
"Bia, kamu lagi ga bohong kan" Tanya Anaya yang masih tidak percaya setelah mendapatkan penjelasan dari Biana yang ternyata sudah mengenal Niko lama
"Iya Mba, masa aku mau bohong" Kata Biana dengan malas
"Jadi yang nolong Niko waktu itu kamu" Tanyanya lagi pada Biana
"Iya, itu kejadian waktu aku habis dari rumah mba atau apa yah lupa hehehe"
"Jodoh ga ada yang tahu" Ucap Anaya
"Oya Pak Ali sama mama udah tau kalau kamu di eaaa sama Niko" Tanya Anaya dengan Nada meledek
"Rencananya nanti kalau mereka sudah sampai ke sini, aku akan berbicara"
"Oh, oke deh aku dukung ajah yang terbaik buat kamu" Ucap Anaya tersenyum
Setelah kepergiannya dari restoran, Anaya langsung mendatangi Biana untuk meminta penjelasan, Dan benar saja apa yang di katakan laras dan lebih lebih yang membuat terkejut karena Biana dan Niko sudah pernah bertemu beberapa tahun lalu, we'll jodoh memang tidak ada yang tahu
"Devan Apa kamu senang punya daddy baru" Tanya Anaya pada Devan yang sedang asik membongkar pasang mainannya
"Senang auntie, Aku senang karena bentar lagi daddy bakalan tinggal bareng Dev" Sahut Devan lalu berlari ke pelukan Anaya
" Auntie juga bahagia kalau kamu juga bahagi, Dev besok mau tidak foto lagi di kantor Auntie" Tanya Anaya, Biana mengangkat satu alisanya mendengar ucapan Anaya
"Maau, Tapi boleh ga sama Ibu" Ucap Dev lalu mentap Ibunya seakan bertanya
"Boleh kan Bu, aku foto di kantor Auntie" Tanya Devan
"Foto apa dulu sayang kalau foto mod.. "
"Pliss Bian Aku membutuhkan model anak kecil buat model pakaian anak yang baru saja di produksi, kemarin sudah ada modelnya. tapi gagal karena tib tiba sakit,, ya udah karena pas di itu ada Devan di kantor jadi aku ajak Devan dan di juga sepertinya suka hehe" Ucap Anaya memohon, Biana hanya menghela nafasnya
"Mba kenapa ga bilang dulu sih sama aku" Tanya Biana
"Yaa ya sorry, waktu itu mendesak Bia, dan aku bingung mau kemana lagi" Ucap Anaya
"Yah plis izinin, satu produk ini ajah, setelah itu ga lagi"
__ADS_1
"Hmmm, Oke deh, janji yah satu produk, setelah iti ga lagi, soalnya Devan masih kecil masih harus belajar bukan kerja" Ucap Biana menghela nafas
"Yeey, Devan besok oke ikut Auntie lagi, Auntie janji bakalan kasih apa yang Devan mau " Ucap Anaya pada Devan
"Tapi Besok kan Devan mau ikut jemput kakek " Ucap Devan
"Oh iya yah, tpi kan besok Devan juga sekolah,
Devan tetep ga bisa ikut jemput kakek" Kata Anaya tersenyum, Devan langsung cemberut atas Ucapa Anaya
"Yaudah kalau gitu besok Devan ga sekolah" Ucap Devan pada ibunya
"No ibu ga setuju, besok Devan tetap harus sekolah, nanti di marahin sama Missnya mau kalau Devan masuk" Devan menggelengkan kepala
"jadi Devan harus sekolah, Kan bisa ketemu pas Devan pulang, ibu juga lupa ngasih tau Devan, besok Uncle Niko juga ga bisa ikut, trus ga bisa nganterin Devan sekolaha" Kata Anaya, Devan kembali Murung karena Niko juga tidak bisa mengantarkannya sekolah
"Besok biar tante dan Uncle Andre yang Jemput Devan gimana mau" Tawar Anaya pada Devan, Devan pun mengangguki
"Siip Deh, Nanti kalau Devan udah selesai pemotretan Biar Uncle Niko yang jemput" Ucap Anaya
