
Setelah biana keluar dari restoran,
dirinya tidak sengaja mendapati mobil sport yang melaju dengan kencang pagi tadi, hingga membuat pakaiannya basah dan kotor
dirinya pun mendekati mobil itu, dan melihat ada seorang laki laki sedang duduk di kursi pengemudi dengan mata terpejam, namun saat dirinya hampir mendekati mobil itu, laki laki itu pun terbangun, dan melihat kearah dirinya
karna emosi biana yang memang sudah tidak bisa terkontrol sejak kejadian pagi tadi, di tambah dengan pesan dari seseorang membuat biana begitu emosi,
biana pun mengambil potongan batu bata di sembunyikan di balik tanganya, dirinya berjalan mendekat dengan tersenyum, laki laki itu pun keluar dengan tersenyum seperti tak berdosa,
saat dirinya berdiri tidak jauh dari laki laki itu, amarahnya pun keluar, hingga laki laki itu kaget karna biana tiba tiba berteriak,
hingga hampir saja melemparkan batu yang ada di tanganya ke arah mobil itu, namun langsung di halau oleh,
"wowowo magsud anda apa nona, kenapa anda tiba tiba datang lalu marah marah, dan mau melempar batu ke mobilku, kalau anda sedang bertengkar dengan kekasih anda, lebih baik selesaikan dengan baik baik, cari solusinya, bukan malah mobil orang yang jadi pelampiasan anda" seru laki laki pada biana
bianapun semakin tersulut emosi mendengar ocehan laki laki itu " iss,, siapa namamu" ucap biana penuh emosi
"siapa, nama saya" jawab hans yang menunjuk dirinya sendiri
"iyah anda, siapa lagi, tidak mungkin saya menanyakan nama mobil sialan anda ini" rutuk biana penuh emosi lalu menendang bagian mobil itu
pria itu pun mengerutkan kedua alisnya, karna sepertinya wanita di depanya seperti singa betina yang terinjak ekornya
"hans, nama saya hans" jawab pria itu cepat
"dengar mr hans, anda fikir jalan raya negara ini milik anda, hingga seenaknya membawa mobil dengan kecepatan tinggi di jalan raya seperti sedang kesetanan, lebih baik anda buat jalan raya sendiri, agar bisa mengendarai mobil dengan bebas, dan tidak merugikan orang di sekitan" biana pun langsung mengomeli hans dengan penuh emosi
hans pun bingung dengar perkataan biana barusan,
"Magsud anda apa nona saya tidak mengerti" tanya hans dengan menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal
"sudahlah jangan berlaga lupa, karna perbuatan anda pagi tadi, pakaian kerjaku basah kuyup semua, dan membuatku hampir telat sampai ke tempat kerja" ucap biana, sebernya dirinya terlambat pun juga karna bus yang datang terlambat
"maaf nona mungkin anda salah orang, mungkin mobil yang anda lihat sama seperti mobil ini" ucap hans yang berusaha menenangkan biana
"heiii saya ini belum pikun, saya masih punya ingatan tinggi, jangankan kejadian seperti ini yang baru beberapa jam, kejadian saat saya terjatuh waktu kecilpun saya masih ingat dengan jelas" gerutu biana yang memang sudah tersulut penuh emosi
"dengar nona, saya tidak melakukan seperti apa yang anda bicarakan tadi" ucal hans yang mulai tersulut emosi,
"mungkin itu teman saya yang membawanya, karna ini mobil dia, kalau anda tidak percaya mari kita tunggu orangnya keluar, saat ini dia sedang ada di dalam, kalau anda ingin marah silahkan padanya, atau kalau mau menghajarnya juga tidak apa apa" timpalnya hans lagi, yang sudah tersulut emosi karna ini semua pasti perbuatan niko bosnya
"tadi anda bilang ini mobil anda, sekarang anda bilang ini mobil teman anda, is kau ini,,"gerutu biana dan langsung mencubit pinggang hans hingga membuat hans kesakitan
" au au au, sakittt nona" seru hans yang kesakitan dan berusaha melepas cubitan di pinggangnya
"Apa yang saya katakan itu benar nona, ini mobil teman saya, saya hanya menebeng di sini, sekarang pemiliknya ada di dalam kalau......" belum selesai hans berbicara, biana pun langsung memotongnya
"Halah sudah, jangan suka lari dari masalah, dan,, " suara dering Handpond pun menghentikan aksi biana yang sedang mengocehi hans, dan langsung melihat siapa yang menelfon
