Wanita Itu Istri Tercintaku

Wanita Itu Istri Tercintaku
Keputusan


__ADS_3

Niko Prov


Aku begitu emosi saat papi mengetahui jika Siska hamil Anakku,


Aku masih mencari siapa orang yang sudah membocorkan itu,


Tidak mungkin Siska memberi tahu Ayahku, karena dia sudah aku ancam


Dan siapa yang melakukan, ohh **** apa mungkin kakakku sendiri, tapi dia tidak tahu jika Siska sedang hamil,


tidak mungkin juga dia belum mengetahui, sedangkan Anak buahnya selalu mengikuti,


tapi jika dia melakukan itu untuk apa, kita sudah sepakat untuk tidak ikut campuri urusan masing masing sejak kita beranak remaja,


Bisa juga dia melakukannya Karena ingin hubunganku Dengan Biana hancur,


aaisss sial, Dia sudah mengetahui kalau Biana yang menolongnya dulu, apa dia akan mengambilnya dariku


Stop Rik jangan berfikir terlalu jauh dulu dengan Kakakmu


Setelah pertengkaranku dengan Papi, dia kembali menghubungiku dan mengancamku jika tidak bertanggung jawab pada Siska,


Aku harus menemui Niko, setidaknya aku harus tahu kejelasannya


Saat aku sudah sampai di ruang kerjaanya, Aku mendengar gelak tawa anak kecil, ternyata ada Dev di kantornya dan Waww dia memanggil Niko uncle Daddy, sejak kapan Niko mengenal Dev dan begitu akrab


"Kak" Ucapku menghentikan mereka berdua yang sedang bercanda di sofa


"Owh Hai Rik, tumben sekali kamu kesini" dia langsung berdiri dan memelukku, Tumben


"Aku dengar Hans kembali ke inggris" yah aku mulai basa basi padanya


"Dia kembali ke inggris untuk mencari keberadaan adiknya yang menghilang"


menghilang, apa Hans mempunyai adik lain selain Grazea, fikirku tapi aku langsung membuang fikiran itu, tujuanku kemari bukan untuk itu


"Oh lalu siapa asistenmu sekarang"


"Dia Anak didik Hans"


Anak didik Hans, Aku akui Hans bukanlah orang sembarangan, dia anak dari pemilik perusahaan startup terbesar di inggris, dan aku juga mengetahui jaringan keluarganya di dunia hitam ataupun putih, di dunia mafia semua tahu siapa kelaurga Ricard, orang nomor satu yang di takuti dari para kalangan mafia,


"Hallo Uncle Riko" Dev langsung menyapaku saat aku duduk di sebelahnya, terlihat senang tidak seperti saat terakhir bertemu


Aku langsung mencium keningnya, walaupun Dev memasang raut wajah tak suka saat aku menciumnya, tapi aku berpura tidak tahu


Aku menyukai bocah ini saat pertama kali bertemu dengannya, ternyata bukan hanya ibunya tapi juga anaknya juga punya sifat yang sama, ngambekan,


Aku mengajaknya mengobrol dan tumben sekali dia menjawab setiap perkataanku, biasanya dia akan langsung kesal karena aku banyak bertanya, bahkan dia menceritakan aktifitasnya di sekolah, Ka Niko hanya berdiam acuh, saat aku berbincang dengan Dev, tapi aku masih melihat saat dia sesekali mendengarkan perbincangan kami


"Rik, Ada apa kamu kemari" Hampir saja aku lupa apa tujuan ku ke mari, jika saja Es batu ini tidak bertanua, yah aku teringat perkataan Biana saat mengatai Niko es batu,


"Ada yang ingin aku tanya padamu ka, tapi hanya berdua, aku tidak ingin di dengar orang lain" Jawabku sambil melirik Dev yang sedang memainkan mainannya,


Rupanya Niko mengetahui lirikanku ke Dev, dia langsung nemanggil sekretarisnya untuk mengajak Dev keluar

__ADS_1


"Dev kamu ikut Uncle Luzi ke ruangan IT, nanti kamu akan di ajari di sana ok, maaf yah Uncle daddy ga bisa nememin dulu, soalnya ada Uncle Riko, sambil nunggu ibu datang ok" Devan langsung menurut ucapan Niko dan pergi bersama Luzi


"Ada Apa"


