
Biana pun berjalan, menelusuri jalanan perkomplekan elit itu dengan hati hang masih was was, takut anak buah dari leon ada yang mengikutinya.
saat dirinya hampir sampai di ujung jalan, dirinya melihat sebuah mobil sport terpakir tidak jauh dari dirinya berjalan, biana pun langsung memutar balik badanya karna dirinya mengira mungkin itu salah satu anak buah leon yang menghadangnya
"Gawat, aku harus berputar balik kalau seperti ini" ucap biana, memutar balik badanya,
namun saat dirinya akan berjalan lagi, terdengat suara yang memanggil dirinya
"Nona Biana" seru niko,
yang sedari tadi menunggu biana, sesuai intruksi dari asistenya, namun saat dirinya melihat biana sudah mulai dekat,
niko melihat biana berhenti dan memutarkan balik badanya,
niko yang melihat dari dalam mobil pun langsunb bergegas turun untuk menghentikan biana
"Ahh iya,, maaf anda bukanya.. " ucap biana
"Sudah ayo cepat masuk, kita bicarakan saja nanti di jalan" jawab niko
biana hanya mengangguk dan masuk ke dalam mobil
cukup lama suasana hening di dalam mobil itu, yang ada hanya hawa dingin dari ac mobil,
"Terima Kasih" ucap niko
yang langsung membuyarkan lamunan biana
"hah iya "
"Terima Kasih karna kamu sudah menyelamatkan nyawaku saat itu" ucap niko
"Kamu Masih ingat tiga tahun yang lalu saat kau menyelamatkan pria yang hampir mati saat itu" tambahnya
Biana yang mendengarnya langsung mengingat kembali masa itu
"Oh jadii ituu..." seru biana, yang langsung memandang niko
"Iyah itu saya,, " jawab niko singkat
biana pun hanya menganggukan kepala dan tersenyum kecil
"Dan maaf atas perilaku saya tadi siang" tambahnya
"No problem" jawan biana
__ADS_1
"tolong, antarkan saya ke tempat tinggal saya"
"Kita tidak akan kesana, Karna pasti anak buah bajingan ingusan itu sedang mencarimu, lebih baik ikutlah denganku" seru niko dengan nada dingingnya,
"Maaf saya tidak bisa, apa hak anda mengatur saya, jadi tolong antarkan saja saya ke tempat tinggal saya" jawab biana
"Setidaknya kalau kamu tidak ingin meninggalkan tempat tinggalmu dulu untuk sementara, ikutlah dengan ku ke kantorku, kau obati dulu luka lebam di wajahmu itu" ucap niko sesekali melirik ke arah biana,
yah memang jelas terlihat lebam di pipinya
biana pun langsung memegang pipinya yang terasa agak sakit karna perbuatan leon
"Maaf saya bisa sendiri, kalau anda tidak mau, turunkan saja saya di depan jalan" seru biana
mendengar perkataan biana, niko pun langsung menghentikan mobilnya, biana pun langsung turun dari niko tanpa mengucapkan sepatah katapun.
niko yang melihat adegan itupun menahan amarahnya
"Apa apaan ini, benar benar wanita aneh, dia lebih memilih celaka dari pada selamat dari anak buah leon" gumam niko
saat niko akan melajukan mobilnya, tiba tiba biana kembali mendekati mobil niko,
niko yang melihat pun sedikit tersenyum karna dia fikir biana mempertimbangkan keinginanya untuk kembali ke tempat tinggalnya, alih alih akan ikut dirinya ke tempat yang lebih aman dari leon,
"Aku hanya ingin mengucapkan Terima kasih tumpanganya, dan semoga kita tidak bertemu kembali" seru biana dan langsung pergi dari niko,
niko yang mendengar pun semakin emosi dan langsung membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi,
"Dasar gadis gila, dia fikir dia siapa berkata seperti itu, semoga kita tidak bertemu kembali, cihh, lihat gadis aneh, akan aku pastikan saat kita bertemu kembali kau akan terus merasa membutuhkanku" gumam niko dengan tersulut emosi.
,
,
,
,
Perusahaan jaya
"Di mana biana, kenapa tidak menjawab telfonku dari siang, apa aku harus mendatangi tempat tinggalnya" gumam Riko yang sedari siang tidak bisa menghubungi biana,
"yah, sebaiknya aku datangi tempat tinggalnya saja"
niko pun bangkit dari tempat duduknya,
__ADS_1
saat niko keluar dari runganya, dirinya pun berjalan menghampiri sekretarisnya yang masih sibuk dengan laptop nya hingga tidak menyadari keberadaan bosnya
"siska, saya akan pulang, kau juga pulang saja" ucap riko dan berlalu pergi meninggalkan sekretarisnya
"Oh iya pa, selamat malam" ucap siska membungkukan badanya
,
,
"Sial aku sendiri tidak tahu tempat tinggal biana di mana" geruru riko dengan memukul mukul setir mobilnya
"aku harus hubungi naya"
"Hallo nay, apa aku mengganggumu"
"lumayan ada apa"
"Aku hanya ingin meminta alamat biana"
"Apa kau akan menemui biana, aku dari siang tidak bisa menghubunginya, aku takut terjadi sesuatu"
"Apa kau juga tidak bisa menghubunginya"
"Baiklah kirimkan saja alamatnya, aku akan kesana sekarang"
"ok, nanti kalau sudah bertemu langsung kasih kabar padaku"
" yaah kau tenanglah, kirimkan sekarang yah"
Riko pun langsung mematikan panggilannya,
dan sesaat kemudian pesan pun muncul dari anaya
"semoga kau baik baik saja biana" gumam riko dan malajukan mobilnya ke alamat yang anaya kirim
,
,
,
**hai guys,,, kasih aku like komen dan vote yah di ceritaku ini, agar aku bisa lebih semangat nerusin ceritanya
Terimakasih🤗🤗🤗**
__ADS_1