
Sudah lebih dari dua jam Biana tidak sadarkan diri, saat ini dirinya masih tertidur di atas beads rumah sakit, dengan selang infus di tangganya
Saat Niko akan beranjak dari caffe, setelah bertemu dengan kliennya,
Matanya melihat sosok wanita yang selama beberapa hari ini sangat susah dia temui, keluar dari privat Room,
Awalnya Niko anak memanggilnya, namun saat melihat Raut wajahnya yang terlihat murung, dirinya pun enggan untuk memanggil,
Akhirnya Niko pun memutuskan untuk mengikuti Biana,
dirinya mengikuti Biana dengan mobilnya, sampai hujan mulai turun, namun wanita yang ada di depannya sepertinya enggan untuk meneduh,
Biana terus berjalan walau air hujan mulai deras, dengan di ikuti air mata yang terus menetes dengan derasnya,
Niko berusaha menarik perhatian Biana dengan membunyikan klakson mobilnya
"Ada apa dengannya, atau terjadi sesuati,,. " Ucap Niko, di
Saat Niko keluar dari mobil dengan payung yang ada di genggamanya, Niko terkejut Biana terjatuh tidak sadarkan diri
"BIANA.. " teriak Niko berlari menghampiri Biana
"Biana, Biana Sadar Bia" Ucap Niko sembari menepuk pipi Biana
"Kamu bertahan, Kita kerumah sakit sekarang" Niko membawa Biana ke dalam mobilnya, dan membawanya ke rumah sakit
"eemm, Aku di mana" Ucap biana pelan, membuat Niko yang saat tadi sibuk dengan ponselnya, langsung menoleh saat mendengar suara Biana
"Kamu sudah sadar, Kamu di rumah sakit" ucap Niko
"Aauuu,,,, " Biana mengerang memegangi kepalanya saat berusaha mendudukan dirinya
"jangan di paksakan, kamu masih harus istirahat"
"Aku mau pulang Mas"
"Dokter belum mengizinkanmu pulang, kemungkinan kalo besok sudah baik, bisa pulang" Jelas Niko
" Tapi Devan pasti nungguin aku Mas" Seru Biana
"Devan aman sekarang dia di rumah orang tua Anaya" Niko berusaha menyakinkan Biana agar dirinya mau untuk tenang
CKLEEKK
Sesaat pintu Ruangan Terbuka, oleh laki laki yang tergesa gesa dengan penampilan yang terlihat kacau
"Rikoo"
" Mas Riko"
Seru Niko dan Biana bersamaan
"Hany kamu tidak apa apa kan" Ucap Riko penuh khawatir, dan langsung berhambur memeluk Biana, tanpa memperpedulikan sosok laki laki yang sedang memandangkan penuh amarah
"Mas tolong lepas" Biana berusaha melepaskan pelukannya dari Riko, namu Riko sendiri enggan melepaskan
__ADS_1
"No, aku tidak akan melepaskannya, sebelum kamu mau mendengarkan kebenarannya" Ucap Riko
"Semua sudah jelas sebelum kamu kembali"
"Tolong lepaskan Mas Riko" pinta Biana,
Riko pun terpaksa melepaskan pelukannya,
"Pliss Hany, sekali ini saja dengarkan penjelasanku, sunggu Bia, Aku melakukan itu dengan keadaan tidak sadar, waktu itu aku mabuk berat, dan setelah aku sadar pagi harinya, aku sudah di kamar hotel dengan wanita dan itu ternyata wanita ****** itu" Jelas Riko,
"Semua sudah percuma, Siska sekarang sedang hamil" Niko dan Riko yang mendengar ucapan Biana seketika menegang,
"Aku akan bunuh anak itu, agar kita bisa bersama"
"RIKOOO" gertak Niko dengan suara tingginya, dirinya sedari tadi hanya diam menahan emosi atas semua ucapan adikna
"Kamu gila hahh, kamu mau bunuh darah dagingmu sendiri, manusia macam apa kamu" Niko langsung menarik kerah baju adiknya itu
"Aku tidak pernah menginginkan semua ini terjadi, aku tidak pernah mengingkan anak itu ada" seru Riko penuh frustasi
"Bagaimana pun dia anakmu, bagian dari kelurga kita, apa kau akan menjadi orang tua yang tega menelantarkan kebahagiaan anaknya demi kebahagiaanmu sendiri HAAH"
"AAakhhh sakitt" Niko dan Riko yang sedang beradu argumen langsung memandang Biana yang memegang kepalanya, mengerang kesakitan
"Hany"
"Biana"
Ucapa mereka serentak yangl langsung menghambur mendekatk Biana
"Tidak hany aku akan menjagamu" Ucap Riko
"Pliss mas, tolong keluarrrr" seru Biana dengan kesal
"Mas Niko, bisa bantu aku ambilkan air, aku haus"
tanpa mejawab, Niko langsung memberikan air minum pada biana dan membantunya penuh perhatian
Riko yang melihat adegan itupun mulai memanas
"Hany plis oke, biar aku menjagamu" pinta Riko pada biana yang sudah kembali berbaring di tempat tidurnya
"Mas Riko, sebaiknya kamu selesaikan masalahmu, aku tidak ingin menjadi wanita jahat yang tega memisahkan anak dan ayahnya" Biana mengucapkan perkataan yang siang tadi dirinya dapatkan dari Siska
"Tapi Han.. Aku"
"Pulanglah Rik, Biana akan bersamaku, Kau urus semua masalahmu" Perkataan Niko semaking membuat Riko kesal, dan langsung keluar dari ruangan itu
HIKS.. HIKS... HIKS..