"Daddy, bukan Uncle" Sahut Devan
Setalah kepergian Anaya, Biana di buat pusing oleh Devan yang tidak ingin tidur sebelum menghubungi Niko, Biana menolak menghubungi Niko karena teringat ucapannya jika dia akan sibuk hingga tengah malam, akhirnya setelah membuat Drama, Devan pun terlelap tidur di pangkuannya yang saat ini sedang terduduk di sofa,
Saat Biana akan mengangkat Devan ke kamarnya dirinya di kagetkan oleh suara pintu yang terbuka, yang ternyata adalah Niko
KLik
"Haiii, sebentar biar aku yang angkat" Niko terkejut saat masuk ke dalam Apartemen, melihat Wanitanya yang akan membawa Devan ke dalam kamar, Dirinya pun langsung mendekati dan mengambil alih Devan untuk di pindahkan ke kamarnya
"Cape" Tanya Niko saat keluar dari kamar Biana, dan mendekati wanitanya yang sedang terduduk di sofa, dia pun ikut terduduk di Sebelahnya
"Engga, udah malem ko kesini, ga pulang" Tanya Biana
"Tadinya mau pulang, cuma udah cape jalan ke Villa jadi ke sini ajah, kangenn" Ucap Niko lalu merangkul bahu Biana dan mencium pipinya
"Mandi ikh bau"Kata Biana dengan tangan yang menutupi hidungnya
__ADS_1
"Aku udah mandi, waktu mau pulang, kamu kali nih yang belum mandi" Ucap Niko, Biana baru tersadar jika dirinya belum juga membersihkan dirinya, Dirinya pun tersenyum pada Niko,
"Aku mandi yahh" Ucap Biana lalu berlari kedalam kamarnya, Niko langsung tertawa mslihat tingkah Biana
🌹🌹🌹
"Akhirnya sampai juga yah Pak" Ucap Mama Ani yang langsung duduk saat sampai di apartemen Biana, di ikuti oleh Pak Ali
"Iyah, makanya bapa ga suka perjalanannya jauh, udah Tua, Udah ga kuat lagi" Sahut Pak Ali yang di Angguki Istrinya
"Devan mana Na, ko ga keliatan" Tanya Mama ani pada Biana yang sedang membuatkan minuman
"Harusnya jam segini udah pulang, cuman lagi di ajak sama Anaya ke kantornya" Jawab Biana
"Owhh, Mama cape mau istirahat" Ucap Mama Ani lalu berlalu masuk ke dalam kamar Biana
"Ma, itu kamar Biana kamu di kamar sebelahnya mungkin" Seru Pak Ali saat Mama Ani akan masuk ke dalam kamar Biana
"Yang mana ajah Ma terserah" Sahut Biana
"Biarin ajah pa, Mama udah cape banget kayanya, Bapa juga istirahat"
"Nanti ajah, Bapa masih pengin ngopi" Jawab Pak Ali
"Pa, Biana kayaknya harus balik lagi ke Restoran Deh, Soalnya lagi rame Banyak kerjaan juga" Kata Biana pada Pak ali yang sedang menyesap Kopinya
"Iya, hati hati, tapi berangkat sama siapa" Tanya Pak Ali
"Sama supir tadi Pak, Biana kan belum ada mobil, Ada sih tapi hehehee Biana titipin di rumah Mba Anaya" Sahut Biana
"Ya udah besok ambil, Biar Bapa yang ngantar jemput kamu sama Devan, Bapa kan juga bisa bawa mobil" Ucap Pak Ali
"Iyah, Nanti aku bilang ke Mba Anaya, Ya udah aku berangkat yah pak, Makanan sudah Biana sediain di meja makan, nanti tinggal di panasin" Ucap Biana menyalami Ayahnya dan bergegas keluar dari Apartementnya
"Devan Siapa yang ngaterin pulang" Seru Pak Ali saat Biana sudah di luar pintu
"Mas Niko" Sahut Biana dan berlalu masuk ke dalam Lift
__ADS_1
"Mas Niko" Gumam Pak Ali menaikan satu alisnya mendengar Biana menyebut Nama laki laki