"Apa yang kamu ingikan ka" Dia mengerutkan keningnya mendengar ucapanku, lalu aku melihat sekilas saat dia menaikkan sudut bibirnya, dan itu membuatku terpancing emosi,


" Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan Rik" lihat dia ternyata pandai juga berpura,


"Jauhi Biana ka, bukankah kamu tahu Biana kekasihku" Aku langsung pada intintinya, dan dia langsung tertawa, dan ini sangat menyebalkan


"Rik Rik, apa kamu akan memiliki dua wanita sekaligus" Oh rupanya dia memang sudah tahu tentang Siska


"Aku tidak akan memiliki dua Wanita, aku hanya akan memiliki Biana, tidak ada wanita lain selain dia"


"Ingat Rik, kau menghamili wanita lain, dan itu Siska, Biana tidak akan mau bahagia di atas penderitaan orang lain, yang harus melepaskan Biana itu kamu, dan bertanggung jawablah atas kekacauan yang kamu buat sendiri"


"Aku akan bertanggung jawab atas anak itu tapi tidak untuk menikahi Siska" Aku mulai tersulut emosi,


BRAAK,


tiba tiba Niko menggebrak mejanya, sepertinta dia mulai emosi


"Kamu mau jadi bajingan haaahh" Aku tersenyum miring saat kakakku mengucapkan itu


"Kamu sudah membuatku kecewa Rik, atas perbuatan dan sikapmu"


"Lalu apa pedanya dengamu ka, Kau sengaja bukan memberitahu Papi kalau Siska sedang hamil anakku" Akhirnya aku meluapkan kekesalan ku yang sejak tadi aku pendam


"Aku tidak pernah memberitahu laki laki itu, seharusnya kamu sadar kalau anak buah laki laki itu selalu Mengikutimu"What mengikuti ku, jangan bilang sampai aku di Amerika pun papi masih mengawasiku


"Aku menyuruh mereka untuk menjagamu bukan untuk mencari tahu tentang mu Rik, setidaknya aku tidak ingin adikku terjadi sesuatu, apa lagi dengan kehidupan dunia hitam" Ya aku tahu dunia hitam yang kakaku maksud, tapi sejak kapan dia mengetahui tentang kehidupanku yang sebenarnya


"Aku mengetahui semua Rik, apa yang kamu geluti selama ini di Amerika,


bukan, bukan anak buahku yang memberitahu, tapi mataku sendiri yang melihat" Aku tersentak atas ucapannya, kapan dia melihatnya


"Bagus jika kamu sudah tahu apa yang aku lakukan selama ini, setidaknya aku tidak akan sembunyi lagi darimu ka" Aku langsung pergi meninggalkan dia, namun saat aku sudah berjalan ke arah pintu, gerakkanku berhenti akan ucapannya


"Aku tidak tertarik untuk merebut Biana darimu, Tapi aku akan menunggu kesadaran Biana siapa yang sebenarnya dia Cintai, jika dia mencintaiku kamu tahu bukan apa yang harus kamu lakukan" Sepertinya kakaku ini sedang mengajakku bersaing


"Dan itu tidak akan aku lakukan" Setelah aku mengucapkan itu akupun langsung keluar, namun saat aku akan masuk kedalam lift, sekilas aku seperti melihat Biana berjalan bersama laki laki ke dalam ruangan Niko, aku tidak salah lihat, walaupun terhalang oleh laki laki di belakangnya yang aku pastikan asisten Niko,


Karena aku penasaran, aku memutuskan untuk menunggu di parkiran depan perusahaan Niko, dan setelah kurang dari satu jam Niko terlihat keluar bersama Dev, sepertinya akan pulang,


tapi aku kembali fokus pada wanita yang ada di sebelah Niko,


Tepat wanita itu Biana, wanita yang tadi pagi masih aku peluk, tapi sekarang dia terlihat sedang tersenyum senang bersama laki laki lain dan itu kakakku sendiri,


Aku harus mencari tahu apa hubungan mereka sebenarnya, aku mengikuti Mobil mereka sampai ke apartemen Biana,


aku membiarkan mereka naik ke lift, setelah beberapa menit aku menyusul mereka, sesampainya aku langsung menekan bell dan Aku menyeringai saat Biana mengira aku Niko ck


