
" Mas Niko, bisa anterin Aku jemput Dev dulu" Pinta Biana pada Niko
"Ok " Jawab Niko tersenyum, sembari menggandeng Biana keluar dari rumah sakit
Setelah Biana di nyatakan membaik, dirinya pun di perbolehkan pulang pagi harinya,
"Tunggu di sini yah, aku ambil mobil dulu" Ucap Niko dan di angguki Biana
saat biana akan mendudukan diri, diringa di kagetkan oleh seseorang yang memelukna dari belakang
"Hony, maafkan aku" Ucap Riko
"Biana pliss maafin aku, kamu boleh menghukumku asal kamu tidak menjauhiku"
Biana menggeleng dan berusaha melepaskan pelukan Riko
"Lepas mas ini di depan umum, malu di lihat orang" Ucap Biana, Riko pun melepaskan pelukannya
"Aku sudah memaafkan kamu mas saat awal semua terjadi"
"Jadi kamu bersedia memulai hubungan kita dari awal" Biana menggeleng ucapan Riko,
"Kenapa Biana" Seru niko frustasi
"Aku tidak bisa,.Semua sudah jelas mas, kalau kita tidak mungkin memulainya lagi, saat ini yang harus kamu lakukan bertanggung jawab atas perbuatan yang kamu lakukan" Jelas Biana menunduk, dirinya tidak bisa memandang laki laki yang sedang memandanginya penuh frustasi
"Mungkin seandainya anak itu tidak hadir aku akan... "
ucapan Biana terhenti oleh teriakan Niko, dan itu membaut orang yang sedang berlalu lalang di rumah sakit pun memandang mereka
"Aku akan menyingkirkannya Biana" Riko begitu frustasi oleh keadaan yang sedang dia hadapi, bahkan baginya ini lebih berat saat harus menghadapi musuh musuhnya di dunia hitam
"Aku akan membunuh, bagaimanapun aku akan menyingkirkan anak itu" kali ini suara riko begitu dingin, sebelum dirinya menjauhi dari hadapan Biana dan itu membuat Biana Terperangah oleh ucapan Riko
"MAS RIKO" Teriak Biana, Riko berhenti dan berbalik memandang Biana
"Jika kamu berani melakukan itu, aku akan membencimu mas" ancam Biana dengan air mata yang menetes di pipinya
Riko hanya terdiam, dan berbalik pergi meninggalkan Biana
"Sudah cukup" Seru suara laki laki yang berdiri di belakangnya, Biana menoleh dan melihat raut muka datar Niko
"Kita pulang" Niko langsung menyeret Biana untuk masuk ke dalam mobilnya
selama perjalanan hening tidak ada obrolan di antara mereka berdua, sibuk dengan fikiran masing masing, Biana memikirkan perkataan Riko, dirinya tidak ingin Riko berbuat begitu jauh apa lagi menyangkut darah dagingnya sendiri,
sedangkan Niko begitu emosi saat mendengar perkataan Adinya, dirinya tidak habis fikir atas sifat adiknya yang kembali seperti dulu
Hingga Biana tidak sadar sudah sampai di depan kediaman Anaya, Niko yang akan keluar pun mengurungkan niatnya karena melihat Biana seperti tidak sadar dari lamunanya,
Namun tidak lama biana pun mulai menyadari saat dirinya merasa sedang di perhatikan
"Oh, Sudah sampai" Ucap Biana pada Niko, dan di angguki olehnya, Niko melihat arloji di tangannya
"Kita sudah sampai sepuluh menit yang lalu" Ucap niko tersenyum
"Ayo kita turun" Biana pun turun mengikuti Niko di belakangnya, Niko yang menyadari Biana tidak ada di sampingnya pun berbalik dan langsung mengambil tangan Biana untuk dia genggam, dan agar berjalan di sampingnya
