
Sudah dua hari Biana di Bandung, dan sudah Dua hari juga Kekasihnya tidak menghubunginya,
Bahkan saat Biana akan Berangkat ke bandung pun Niko tidak menemuinya, hanya memberikan pesan agar berhati hati, setelahnya tidak ada kabar, dirinya menghubungi ataupun mengirimkam pesan tidam ada jawaban satupun
"Mba, Kamu ga papa kan"Tanya laras yang sedang duduk memperhatikan Biana yang gundah,
"gapapa Ras, aku boleh minta seseuatu sama kamu" Ucap Biana
"Bener nih, dari tadi aku perhatiin mba ngecek HP mulu, di ajak ngobrol sama kariawan juga ga nyambung" Kata laras, Biana menghela nafas panjang lalu menatap Laras dengan serius membuatnya menjadi gugup
"Ras kamu balik ke kota dulu, Urus semua yang di sana" Seru Biana dengan nada yang terdengar dingin
"Lah memang mba mau kemana" Tanya laras
"Aku kayaknya mau di sini dulu, ada yang mau kerjain" Jawab Biana
"Terus nanti Devan gimana, Om Tante pasti bakalan nanyain mba terus" Seru Laras
"Kamu jangan khawatir Nanti aku hubungin mereka, Jadual Les Devan nanti kamu kasih tahu ke Orang Tua aku"
"Mba mau berapa lama di sini"
"Lebih dari sebulan"
"Whatt" Pekik Laras, Membuat Biana tersentak
"Lama bener mba, emang mba mau ngapain ajah di sini, Restaurant udah beres udah ada yang ngehendel"
"Mba ga percaya sama Danu kalau dia ga bisa megang restaurant" Ucap Laras berbisik, Biana menggelengkan kepalanya
"Bukan, aku masih pengin di sini dulu ajah" Jawab Biana
"Hmm, yasudah kalau gitu aku siap siap yah mba" Ucap Laras dan di angguki Biana
"Laras mau kemana Bian" Tanya Danu yang berjalan ke arahnya dan langsung di sebelahnya
"Mau balil dia" Jawab Biana
"Lo juga" Ucap Danu, Biana menggelengkan kepalanya
"Aku masih pengin di sini dulu" Ucap Biana,
"Yaudah Gue balik kerja yah" Danu pun meninggalkan sendirian Biana di Ruangan yang sengaja dia desain untul ruang kerjanya
Drrttt Drrrrttt
Biana menatap ke ponselnya, dan memperlihatkan nama yang beberapa hari ini menghilang tanpa kabar
"*Es Batu🖤" Gumam Biana tersenyum kecil
"hallo*" Ucap Suara yang terdengar dingin
"Hallo Mas, kamu baik baik aja kan" Tanya Biana
"Aku sedang tidak baik, kamu bisa kesini" jawab Niko
"kamu ga papa kan, Tapi aku ada di bandung mas belum balik" Kata Biana dengan khawatir
"Aku berada di bandung Bia" Ucap Niko
Biana terkejut karena ternyata laki laki yang beberapa hari ini dia khawatirkan ternyata berada di kota yang sama
"Ko ga ngasih kabar sih" Tanya Biana
"Kamu ke sini yah, nanti aku jelasin, sebentar lagi jeams datang jemput kamu ke restaurant" kata Niko memutuskan panggilannya sebelum Biana menjawab
"Iyaa Mas tapi hallo hallo" Seru Biana
__ADS_1
"Lah ko di matiin"
Drrrrtttt Drrrttt
Jeams
"Hallo jeams" Ucap Biana
"Hallo Nona, saya sudah berada di luat restaurant anda" Ucap Jeams
"Baik jeams, Tunggu sebentar" Jawab Biana lalu bergegas keluar dari ruangannya
"Bian, mau kamana" Tanya Danu yang sedang berdiri di meka kasir
"Gue Cabut sebenatar, bilangin sama Laras kalau mau pulang langsung ajah, jangan nungguin Gue" Jelas Biana lalu bergegas kelaur dari restaurant tanpa menunggu jawaban Danu
"Lahh langsung gas ajah" Ucap Danu
"Dan, kemana Bos, masih di ruangannya" Tanya Laras yang baru saja datang
"Pergi Noh ga tau mau kemana, katanya lo kalau mau balik, balik ajah ga perlu nungguin" Jelas Danu lalu berlalu meninggalkan Laras