"Sudah belum siap mas nik.. " Biana tersentak saat yang membuka pintu


"Ma Mas Riko" Dia tergugup saat memanggilku

__ADS_1


"Hallo Hany, Apa aku boleh masuk" Aku langsung masuk tanpa menunggu persetujuannya, dan ternyata tidak ada kakaku di sana karena apartemen terlihat sepi


"Dimana Dev hany" Ucapku padanya yang masih berdiri


"Sudah tidur mas, mungkin kecapaian"


"Pulang dengan siapa" Yah aku berpura seakan tidak tahu


"Emm, Sama mas Niko, karena tadi dia di ajak ke Kantornya" aku tersenyum saat dia berkata jujur padaku, ini yang aku suka dari Biana,


Aku memintanya untuk duduk di sebelahku, namun dia memilih duduk di kusi single, aku mengela nafas saat Biana seakan menghindar


"Bia, aku sudah memutuskan untuk bertanggung jawab untuk kesalahanku" Dia tersenyum saat aku berkata namun terlihat kecewa di matanya


"Aku ikut senang mas" Dia masih memperlihatkan senyum terpaksanya


"Kamu senang aku bertanggung jawab" Di hanya menganggukan kepalanya


"Sayangnya kamu tidak pandai berbohong Bia"


"Aku akan bertanggung jawab, tapi pada anak itu, tidak untuk menikahi Siska" Dia langsung mengerutkan keningnya


"Apa magsudmu Mas, kamu akan bertanggung jawab pada Anakmu, tapi tidak pada ibunya" Dia berkata dengan kecewa


"Iya " jawabku, aku mendekatinya dan duduk di hadapanya


"Bia, aku tidak ingin menikah dengan wanita lain selain kamu, Aku begitu mencintai kamu Biana, aku tidak ingin melepaskan kamu pada orang lain" Dia masih terdiam menunduk tanpa menjawab ucapanku


"Mas Menikahlah dengan Siska, Jangan menjadi manusia yang egois, aku tidak ingin menjadi wanita yang buruk mengambil kebahagiaan orang lain, sedangkan orang itu begitu menginginkan kebahagiaannya" aku terdiam akan ucapanya


"Aku akan bahagia dengan caraku sendiri, dan Cinta kamu akan mencitai istrimu kelak saat kamu sudah terbiasa bersamanya, kamu akan menganggapku orang yang asing, kamu akan lebih mementingkan kebahagiaan keluargamu percayalah Mas"


"Kau mencintai Kak Niko" dia tersentak atas ucapanku


"Biana, jika kamu mencintai Kak Niko aku akan bertanggung jawab untuk menikahi Siska, tapi jika tidak berarti kamu mencintaiku, kamu tahu aku tidak akan menyakiti perasaanmu, aku tidak akan menyakiti wanitaku"


"Dan aku tahu kamu belum bisa membalas perasaanku selama ini, Tapi aku akan bersabar sampai kamu membalas perasaanku, atau mempunyai rasa pada orang lain, aku akan menunggu saat itu" Dia terdunduk diam beberapa saat, dan mulai terdengar isakanya, aku memeng dagunya agar dia melihatku


"Maaf mas Maaf" Ucapnya dalam terisak


"Hai tidak ada yang perlu meminta maaf, aku sudah berkata bukan jika aku akan menerima semua keputusanmu" aku menariknya dalam pelukankku, aku dekap dengan erat seakan aku tidak ingin melepaskannya, dan dia masih terus menangis di dekapanku


"Aku akan terima semua keputusanmu Biana apapun itu, tapi jika kamu memintaku untuk menikahi Siska aku tidak akan pernah melakukan sampai kamu memberiku keputusan itu" Dia melepaskan pelukanku ku usap air matanya yang mengalir


"Beri aku waktu mas, satu bulan, akan aku memberikan jawabanku" Aku kembali memeluknya erat dalam pelukankku


"Biana jika wanita lain lebih mementingkan egonya untuk kebahagiaan nya, tapi mengapa kamu ingin melakukan itu"


,


,


,


Hayy guys, Terima kasih buat yang sudah dukung dan mengikuti cerita ku selama ini dan terima kasih yang sudah pada mampir, semoga ajh tidak membosankan ๐Ÿ˜๐Ÿ˜, dan semoga kalian selalu di beri kesehatan Aamiin

__ADS_1


Terima Kasih


__ADS_2