"Ibuu " Teriak suara yang Biana rindukan, saat mereka sudah di depan pintu masuk rumah Anaya
Dev yang sedang asik bermain dengan pelayan keluarga Anaya, langsung berlari memeluk ibunya
"Sayang" Seru Biana membalas pelukan anaknya
__ADS_1
"Ibu gimana, sudah baikan, kemarin auntie Ana bilang katanya ibu sakit dan di bawa ke rumah sakit, aku pengin nemenin ibu tapi sama oma dan opa ga di bolehin katanya nanti aku di suntik kalau ke sana" Ucap Dev dengan sedih
"Ibu sudah baikkan ko, makanya ibu kesini mau ngajak Devan pulang" Jelas Biana, Dev pun merasa senang saat ibunya mengajak pulang
"Uncle Deddy" Seru Dev saat melihat Niko yang berdiri tidak jauh darinya, Biana tercengang mendengar panggilan Dev pada Niko
"Hai jagoan" Sapa Niko mendekati Dev dan mengajaknya Haifife
"Uncle ke sini juga mau jemput Devan sama seperti Ibu" Tanya Dev yang langsung menggandeng tangan Niko berjalan ke ruang keluarga,
sedangkan Biana sendiri tidak percaya dengan apa yang dia lihat di depan matanya,
Dev anaknya yang terkenal tidak bisa gampang dekat dengan orang lain, kali ini dia mendengar anaknya memanggil Niko dengan uncle deddy Amazing
"Biana, kamu sudah baikan" Sapa Bunda Alda saat keluar dari kamarnya, lalu menghampiri Biana dan memeluknya hangat
"Sudah bun, Aku sudah baikan, makanya aku kesini mau jemput Dev, maaf yah bun udah ngerepotin bunda" Ucap Biana tak enak hati
"Haii, kamu ini kaya sama siapa ajah, Kamu itu udah seperti anak bunda, jadi Dev juga cucu bunda, malah bunda seneng kalau ada Dev, rumah jadi ramai ga sepi kalau bunda sendirian di rumah" jelas Bunda Alda
Biana dan Bunda Alda berjalan mendekati Dev dan Niko yang sedang asik bercanda, biana begitu heran pada anaknya yang begitu riang dengan Niko, sedangkan jika dengan Riko seperti tom and jeri
"Hallo Auntie, Bagaimana kabarnya" sapa Niko
"Baik nik, Makasih yah udah jagain Biana, Oya Nik bisa kita biacara berdua" Tanya Bunda Alda
"Bisa tante, kebetulan saya juga belum terburu buru" jawab Niko
"Biana gapapa kan bunda tinggal dulu sebentar"
"Gapapa bunda, aku juga lagi nunggu Anaya pulang" jawab Biana
"Ya sudah bunda tinggal yah" Bunda Alda dan Niko pun masuk ke dalam ruang kerja, yang Biana rasa Ruang kerja dari ayah Anaya
"Halloooo i'am cooming" Teriak Anaya yang baru saja masuk ke dalam rumah, Biana yang mendengar memutar bola matanya malas
"Ekhhh ada mahmud udah keluar nih dari hotel ajaib, gimana sudah mendingan, ga ada yang di rasa lagi, ga ada yang di pikirin lagi, ga ada yang di tangisin lagi" Goda anaya yang langsung duduk menyandar pada bahu Biana
"Apaan sih mba, nanya tuh satu satu biar gampang di jawab, nanya kaya kereta ga ada stasiunya"
"Uluh uluh ternyata penyakit jelesnya belum sembuh, kenapa buru buru keluar" Anaya langsung menatap Sahabatnya itu dengan tawa yang menggelegar
Biana merasa malas menanggapi godaan sahabatnya itu,
"Kalau keadaan aku lagi fitt udah aku unyel unyel tau ga sih mba"
