Wanita Itu Istri Tercintaku

Wanita Itu Istri Tercintaku
MENGETAHUI SEMUA


__ADS_3

saat biana berjalan keluar dari restoran, menuju halte bus, Handpond nya kembali berdering, ternyata panggilan dari orang tuanya di desa


"Assalamu'alaikum, na gimana kabarmu" ucap ibu Ani, orang tua biana


"Wa'alaikum salam, alhamdulillah baik mah, mamah bagaimana kabarnya, bapa dan juga dev, kalian baik baik saja kan" jawab biana, dan yang langsung memberondong pertanyaan


" alhamdulillah semua baik na, kamu sedang di mana ko rame sekali suara kendaraan" serunya ibu biana


"Aku lagi di pinggir jalan raya mah, mau jalan pulang ke kontrakan" jawab biana


"Loh, jam berapa ini ko kamu tumben udah pulang biasanya malam, kamu ga papa kan" tanya ibu Ani dengan penuh khawatir,


biana yang mendengar, suara kekhawatiran ibunya tersenyum


"Hehe iya ma, aku ijin pulang cepat hari ini, ma di mana dev, apa ada di situ" jawab biana,


biana pun langsung mengalihkan pembicaraan, karna tidak ingin ibunya sampai tahu, kalau mantan suaminya menghubungi dirinya dan mengancamnya


"DeVian, Vian, sinii le, ibumu ayo" seru ibu biana di balik telfon yang seperti sedang memanggil anaknya


"Acalamualaikum ibu" seru dev


"Hallo sayang, kamu baik baik yah di rumah sama abah sama uti, ingat jangan nakal" seru biana pada anaknya,


semenjak ancaman dari Ryan, biana pun menjadi khawatir akan keadaan dev, takut jika apa yang Ryan ucapkan menjadi kenyataan


", ibu kapan aku di ajak ke kota, ibu bilang mau bawa dev ke kota, mau lihat mobil gede gede" ucap dev dengan logat bicaranya,


walaupun dev masih anak berusia 3th, namun cara bicaranya sudah jelas dan bisa di mengerti, ya walau ucapanya terkadang masih ada yang belepotan,


"iyah sayang, nanti yah ibu bakalan ajak dev ke kota, tapi dev harus pintar di rumah, harus nurut, ga boleh bandel ok son" seru biana


"Iya bu, tapi ibu harus janji " jawab dev pada biana


"iyah insya allah ok, sekarang mana uti, ibu mau bicara sama uti" ucap biana,


"UTIIII, ibu mau ngomong" seru dev dengan nada tinggi yang sangat terdengar jelas di telinga bian


"Ana, kamu jangan suka janji sama dev, ga baik, kalau kamu mau bawa dev ke kota buat liburan bawa ajah, bukanya akhir bulan ini libur panjang" tegas ibu biana


"iya ma, nanti kalau aku udah senggang bakalan ajak dev ke kota, sekarang tutup dulu yah, busnya udah datang, tolong jagain dev, dan... " biana langsung terdiam, tidak melanjutkan perkataanya


"dan apa na, ngomong iki sing jelas, ojo setengah setengah" ucap ibu biana lembut


"hehee ga jadi mah, udah dulu yah, tolong tetap awasin dev, Assalamu'alaikum, dah mah" seru biana dan langsung mematikan panggilanya sebelum mendapatkan jawaban dari ibunya,


biana pun kembali berjalan ke halte,


namun baru beberapa langkah dirinya berjalan, seseorang dari belakang langsung menyekap mulut biana,


biana pun berusaha berontak, namun karna pengarun obat bius dirinya pun tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Nik's Group


"hans, masuklah ke ruanganku" ucap niko, dan langsung menutup telfonya


hans pun langsung masuk, namun dengan wajah yang masih jengkel pada bosnya itu,


yah karna saat mereka kembali ke kantor, dirinya selalu di tertawakan, apa lagi saat bosnya tahu jika yang mengomeli dirinya habis habisan adalah biana,


"hmmmm, ada apa katakan, aku masih punya banyak kerjaan" seru hans, dengan nada juteknya,


niko yang mendapat jawaban dari asistenya pun, mencoba menahan tawanya, karna sepertinya hans masih emosi pada dirinya


