Wanita Itu Istri Tercintaku

Wanita Itu Istri Tercintaku
Pengakuan Hati


__ADS_3

"Bagaimana caranya aku mengetahui perasaanku sendiri" Biana merasa gundah pada perasaannya,


Ceklek..


"Ibuuuu" teriak Dev saat masuk kedalam rungan Ibunya, melemparkan tas sekolahnya asal membuat Biana terperanjat dari kursinya


"Heii Ada apa ko baru pulang langsung marah marah" Biana mendekati Dev yang duduk di sofa dengan Muka di tekuk


"Tadi waktu aku mau pulang sama Auntie Laras, ada orang yang ngaku ngaku Ayah Aku" Ucap Dev dengan cemberut


Deg


"Apa jangan jangan... "Biana langsung menutup mulutnya, Diringa menepis pemikirannya


"Aku ga mau punya ayah kaya orang tadi, Udah tukang maksa, nyebelin lagi, Ayah aku cuma Uncle Daddy ga ada lagi huaaa" Dev pun Langsung menangis kencang


"Jangan Nangis Sayang" Biana menenangkan Devan dalam pelukannya, fikiran Biana berkecamuk, khawatir jika Laki laki itu adalah Ryan, dia takut jika suatu saat Dev di bawa olehnya


Ceklek


" Boy ko nangis, ada apa" Biana langsung menoleh saat Niko membuka pintu dan berjalan kearahnya


"Daddy huaaa" Devan langsung berhambur kepelukan Niko, dan kembali menangis kencang, Niko langsung membawa kedalam gendongannya


"Sudah jangan menangis, Ada daddy di sini, sekarang cerita kenapa" Niko memenangkan Devan agar berhenti menangis


"Sepertinya Dev bertemu dengan Ayahnya tadi saat akan pulang sekolah" Jelas Biana


"Aku ga mau punya Ayah seperti dia Daddy, Ayah aku cuma Daddy Niko Ga ada lagi huaa" Niko merasa terharu saat Dev mengklaim dirinya lah ayahnya


"Iyah, Ayahnya Dev cuma Daddy Ga ada lagi, sekarang jangan nangis lagi oke" Dev langsung menghentikan tangisanya di pelukan Niko, namun masih


sesenggukan


"Bagaimana bisa Bia" Tanya Niko pada Biana


"Aku ga tau mas, tadi laras yang menjemputnya" Jawab Biana


"Permisi Mbak, ponakan Auntie Nangis kenapa" Ucap Laras saat masuk ke dalam ruangan Biana dan mendekati Dev yang masih terlihat sesenggukan di pelukan Niko


"Ras Apa tadi.. " Ucapan Biana terhenti saat Laras langsunh menjawabnya


"Iya Mba, tadi ada laki laki yang ngaku ngaku ayahnya Dev, dan mereka sempat berdebat, untung saja aku dateng tepat waktu, jadi aku berpura pura kalau Aku Mamahnya" Jelas Laras


"Tapi dia tetep ga percaya, dan malah ngancem aku, bener bener nyebelin"


Laras sudah tahu ayah Dev saat dulu Ryan mengancamnya akan membawa Dev, dirinya hanya berwaspada jika suatu saat Dev keluar dengan Laras dan bertemu Ryan di jalan, dan semua itu pun terjadi


"Makasih yah Ras udah jagain Dev" Ucap Biana


"Is Mba ini kaya ke siapa ajah, Devan juga udah jadi ponakan aku juga" Gerutu Laras,


Biana tersenyum, dirinya bersyukur karena banyak Orang di sekelilingnya yang menyayangi dan melindungi Anaknya


"iya iya, yasudah sana lanjut lagi, aku kayaknya mau bawa pulang Dev, Titip restoran yah Ras, Kalau ada orang yang nyariin aku bilang ajah ga ada, atau kalau kemungkinan penting kamu yang ngadep" Ucap Biana


