Wanita Itu Istri Tercintaku

Wanita Itu Istri Tercintaku
Bertemu


__ADS_3

Biana sudah menunggu Niko selama tiga puluh menit di Lobbi hotel Tempat Riko dan Siska menggelar resepsi, Namun yg di tunggunya belum juga menampakan Wajahnya


"Bu, mana Daddy ko ga terlihat"Tanya Devano yg juga sudah tampak lesu


" Sabar sayang, ini ibu juga lagi hubungin Uncle tpi ga di jawab juga, sabar yah" Jawab Biana yg sedang mencoba menghubungi Niko namum belum juga ada jawaban


"Tau gini mendingan Ke atas langsung" Gumam Biana


"Uncle..." Teriak Devan, Biana memandang ne arah pintu lobbi dan melihat Hans berjalan ke arah mereka duduk


"Hai Jagoan, ko masih di sini" Tanya Hans, yg langsung di Jawab ocehan oleh Dev


"Daddy bilang kita nunggu di sini, biar ke tempat nikah uncle Riko bareng, tpi aku udah cape nunggu ga lihat Daddy ke sini" Oceh Devano, Hans tersenyum mendengar ocehan Devano yg menggemaskan


"Daddy kamu masih di luar, masih ketemu orang, mungkin sebentar lagi dateng" Ujar Hans, Biana merasa sebal dengan perkataan Hans


"Jadi Mas Niko masih di luar, Benar benar luar biasa, Adiknya menikah tapi masih sibuk dengan kerjaanya" Seru Biana yg di angguki Hans seraya tersenyum pada Biana


"Ga usah senyum senyum Hans, bikin Mood ku tambah buruk" Hans yg mendengar ucapan Biana, mengerjapkan matanya,


Bisa bisa nya adiknya berkata seperti itu, Oh iya dia belum tau kalau Aku adalah kakaknya, Sabar Hans Sabar, sepertinya kamu mempunyai dua adik perempuan yg mempunyai sifat sama sama Menjengkelkan.


"Ck, Emang ga boleh aku senyum"


"Ga "


Devan yg memperhatikan keributan antara Dua manusia yg tidak pernah akur itupun hanya bisa pasrah.


"Cih, Bibir bibir aku sendiri terserah aku lah, Ayo Dev kita Langsung naik ke atas, kita tunggu Daddy kamu di sana" Ajak Hans pada Devan


"Ayo Bu Aku udah cape di sini laperrrr" ucap Dev yg mengundang gelak tawa Biana dan Hans


"Oke oke,, Dev Duluan saja sama Uncle, ibu nunggu Uncle Niko Sebentar lgi di sini yah"


"Hans kamu bawa Devan dulu aja deh aku nunggu sebentar lagi di sini" Ucap Biana


"Ck dasar Bucin" Gumam Hans


"Oke, Ayo jagoan kita naik" Devan pun lansgung meraih tangan Hans Agar di gandeng


" Kalau ada apa apa hubungin aku" Ucap Hans yg di angguki Biana


"Ayo.. Uncle mau ngenalin kamu sama seseorang" Ucap hans sembari berjalan bersama Devan .


"Sama Siapa Uncle, Pacar Uncle" Jawab Dev


"Noo bukan tapi sama seseorang" Seru Hans, mereka pun memasuki lift


"Mereka kenapa seakrab itu, sedangkan aku kalau ketemu hans sebel banget rasanya" Gumam Biana


"Biana Ayu" Biana yg mendengar ada yg memanggilnya pun langsung menoleh, dan terkejut laki laki yg beberapa tahun ini dia hindari ada di hadapannya


"Ka kamu.. sedang apa kamu di sini" Ucap Biana sembari berdiri dari duduknya, sedangkan laki laki itu tersenyum dan mendekatinya


"Dunia benar benar mengejutkan yah Yu, beberapa tahun aku nyari kamu, malah ketemu di sini"


"Kamu, Mau apa kamu kesini b***g**k" seru Biana dengan nada lirih


"Tentu saja mencari kamu baby, Kamu ga kangen sama Aku, kamu ga penasaran sama hidupku sekarang"


"Ck, ga penting Ryan Buat aku kepo dengan kehidupan kamu, dan apa lagi tadi kangen, cih hanya orang gila yg akan lakuin itu ke manusia bajingan kaya kamu" Ujar Biana emosi sembari menepun pundak Ryan,