"dengar mr, saya tidak meminta kompensasi apapun, tapi kalau suatu hari saya melihat mobil ini berbuat seperti tadi pagi, aku pastikan mobil sialan ini tidak akan bisa bergerak lagi" gerutu biana dengan mengepalkan tanganya ke depan muka hans, dan menendang bemper depan mobil itu,
dirinya pun berlalu pergi meninggalkan hans yang masih mematung melihat aksi biana
"sialll, ini pasti ulah niko, mimpi apa gue semalam, hingga siang bolong seperti ini di maki maki orang, untung saja cwe, kalau cwo udah gue jeburin dia ke got" gerutu hans yang melihat kepergian biana,
"sorry hans membuatmu lama menunggu" ucap niko yang baru saja keluar daru restoran
niko pun langsung masuk ke dalan mobil, meninggalkan hans yang berdiri dengan raut wajah masamnya
sebelum dirinya masuk ke dalam mobil, dirinya ingat dengan wanita yang tadi mengomelinya
"sepertinya gue pernah lihat wanita ini, di mana yah,
ohh yah biana" ucap hans yang masih berdiri di depan mobil, hingga tidak sadar suara klakson mobol yang niko bunyikan
"HANSS, apa kau mau berdiri seperti itu sepanjang hari" geruru niko di balik pintu mobilnya,
__ADS_1
niko pun langsung menoleh, dan langsung masuk kedalam mobil, sembari menggerutu dirinya sendiri
"Sialllllll" gerutu hans, niko yang melihatpun hanya menggelengkan kepala
,
,
,
Biana prov
hari ini benar benar begitu menguras emosi,
berangkat kerja telat karna hujan yang terus turun dari pagi hari, hingga membuat bus yang biasa aku tumpangi datang terlambat, di tambah dengan pakaian basah kuyup, gara gara mobil yang melaju dengan kencang hingga melewati genangan air dan langsung menyambarku saat berdiri menunggu bus lewat di halte,
Untung saja aku bertemu dengan teman lama, sekaligus atasanku dulu saat aku bekerja di pabrik,
Riko Sebastian Prajaya.
semenjak diriku keluar dari tempat kerjaku dulu, tidak lama pun dirinya juga keluar, dan pergi keluar negeri, entah alasan apa yang membuat dirinya tiba tiba keluar pun tidak ada yang tahu,
itualah yang mba anaya bicarakan padaku saat dulu aku kembali bertemu dengannya,
Entah dari mana Pertemanan ini terjadi, hingga saat ini,
Dua teman ku Mba Anaya dan juga Mas Riko walaupun dirinya anak dari seorang konglomerat, namun sikap dirinya yang mudah bergaul, apa adanya, tidak memandang derajat orang, membuatku nyaman berteman dengan mereka.
akupun, pergi ke restoran bersama mas riko,
walaupun dalam perjalanan ada aksi buli membuli namun bisa mengurangi amarahku saat ini,
sesampainya aku di restoran, sebuah pesan masuk, ke Handpond ku dan membuatku sedikit tercengang, karna pesan itu dari mantan suamiku dulu Ryan.
Ayah dari anaku Deviano Saga Pradipta,
namun aku abaikan,
dan pesan darinya pun berlanjut, yang ingin mengambil hak asuh anak, sampai sampai ingin membawa pergi dev dengan paksa jika aku tidak memberikan hak asuhnya, benar benar membuat emosiku meradang
dan itu benar benar mengganggu pekerjaanku hari ini,
saat diriku sedang fokus kembali menyusun laporan restoran,
Tiba tiba aku di kagetkan dengan perkataan pelayan, jika ada orang yang mengaku kekasih dari aku dan mba anaya,
Aku Sih tidak terkejut jika kekasih mba anaya datang, namun siapa orang yang mengaku kekasihku,
jangnkan kekasih, gebetan saja tidak ada,
sebenarnya aku tidak ingin menemui orang itu, dan kembali fokus dengan kerjaanku
namun sebuah pesan dari mba anaya yang mengatakan jika laki laki itu adalah Mas Riko,
ingin sekali aku ulek laki laki ini
Saat aku keluar menemui bos mafia itu, ternyata di meja itu tidak hanya mba anaya fan mas riko, namun ada sosok laki laki yang duduk berhadapan dengan mas riko,
saat diriku mendekat dan menyapa mereka,
aku sedikit tercengang, dengan laki laki yang duduk di sebelahku
