Wanita Itu Istri Tercintaku

Wanita Itu Istri Tercintaku
Terkuak


__ADS_3

"Kamu yakin tidak ingin menemui keluarga aslimu" Tanya Niko pada Biana yang sedang duduk bersandar di bahunya,


Saat ini mereka sedang berada di Ruangan kerja Biana yang berada Di cabang restorannya


"Untuk apa, ini sudah lebih dari duapuluh tahun, dan mereka juga tidak mencariku"Jawab Biana


"Tapi Bagaimana kalau mereka selama ini mencarimu" Ucap Niko, Biana hanya terdiam membenarkam ucapan kekasihnya


"Kalaupun mereka memang mencariku, seharusnya mereka sudah menemukanku, Bapa Bilang kalau mereka itu orang terpandang dalam segala Hal, seharusnya mereka bakalan cepat menemukan aku, dengan Kapasitas yang mereka miliki, Nyatanya sampai sekarang" Jelas Biana sembari mengedipkan kedua bahunya


"Kamu tahu bukan jika Pa Ali itu pengawal kepercayaan keluargamu, makanya mereka mengamankan kamu ke beliau agar kamu aman dari kejaran orang yang mau membunuhmu, Bisa jadi Keluargamu tidak bisa menemukanmu, karena Bapa menyembunyikan kamu dengan Rapi ke negara ini, tanpa ada yang mengetahi" Kata Niko,


Biana teringat perkataan Pak Ali, saat dia akan berangkat ke luar kota, Pak Ali bercerita jika keluarga nya saat ini juga sudah mengetahui keberadaannya, Itupun karena Pak Ali yang mengirim kan tanda tanda ke Keluarganya akan keberadaan dirinya, beberapa bulan yang lalu.


"Sebenarnya Bapa juga memberikan aku alamat keluargaku di America, tapi bapa bilang tiga tahun setelah Bapa membawaku ke negara ini, mereka sudah pindah negara" Kata Biana, Niko mengerutkan keningnya, teringat akan keluarga Hans karena dulu mereka juga sempat tinggal di America, Namum karena ada insiden di keluarganya, akhirnya keluarga Hans memutuskan untuk pindah ke England dan memutuskan menetap di sana


"Apa Kamu tahu siapa keluarga kamu"


"Tidak, Bapa tidak pernah memberitahu siapa nama orang tua dan keluargaku"


Drrrttt Drrrrttt


Niko menatap pada ponselnya yang berdering dan tertera nama Hans,


"Hallo Hans" Ucap Niko datar


"Niko lo di mana, gue ke kantor tapi katanya lagi ke luar kota" Seru Hans


"Hmmm, iya lagi ngurusin kasus di Axel Hotel, kapan lo dateng"kata Niko, Biana yang tidak ingin memgganggu Niko pun bangkit dari duduknya, namum saat dirinya akan beranjak, pinggangnya di tahan oleh Niko dan membuatnya tersentak karen Niko menariknya agar terduduk di pangkuannya


"Hehee, Gue baru juga nyampe, habis ngurusin pertunangan Grazea langsung cabut" Jelas Hans, Raut wajah Niko berubah gelap Saat Hans menyebut Nama Grazea


"Owhh" Jawab Niko datar, Biana tahu menyadari jika Niko sedang menahan amarahnya yang entah Biana sendiri tidak tahu


"Mas turunin aku" Lirih Biana, Namun tidak di dengar oleh Niko


Namun suaranya masih terdengar oleh Hans


"Bro lo lagi sama siapa" Tanya Hans


"Ada apa" Tanya Niko


"Gue mau Ngomong penting sama lo, bisa ga berdua ajah"Ucap Hans, Niko menatap Biana yang sedang cemberut karena dirinya tidak mau melepaskannya,


" Oke, Sebentar" Niko pun menurunkan Biana dari pangkuannya, Biana yang terlepaspun menghela nafasnya


Cup, Niko mengecup pipi Biana, Lalu beranjak menjauh darinya


"Lo mau ngomong apa, dari kemarin mau ngomong ga kelar kelar" Sungut Niko pada Hans, karena sahabatnya itu mempunyai kebiasaan yang sering membuatnya kesal,


"Heheh santai Bro, Dari kemarin kalau mau cerita kepotong terus" Ucap Hans


"Lo jadi cerita gak, kalau ga jadi gue tutup" Seru Niko


"Jangan dulu" Seru Hans,


"Guesempet cerita kan kalau gue udah tau keberadaan adik gue yang hilang" Kata Hans, "Dan ternyata waktu gue balik ke sini, Daddy ke indonesia buat ketemu sama pengawal yang dulu bawa adik gue"Jelas Hans, Niko terdiam mendengarkan cerita sahabatnya


