Wanita Itu Istri Tercintaku

Wanita Itu Istri Tercintaku
Bersama


__ADS_3

Pesta perusahaan Ak'crop di rayakan dengan begitu mewah di sebuah hotel bintang lima yang begitu terkenal di ibu kota, para tamu undangan pun mulai berdatangan baik dari kalangan artis papan atas, pejabat negara, dan juga para milenial lainya,


Tidak bisa di pungkiri jika pesta tahunan perusahaan AK'crop ini selalu di juluki pestanya para sultan, karna semua yang hadir adalah orang orang dari kalangan papan atas,


Berbeda dengan Biana, yang sedang sibuk mencari taxi untuk meneju ke acara sahabatnya itu, sekaligus mempersiapkan kesiapan timenya, sebenarnya ini bukan kali pertama restoran yang dia pegang di percaya menjadi endorse sebuah acara besar seperti ini, namun entah apa yang membuat dirinya gugup,


biana mengenakan dres berwarna navy selutut, dengan detail beads pada bagian dadanya, walaupun terkesan sederhana, namun masih terlihat sparkly and elegant, di tambah dengan make up sederhana versi biana dan juga rambut yang di cepol setengah, menjadikan dirinya cantik,


saat dirinya masih berdiri melambaikan tanganya untuk menghentika taxi, sebuah mobil sport hitam berhenti di depannya, dan ternyata laki laki itu adalah Riko, laki laki yang tidak terlihat beberapa hari ini


Riko pun keluar dari mobilnya dan berjalan menghampiri biana denga senyumnya yang menawan,


"Hai bia, apa kau juga akan ke pesta anaya" tanya riko yang memperhatikan penampilan biana dari atas sampai bawah


"Iya mas, aku akan ke sana, tapi dari tadi tidak ada taxi yang berhenti" jawab biana yang menunduk karna riko terus memperhatikannya


"Ayo, aku juga akan ke sana"


"Tapi mas "


"Sudah, dari pada menunggu taxi terlalu lama" seru riko dengan tersenyum, dan menarik tangan biana agar masuk ke dalam mobilnya


"Kenapa kau tidak menghubungiku hmmm, kita bisa datang bersama"


"Hehehe Aku tidak ingin merepotkan mas riko"


"Hai siapa yang kau repotkan, aku tidak pernah merasa di repotkan olehmu bia" jelas riko,


"Bia, apa kau sudah mempertimbangkan ucapanku kemarin" ucap riko, dan hanya di angguki oleh biana


"Lalu apa jawabanmu, apa kau bisa menjawabnya sekarang"


"iyah aku mau" jawab biana dengan tertunduk


Riko yang mendengarnya langsung menghentikan laju mobilnya, dan reflek membuat biana kaget


"Kau Tadi bilang apa" seru riko yang ingin mendengar lagi jawaban biana


"Is, aku tidak ingin mengulang ucapan ku" jelas biana dengan


"Kamu, kamu serius mau menjadi kekasihku bia" ucapnya lagi riko


"Iyaaa Bos mafia" jawab biana dengan tersenyumm


riko pun langsung meringkuh biana ke pelukanya, dirinya begitu bahagia karna wanita yang selama ini dia cintai mau menerima dirinya,


"tapii mas" ucap biana yang langsung melepas pelukan riko

__ADS_1


"Kenapa"


"Tapii, aku belum bisa membalas perasaanmu saat ini, tapi aku akan berusaha untuk bisa membalas cintamu, namun aku butuh waktu" jelas bia tertunduk


"Biaa, aku mencintaimu, aku akan menerima semua kekuranganmu, termasuk perasaanmu, aku akan sealu menunggumu sampai kau bisa membuka perasaanmu untukku" seru riko


mereka berdua pun sampai di acara anaya,


saat pintu masuk gedung acara di buka, semua mata tertuju pada kedua pasangan yang baru saja menjalin hubungan beberapa menit yang lalu, termasuk laki laki yang memakai tuxedo dengan jas berwana hitam, serta kemeja berwarna putih, yang sedang beridiri di atas podium, yah dirinya adalah niko, yang menatap dingin dua pasangan yang sedang bergandeng tangan memasuki aula acara


"Saya Akhiri Terima kasih" ucap niko yang bergegas turun,


"Mas, Kenapa mereka memandang kita seperti itu" ucao biana dengan nada lirihnya


"Mereka sedang mengagumi pasangan yang bak seorang putri dan pangeran" jawab niko, yang sesekali tersenyum mengangguk ke para undangan,


biana pun hanya memutarkan kedua bola matanya.