sepertinya aku pernah melihat laki laki ini namun aku tidak tau pasti di mana, aku terus berusaha mengingat, hingga tanpa sadar mas riko membuyarkan ingatanku,
Dan saat diriku mengenalkan namaku, dengan menjulurkan tangan untuk bersalaman, namun hanya di tanggapi dengan muka datar dan hawa dinginnya,
seperti Es Batu,
__ADS_1
namanya Niko, kaka dari mas Riko, Ceo dari perusahaan Real estate, yang saat ini sedang naik daun, Nik's Group
ternyata walaupun mereka satu rahim, tidak menjadikan mereka mempunyai sifat yang sama, benar benar seperti langit dan bumi,
pesan dari mantan suamiku pun masih berlanjut hingga makan siang, dan membuatku sampai tersedak makananku sendiri,
kedua laki laki kakak beradik ini pun langsung memberikan minumanya padaku, untung saja aku masih bisa mengontrol otakku, dan langsung menyambar minumanku sendir,
sesaat setelah itu, akupun menerima panggilan masuk dari Ryan, akupun berlalu pergi meninggalkan mereka yang masih dengan pertanyaan padaku,
saat di rasa cukup sepi, akupun menjawab telfon dari Ryan
"Hallo, Ayu, apa kabarmu sayang" ucap Ryan setelah aku menjawab panggilanya
"katakan,jangan buang buang waktuku" ucapku dengan nada penuh emosi,
"hahahahah, tenang sayang, aku hanya ingin menanyakan kabarmu dan juga anak kita yang sudah kau sembunyikan dari ku selama ini" seru ryan di balik telfon dengan tawa yang bagiku sangat membuatku muak sekali,
"cih kau baik tidak baik keadaanku saat ini, tidak ada hubunganya denganmu, dan satu lagi, dev adalah anaku bukan anaku, jangan pernah kau mengaku ngaku dev anakmu bajingan" aku pun kembali tersulut emosi karna perkataanya
" hahah kalau bukan anaku anak dari siapa lagi, apa ada laki laki lain yang menidurimu saat kau masih menjadi istriku, karna kurangnya belaian dariku,
dengar ayu, Aku akan mengambil dev dari tanganmu, dan akan membuat hidupmu hancur, seperti kau menghancurkan kehidupanku dulu" perkataan ryan pun sontak begitu sangat membuat emosiku meradang
"Ryan, ingat perkataanku, kalau sampai kau mengganggu keluargaku dan juga anaku, aku pastikan kau akan menyesalinya" aku pun mengancamnya, lalu mematikan telfonku,
namun saat diriku akan kembali ke meja makan,
aku melihat niko sedang berdiri tidak jauh dariku, dan sedang melihatku penuh menyelidik,
"Apa selain menjadi sorang Ceo, anda juga suka menguping pembicaraan orang lain tuan" setelah aku berkata seperti itu, dan berlalu pergi meninggalkanya,
akupun kembali menemui mba anaya dan mas riko yang masih bertahan di meja makan,
namun aku kembali bukan untuk kembali melanjutkan makananku, namun untuk ijin pulang, karna mod ku begitu buruk hari ini
"Maaf lama" ucapku dan hanya di angguki oleh mereka berdua
" mba anaya, aku harus pergi ke suatu tempat" akupun sengaja tersenyum pada mba anaya, agar dia tahu bahwa hari ini sedang tidak baik baik saja,
untung saja mba anaya mengerti, dan langsung mengijinkanku pergi
"hmmm baiklah, selesaikan urusanmu, dan kau tau bukan aku tidak mungkin sering kesini"
aku pun pergi meninggalakan restoran, sebenarnya tadi mas riko ingin mengantarkanku, namun aku langsung menolak karna hari ini benar benar aku butuh ketenangan
namun saat diriku keluar restoran, pandanganku langsung teralihkan ke mobil sport merah, yang pagi tadi membuatku emosi,
akupun mendekatinya dan langsung mengocehi pria itu tanpa ampun, namun saat aku sedang mengomeli laki laki yang bernama hans itu, sebuah panggilan di Handpond ku pun menghentikan aksiku pada hans,
saat aku tahu siapa yang menelfon, aku pun berlalu pergi meninggalkan pria itu, tentunya dengan sedikit ancaman
,
,
,,
,,
,, **hai guys,, maaf yah kalau ceritanya panjang lebar,
semoga kalian tidak bosan dengan cerita ini dan kelanjutanya,
ini novel pertamaku, ,jadi sorry kalau ada typo atau penempatan kata yang tidak pas
daannnn jangan lupa kasih komen, like dan vote kalian, agar aku bisa lebih semangat melanjutkan ceritanya
__ADS_1
Terim kasih☺☺☺**