
Flashback
sudah 2 hari biana di ibu kota, meninggalkan anaknya yang baru 6bulan, biana terpaksa meninggalkan anaknya bersama orang tuanya, karna dirinya harus mencari pekerjaan untuk menghidupi anak beserta orang tuanya,
sebernarnya dirinya bisa saja meminta mantan suaminya untuk menafkahi anaknya dev, namun biana enggan melakukan itu, karna mantan suaminya juga tidak mengetahui bahwa dirinya dulu saat merek bercerai dalam keadaam hamil,
rasa sakit hati yang dia terima dari mantan suaminya dan juga kluarganya saat melakukan sidang perceraian sudah membuat dirinya membulatkan tekad, untuk tidak memberi tahu kehamilanya pada mereka, karna dirinya tidak ingin jika mereka mengertahui dirinya hamil akan memisahkan biana dan juga anaknya nanti,
dan pada akhirnya biana dan orang tuanya pun memutuskan untuk pindah ke kampung halaman ibunya, itu satu cara agar Ryan tidak mengetahui akan kehamilanya.
biana sudah dua hari di ibu kota, kedatangan dirinya ke kota untuk mencari pekerjaan, namun belum ada hasil apapun,
"Huuff baiklah, semoga saja besok mendapatkan kabar baik" biana menghembuskan nafas karna terlalu lelah seharian berkeliling ibu kota,
saat dirinya sedang berlajan di jalanan yang lumayan sepi, dirinya melihat keributan, saat biana mendekati biana terkejut ternyata ada seorang pria yang sedang di keroyok oleh kawanan orang berbadan besar,
biana pun berlari kencang saat pria yang sedang di keroyok tersungkur ke jalanan akibat terkena pukulan dan saat salah satu dari mereka akan menghajarnya lagi, biana pun langsung menendang pria itu hingga terjatuh
"Hai kau, jangan ikut campur urusan kami, cepat pergi atau kau akan tau akibatnya" ancam salah satu dari mereka, biana hanya tersenyum mengejek pada kawanan preman itu
"Cepat minggir, bairkan kami menyeselaikan tugas" teriak salah satu dari mereka
'Ohho, tugas mencabut nyawa orang, apakah sekarang tugas pencabuy nyawa sudah beralih pada kalian, bandot tua" tegas biana dengan nada tinggi
"kurang ajar beraninya kau, kalian cepat singkirkan wanita ini" seru salah satu dari mereka yang menurut biana dia adalah ketuanya
"Silahkah, jika kalian bisa, " ucap biana dengan santai
salah satu dari mereka pun mendekati biana, saat akan memegang pundak biana dirinya pun langsung membating pria itu ke samping dengan kuat,
dan mereka pun langsung menyerbu biana, namun karna kelihaian biana dalam bela diri akhirnya mereka bisa di lumpuhkan,
biana pun langsung mendekati pria yang tadi di keroyok oleh kawanan preman itu, saat dirinya mendekati pria itu, dirinya kaget lantaran begitu banyak dayah yang keluar dari kepalanya,
"Haii kau tidak apa apa, bertahanlah aku akan membawamu ke rumah sakit" ucap biana, dan pria itupun tersenyum lalu tidak sadarkan diri
"Gawat dia tidak sadarkan diri, di mana ponselnya"biana pun langsung panik, dan mencari ponsel pria itu untuk menghubungi bantuan,
" Ayoooo, sial di kunci lagi, owhh ini harus menggunakan sidik jari, ok berhasil"
saat biana sudah berhasil menghidupkan ponsel pria itu, sebuah panggilan masuk, tertulus nama hans,
dirinya pun langsung menjawab panggilan itu
"Hallo, nik lo di mana, kenapa gue telfon ga di jawan lo baik baik kan" ucap hans
" Ha.. hallo, maaf apa ini keluarga dari pemilik ponsel ini, datanglah ke jalan perumahan hijau, dia kecelakaan dan sekarang kondisinya tidak sadarkan diri" jawan biana dengan panik
__ADS_1
"Hai siapa ini, dan di mana niko" seru hans di ujung telfon
"Sudah datanglah sekarang, nanti aku jelaskan" biana pun meninggikan suaranya karna terlalu panik dengan keadaan,
"Baiklah tunggu di sana" jawab hans lalu mengakhiri panggillanya,
