Wanita Itu Istri Tercintaku

Wanita Itu Istri Tercintaku
Kelurga


__ADS_3

"Jadi nyokap lo udah baikan lagi kaya dulu" Tanya Niko pada Hans yang saat ini sedang duduk di ruang kerja yang ada di villanya


"Yah, setelah mendengar kalau adik gue ketemu, nyokap langsung baikan, ya walaupun belum normal lagi, setidaknya nyokap udah bisa kembali berbicara" Jelas Hans,


"Temuin gue sama Biana, gue harus cepet cepet bawa dia, Biar keadaan nyokap jadi semakin lebih baik"


"Bukannya gue ga mau nemuin lo sama Biana, lo kan udah tahu kondisinya Biana saat ini, gue ga tau apa yang sedang dia sembunyiin dari gue, sampe mau menetap di bandung sementara waktu" Jelas Niko


"Ini bukan akal akalan lo kan" ucap Hans dengan nada menyenlidik


"Ck, buat apa gue lakuin itu, gue tahu keadaan dan kondisi Keluarga lo, gue seneng malah kalau Biana ternyata Adik yang lo cari, tapi gue ga bisa berbuat apa apa saat tahu Biana itu adik lo, gue cuma ga mau bikin Biana benci sama Keluarganya, dan itu bikin dia semakin menghindar dari Keluarga lo dan pastinya bakalan jauhin gue juga, gue ga bisa Hans" Seru Niko dengan emosi, karena sahabatnya itu menuduhnya yang tidak tidak


Hans hanya terdiam mendengar ucapan Niko, dirinya teringat saat dia menemui Pak Ali, dan Pak Ali menjelaskan akan Biana yang akhir akhir ini selalu menghindar jika di di beri tahu tentang Keluarga aslinya.


"Sebenci itukah dia sampai harus menghindari tentang Keluarganya" Gumam Hans


"Magsud Gue bukan Itu nik" Ucap Hans


"Sudah jangan di fikirkan, lusa pernikahaan Riko, dan dia pasti akan pulang buat datang" Ucap Niko


perbincangan mereka berdua terhenti saat pintu terbuka, dan memperlihatkan laki laki yg terlihat lusuh dan kusut


"Wey bro, kusut amat calon penganten" ucap Hans pada Riko yg duduk di sebelahnya


"Tau dah pusing kepala"ucap Riko lemas, sembari memijat pangkal hidungnya


"Kenapa Rik" Tanya Niko


"Papi bener bener nyebelin banget, aku udah bilang bikin pesta biasa ajah ga usah ngundang koleganya, malah sampai ke luar negeri" gerutu Riko


"Waaahh bakalan rame dong" sahut Hans


"Bokap lo juga bakalam dateng kayaknya" Ucap Riko


Hans dan Niko saling pandang


"Ka, gue nginep di sini yah" Ucap Riko lalu beranjak dari duduknya


"Nik udah waktunya buat Biana tahu semua" Ucal Hans saat memastikan Riko keluar dari ruangan itu


Niko terdiam memikirkan ucapan Hans


"Yah sudah waktunya, tapi aku belum siap kalau biana tiba tiba benci dan pergi" Gumam Niko dan menghela nafas panjangnya


Drrtrr Drrttt panggilan asing tertera di ponsel Hans


"Ya Hallo" Jawab Hans saat menjawab ponselnya

__ADS_1


"Ka aku Ze kenapa belum jemput ke bandara" Seru Zea di balik telfon, membuat hans menjauhkan ponselnya dari telinganya


" di jemput di mana, emang sekarang lo di mana" Ucap Hans


"Astaga Ze udah kirim email sama kaka kemarin kalau Ze mau datang ke Indonesia" Gerutu Zea


"Kaka Ga tau, kaka belum lihat email, lagian kenapa ga ngabarin lewat pesan ajah sih, ribet banget jadi anak"Jawab Hans jengkel


" Udah cepetan jemput kita sekarang"


"Kita.. " Ucap Hans


"Astaga Ka, Daddy dan mommy juga ikut" Seru Zea


"Mommy juga ikut, oke oke kaka jemput sekarang" Ucap Hans dan mematikan panggilannya


"Mommy ikut terbang Nik, Gue tau pasti Mommy udah ga sabar buat ketemu Biana" Ucap Hans


"Pliss tolong bantu gue, buat bertemu Biana"Hans pun pergi meninggalkan Niko yang hanya terdiam


" Maaf, Bia, Mau sebenci apapun kamu sama keluarga aslimu, tapi kamu juga harua tahu yang sebenarnya siapa keluarga kamu" Gumam Niko


tok tok


"Permisi Bos" Seru salah satu pelayan Niko


"Maaf Bos, Ada Nona Biana" Ucap Pelayan yang bernama Edo,


Niko sedikit terkejut mengetahui Wanitanya ada di rumahnya


"Ekhhemm,Antarkan Biana ke sini" Perintah Niko, Edo pun undur diri dan kembali mengantarkan Biana masuk kedalam ruangan Niko


"Haaiii Baby" Sapa Niko menghampiri Biana yang masuk ke dalam ruangannya, dan membawanya ke dalam pelukannya


"Kenapa ga ngabarin kalau mau pulang hmm" tanya Niko


"Kejutaan" ucap Biana sembari tersenyum, lalu melepaskan pelukan Niko


"Kapan kembali"


"Kemarin"


"Kemarin, kenapa ga ngabarin kalau datang dari kemarin" Ucapa Niko


"Sebernya juga besok pulangnya, cuma karena hari besok ada ketemu sama tuan Richard jadi aku percepat pulangnya" jelas Biana,


Niko terdiam saat Biana berkata akan bertemy dengan tuan Richard, ayahnya sendiri.

__ADS_1


"Massss" Seru Biana membuat Niko sadar dari lamunannya


"Hmm iya sayang" Jawab Niko


"Denger ga aku ngomong, ko malah bengong sih"


"ekhh gi gimana tadi kamu bilang apah"Tanya Niko gugup sembari memeluk pinggang Biana dan menuntunnya untuk duduk di kursi kerjanya


"Ih kamu kebiasaan, Aku laper, dari siang belum makan, aku sengaja kesini mau ngajakin kamu makan siang" Gurutu Biana sebal


Niko tersenyum kecil, lalu mencubit gemas hidung Biana


"Oke oke ayo kita makan, mau makan di mana"tanya Niko


"Di sini ajah, tapi aku pengin kamu yang masakin bolehhh" Ucap Biana manja


"Siap my angels, aku buatinn sesuatu yang spesial" Seru Niko


"Ada Riko di atas, aku akan buatkan makanan buat Riko juga, bagaimana"


"Oh, mas Riko di sini, yasudah ayo kita masak, aku sudah laparrr" Seru Biana, mereka berdua pun berlalu dari ruangan Niko, dan perang dapur pun di mulai,


tanpa mereka sadari jika ada sepasang mata di ujung tangga, yang sedang melihat kemesraan mereka berdua di dapur dengan perasaan yang tidak bisa di ungkapkan.


,


,


,


,


hallo apa kabar, semoga sehat terus yah guys, ga kerasa bentar lagi tahu baru, perasan baru kemarin bikin ini novel๐Ÿ˜


semoga masih ada yg setia membaca novel ini yah heheh,


dan sorry jarang up soalnya jamnya bentrok sama kerjaan, jadi ga sempet buat mikir kelanjutan novel,


terima kasih yang masih setia membaca,


sehat selalu teman teman.


kasih dukungan yah guy, like, komen, and tambahkan ke novel favorite kalian,


thanks you.


selamat tahun baru 2022๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2