"Dan, gue boleh Minta sesuatu sama Lu" Seru Laras, Danu pun menghentikan jalannya dan menghadap ke Laras
"Tolong jagain, dan awasin Mba Bian" Ucap Laras, Danu Mengangkat satu alisnya masih tidak mengerti ucapan Biana
"Lo nyuruh Gue jagain Biana, yang ada gue yang bakalan di jagain sama Dia, emang lo ga tau kalau di punya sabuk Hitam" Ucap Danu, lalu menutup mulutnya karena sadar sudah salah mengucapkan kata keramay yang sudah Biana peringatkan
"Siapa yang pun sabuk Hitam" Tanya Laras
"Gu Gue yang punya sabuk hitam," Kata Danu gugup
" lo tenang ajah gue bakalan jagain Biana" Jelas Danu
"Owhh, Ok bagus deh kalau Lo ternyata juga Punya bela Diri" Ucap Laras, lalu meninggalkan Danu
"Haduhh hampirrr ajah Nih mulut, untung ajah tuh Anak ga Curiga, kalau tau Biana punya sabuk Hitam, bisa di bogem mentah Gue" Gurutu Danu pada dirinya sendiri dengan memukul Bibirnya yang hampir membuat identitas Biana yang asli terbongkar
🍃
"Kita mau kemana Jeams, Niko baik baik aja kan, kalian kenapa di hubungin dari kemarin ga ada yang bisa, aku kirim pesan ga ada yang jawab" Tanya Biana dengan Banyak pertanyaan,
"Kita akan ke Hotel Nona, Tuan Niko Baik baik saja" Jawab Jeams
"Aku tau Jeams kamu nyembunyiin sesutau dari aku" Ucap Biana, namun tidak ada lagi jawaban dari jeams, membuat Biana berdecak kesal, dan memilih membuka ponselnya untuk mengirim pesan pada orang tuanya
"Pak, Biana tidak bisa pulang cepat, ada yang harus Biana urus di sini, tenang saja Biana baik baik saja ko, oya pa jadual kegiatan Devan di sekolah sudah aku kasih ke Laras, nanti biar Laras saja yang ngurus, Bapa Mama jangan terlalu capek yah, Miss you Bapa Mama"
Biana pun mengirimkan pesan pada orang tuanya, karena tidak bisa kembali dengan cepat sesuai janjinya
Ting,
Biana tersenyum karena Ayahnya langsung membalas pesanya
📩 Bapak Negara "Hati hati di sana, jangan lupa makan dan tidur yang cukup, jaga kesehatan kalau ada apa apa hubungin bapa langsung yah, Devan juga ga Nanyain kamu, dia lagi asik main sama Nak Riko katanya teman kamu Bian, waahh ternyata banyak juga laki laki yang deketin anak bapa ternyata"
Biana mengerutkan Keningnya, saat membaca Pesan ayahnya Jika Riko sedang bersama Devan
"Iyah pak, Mas Riko temen aku, Adiknya Mas Niko, calon suaminya Siska" Balas Biana
"Nona, Mari kita sudah sampai" Biana tersentak karena Jeams yang ternyata sudah berdiri membukakn pintu untuknya, Biana bergegas turun dan mengikuti Jeams masuk ke dalam Hotel,
"Hotel Lexan"
Biana tersenyum membaca Nama hotel milik Kekasihnya
Jeams dan Biana sudah berada di lantai paling atas hotel itu,
__ADS_1
Ting tong
beberapa detik Jeams menekan Bell, pemilik Kamar itu pun membukakan pintunya, dan memperlihatkan Laki laki yang terlihat sangay lusuh dan kecapaian, Biana yang awalnya tersenyum langsung khawatir
"Tanks Jeams, kamu bisa pergi" Ucap Niko, Jeams pun langsung undur diri
Biana langsung di tarik oleh Niko untuk masuk ke dalam Kamarnya, saat niko menutup pintu dirinya langsung memeluk Biana, membuat Biana tidak bisa bergeming
"Mas, Are you Oke" Tanya Biana yang masih dalam dekapan Niko, namun Tidak ada jawabm darinya,
Biana berusaha melepaskan Pelukak Niko agar dirinya bisa menatap Kekasihnya
