Wanita Itu Istri Tercintaku

Wanita Itu Istri Tercintaku
Awal Perpisahan


__ADS_3

Hari keberangkatan biana dan juga sahabatnya ayana untuk berlibur ke Maldives pun tiba, mereka pergi dengan empat orang lainya, yaitu andre kekasih dari ayana, dan juga dua sepupu ayana menggantikan riko dan juga hans, yang tidak bisa mengikuti liburan yang anaya berikan, riko yang harus pergi ke negara Amerika dan hans sebagai asisten sekaligus tangan kanan niko mengurungkan niatnya untuk ikut pergi berlibur dengan bos dan juga sahabatnya, karna perkerjaan kantor yang harus dia handle selama bosnya pergi,


sedangkan niko sendiri mengubah keputusanya dan pergi untuk berlibur, semata mata karna dirinya ingin lebih dekat dengan biana,


"Hati hati di sana oke hany, selalu kabari aku" Ucap riko yang berdiri memandang biana, riko menghantarkan biana dan lainya sampai ke bandara


"Iyah kamu juga hati hati di sana nanti, selalu jaga kesehatan kamu, jangan sampai telat makan" jawab biana dengan tersenyum


"Iyah sayang, kamu juga ok" riko pun memeluk biana dengan erat seakan tidak ingin kekasihnya pergi, sebelum melepaskan pelukanya riko mengecup kening biana dengan lembut


"Hati hati okey, see you" tambahnya lagi


"See you to" jawab biana tersenyum lalu pergi menjauh dan mendekati anaya yang sudah menunggu dirinya


sedangkan di sisi lain, ada sepasang mata dengan tatapan dinginya memandangi mereka berdua, sebelum akhirnya dia pun ikut jalan dan melewati riko yang sedang melambaikan tanganya pada biana


"Aku kira kau tidak tertarik dengan hal hal seperti ini, di tambah lagi semua di fasilitasi oleh perusahaan anaya" sindir riko pada kakaknya niko yang berjalan melewati dirinya


niko yang mendengar ucapan riko pun menghentiman langkahnya,


"Tujuanku ke sana bukan untuk berlibur" Jawab niko singkat dan kembali berjalan meninggalkan riko


Mereka sudah memasuki jet pribadi milik ayana, terkecuali niko yang memilih menggunakan jet pribadinya sendiri,


Biana sendiri merasa lega, karna kaka laki laki dari kekasihnya tidak ikut penerbangan dengan mereka, dan itu membuat dirinya merasakan terbebas dari tatapan tajam laki laki es batu itu,


Biana sebenarnya merasakan tatapan dingin dari niko semenjak dirinya berpelukan dengan riko di bandara,


Setelah menempuh perjalanan waktu yang cukup lama, mereka pun sampai di villa milik leluarga ayana,

__ADS_1


villa yang sangat megah dan luas dengan desain dan infrastructure klasiik modern membuat siapa pun yang berkunjung enggan untuk meninggalkan tempat itu, di tambah pemandangan pegunungan dan laut yang sangat memanjakan mata, membuat kesan istiwewa tersendiri untuk villa keluarga ayana,


"Akhirnya sampai juga" seru Bimo yang langsung menghambur ke sofa


"tidak sia sia ijin kuliah, kalau suasananya seperti ini sih gue betah lama lama di sini" timpal zean adik bimo


"Welcome to guy's, semoga liburannya kita tidak membosankan" Seru ayana yang langsung menyusul bimo ke sova, di susul andre kekasihnya, sedangkan biana sibuk membawa barang bawaanya untuk di masukan ke dalam villa


"Bia, sudah tinggalkan saja barangnya, biar nanti para pelayan yang akan membawanya masuk" protes ayana yang melihat sahabatnya itu sibuk dengan bawaanya


"Aku tidak biasa merepotkan orang lain ana" jawab biana yang langsung ikut duduk di sofa


"Bagaimana kalian suka suasananya" seru ayana


"Ka, kalau suasanya seperti ini, sepertinya aku ingin menetap di sini saja" Ucap zean


"Jangan mimpi lo" timpal bimo yang langsung melempar bantal kecil ke arah adiknya, dan langsung di balas lagi oleh zean


Biana pun masuk ke kamarnya yang sudah di siapkan oleh pelayan, dan langsung berbaring di atas kasur sebelum akhirnya terlelap tidur.


jam sudah menunjukan pukul 8 malam, namun biana masih terlelap dalam tidurnya, hingga dirinya terbangun karna merasakan perutnya yang lapar,


"Oh sudah jam 8 malam, kenapa ga ada yang bangunin yah" Ucap biana mengecep ponselnya di atas tempat tidur dan langsung beranjak masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badan,


tigapuluh menit berlalu kini dirinya sudah selesai membersihkan diri, dan turun ke lantai utama,


namin saat dirinya sudah sampai tidak menemukan satu orang pun selain bimo yang sedang sibuk di dapur seorang diri,


"Hai bia, kau sudah bangun" ucap bimo yang melihat biana sudah ada di dapur, dan di jawab dengan anggukan kepala oleh biana

__ADS_1


"kamu sedang membuat apa" tanya biana pada bimo


"coffee, kau mau" jawab bimo, menyuguhkan coffee ke biana


"terima kasih bim" ucap biana


"yang lain ada di belakang villa, sedang berenang, ayo kita kesana" Ajak bimo ke biana, dirinya pun mengikuti bimo di belakangnya,


Langkah biana terhenti, saat melihat laki laki yang di kenali, dirinya pun tersenyum manis, dan melangkah mendekati laki laki berpostur tinggi yang sedang berdiri menghadap ke laut, memakai kaos hitam panjang yang di lilit sampai ke siku tanganya, dan celana jeans pendek selutut,


namun langkahnya terhenti dan senyum manisnya menghilang, kala mendapati laki laki itu berbalik menghadap dirinya dan tersenyum pada biana,,


,


,


,


,


,


,


***Hai teman, maaf yah kalau upnya lama, ini semya karna kesibukan aku sendiri yang sedang fokus ngurus anal, sebelum kembali bekerja,


terima kasih yang sudah setia membaca novelku, maaf yah kalau ceritanya bertele tele dan membingungkan,


tolong kasih dukungan terus ke author biar terus giat upnya,

__ADS_1


jangan lupa like sama vote setelah membaca,


Terima kasihh😘😘😘***


__ADS_2