
"Biana" Biana yang sedang duduk di bangku taman, menatap ke arah laki laki yang sedaag berjalan ke arahnya dengan tersenyum
"Maaf yah lama" Ucap Riko lalu mengecup singkat kening Biana
"Engga ko aku ajah baru beberapa menit sampai" Jwab Biana tersenyum
Hening, Cukup lama di antara mereka terdiam, tanpa ada yang memulainya untuk berbicara
"Mas"
"Biana" Seru mereka bersamaan
"Iyah Biana" Ucap Riko
"Kamu saja dulu mas"seru
"Biana kamu mungkin sudah tahu kenapa aku mengajakmu kemari" Ucap Riko, Biana mengangguk
"Jadi apa keputusanmu" Tanya Riko menatap Biana yang sedang tertunduk
"Maaf Mas" Ucap Biana
"Untuk"
"Aku tidak bisa membalas perasaanmu" Riko Tersenyum
"Apa kamu bahagia" Tanya Riko
"Apa kamu tidak marah" Bukannya menjawab Biana berbaalik bertanya
"Why, marah itu pasti, tapi cinta tidak bisa di paksakan bukan begitu Biana Ayu"
"aku bahagia jika kamu juga bahagia, yahh walaupun ada rasa terluka dan kecewa karen kamu tidak bisa membalas perasaanku"Kata Riko sambil menunjuk dadanya
"Tapi it's oke, itu semua akan cepat belalu"
"Maaf" Lirih Biana
"Tidak ada yang perlu di permaafkan Biana, itu hakmu untuk mencintai orang lain termasuk kakaku sendiri, bukanlah aku sudah berkata tidak akan memaksamu untuk membalas perasaanku, namun aku akan menunggumu sampai kamu bisa membalas perasaanku"
Biana terharu atas perkataan Riko, sejak tadi dirinya gelisah jika Riko akan kecewa padanya
"Aku akan menunggumu sampai cintamu itu Habis, , ingat datang padaku jangan ke orang lain, hatiku terbuka lebar menanti kehadiranmu"
Plakk
Biana memukul lengan Riko kencang membuatnya meringis merasakan sakit
"Oh tuhan, semoga saja kakaku tidak akan menerima KDRT di rumah tangganya au au au, ampun ampun" Riko kembali meringis saat pinggangnya Biana cubit
"Kamu kira cinta itu permainan kalau udah bosen di tinggal" Gerutu Biana
"Tapi banyak orang mempermainkan Cinta" Kata Riko
"Nyindirrr terooss"Seru Biana
__ADS_1
" Emang kamu merasa"Tanya Riko
"Tau akh" Sinis Biana, Riko mengacak rambut Biana gemas, dan membawanya ke dalam pelukannya
"Biar seperti ini sebentar Bia, aku takut setelah ini aku tidak bisa memelukmu lagu" Ucap Riko dengan suara tertahan, Dirinya merasakan sakit namun tidak bisa ia perlihatkan pada wanita yang dia cintai,
Biana pun membalas pelukan Riko
"Kamu akan bahagia mas, dengan istri dan anakmu nanti, it's oke mungkin kamu saat ini masih belum bisa menerima Siska, tapi seiring berjalannya waktu, kamu akan menerimanya" Ucap Biana sembari melepaskan pelukannya, Riko tersenyum dan mengecup keningnya
"Ini yang membuat ku mencintaimu Bia, Walaupun kamu cerewet, ngambekan, bar bar, tapi kamu wanita yang baik dan tulus, Apa kamu tidak bisa mempertimbangkan lagi Cintamu untukku"
"Tidak ada yang perlu di pertimbangankan Riko" Seru Seseorang
Biana dan Riko menoleh menatap laki laki yang sedang berdiri dengan raut wajah yang tidak bisa terbaca
"Mas Niko"Ucap Biana lalu mendekatinya
"Kita pulang" Seru Niko datar, Riko berdecak pada kakanya
"Bian, ingat perkataanku tadi, Dan Ka aku percaya kamu bisa membahagiakan Biana, tapi ingat aku tidak akan membiarkan dia terluka karena jika sampai itu terjadi aku akan merebutnya darimu" Ucap Riko lirih di telinga Kakaknya, Niko tersenyum dan meneput bahu adiknya
"Kamu tenang saja, aku tidak akan membiarkan Biana menangis karena kesedihan, tapi menangis bahagia" Ucap Niko
"Ayo sayang, Devan sudah waktunya pulang" Ucap Niko menggandeng Biana, namun langkahnya terhenti dan kembali berbaljk menatal Riko
"Dan Rik, kamu pastikan Siska tidak terjadi apa apa Di Rumah sakit" Riko menyeringai mendengr ucapan Kakanya
"Aku khawatir dia akan berbuat seperti saat kamu akan membunuh anaknya" Niko pun berjalan dengan Biana yang di genggam dengan erat, hingga membuatnya meringis kesakitan
"Mas sakit, lepasin aku bisa jalan sendiri"Ucap Biana berusaha melepaskan genggam Niko, namun lelakinya seakan tidak mendengarkan, dirinya pasrah jika Niko seperti ini pasti sedang dalam keadaan emosi
Niko menjalankan Mobilnya dengan kecepatan tinggi, membuat Biana memekik ketakutan
"MAS, jangan kenceng kenceng, gimana kalau nanti terjadi kecelakaan" Seru Biana, dan Niko masih bungkam tidak mendengarkan ucapan Biana
"Kalau kamu masih seperti ini, aku akan loncat sekarang dari mobil" Teriak Biana, Niko pun langsung meminggirkan mobilnya dan berhenti, lalu menatap Biana tajam