"Haaii Riko" terdengar suara dari belakang mereka berdua,


riko memutar balik badanya dengan malas, karna dirinya mengenali suara itu, dia adalah mona wanita yang selalu mengejar dirinya saat merena berkuliah dulu


"Ada Apa" jawabnya dengan ketus


" Apa ini wanita yang membuatmu menolaku beberapa kali riko" cibir mona yang melihat penampilan biana dari atas rambut sampai kakinya


"Yah dia wanitaku" jelas riko


"Mau seperti apapun penampilan kekasihku ini, aku tidak peduli, aku menyukai dirinya yang apa adanya, dan berpenampilan sewajarnya di depan umum" sindir riko pada mona, yang mana membuat mona merasa tersinggung, karna memang dirinya memakai pakaian yang begitu terbuka, yang mana bisa mengundang nafsu terhadap kaum lelaki,


dan biana pun tersenyum akan perkataan riko


Mona pun pergi meninggalkan mereka berdua, dan saat melewati biana dirinya sengaja menambrak BAHUNYA dengan keras, membuat biana meringis kesakitan,


"Mona jaga perilakumu" seru niko yang tidak terima akan perbuatan mona pada biana menenangkan


"Sudah mas, aku tidak apa apa, malu di lihat yang lain, jangan sampai kau mengacaukan pesta anaya dengan hal yang tidak penting ini" bujuk biana menenangkan riko


"Ayo kita temui ratu cerewet itu" celetuk riko dengan tertawa ringan


"Mbaa Nayaa" seru biana yang langsung memeluk naya


"kenapa baru sampai bia" gerutu naya


" maaf, tadi begitu sudah mencari kendaraan, untung saja bos mafia itu lewat"


"ohho, apa kalian datang bersama"

__ADS_1


biana hanya mengangguk,


sebenarnya anaya sudah menebak mereka datang berdua, dirinya ingin memastikan sendiri pada si empunya


"Hallo, apa kah acara Teletubbies belum selesai, kalau belum ijinkan aku bergabung" celetuk riko yang baru saja menghampiri dua wanita yang sedang berpelukan itu


"Stoopp rik, kau tidak boleh memeluku, aku masih tersegel dan tidak ingin di peluk oleh lelaki lain selain ayah dan juga pangeranku nanti" tegur anaya yang mana membuat biana tertawa geli


" Baiklah kalau begitu aku akan memeluk hany ku saja " timpal riko


ekhemm, baru saja riko akan merangkul pinggal biana,


dirinya langsung memalingkan wajahnya, menatap ke arah sumber suara lelaki


"Nona anaya, selamat dan sukses untuk karirmu" ucap hans yang baru saja menghampiri mereka ber tiga, bersama bosnya niko


"tank's you hans, dan terima kasih Ceo niko, untuk semua fasilitas hotel yang sudah anda berikan untik acaraku ini" jawab anaya dengan tersenyum pada kedua lelaki itu,


Niko hanya tersenyum dan menganggukan kepala, dirinya masih fokus menatap wanita yang ada di sebelah adiknya itu,


"itu sudah menjadi kewajiban kita, untuk memberi fasilitas terbaik kepada konsumen kita nona anaya" jawab hans pada anaya


"Bia, apa kau mau sesuatu" tanya riko


"Tidak mas, Aku Permisi Untuk Menemui kariawanku"


"Bia, kau santai saja, mereka belakukan tugas dengan baik, lagian kau di sini sebagai tamu undangan sekaligus kluargaku, tidak ada yang perlu kau khawatirkan, ada asistenmu bukan yang sudah kau tugaskan" gerutu anaya pada biana, yang akan melangkah pergi


"Mbaaaa" Protes biana


"Sudahlah hany, kau turuti saja, toh pemiliknya saja santai saja"


biana pun hanya tersenyum kecil


sedangkan niko yang mendengar riko memanggil biana dengan sebutan hany, mengepalkan tanganya,


"Cih apa mereka sudah bersama, dan kenapa aku tidak suka dengan cara anak tengik itu memanggil wanita aneh di sebelahnya " gerutu niko dalam hati


.


.


.


.


.

__ADS_1


***Hay guys, terus dukung aku yah, agar tetal semangat melanjutkan cerita ini,


Terima kasih***


__ADS_2