"Oya Ras, Kalau Biana tidak bisa sempat jemput Dev, Biar saya saja yang menjemput, atau nanti saya suruh Asisten saya buat jemput bareng kamu" Ucap Niko sembari Melirik Biana yang terlihat akan protes akan ucapannya


"Dan saya tidak suka bantahan"

__ADS_1


"Dan itu juga harus ada ijin dariku" Ucap Biana


"Mas jangan lansung mutusin dong, kan aku orang tuanya" Ucap Biana sebal


"Aku juga orang tuanya, kamu tidak dengar Dev sudah menganggap aku orang tuanya, jadi aku juga harus ikut andil pada Dev"


"Tapi kamu hanya orang lain yang hanya di anggap Daddy oleh Dev, dia masih kecil belum tahu apapun" gerutu Biana


"Yasudah ayo kita percepat pernikahan kita, Biar Kita bisa menjaga Dev bersama"


"cih siapa yang akan menikah denganmu"


"Kita, siapa lagi" Jawab Niko santai, Biana hanya berdecik atas ucapan Niko


Sedangkan Laras tertawa melihat sahabat dan juga Niko bertengkar


"Sudah stop, mba mas, Dev tertidur tuh" Seru Laras menunjuk ke arah Dev yg tertidur di gendongan Niko, Niko dan Biana pun langsung menghentikan perdebatan mereka


"Ekhh Mas mau di bawa kemana" Seru Biana pada Niko yang berjalan keluar membawa Anaknya


"Katanya mau pulang ayo, tolong bawakan ponselku sekalian" Jawab Niko sembari berjalan keluar dari ruangan Biana


"Aku akan bawa pulang sendiri" Biana mengejar Niko, namun dia kalah cepat oleh Niko yang sudah membawa Dev kedalam mobilnya yang sudah terparkir di parkiran Restoran


"Ayo Masuk, apa mau pulang sendiri" seru Niko pada Biana yang sedang memasang muka cemberutnya


"Aku mau pulang sendiri, tapi Dev keluarin dulu, Aku mau pake taxi aja" Ucap Biana, Niko hanya tersenyum dan mendeki Biana lalu mendorongnya masuk kedalam Mobil


"Masuk Baby, tapi kalau kamu mau pulang sendiri silahkan, Biarkan Dev pulang dengaku"


Biana akhirnya dengan terpaksa masuk kedalal mobil Niko


"Biana, Maukah menikah denganku" Tanya Niko


"Iyah" Biana tidak sadar akan jawabannya, namun beberapa detik kemudian dia tersadar atas ucapan Niko, dirinya langsung memutar kepalanya menatap Niko yang sedang tersenyum padanya


"Aku ga mau"


"Iyah aku ga mau" jawab Biana cepat


"Jawaban Awalmu mengatakan Iya Biana, itu berarti kamu setuju Menikah dengan ku, jadi mulai saat ini kamu adalah calon istriku" Ucap Niko lalu menarik tangan Biana dan mengecupnya, Biana langsung menarik tanganya dari genggaman Niko dengan kasar


"Tidak ini tidak sah, dan mana ada orang mengajak Nikah ga ada romantis romantisnya" Biana langsung memukul mulutnya yang sembarangan Berkata,


"Apa yang kamu katakan Biana" Gumam Biana lirih


"Jadi kamu menginginkan suasana yang romantis" Tanya Niko


"Ti Tidak maksud ku bukan seperti itu" Jawab Biana sebal, dirinya merutuki ucapanya yang kelepasan, Merasa Niko seakan sedang di atas angin


"Akan aku lakukan Biana, dan ingat tidak ada penolakan" Ucap Niko


"Ayo turun, kita sudah sampai" Niko pun langsung keluar dari mobilnya dan membawa Dev yang masih tertidur nyenyak,


sedangkan Biana masih menggerutui atas ucapannya


Sampai di dalam apartemen Niko langsung menaruh Dev di dalam kamarnya dan menghampiri Biana yang sedang menuangkan Minuman kedalam gelas