"Duduklah, aku ingin bertanya sesuatu padamu" ucapnya


hans pun langsung duduk, di sofa yang ada di dalam ruangan itu, dan menatap niko dengam tatapan menyelidik


"jangan menatapku seperti itu hans"seru niko pada hans,


"Aku hanya ingin bertanya, siapa wanita yang dulu pernah menolongku, saat aku di keroyok oleh anak buah dari mafia itu"


hans yang mendengar ucapan niko hanya tersenyum kecil, karna setahu hans, semenjak dirinya mengalami kecelakaan itu dirinya tidak pernah ingin mencari tahu siapa yang menolongnya


"Sudah 3th nik, untuk apa kau mencarinya sekarang" jawab hans dengan ketus


"Katakan hans, bukankah kau dulu sempat bertemu saat kau datang ke rumah sakit, pastinya kau masih ingat dia, atau mungkim suaranya kau masih mengingatnya" tegas niko


hans pun menghembuskam nafasnya, dan langsung menyenderkan badanya ke sofa


niko pun menghembuskan beratnya dan ikut menyenderkan badanya di sofa


"hans, sepertinya aku sudah menemukan wanita itu" ucap niko santai


"hah benarkah" seru hans dengan kaget, dan langsung membenarkan duduknya


" heemm, Tadi saat aku di restoran, aku bertemu dengan dia, entah kau percaya atau tidak, namun aku pastikan kalau itu dia, aku masih ingat dengan jelas wajah dan suara dia, sesaat sebelum diriku tidak sadarkan diri" jelasnya niko


"kau yakin jika wanita itu yang menyelamatkanmu dulu" tanya hans


niko pun menganggukan kepalanya,


"ck hahah, nik mungkin itu hanya sebuah kebetulan saja, wajah orang yang menyelamatkanmu dan juga wanita yang kau temui tadi mirip" cibir hans


"No hans, Aku serius ini dia, suaranya aku masih mengingatnya jelas di telingaku,


kau tau suara itu selalu menggangu fikiranku" tegas niko yang langsung duduk dan menatap hans


Hans yang mendengarnya pun kaget akan perkataan sahabatnya itu,


" Jangan bilang orang yang kau temui tadi siang di restoran teman adikmu" timpal hans


"Biana"

__ADS_1


"Biana"


ucap mereka bersamaan


"Aku sudah tahu nik, kalau wanita itu Biana" ucal hans dengan santai dan tersenyum pada niko


niko yang mendengar pun langsung protes pada asistenya itu


"What, magsudmu, jadi selama ini kau tahu kalau wanita itu adalah biana, dan kenapa kau menyembunyikan dariku"


"Aku tidak menyembunyikannya, Aku menjaganya dari orang orang yang dulu pernah mencoba membunuhmu" ucap hans


"Apa, magsudmu kalau dia menjadi buronan mafia itu" tanya niko dengan suara yang sudah meninggi


"iyah, karna biana sudah menggagalkan aksi mereka untuk membunuhmu" jawab hans dengan suara dinginnya


niko pun langsung tersulut emosinya mendengar perkataan hans,


niko mengira jika semua sudah berakhir karna bos mafia itu sudah tertangkap dan di penjara seumur hidup


"Lalu siapa yang memerintahkan mereka untuk menangkap biana, bukankah bandit tua itu sudah di penjara seumur hidup" tanya niko


" Anak laki lakinya yang meneruskan aksi kekejaman baskoro" jawab hans pada niko


"Siapa dia" timpal niko


", sepupu dari mantan suami biana, Leon"


"Leon Sentoaji, laki lakinyang terkenal dengan wanita wanitanya itu" tanya niko dengan mengerutkan keningnya


"iyah, dan mantan suami Biana adalah Ryan Sentoaji" jelas hans


,


,


,


,


,


****Hai guys,


semoga kalian tidak bosan yah dengan cerita novel pertamanku ini,


sorry jika ada typo atau penempatan kata yang tidak sesuai,


jangan lupa kasih aku, like, komen and vote, biar aku terus semangat melanjutkan cerita ini


TERIMA KASIHHHšŸ¤—šŸ¤—***

__ADS_1


__ADS_2