"Seperti ini dulu Sayang" Ucap Niko dengan suara serak, Biana pun akhirnya mengalah, dan membalas pelukan Niko, mengusap pungungnya
Setelah beberapa Menit berpelukan, Niko akhirnya melepaskan Biana, dan menatap wajah yang sudah dua hari ini tidak dia temui
"Maafin aku sayang, kamu pasti khawatir kan ga ada kabar dari aku" Ucap Niko
"Ck, Siapa yang khawatir, jangan kepedean Deh" Jawab Biana cuek, padahal dalam hatinya dirinya merasa bahagia karena bertemu kembali dengan Kekasihnya
"Seriuss ga khawatir ga kangen" Tanya Niko dengan menaikkan satu alisnya
Biana yang masih dalam dekapan Niko menggelengkan kepala
"Engga, terus ajah kaya gitu gapapa ko, berhari hari juga gapapa, dua hari terlalu singkat, tapi jangan harap setelahnya kamu bakalan nemuin aku, aku bakalan pergi tanpa kabar seperti yang kamu lakuin, biar kamu tau gimana rasanya khawatir" Ucap Biana cemberut, Niko tersenyum mendengar ucapan Biana, lalu mengecup keningnya
"Aku janji ga bakalan kaya gini lagi maaf yah akhir akhir ini aku banyak yang harus aku selesaikan" Jelas Niko, Biana masih saja dengan raut muka Cerberutnya dan itu membuatnya merasa Gemas,
Awalnya Niko tidak ingin menghubungi Biana terlebih dahulu selama dirinya Menangani kasus yang menjerat management Hotelnya di Bandung,
Dan akhirnya pertahanannya runtuh, dirinya terus terusan merasa gusar, di tambah Biana yang juga berada di bandung juga, membuatnya semakin tidak bisa mempertahankan kerinduannya
"Mas sekarang jelasin kenapa tiba tiba di sini, terus ga ngubungin aku lagi" Tanya Biana pada Niko yang sedang memejamkan matanya di pangkuannya
"Hmmm, ada yang harus aku urus di sini " Jawab Niko singkat masih dengan mata terpejam
"Terus kenapa ga ngubungin aku, dihubungi juga susah banget" Ucap Biana denga nada sedih
Niko membuka matanya, dan langsung terbangun dari pangkuan Biana saat melihat wanitanya yang sedang mengusap air matanya
"Haii jangan nangis, Aku ga ngasih kabar karena aku harus selesaikan masalah ini" Kata Niko lalu mengusap Air mata Kekasihnya
"Yang peting kan udah ketemu, aku juga baik baik ajah"
"Kamu tu ga rasain gimana khawatirnya aku, ga ada kabar di hubungin ga bisa ga kamu ga Jeams, aku takit kamu kabur sama cewe lain" Seru Biana membuatnya kembali menangis
"Masalah apapun yang sedang kamu hadapin, bicara sama aku biar aku tahu apa yang sedang kamu hadapin, walaupun aku mungkin aku ga bisa bantu kamu, tapi setidaknya bicara jangan buat aku khawatir tiap hari, sampai ga ***** buat makan, buat kerja, ga bisa tidur" Jelas Biana khawatir, Niko membawa Biana kepelukennya, Dirinya merasa bersykur karena dirinya mendapatkan wanita yang seperti Biana
"Sudah makan" Tanya Niko, Biana hanya menggelengkan kepalnya
"Kenapa auuuuu" Rintih Niko karena Biana mencubit perutnya
"Suka yah cubit cubit" Ucap Niko lalu membawa tangan jari Biana ke dalam mulutnya
"Saakiittt" teriak Biana karena Niko menggigit jarinya
"Habis suka banget nyubit nyubit"
"Biarinnn" Jawab Biana dengan nada kesal, Niko menggelengkan kepalanya
Cup
Niko mengecup Bibir Biana yang menggemaskan jima, sedang cemberut
"Mass"
Cup, Niko mengecup pipi Biana, namun bukan hanya pipinya saja namun juga seluruh wajah Biana dari kening mata, pipi hidung dan berakhir lama di bibirnya yang sudah membuat Niko merasa kecanduan.
__ADS_1
,
,