
Saat ini Biana sedang berada di dalam mobil bersama Niko, yang entah tujuannya kemana karena laki laki yang sedang fokus mengemudi hanya terdiam, dan tidak ada satu katapun yang keluar, setiap Biana menceritakan tingkah Devan saat di restaurannya pun Niko hanya menanggapinya dengan tersenyum, dan itu membuat Biana kesal karena merasa diancuhkan
"Mas, Turunkan aku di sini saja" Kata Biana, namun Niko tetap diam tidak ada jawaban dan itu kembali membuatnya kesal, saat mobil mereka berhenti di pinggiran jalan, Biana pun langsung membuka mobilnya untuk turun, namum sesaat Niko langsung mencekal tangannya saat Biana akan keluar
"Mau kemana " Tanya Niko Bingung
"Aku mau Keluar, lebih baik batalkan saja tujuan kamu mengajakku, aku cape" Jawab Biana lalu menpis tangan Niko
"jangan pernah sekali pun keluar dari mobil" Kata Niko denga suara dinginnya dan kembali membawa Biana masuk
"Terserah, yang jelas aku tidak akan pergi dengan orang yang sedang emosi, aku takut di jadikan pelampiasan, Lebih baik aku turun di sini, lagian juga tidak jelas mau kemana" Ucap Biana dengan marah
"Duduk dan diam" Bentak Niko, membuat Biana menegang karena Niko Membentaknya
air matanya pun lolos dari matanya, sakitt bukan karena tidak di bolehkan turun, tapi karena teriakan Niko yang baru pertama kali dia dengar, dirinya merasa tidak pernah membuat kesalahan tapi kenapa dia begitu marah
Niko menyadari ucapannya yang tinggi, dan melihat Biana yang tertunduk dengan tangan yang sesekali mengusap matanya, Dia pun langsung membawa Biana pada pelukannya, walaupun wanitanya terus memberontak
"Maaf, aku tidak bermagsud membentak dan membuatku menangis, Maafkan aku, aku khilaf, aku terlalu pusing hari ini" Jelas Niko, Biana hanya terdiam di pelukan Niko,
Niko melepaskan pelukannya, dan menatap Biana yang memalingkan mukanya,
"Bian, maaf aku tidak bermagsud seperti itu"
"Aku mau pulang" Ucap Biana
"Oke kita pulang tapi setelah kamu mau ikut aku sebentar"
"No, kita pulang sekarang" Biana masih kekeh di pendiriannya
"Plis sayang, aku sudah mempersiapkan ini jauh jauh hari buat kamu" Ucap Niko, Biana menghela nafasnya dan mengangguk samar
"Kita jalan sekarang, keburu tutup tokonya " kata Niko lalu kembali melajukan mobilnya
Biana masih tidak mengerti saat dirinya di bawa oleh Niko ke sebuah butik
"Kita mau apa ke sini mas" Tanya Biana, Niko hanya tersenyum dan mencium kening Biana tanpa menjawab
"Hallo Tuan Alexander" Sapa seorang wanita yang terlihat masih muda walaupun umurnya sepertinya sudah berkelapa empat,
Niko pun menjawab sapaanya
"Hallo Tante Astrid" Ucap Niko
"Tumben sekali kemari, oh yah pasti mau lihat yang kemarin kan"
"iya tan, gimana udah jadi hasilnya" Tanya Niko
"Perfect" Jawab Astrid dengan menyatukan jari telunjuk dan jempolnya,
Biana Hanya terdiam mendengarkan pembicaraan mereka yang seperti tidak menyadari keberadaanya
__ADS_1
"Waaww, Alex Siapa Ini, " Tanya Astrid saat baru saja sadar ada Biana di sisi Niko
Astrdi adalah Adik dari ayahnya namun lain Ibu, dirinya lah yang selalu memperhatikan Niko dan Riko saat ibunya meninggalkan mereka, dan Astrid memang sudah terbiasa sejak Kecil memanggilnya dengan panggilan nama panjang Niko, Alexander atau Alex, dirinya enggan memanggil nama Niko karena mengingatkannya pada mantam kekasihnya dulu
aneh yahh hahaha
"Ck baru sadar dia " Bantin Biana
Niko tersenyum dan mengenalkan Biana pada astrid
"Biana kenalkan ini tante astrid dia pemilik sekaligus Disainer butik ini"
"Dan tante perkanalkan dia Biana, yang pernah saya" Ucap Niko menaikan satu alisnya, Astrid tahu apa magsud Niko
"well well well, kamu memang the best Lex, tidak salah memilih seorang wanita, Hai Biana perkenalkan Saya Astrid, tantenya Alex" Ucap Astrid lalu menyodorkan tangannya dan di balas dengan Biana
"Biana tante salam kenal" Jawab Biana tersenyum
"Niko, lihatlah senyumnya saja sangat indah, dan tante lihat sepertinya tante pernah melihat siapa dan di mana yan" Pikir Astrid
