kagumi okeh banyak orang.
" Papah pikir setelah berkurang tenaga kamu akan berkurang,ternyata dugaan papah salah kamu malah sangat bersemangat..." Ucap Robert yang bersiri di samping Stive.
" Iya dong nanti kan dapet jatah..." Jawab Stive sambil tertawa dan berlalu menuju ruangannya.
Robert hang mendengar penuturan anaknya itu hanya geleng geleng kepala.
" Dia mirip sama kamu sayang dulunya..." Ucap Leyni yang mendengar pembicaraan anak dan papah nya itu.
" Masa sih ma..." Goda Robert pada Leyni.
" Pikir aja sendiri..." Jawab Leyni sambil berlalu meninggalkan suaminya.
" Engga anak engga emaknya sama saja..." Gerutu Robert dalam hatinya.
Stive yang pergi ke ruangannya langsung teringat istrinya di rumah.Dia pun menelfon Feyna yang di telfon lagi duduk di atas tempat tidur sambil menonton tv.
Via telepon...
"Hallo sayang kamu lagi ngapain...?" Tanya Stive.
" Aku lagi nonton sayang..." Jawab Feyna.
" Nonton apa...?" Tanya Stive lagi.
" Drama romansa sayang seru ceritanya.." Jawab Feyna.
" Sayang kamu pulangnya jam berapa...?" Tanya Feyna.
__ADS_1
" Palingan malem sayang.Kenapa emangnya..." Ucap Stive.
" Kangen ajah sepih aku di apartemen sendirian ingin di peluk..." Jawab Feyna dengan suara yang manja.
" Apa istriku menggoda ku...?" Tanya Stive sambil tersenyum.
" Kurang lebih seperti itu sayang..." Jawab Feyna sambil tersenyum.
" Awas kamu aku sampai apartemen aku akan memakan kamu..." Ucap Stive.
" Boleh aja di makan kan rasanya juga enak..." Jawab Feyna.
" Kamu ini sayang tunggu aku kembali ya...Aku lanjut kerja dulu aku hanya istirahat sebentar..." Ucap Stive.
" Baiklah sayang hati hati jaga mata jaga hati ada aku menunggu kamu di sini..." Seru Feyna kembali.
"Iya sayang pasti aku tutup ya..." Kata Stive.
"Iya...da...sayang sampai nanti...." Ucap Feyna dan langsung mematikan ponselnya.
Setelah selesai berbicara dengan Feyna Stive pun kembali bekerja melihat satu persatu pasien yang datang dengan keluhan yang berbeda beda tentunya.Meski begitu Stive tetap mengetahui apa yang di alami sang pasien.Pekerjaan yang sangat di sukai oleh Stive adalah membantu orang yang ingin hidup.
" Dok..." Panggil sala seorang suster.
" Di ruang UGD ada pasien yang perlu di tangani dok namun dokter Rendi sedang ada perjalanan keluarga dan pasien ini adalah pasiennya dokter Rendi..." Jelas sang suster.
" Antarkan aku ke sana..." Ucap Stive.
Suster pun mengantar Srive ke dalam ruangan yang pasien nya seorang anak remaja yang menderita usus buntu dan harus di operasi secepatnya karena penyakitnya sudah sangat parah.
" Sust ini detak jantung pasien melemah kenapa tidak ambil tindakan,anak ini mengalami usus buntu dan sudah sangat parah dan kemungkinan anak ini menyukai makanan pedas dan ini sangat berbahaya bagi dirinya..." Jelas Stive dengan santainya.
" Maaf dok kami sedang mengumpulkan biaya untuk operasi anak kami..." Ucap Sang ibu dari anak yang bernama Finsen.
" Sust berapa biaya operasi anak ini...?" Tanya Stive kepada Suster.
" Kalau ngga salah delapan puluh lima juta dok..." Jawab suster.
" Ibu berapa uang yang ibu punya sekarang...?" Tanya Stive kepada ibunya Finsen.
" Uang yang saya dapatkan hanya tiga puluh juta dok dan sisanya belum saya dapatkan..." Seru ibunda Finsen dengan sensu.
__ADS_1
" Begini saja.Ibu ikur dengan suster ini untuk menandatangani persetujuan untuk operasi anak ibu.Agar anak ibu secepatnya mendapat tindakan,Kalau tidak cepat anak ibu tidak akan selamat..." Jelas Stive.
" Tapi bagaimana dengan pembayaran lnya dok...?" Tanya Sang ibunda Finsen.
"Ibu ngga usah khawatir nanti ibu bisa pikirkan nanti jika anak ibu telah mendapat pengobatan.Yang lebih penting nyawa anak ibu..." Jelas Stive kembali.
Ibunda Finsen kini menyetujui apa yang di sarankan oleh Stive dan sebelum pergi Stive berkata kepada suster " Sust seperti biasanya ya...."
Suster pun mengangguk tanda mengerti apa yang di maksud dengan perkataan Stive yang akan menanggung biaya operasi anak itu.Suster pun mengajak orang tua Finsen untuk menanda tangani perjanjian setelah itu suster yang lain membawa Finsen ke dalam ruang operasi.
Tepat dua jam Stive bergelut di sana karena pembengkakan dan juga usus yang mengeluarkan cairan kental yang berbau operasinya pun berjalan dengan lancar dan kini telah selesai.
Stive keluar dan memberi kabar bahwa operasinya berjalan lanjar dan pasien akan di pindakan ke ruang rawat.
Ibunda Finsen pun berterimah kasih karena telah menyelamatkan anaknya.
Setelah urusan Stive selesai kini dia akan segera pulang karena telah merindukan istri tercintanya.Stive keluar dari dalam rumah sakit menuju tempat parkir di mana mobilnya berada dia pun masuk dan menghidupkan mesin dan berjalan perlahan keluar dari area parkir.Stive mengemudi dengan kecepatan sedang.
Hampir satu jam perjalan kini Stive telah sampai di parkiran apartemen dan masuk ke dalam lift menuju lantai di mana apartemennya beradada.
Sesampainya di apartemen Stive menuju kamar dan Feyna yang memakai lingerie yang sukses membuat Stive dalam mode on.
Ini spesifik linggerie yang Feyna kenakan.
Stive yang tidak sabar langsung menghampiri istrinya dengan nafsu yang berada di ubun ubun Stive mencium Feyna dengan lembut karena permainan lembut yang di inginkan oleh Feyna.
" Sayang mandi dulu sana..." Seru Feyna sambil menahan Stive yang akan menciumnya kembali.
" Nanti aja sayang aku mandi nya ya..." Ucap Stive.
" Now kamu mandi dulu baru lanjut atau ngga sama sekali..." Jawab Feyna menahan Stive lagi.
" Ya...Udah de... sayang aku mandi dulu..." Jawab St8ve dengan sendu.
Stive berlalu ke dalam kamar mandi untuk memberaikan dirinya.
Bersamabung............
hy guys....
__ADS_1
Mana nih Likenya,coment,votenya ko udah 2 hari sepi ya🤔🤔🤔.
apa udah pada bosen ya😔😔😔