Ryan yg di perlakukan seperti itu, terpancing emosinya, Awalnya dirinya hanya ingin menanyakan keberadaan Anaknya saat melihat Biana, Namun melihat keterkejutan Biana saat melihatnya dirinya membuatnya merasa senang bercampur emosi


"Di mana anakku sekarang" Ucap Ryan


Biana membulatkan matanya saat Ryan bertanya keberadaan Devan


"Apa kamu bilang Anak, Anakmu yg mana" Jawab Biana, dengan tersenyum getir, berusaha mengontrol emosinya

__ADS_1


" Oh, Anakmu dengan ****** ****** itu"


"Tentu saja anak yg kau bawa, Tanpa memberi tahuku"


"Aku tidak pernah membawa anakmu Ryan, Aku membawa anakku sendiri"


"Jangan berdalih Ayu" Ucap Ryan emosi sembati menatap tajam Biana


"Aku sedang tidak berdalih Ryan" Jawab Biana yg juga membalas tatapan tajam Ryan


"KAMU.. " Biana memejamkan mata saat Ryan Mengangkat Tangannya


Pergerakan Ryan terhenti saat tangannya di hadang oleh seseorang,


"Jangan Pernah sekalipun anda menyentuh wanitaku Tuan" Biana yg mengenali suara itupun langsung membuka matanya, dan melihat Niko yg sedang memegangi tangan Ryan


"Mas.." Seru Biana yg langsung berhambur ke sisi Niko


"Kamu tidak apa apa" Tanya Niko dengan tersenyum, Biana mengangguki pertanyaan Niko


"Dengar Tuan jangan pernah sekalipun anda menyentuh wanitaku, kalau anda tidak ingin berakibat fatal" Ucap Niko dengan Dingin sembari melepas tangan Ryan


"Cih Siapa Kau, Oh Apa jangan jangan Wanita di sebelah anda ini simpanan anda" Seru Ryan dengan suara yg di tinggikan, sengaja untuk memancing orang orang yg sedang berjalan di sekitaran lobbi


Niko Hanya tersenyum mendengar ucapan Ryan,


berbeda dengan Biana yg sudah menahan emosinya, Saat dirinya akan menjawab Niko langsung mengcegahnya dengan menggenggam tangan Biana dan menggelengkan kepala, diriny tahu jika Biana sudah sangat menahan emosi


"Anda salah Tuan, Wanita Ini adalah Istriku" Ucap Niko santai, dan memperlihatkan cincin yg berada di jari manis Biana


"Jadi Saya mohon pada Anda untuk tidak lagi mengganggu istri dan keluarga saya" Ucap Niko penuh peringatan dan langsung membawa Biana pergi


"Sialan dia sudah menikah, dan mata mata yg aku bayar, mereka kerjanya ngapain sih" Ucap Ryan penuh emosi


"Apa yg kalian lihat lucu hahh" Ryan kembali emosi saat dirinya sadar sedang di lihat oleh beberapa pasang mata


Niko membawa Biana ke kamar hotel yg dia tempati selama acara pernikahan adiknya berlangsung,


"Kenapa Hmmm, jangan khawatir laki laki itu tidak akan mengganggu kamu ataupun Devano, Aku akan pastikan itu" Ucap Niko sembari memeluk Biana yg masih terdiam


"Sayang ngomong dong ko diem ajah"Lanjutnya


Biana mendorong Niko dan menatapnya tajam


" Kamu jahat mas, kamu ngebiarin aku sama Devan nunggu hampir satu jam di lobbi, sedangkan kamu ternyata di luar, di hubungin ga di jawab jawab, Coba kalau tadi Masih ada Dev di sana, pasti Ryan bakalan bawa Devan" Ucap Biana dengan suara Parau


"Maaf sayang, Tadi aku tiba tiba di telfon klien karena ada hal yg mendadak, dan haya mau bertemu dengan ku langsung" Jawab Niko sembari memeluk Biana kembali


"Maaf yah aku janji bakalan ngabarin kamu dulu sebelum aku pergi"


"Itu artinya kamu kapan hari bakalan lakuin lagi"


"Tidak sayang aku janji" Ucap Niko sembari mengusap air mata di wajah Biana


"Aku ganti baju dulu yah, sebentar lagi acaranya akan di mulai" Ucap Niko lalu di angguki Biana


"Jangan lama lama, Devan tadi di sama Hans"


"Iyah "


Cup


Niko mengecup Bibir Biana sekilas sebelum masuk ke kamar mandi untuk berganti pakaian.