"Heheh sepertinya ini pertama kali kita bertemu tan" Ucap Biana
"No No No aku sepertinya pernah melihat"
"Sudah tan, sekarang perlihatkan hasilnya, aku ingon melihatnya " Seru Niko Astrid pun berdejak pada keponakannya itu
"Oke ayo aku kasih lihat" Biana dan Niko mengikuti Astrid dari belakangnya dan menuju kesebuah ruangan khusus, yang Memperlihatkan sebuah gaun gaun yang indah, Biana langsung terperangah saat melihatnya
"Mas ini apa magsudnya" Tanya Biana
"Niko, sebentar aku panggil kariawan dulu untuk mengambinya, Liaaa " Teriak Astrid
"Iyah madam"Jawab Lia menghampiri Astrid
" Kamu keluarkan pesanan yang kemarin" Perintah Astrid, Lia pun langsung mengambil hasil rancangannya dan mempeelihatkan pada Niko dan Biana
"Bagai mana bagus tidak" Tanya Astrdi
"Belum tahu, sang pemilik belum juga menggunakannya" Ucap Niko
"Sayang, coba yah"
"A Aku, " Ucap Biana sembari menunjuk dirinya sendie
"Iyah siapa lagi" Ucap Niko tersenyum lalu mengangkat dagunya seakan menyuruh Biana agar mencobanya
"Tapii"
"Tidak kata tapi"
Biana pun akhirnya menyerah dan mengikuti Lia yang ke rungan ganti baju
__ADS_1
"Kamu tidak salah pilih Lex, dia terlihat baik dan sopan, tidak seperti calon istri Riko benar benar menyebalkan"Niko menaikam satu alisnya masih tidak mengerti ucapan Astrid
" Dia kemarin kemari bersama Riko dan Juga Lusi, kamu tahu apa yang Dia ucapkan, Dia bilang gaun rancanganku tidak ada yang bagus semua jelek, dan lusi ikut ikutan berbicara itu membuatky sangat muak, kalau saja dia bukan calon keponakanku sudah aku tendang dia"Jelas Astrid denga bersungut sungut
"Ekhhemmm" Seru Biana saat keluar dari ruang ganti,
Niko dan Astrid pun menatap ke arahnya, dengan mata yang takjub akan penampilan Biana,
"Bagaiman Mas" Tanya Biana pada Niko yang sedang menatapnya penuh takjub, dia pun merasa salah tingkah atas tatapan Niko
"Perfect Bian" Seru Astrid denga suara tinggu, membuat Niko kembali sadar dari tatapanya, dia pun tersenyum dan mendekati Biana lalu mengecup keningnya
"Cantik" Ucapnya di telinga Biana, dirinya pun merona atas ucapan Niko
"Dengan ini untuk acara Pernikahanya karena katanya acara outdoor, dan untuk pesta malamnya sudah aku siapkan yang lain, dan pastinya akan sangat terlihat sempurna, dan pastinta mata para tamu akan melihat ke arahmu bukan ke arah pengantinya" Jelas Astrid, kening Biana mengerut, dirinya berfikir jika Niko memesankan gaun untuknya hanya untuk acata Pernikaha Riko dan siska
"Kamu suka" Tanya Niko
"Mas ini terlalu berlebihan Ucap Bian
"Tidak ada, selama itu untuk wanitaku" Jawab Niko
"Aku tidak suka ini" Ucapan Bian membuat orang yang berada di rungan itu terperangah atas ucapan Biana termasuk Astrid dan Niko yang menautkan kedua alisnya
"Ini terlalu bagus dan mewah, apa lagi cuma hanya untuk acara pernikahan, dan aku tidak mau menarik Perhatian orang" Jelas Biana, Astrid dan juga para kariawan pun menghela nafas lega akan ucapan Biana
"Lalu kamu mau yang mana" Tanya Niko
"Emmm, aku mau yang itu saja"Tunjuk Biana pada salah satu gaun pesta yang terpasang di salah satu patung
" Oke, tapi untik gaun malam tidak ada penolakan, tante aku juga mau yang itu jug" Ucap Niko, Astrid pun merasa senang
"Benarkah asiiikk, Biana kamu memang pembawa berkah untukku" Ucap Astrid senang laly menyuruh kariawannya untuk mengemasnya
"Mas tapi kan yang aku pakai ga jadi" Ucap Biana
"Tidak apa apa, sesuatu yang sudah terlanjur di pesan harus tetap kita bayar, apa lagi barang mewah seperti ini, sangat di sayangkan" Ucap Niko lalu duduk di sofa santai
Biana pun berbalik dan berjalan masuk ke ruang ganti dengan bibir yang di majukan,
"Dasar Es Batu, mentang mentang punya duit" Gerutu Biana
"Aku mendengarnya sayang" Seru Niko
"Aku tahu" Sahut Biana Niko terkekeh atas ucapan Biana, masalah yang sedang ada di otaknya seperti hilang begitu saja
__ADS_1
Ini gaun pilihan Niko dan Biana kira kira mana yah yang bakalan di pakai di pesta pernikahan Mantan heheheh
๐น๐น๐น๐น