
setelah kejadian penculikan ini, kini dirinya kembali di sibukan dengan pekerjaannya, di tambah anaya akan mengadakan sukuran perusahaanya yang melibatkan restoran sebagai endors yang mana akan di perkenalkan restoran miliknya di pestanya nanti, dan membuat biana sedikit repot karena harus mempersiapkan semua dengan matang termasuk menu makanan baru yang harus di tambahkan,
"hai bia, haw are you" seru anaya yang baru saja memasuki ruang kerja biana sekaligus dirinya
"Hmmmm seperti yang kau lihat" biana menjawab singkat di balik laptop nya
"Ohho bu bos kita begitu sibuk sekali, hingga mengabaikan ku" ucap anaya memperhatikan biana dari tempat duduknya
"Ekhemm ibu direktur Ak'crop, apa anda ada ide tambahan menu makanan untuk pestamu nanti makanan western atau Chinese"
"Untuk urusan itu kamu saja bi yang mengurus karena aku begitu sibuk dengan perusahaan, bukankah menu makanan di sini kau semua yang merekomendasikan, dan semuanya menjadi pilihan makanan vavorit" jelas naya
" yahh karena pemiliknya menelantarkannya, jadi aku sebagai manusia yang baik harus mengurusnya"sindir biana
anaya yang mendengar perkataan biana tertawa,
ucapan biana memang benar, dirinya memang seperti menelantarkan restoran yang dia bangun dari nol itu, karena kesibukannya menjadi direktur di perusahaan ayahnya yang bergerak di bidang fashion dan kosmetik itu, yang mulai terkenal di kanca internasional
"hahahha, aku sudah terlalu lelah dengan perusahaan, membuatku tidak fokus dengan restoran bia, aku bersyukur karena memiliki saudara sepertimu yang mau membantuku di saat sulit"
" Yah, kau pun tidak akan tahu kalau restoran ini sudah mempunyai anak cabang di berbagai daerah" ucapan biana sukses membuat anaya kaget, dan tersedak minumannya
"Yaahh apa kau melakukan itu tanpa sepengetahuanku"
"Akan aku lakukan kalau aku pemilik restoran ini, sayangnya pemilik restoran ini orang yang hanya bermain main dengan usahanya" biana kembali menyindir sahabatnya itu, dan membuat si empu langsung memajukan bibirnya
"Ya sudah kau saja sebagai pemilik restoran ini, dengan begitu aku tidak akan sibuk bolak balik ke sini, hanya sekedar mengecek kondisi restoran, perusahaan sudah membuatku pusing," biana yang mendengar perkataan sahabat sekaligus bosnya itu langsung melempar remasan kertas ke arah anaya
"Aku menolak, aku tidak menerima sesuatu darimu lagi, kau mempercayakan ku di sini saja aku sudah bersyukur, aku akan sukses nanti kalau cafe ku sudah buka" jelas biana,
anaya menaikan satu alisnya
__ADS_1
mendengar perkataan sahabatnya itu
"Apa kau sudah mempunyai cafe sendiri sekarang"
"belum, tapi nanti saat aku di pecat dari restoran mu, dan akan aku pergunakan uang pesangon darimu, untuk membuat cafe yang akan menyangingi bisnismu" biana pun berbicara dengan tersenyum sombong membuat anaya tertawa akan ucapannya
"hahahaa, aku kira, is kau ini, sudah kau pegang saja restoran ini, bukankah restoran ini sudah seperti milikmu sendiri, para pekerja di sini juga sepertinya nyaman bekerja dengan atasan sepertimu, dari pada denganku yang mereka bilang terlalu cerewet" ucap anaya yang mana membuat biana menggelengkan kepalanya
"bia, kapan kau akan pindah ke apartemen, ini sudah lebih dari satu tahun, tapi kau masih bertahan di kontrakan mu, dan sampai kau akan seperti ini, apa kau tidak suka pemberian dari orang tuaku" tambahnya dengan nada serius
"Huufff entahlah mba, aku belum bisa saja menggunakan pemberian yang orang tuamu berikan, bukanya aku tidak menerimanya bahkan aku berterima kasih, tapi belum saatnya saja" jelas biana yang menyenderkan badannya ke kursi kerjanya
"hhhhhhh terserahlah"
bagi anaya percuma dirinya membujuk biana untuk segera menempati apartemennya, karena biana akan selalu beralasan, entah apa yang membuat biana tidak menggunakan fasilitas yang keluarga dirinya berikan.
"Kapan kau akan membawa keponakanku ke sini, aku sudah begitu lama tidak bertemu dengan dev, ayah bunda juga selalu bertanya akan keadaan dev, mereka juga pasti merindukanya"seru anaya
,
,
Berbeda dengan niko yang terus memfikirkan ucapan adiknya waktu itu,
apa yang di ucapkan adiknya memang benar dirinya harus menjaga wanita yang pernah menyelamatkan nyawanya,tapi apa harus dengan menikahinya,
"Aku tidak tertarik dengan sebuah ikatan seperti itu" gumam niko dalam lamunanya
"Haii bos " seru hans yang langsung menyadarkan niko dari lamunannya
" Ada apa" ucap niko dengan tersentak
__ADS_1
"Cihh, apa yang sedang kau fikirkan, Aku sudah berdiri di sini lima belas menit yang lalu, menunggumu kembali sadar dari lamunanmu itu" gerutu hans
"Tidak ada, hans, apa pihak dari perusahaan Gj Group belum juga ada jawaban mengenai proposal yang kita ajukan" tanya niko pada asistenya itu
"Mereka sudah menerimanya, dan dari pihak mereka akan ada yang menemui kita langsung, untuk melanjutkan kerjasama"
"Kapan mereka akan datang, pastikan jangan sampai waktunya bentrok dengan jadwal lain"
"Mereka akan menghubungi lagi, untuk memberi tahukan waktunya"
"Baiklah, hans jadwalkan juga untuk kita pergi ke London, kita harus mengecek langsung perkembangan proyek di sana, untuk dua sampai 3hr"
"baiklah, hari ini tidak ada jadwal apapun, tapi ada pesan dari tuan besar, nanti malam jam 7 kau harus pulang untuk makan malam"
"hmmmm" niko menjawab dengan menghela nafas beratnya, dirinya begitu malas jika harus pulang ke mansion orang tuanya, apa lagi harus bertemu dengan ular betina yang sudah menghancurkan keluarganya
"ok, oya bos minggu depan Ak'crop akan mengadakan pesta untuk perayaan kesuksesan brand yang baru mereka luncurkan, mereka mengharapkan kehadiran darimu" setelah hans menjelaskan agendanya, dirinya keluar dari rungan bosnya,
,
,
,
,
***Hai guys, semoga ceritaku tidak membosankan yah,
terus dukung aku yah, agar lebih semangat melanjut melanjutkan cerita ini
Terima Kasih😗😗***
__ADS_1