Niko ikut merasakan sakit mendengar suara tangisan Biana, yang sedang memunggunginya
"Biana... " Ucal Niko pelan sembari mengusap punggungnya, dan Biana pun langsung bangun dan memeluk Niko dengan tangis paraunyaa
"Sudaahh, cukup Biana, Air matamu sudah terlalu banyak kamu keluarkan hari ini, Aku terlalu sakit melihatmu seperti ini" Niko Berusaha menenangkan wanita yang masih menangis di pelukannya
__ADS_1
"Maaf " Ucap Biana saat melepaskan pelukannya dari Niko
"Maaf sudah membuat bajumu basah" Ucap Biana dengan suara seraknya
"Sssttt sudah, kamu tahu aku lebih suka kamu yang suka mengomel, dari pada kamu yang seperti ini" Jawab Niko, Biana yang mendengar hanya menundukan kepalanya, dengan ujung bibir yang sedikit terangkat
"Biana, Aku sudah pernah bilang, kalau aku akan selalu ada saat kamu seperti ini, jangan kamu genggam semua sendirian masalahmu"
"Dengar apapun yang akan terjadi padamu esok hari, ingat aku akan selalu menggenggam tanganmu, yah walaupun aku tahu, kamu mencintai Riko, tapi aku akan selalu menunggu saat kamu berlari kepelukanku saat kau tidak sanggup dengan semua yang terjadi" Jelasnya Niko pada Biana,
"Aku tidak pernah mencintai Riko" jelas Biana
"Magsudmu " Tanya Niko heran
"Aku menjalin hubungan dengan Mas Riko, karna aku tidak tega akan perasaannya padaku, aku tidak ingin menjadi penghancur hati seseorang, dan aku juga tahu siapa wanita yang membuat dia pergi dari negara ini, berberapa tahun lamanya, Wanita itu aku,
aku menerima dia, dan berusaha membuka hatiku buat dia, tapi saat aku mulai yakin dengan semua... " Ucapan Biana terhenti saat Niko Memeluknya
"Sudah jangan di teruskan oke" ucap Niko
"Maaf, maaf karna tanpa sadar aku melukai hati mas Riko" Biana yang kembali menangis di pelukan Niko
"Sssttt, sudah okeh my baby, mulai saat ini aku akan mengambilmu dari Riko, aku berjanji akan membahagiakanmu aduh aduh sakittt" Riko menjerit saat Biana mencubit perutnya dengan kencang
" Heii tuan, apa kamu akan menikung adikmu sendiri hahh" Biana kembali dalam mode on nya, saat mendengarkan ucapan Niko
"Bisa bilang seperti itu" ucap Niko tersenyum tanpa dosa
Biana hanya berdecak akan perkataan Niko
"Sudah, istirahat agar besok bisa pulang" Biana menuruti perkataan Niko dirinya kembali berbaring, dan memejamkan matanya,
namun saat dirinya mulai menutup mata, badanya menegang saat merasakan benda kenyal yang menempel di pipinya,
"Goog Night Baby" Ucap niko lirih,
,
,
,
,
,
,
hay guys,,
Terima kasih yang sudah Membaca Novelku ini heheh
jangan lupa kasih dukungannya like, vote, and komen, suku di kasih bunga mawar merahnya heheheh, pastinyaa biar aku lebih gercep lanjutin ceritanyaa
terima kasihhh
__ADS_1