"Niatnya nih Gue ke sini mau ketemu langsung sama orang itu, tapi Daddy ngelarang, malah gue cuma di kasih alamat usahanya, Lo tahu"


"Ga tahu" Jawab Niko cepat


"Dengerin dulu kampret Gue belum selesai ngomong" Kesal Hans karena Niko memotong ucapannya, sedangkan Niko sendiri terkekeh membuat Hans kesal


"Lanjut ya, Jadi alamat yang daddy kasih alamat restorannya Biana" Ucap Hans


Niko tersedak mengdengar ucapan terakhir Hans,

__ADS_1


"Lo kenapa Nik" Tanya hans


" Gapapa, lanjutin" Jawab Niko


"Gue merasa kalau itu Biana" Ucap Hans


"Dari mana kamu merasa kalau itu Biana" Tanya Niko, Dirinya masih tidak yakin akan dugaanya, kalau Biana adalah wanita yang selama ini Sahabatnya cari,


"Dia mirip sangat mirip dengan Nyopak pas waktu muda, dan tapi aku belum yakin kalau Dia Cellen, Karena Biana tidak bermata Biru seperti Mommy, karena seingat aku Cellen mempuntai warna mata yang sama seperti Mommy"Jelas Hans, Dugaan Niko tepat kalau Biana adalah Cellen, karena selama ini yang mengetahui warna Mata Biana hangalah dirinya dan Orang tua Biana


"Hans sebenarnya Biana mempunyai warna mata Itu" Kata Niko, Hans langsung tertawa


"Lo jangan ngadi ngadi Nik, jangan karena Gue bilang Biana mirip sama nyopak, lo langsung bilang kalay dia Cellen" Kata Hans masih dengan gelak tawanya


"Gue serius Hans, Gue melihat sendiri warna mata Biana yang asli"Ucap Niko serius, Hans menghentikan tawanya masih tidak masuk akal akan ucapan Niko, karena dia tahu warna Mata Biana seperti Orang asia lain


"Lo lagi ga ngadi ngadi kan"


"Lo ga perncaya Gue kirimin foto dia sekarang" Seru Niko lalu memutuskan ponselnya tanpa menunggu jawaban Dari hans,


Niko pun berjalan cepat ke rungan Biana, dan tepat saat dirinya masuk Dirinya melihat Biana yang sedang melepas Soflennya


"Biana " Seru Niko, membuat cermin yang sedang Biana pegang terjatuh, karena tersentak dengan suara Niko


"Mas, aku kira siapa" Ucap Biana, Niko mendekati Biana dan mengecup Kening Biana cukup lama, dan itu membuat Biana tertegung karen tidak Biasanya Niko mengecup lama keningnya


"Ada apa, bikin kager deh" Tanya Biana


"Kita foto yuk" Ajak Niko, Biana terdiam merasa heran karena yang Biana tahu Niko bukanlah orang yang gamoang untuk di ajak berfoto


"Tumben amat biasanya ajah kalau di ajak foto ogah ogahan" Ucap Biana sembari membereskan alat make-up nya


"Aku pengin, ayo cepetan, senyum yang cantik" Kata Niko, Biana menggeserkan badanya untuk menghindari kamera


"Kenapa, ga mau foto sama aku" Tanya Niko dengan berpura pura kesal


"Ga usah, natural kaya gini lebih Cantik" Ucap Niko sembari menarik lagi Biana agar mendekat


"Tapi Mas.. "


"Udah Diem"Ucap Niko cepat, Biana pun memutar bola matanya malas dan akhirnya menuruti kemauan Niko,


" Senyum yang manis, satu dua.. "


Kliik


"Cantik" Ucap Niko saat melihat hasilnya, di tambah dengan Warna Asli Biana yang membuat wanitanya jauh terlihay cantik


"Bagus ga" Tanya Biana, Lalu mengambil ponsel yang sedang Niko pegang


"Ga bagus ikh aneh bangett" Ucap Biana cemberut


"Ga bagus gimana, ini malah terlihat cantik dan naturan sama warna asli mata kamu" Kata Niko sembali mengambil kembali ponselnya dari Biana


"Tapi itu ga bagus beneran" Kekeh Biana, Namun Niko tidak menanggapinya, Dia pun terduduk di sofa dengan kesal, sedangkan Niko langsung mengirimkan hasil fotonya pada Hans


Drrtttt Drtttt


Setelah mengirimkan pesan pada Hans, Niko pun langsung mendapatkan panggilan dari Hans


"Lo lagi ga main main kan Nik" Tanya Hans saat panggilan sudah tersambung


"Kapan gue suka main main" Seru Niko deng jengkel, karena Sahabatnya itu masih belum percaya akan apa yang sudah dia buktikan