beberapa menit kemudian, sebuah mobil hitam datang medekati biana, keluarlah pria yang biana tebak pasti laki laki tadi yang menelfon,
"Astaga, niko, apa yang terjadi sadarlah" seru hans yang langsung mendekati niko
"Hai Sudah, kita bawa dia ke rumah sakit sekarang" seru biana
sesampaianya di rumah sakit, niko langsung di bawa ke ruang operasi, karna kepalanya begitu banyak mengeluarkan darah, hans dan biana menunggu di luar rungan dengan kepanikan,
biana sesekali melirik hans yang berjalan mondar mandir
sesaat kemudian hans mendapat telfon dari kluarga niko,
"Yah om, sekarang sedang di ruang oprasi"
"......... "
"Rumah sakit itu terlalu jauh, kalau saya bawa kesana, entah niko bisa tertolong atau tidak" jawab hans
"....... "
"Yah, perempuan, saya belum bertanya padanya" ucap hans sesekali melirik biana
"hmmm yah, cepatlah datang" hans pun mengakhiri panggilanya dan mendekati biana yang sedang duduk
"Perkenalkan nama saya hans Arbeto, panggil saja hans" ucap hans menu
"hmm, biana" jawab singkat biana
"sekarang ceritakan kenapa bisa sahabat saya sampai seperti itu" cecar hans
biana pun menghela nafas panjangnya, dan menceritakan semua kejadian yang biana lihat dan alami
"Apa kau berkata jujur" ucap hans memastikan
"Kalau anda tidak percaya silahkan cek cctv di daerah itu" jawab biana
huffff, hans menghela nafas panjang
"terima kasih bantuanmu, kluarga niko sebentar lagi akan datang dan akan memberimu kompensasi karna kamu sudah menolongnya" ucap niko
"maaf saya menolong seseorang denga ikhlas dan tidak butuh imbalan, anda gunakan saja uang itu untuk orang yang lebih pantas, saya permisi" jawab biana lalu membungkukan badan sebelum dirinya pergi
__ADS_1
"Hai nona, magsud saya bukan seperti itu" jelas hans
"begini saja tuan, besok saya akan kembali ke sini, dan akan memintnya langsung dengan sahabat anda"ucap biana tersenyum manis dan pergi meninggalkan hans yang bingung dengan ucapan biana
" apa wanita itu akan meminta niko untuk menikahinya" ucap hans tersenyum
---------------------//-------------------
Flas on
"Hai ka" ucap riko yang sedang duduk di sova villa kaka nya,
niko yang baru saja masuk ke villa nya sedikit terkejut melihat riko yang sedang duduk dengan santai
"Ada apa, tidak biasanya kau di sini" jawab sinis niko
"kangen saja denganmu" ucap riko dengan tersenyum geli
"Cihh, pulanglah aku ingin istirahat" seru niko
"Ya sudah istirahat saja, aku tidak akan mengganggumu"
niko yang mendengar melirik tajam ke arah adiknya dan berlalu pergi menuju ke kamarnya
"Ka, Apa kau sudah menemukan wanita yang dulu pernah menolongmu" tanya riko, niko pun langsung menghentikan jalanya
"Sudaahh"
"Ohh baguslah, lalu apa yang akan kau lakukan ka terhadapnya, apa kau akan melindungi dia dari kejaran anak baskoro, atau memberinya imbalan karna sudah menolongmu" ucap riko dengan santai
"Bukan urusanya, urus saja urusanmu sendiri bas" seru niko dengan nada tidak suka akan ucapan adiknya
"ka, kalau aku jadi kau, kalau dia belum mempunyai suami, aku akan menikahinya, dan akan melindunginya dengan nyawaku, apapun yang terjadi" seru riko yang langsung mendapat tatapan tajam dari kakaknya
"Tidak usah ikut campur dengan urusanku riko, sekarang pulanglah, dan besok jangan sampai telat ke kantor" Gerutu niko yang menahan emosinya
"baik baik, lusa papah dan mamah pulang, datanglah ke mansions, setidaknya sapalah mereka" ucap riko berlalu pergi
" Apa kau bahagia rik dengan adanya wanita ular itu yang sudah membuat mami pergi meninggalkan kita" gumam niko dalam hati
,
,
,
,
__ADS_1
***Hai guys, dukung aku terus yah, agar lebih semangat lanjutin cerita ini
Terima kasihh***....