"hahah, Dev kayaknya Ibumu udah keluar lagi nih singa betinanya, kamu harus perlu waspada" Seru Anaya pada Dev yang sedang asik dengan geam di ponselnya
"Gimana, You and Riko" Tanya Anaya, Biana hanya diam tidak menanggapi pertanyaan dari Anay
"Bia, gimana " Anaya merasa jera karena Biana tidak menjawab pertanyaannya
"Gimana apanya mba" Jawab Biana pura pura tidak tabu
"iss, ya hubungan kamu lah sama Riko, Putus atau terus"
"ohhhh"
"ohh doang" ucap Anaya sebal
" Ya ga gimana gimana" Jawab Biana
"Jadi kamu tetap ngelanjutin hubungan kamu sama Riko, sedangkan dia ngehamilin wanita lain gitu" Tanya Anaya geram, Biana hanya menggelengkan kepala
__ADS_1
"Terus, gimana kelanjutannya" ucap Anaya dan lagi Biana hanya mengangkat kedua bahunya,
Anaya memijat pelipis matanya melihat jawaban Biana
"Kamu ke sini sama siapa Niko" Tanya Anaya, Dan di angguki Biana
"Trus tuh manusia kemana"
"Lagi ngibrol sama bunda di runag kerja" Jawab Biana
"Tumben.. " Ucap Anaya
"Entahhh" Biana langsung berjalan mendekati Anaknya yang sedang sibuk dengan geam ponselnya
"Dev, sudah setengah jam" Tegur Biana
"Tapi Bu, Aku masih mau maen lagi" rengek Dev
"No, Nanti saja setelah bobo siang Ok" Ucap Biana, dan membaut Dev pasrah
"Ayo Kita pulang" Ucap Niko yang baru saja keluar dengan Bunda Alda dari rang kerjanya
"iyahh, Ayo Dev kita pulang, pamit dan salim dulu sama oma, sama Auntie, Bilang makasih udah bantu jaga Dev" Dev pun langsung menghampiri Bunda Alda dan juga Anaya
"Oma, Dev pulang dulu ya, Makasih Oma udah jagain Dev, udah kasih makan Dev, udah jagain Dev, udah sayang sama Dev" Ucapan Dev membuat mereka tertawa
"Oke Boy, padahal Oma masih pengin cucu oma nginep lagi, tapi gapap deh, besok wekend kesini lagi yah" Ucap Bunda Alda
"Auntie, yang sering sering yah ngajak Dev maen, sama ngasih Dev mainan yang banyak lagi, Auntie kan cantik" Ucap Dev cekikikan
"Heh bocah, kamu lagi ngerayu Auntie yahh" seru Anaya yang langsung menggelitiki perut Dev, dan membuat bocah itu tertawa kegelian
"Ampun auntie ampun, tapi kan emang auntie itu cantik di mata Dev" Ucap Dev
"Kalau ga pake mode marah tapi" Goda Dev dan langsung membuat mereka tertawa, termasuk Niko yang sedari tadi hanya menyaksikan interaksi Bocah cilik itu
"Ya sudah kita pamit yah Bun, mba Ana" Ucap Biana, dan memeluk mereka masing
"Hati hati yah, kalau masih belum fitt, jangan ke restoran dulu, biar laras ajah suruh ngehendel, Dan Niko ingat ucapan Bunda tadi yah" Ucap Bunda Alda dan di angguki oleh Niko
Mereka bertiga pun keluar dari Mansion Anaya denga Dev yang di gandenh oleh Niko
"Mereka cocok yah nda, kalau jadi keluarga sesungguhan" Ucap Anaya yang sedang Berselendotan pada bahu Bundanya
"He'eem, semoga ajh mereka jodoh" Jawab Bunda Alda
"Bundaa, habis bicarain apa sama Niko, pake ruang private segala" Tanya Anaya
"R.A.H.A.S.I.A" Bunda Alda pun pergi meninggalkan Anaya
"ikhh Bunda maen rahasia rahasiaan segala sama anak sendiri" Teriak Anaya pada Bundanya yang sedang naik ke lantai atas
,
,
,
,
,
Haiiiiiiiiiiiiiiii
__ADS_1
Dukung selalu yah sama novelku ini, biar ceritanya lanjut terus
Terima kasihhhš¤š¤