"Gue kerestoran Biana sekarang" Ucap Hans


Niko pun menjauhkan diri dari Biana agar wanitanya tidak mendengar

__ADS_1


"Ngapain, dia lagi sama gue di bandung, lagi ada pembukaan restaurant barunya" Jelas Niko


"Ya udah gue langsung ke situ"


"Terus apa yang bakalan lo lakuin"


"Ya gue mau bilang kalau gue kakaknya"


"Lo fikir Biana bakalan percaya begitu aja sama ucalan lo, kalaupun dia percaya, dia mungkin bakalan langsung benci sama lo" jelas Niko


"Magsud lo apa Nik, jangan bilang kalau Biana ga mau ketemu sama keluarga aslinya" kata Hans dengan emosi


"Itu salah satunya, Jangan Langsung mengatakan kalau Lo kakanya, Gue janji bakalan membujuk Dia agar mau ketemu sama kalian" Kata Niko,


Hans menghela nafas beratnya, dirinya masih tidak percaya jika wanita yang selama beberapa tahun ini dia awasin dari orang orang yang akan melukainya, wanita yang selalu berkata pedas jika bertemu dengannya, wanita yang selalu mengajaknya beradu mulut, wanita yang selalu membuatnya jengkel ternya adik kandungnya sendiri.


"Perasaan gue selama ini ga salah, kalau Dia memang Cellen, Adik Gue sendiri, Oh Tuhan thanks you, karena sudah menjaga Cellen selama ini di sisiku" Gumam Hans


Ting


📩 Niko "Lo ga usah kesini, Gue sendiri nanti yang bakalan nemuin lo sama Dia"


Hans kembali menghela nafasnya, diri meraa senang dan juga sedih, karena walaupun dia sudah tahu adiknya, namun seakan terhalang untuk bertemu,


Hans pun langsung menghubungi Orang tuanya di English


"Hallo Ded" Ucap hans saat panggilan sudah terhubung


"Ada apa Hans" Seru Daddy Richard Pada HanZell, yang saat ini sedang berdiri di belakang wanita yang sedang terduduk di kursi Roda, dengan wajah yang pucat, dan pandangan yang kosong


"Aku sudah menemukan Cellen" Ucap Hans, Ricard Terdiam tak bergeming, dirinya sudah memastikan jila Hans akan cepat menemukan keberadaan Adiknya


"Serious, Apa kau mendatangi Ali, atau Restaurantnya"


"No, Dad, Dia dia ternyata selama ini berada di sekelilingku, wanita yang selama beberala tahun ini aku jaga" Jelas Hans


"Apa dia yang selama ini Anak Buah Dino pantau"


"Yes daddy, secara tidak sadar selama ini aku menjaga adikku sendiri" Ucap Hans dengan bangga


"Kalau begitu bawa Adikmu Cellen Pulang Hans"Ucap Daddy Richard


Wanita yang sedang terduduk di kursi Roda pun menatap pada Daddy Richard saat Mendengar dia menyebut nama Cellen


" Cellen "Ucap wanita Itu, Daddy Richard pun langsung menunduk dan menatap ke istrinya, dirinya tidak percaya jika istrinya Bersuara


" Cellen, Cellen di mana dia, di mana anakku, Cellen" Seru Mommy Lily yang terlihat khawatir dan menatap di sekelilingnya seakan seperti mencari seseorang


"Cellen, di mana Cellen Rich, kamu jangan bawa dia lagi Rich di mana dia aku ingin bertemu" Teriak Mommy Lily menatap marah pada suaminya,


Daddy Richard masih belum bersuara, dirinya masih tidak percaya jika istrinya yang selama bertahun tahun, semenjak kepergiaan Cellen hanya terdiam seperti patung hidup, kini Bersuara kembali


"Richard Dimana anakku Cellen" Teriak Mommy Lily histeris


"Dia Akan pulang bersama Hans sayang, Hans Sudah bertemu dengan Cellen" Kata daddy Richard


menenangkam Istrinya


"Benarkah, Cellen akan kembalu anaku akan kembali Rich, anakku akan kembali" Ucap Mommy like Lily dengan tangisannya,


Daddy Richard tersenyum haru dan menganggukan kepalanya,


Mommy Lily pun merasa bahagia dan langsung memeluk suaminya


Hans yang masih terhubung panggilannya dengan Daddy nya pun terharu karena wanita yang sangat dia sayangi mau kembali bersuara hanya dengan mendengar nama adiknya Cellen


"Aku janji Mom, aku akan segera membawa pulang Cellen, dan keluarga kita akan kembali lagi seperti dulu" Gumam Hans,

__ADS_1


__ADS_2