Ting Tong


"Siapa Sih" Ucap Bjana lalu membuka pintu kamar


"Iya, Ekh Mas Riko ko di sini" Biana sedikit terkejut Karena Riko Sedang berdiri di depan Pintu, Begitupun dengan Riko yg terkejut saat Biana yg membukakan Pintu kamar

__ADS_1


"Di mana Ka Niko"Tanya Riko dingin sembari melihat ke dalam kamar


" Emmmm Mas Niko lagi di kamar mandi, Sebentar aku panggilin"


"Tidak Perlu"


Pergerakan Biana terhenti saat Riko mencekal Tanganya


"Mas Kenapa.." Tanya Biana Bingung


"Kamu sengaja menghindari acara pernikahan tadi siang Bi, dan lebih memilih menghadiri resepsi saja" Tanya Riko dengan raut muka dinginnya


"Bukan begitu mas, Tadi siang aku sibuk di restoran dan Devan juga ada acara sekolah sampai sore"


"Bohong"


"Aku ga berbohong mas, lagian Buat apa aku ngehindar acara sakral kamu, hubungan kita sudah selesai mas, kamu akan mempunyai kehidupan baru dengan keluarga mu, begitupun aku"


"Aku tidak pernah berkata untuk menyelesaikan semua Bia, Aku masih memperjuangkan hubungan kita, walaupun itu kecil kemungkinan"


"Udah mas stop, kamu sudah menjadi suami, kepala keluarga dan sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah"


"Apa kamu bahagia" Tanya Riko


"Yah, tentu saja aku bahagia, Kamu adalah teman sahabat dan atasan yg baik, kenapa aku tidak bahagia di hari pernikahanmu" Ucap Biana sembari tersenyum padanya


Riko menganggukan kepala sembari tersenyum masam, Dirinya sangat terluka karena gagal mempersunting Wanita pujaannya, seandainya saja dirinya tidak ceroboh di malam itu, pasti malam ini adalah malam kebahagiaannya bersama Biana.


Mereka cukup lama terdiam, hingga suara Niko yg memanggil Biana mengejutkan Mereka, Biana melepaskan genggaman tangan Riko dan Masuk Ke menghampiri Niko yg baru keluar dari kamar mandi..


"Sayang, Kamu ga kabur kan" Seru Niko


"I iya, ini ada Mas Riko, Katanya mau ngomong sesuatu"Seru Biana


"Ada apa Rik, apa ada sesuatu terjadi" Tanya Niko pada Adiknya yg masih berdiri di depan Pintu


"Tidak, Aku hanya mengecek keberadaanmu, apa kamu sudah kembali atau masih di luar"


"Aku sudah kembali dari tadi, sebentar lagi kita menyusul"


"Oke, Jangan kelamaan di kamar" Ucap Riko sembari mengetuk pintu sebelum pergi..


Biana terdiam, merasa bersalah akan ucapannya yg sepertinya menyakiti perasaan Riko, di tambah dengan melihat Raut muka dingin Riko yg dirinya sendiri tidak pernah melihatnya.


"Mas, kira kira Mas Riko akan bahagia ga yah sama Siska" Tanya Biana sembari merapikan jas yg Niko pakai


" Kenapa Kamu bertanya begitu, jangan Bilang"


"Jangan bilang apa, jangan bilang kalau aku masih cinta sama Mas Riko gitu"


"Aku ga bilang begitu loh Sayang"


"Terus apa,, udah akh makin ga mood aku, mendingan aku balik aja deh" Ucap Biana dengan merajuk


"Hei jangan gitu dong, kalau kamu balik ntar calon suamimu ini di godain cwe lain gimana" Seru Niko sembari menarkk pinggang Biana


"Bodo akh"


"Really" Goda Niko


"Ikhhh kalau sampai itu terjadi, aku ga bakal tinggal diem"


"Memangnya mau kamu apain hmmm" Ucap Niko sembaru mencium wajah Biana


"ikhh geli, udah ayo Dev pasti sudah nungguin kita" Biana pun berusaha mendorong Niko, namun semua sia sia karena Niko langsung mencium bibirnya hingga membuat Biana terbawa Suasana


"You are very Beautiful" Ucap Niko saat melepaskan ciumannya


***

__ADS_1


to be continue


__ADS_2