"Puas sekarang Hah, jangan mengajakku bunuh diri, aku masih ingin hidup, Dev membutuhkanku dan juga orang tuaku, dan aku juga belum bertemu dengan orangtua kandungku" Biana terisak, membuat Niko kembali emosi dan memukul kemudinya
"Aku akan menjemput Dev sendiri" Ucap Biana lalu membuka pintu mobil, namun saat akan keluar Niko langsung menariknya, dan membawanya dalam pelukan
"Maaf, maafkan aku sayang" Ucap Niko pada Biana yang masih terisak di pelukannya
"Aku janji tidak akan seperti ini lagi, tidak akan membuatmu kecewa, aku tidak ingin kamu menghilang lagi Bia" Kata Niko
"Aku cemburu saat melihat kamu sedang di dalam pelukan Riko, aku marah saat Riko menciummu"
Biana melepaskan pelukan Niko dan metanap padanya
"Kamu cemburu pada adikmu sendiri" Tanya Biana
"kamu berfikir yang tidak tidak padaku dan Mas Riko" Niko teridiam
"Kamu tidak percaya akan perasaanku"
__ADS_1
"Aku mempercayai perasaanmu padaku Bia, tapi aku ga bisa melihat kamu di peluk bahkan di cium laki laki lain, dan itu adikku sendiri dan juga mantannya" seru Niko dengan emosi,
Biana tersenyum mendengar ucapan Niko, memang walaupun mereka kaka beradik sifat mereka benar benar bagaikan langit dan bumi
"Jangan posesif, aku bertemu dengan mas Riko karena ingin mengakhiri hubungan kita dengan cara yang baik baik, aku tidak ingin dengan adanya hal seperti ini, silaturahmi kita yang bertahun tahun terputus" Jelas Biana
"Aku tidak akan membiarkan orang lain menyentuhmu Bia, orang lain memilikimu selain aku"
"Iyah aku percaya my posesif" Ucap Biana tersenyum, Dirinya mengecup pipi Niko agar amarahnya mereda dan benar saja, laki laki itu langsung menyambar bibirnya, ********** dengan lembut yang lama kelamaan menjadi saling menuntut, Ciuman mereka berlangsung cukup lama tanpa ada yang ingin menyudahinya, hingga Biana mendorong dada Niko karena merasa membutuhkan oksigen
"Bibirmu itu sudah menjadu canduku, jadi aku tidak akan membiarkan siapapun memilikinya" Lirih Niko di telinga Biana membuat pipi biana meraskan panas
"Ayo kita jemput Dev" Ucap Niko, Biana hanya menganggukan kepalanya
🌹🌹🌹
"Apa yang akan kamu lakukan Hah, kau ingin membunuh anakku" Riko memegang pipi Siska dengan Keras,
Saat ini Riko berada di Rumah sakit, karena menggagalkan rencana Siska yang akan menggugurkan anaknya
"Untuk apa aku mempertahankan anak ini, jika ayahnya saja tidak menginginkannya, Bukankah kamu juga akan merasa senang jika anak ini tiada, dan kamu akan bebas hidup bahagia dengan wanita itu" Ucap Siska tidak kalah sengit
"Aku sudah memberitahumu untuk bersabar sedikit Siska, Bersabar untuk menyelesaikan masalahku" kata Riko dengan dingin
"Hahahaa kau akan menjadikan aku dan anakku pelampiasan, karena cintamu tidak terbalas" Seru Siska, Riko kembali terpancing emosi, dan mencekik lehernya
"Sepertinya kamu memang menginginkan kematian, jika memang itu yang kamu ingin, akan aku kabulkansekarang Siska" Ucap Niko dingin, Siska kembali kelabakan saat Riko mencekiknya dengan Erat
"Ma maafkan a aku, p plis le le lepaskan, ja jangan bunuh anakmu" Ucap Siska terbata, Riko pun melepaskan cengkramannya saat Siska hampir kehilangan Nafas
Uhuk.. uhukk uhukk
"Aaiirr" Pinta Siska, Riko langsung mengambilkannya
"A Auu sakitttt" Erang Siska merasakan sakit di perutnya, Riko pun langsung memanggil Dokter
"Dokter dokter" Teriak Riko kencang, Dokterpun langsung masuk dan menangani Siska
"Sepertinya Nona Siska mengalami pendarahan, terlihat dari darah yang mengalir di pangkal pahanya" Jelas Dokter, Riko merasakan frustasi atas yg dia lakukan
"Sebaiknya Tuan menunggu di luar dulu, Biar kami yg menanganinya"
"Tolong dok Selamat Anak dan istriku" Mohon Riko
"Akan kami usahakan Tuan" Riko pun keluar dari ruangan itu, dan menunggunya dengan cemas, dirinya merasa bersalah atas tindakannya tadi,
"Jika kamu bertahan untuk papa, papa janji sayang, akan menyayangi dan menerima kehadiran mu di kehidupan papa" Ucap Riko yg sedang berdiri menatal kedalam ruangann
,
,
,
.. Yeuyyy, Akhirnya guys selama hampir 5Bulan pengajuan kotrak akhirnya baru bisa lulus di episode kemarin, terima kasih yg masih setia dan mendukung cerita ini heheeee,
__ADS_1
semoga kita dalam keadaan sehat selalu, biar author bisa terus membuat episod2e lainnya, dan biar teman teman WIIT masih tetap bisa membaca karya ini, Aamiin
Terima kasih