"Aku lapar, bisa buatkan aku makanan" Ucap Niko lirih ke telinga Biana yang berdiri di belakangnya,

__ADS_1


Biana menegang saat merasakan hembusan nafas di telinganya


"Eheemm, akan aku buatkan" Ucap Biana lalu menyingkir dari Niko, Niko tersenyum melihat kegugupan Biana


"Thanks Baby" Ucap Niko, Biana hanya memutar malas bola matanya


Biana merasa tenang saat Niko sudah keluar dari apartemennya,


"Akhh akhirnya pulang juga tuh es batu" Gumam Biana sembari menepuk-nepuk dadanya,


"Kenapa setiap aku bersama dia jantungku berdetak kencang" Ucap Biana pada dirinya sendiri


"Ga mungkin kan aku ada perasaan sama manusia Es itu, kalaupun ada itu dulu sudah bertahun tahun saat aku pertama bertemu, dan sudah aku lupakan, atau perasaan itu kembali lagi" Biana bergumam dirinya merasakan bingung atas perasaannya,


Dia membayangkan kejadian saat dirinya sedang membuatkan makanan untuk Niko,


saat Biana sedang memasak tiba tiba Niko memeluknya dari belakang, dan itu membuat Biana kaget atas tindakan Niko


"Mas aku lagi masak dong tolong jangan ganggu" Ucap Biana memperingati Niko yang memeluk pinggangnya dari belakang,


"Sebentar sayang" jawab Niko lirih lalu mengecup bahu Biana,


Biana merinding saat Niko mengecup Bahunya di tambah kecupan Itu mulai merambat ke telinga Biana, membuatnya harus memiringkan kepalanya


"Mas gelii ihh" Kesal Biana menyingkirkan tangan Niko dari perutnya,


"Semoga Alex Junior segera hadir di sini Bia" Ucap Niko sembari mengusap perut rata Biana, Biana tertegun atas ucapan Niko, namun dirinya segera tersadar dan kembali menyingkirkan tanga Niko yang masih di perutnya


"Iya semoga segera hadir Niko Alexander Junior, tapi di wanita lain" Jawab Biana kesal


"Tidak ada wanita lain yang akan mengandung anak anakku selain kamu sayang" jawab Niko sembari mencium leher Biana


"Masss gelii, ini gosng nanti loh masakannya" Gerutu Biana,


Niko pun langsung melepaskan pukannya, namun langsung membalik Biana dan mengecup bibirnya dalam, Biana diam tertegung atas tindakan Niko, dadanya berdetak begitu tepat, dan mungkin saja laki laki yang di hadapannya mendengar


"Kamu itu kalau lagi kesel, bawel gemesinnn" Niko mencubit gemas pipi Biana, dan langsung mendapatkan pukulan di tanganya oleh Biana


"Sakiiitttt" gerutu Biana sembari memegang pipinya


"Daddy" Tangisan Dev yang memanggil Niko membuat Biana tersadar dari lamunan, dirinya berlari ke kamarnya menghampiri Dev


"Huaa Daddy mana Bu, Daddy" Seru Dev tang sudah menangis menacari Niko


"Daddy udah pergi sayang, kan harus kerja lagi" Ucap Biana, dirinya berusaha menenangkan Dev, agar menghentikan tangisanya


"Kenapa daddy ga nungguin Dev bangun dulu" Ucap Dev


"Daddy sibuk, Kan di sini ada Ibu, jadi Dev sama ibu ok" Jelas Biana, dirinya merasa Anaknya menjadi terlalu manja jika dengan Niko


,


,


,


,


Hayyy terima kasih yang sudah membaca karya ku ini๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜, sehat selalu yah semuaaa, jangan lupa tetap kasih dukungan buat akuuuu biar tambah semangat jiwa 45nya hehehehehe

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2