Wanita Itu Istri Tercintaku

Wanita Itu Istri Tercintaku
kembali bertemu 2


__ADS_3

riko yang mendengar kakanya berbicara pun langsunh berdejak kesal,


"Ka, kenalkan dia biana, teman kerjaku dulu saat di pabrik milik paman henry" ucap riko pada niko


"halo hany, kenapa kau juga melamun hhmmm" ucap riko lagi sembari melambaikan tangan ke muka biana yang terlihat juga bengong


"hahh iyah, maaf, tadi kau bilang apah" tanyanya lagi biana, membuat riko dan anaya menggelengkan kepala


"biana, perkenalkan laki laki yang di sebelahmu itu, temanku saat kecil dulu, entahlah sekarang" seraya mengangkat bahunya " kakaknya riko, bos mafiamu ini" ucap anaya,


riko yang mendengarpun berusaha menahan tawa, karna melihat muka kakaknya yang terlihat kesal.


biana pun menganggukan kepala


"ohh yaa, perkenalkan saya biana" ucap biana, seraya menjulurkan tanganya untuk berjabat


dan hanya di jawab singkat oleh niko


"Niko" jawabnya, tampa membalas jabatan tangan dari biana


biana yang mendapatkan sambutan seperti itupun hanya tersenyum masam, dan langsung mengambil tanganya kembali


"Cih dasar, dia kira dia siapa, cakep sih, tpi sayang kaya es batu" gerutu biana dalam hati,


mereka berempat pun makan siang, dengan diiringi tawa oleh riko dan juga anaya, yang sibuk menceritakan masa bocah mereka,


sedangkan niko tetap tenang dengan makananya, tanpa suara sedikitpun,


dan biana hanya menjadi pendengar, sesekali melihat kearah gadgetnya,


hingga semua memalingkan muka ke biana saat dirinya tersedak saat melihat isi pesan dari handphone nya


niko dan riko pun reflek langsung memberi minum secara bersamaan, namun biana yang mendapatkan reaksi seperti itu langsung kaget, dan mengambil minumnya sendiri,


" kau tidak apa apa" tanya niko dan riko bersamaan


biana pun hanya melambaikan menganggukan kepalanya, bahwa dirinya baik baik saja


anaya yang melihat kedua kaka beradik itupun hanya menggelengkan kepalanya,


"benar biana kau baik baik saja" tanya anaya dengan menyelidik,


karna dia perhatikan dari tadi, biana sesekali melihat handphonya, dengan alis yang berkerut.


"iyah aku baik baik saja" ucap biana dengan gugup, "maaf aku permisi dulu, ada panggilan yang harus ku jawab" biana pun langsung bergegas pergi meninggalkan mereka bertiga


"Ada apa dengan biana sepertinya ada sesuatu" tanya riko pada anaya

__ADS_1


"Tidak tahu, aku lihat dari pagi dirinya datang sudah gusar, tidak lepas dari handphonya, mungkin ada masalah yang terjadi" jawab anaya, yang masih sibuk dengan makananya


"apa kau tau.." namun belum selesai riko bertanya lagi pada anaya, niko pun langsung memotong perkataan adiknya


"Tidak usah ikut campur urusan orang lain, habiskan makananmu, dan kembalilah ke kantor, bukankah jam 3 sore nanti kau ada rapat, dengan para petinggi" tegas niko pada adiknya, yang bersiap akan bangkit dari duduknya, dan pergi meninggalkan mereka berdua


saat niko sedang berjalan menuju toilet,


dirinya tidak sengaja melihat biana yang sedang berbicara di telfon penuh emosi, bukanya pergi niko malah seakan akan ingin tahu apa yang membuat wanita itu begitu marah


"Dengar, Jika berani mengusik kehidupanku, dan juga anaku, aku pastikan kau akan menyesalinya" ucap biana dan langsung mematikan telfon,


namun saat biana akan pergi dirinya melihat niko sedang berdiri tidak jauh darinya, seperti seorang yang sedang menguntit,


biana pun mendekati sosok laki laki yang biana sebut es batu itu


"Apakah selain menjadi ceo, anda juga suka menguping pembicaraan orang" cibir biana, dan langsung pergi sebelum niko menjawab,


"apa magsudnya ini, siapa yang menguping siapa, dasar wanita tidak jelas" ucap niko dengan bingung


Biana pun kembali menghampiri anaya dan riko yang sedang asik berbincang


"Maaf lama" ucap biana denga tersenyum


"mba ana, aku harus pergi kesuatu tempat" ucapnya kepada anaya dengan senyum manisnya,


anaya yang sudah tau magsud dari perkataan biana pun langsung mengerti,


"kamu mau kemana bia" tanya riko


"Aku harus kesuatu tempat mas, ada pekerjaan yang harus aku selesaikan" jawab biana yang akan berlalu pergi


"Aku antar yah" riko pun langsung berdiri, namun langsung di tolak biana


" Tidak usah mas, mba aku pergi yah, bay mas riko sampai jumpa" jawabnya langsung pergi dengan buru buru


"bia.. " panggil riko


"Rik, cepatlah, jangan sampai para petinggi menunggumu " tegas niko, yang sudah kembali ke meja makan mereka, dan langsung pergi keluar testoran


"pergilah rik, jangan sampai singa jantan itu kambali mengaung" Timpal anaya dengan tawa kecilnya.


riko pun hanya menghembuskan nafas beratnya


"baiklah, aku ke kasir dulu"


"sudah pergilah, anggap saja aku sedang menyambut kepulanganmu"

__ADS_1


"ok ok, aku pergi, bay ana, sampai jumpa" seru riko dan langsung pergi meninggalkan restoran.


"Hans, apa kau marah menungguku terlalu lama" tanya niko pada hans, karna niko perhatikan hans hanya diam tidak ada suara, dengan wajah yang murung, seperti habis di omeli kekasihnya


"Tidak" jawab singkat hans


"Lalu, kemana hans yang biasa cerewet itu" ucap niko dengan nada meledek


"Niko, apa kau tadi pagi membawa mobilmu dengan kecepatan tinggi, hingga menimbulkan korban jiwa" tanya hans dengan tegas


niko yang mendengar pun kaget akan ucapan hans, bukan kaget karna pertanyaanya, namun karna ucapanya yang seakan2 marah terhadapnya,


"Ayolah hans, jangan di bawa emosi, aku hanya membawa mobil dengan kecepatan tinggi,


tidak sampai menabrak orang, apa lagi sampai menimbulkam korban jiwa" Jawab niko


"Cih kau tau, tadi saat aku sedang menunggumu, tiba tiba ada wanita yang mendekatiku, aku kira dia akan berkenalan dengan ku, karna tersenyum saat mendekat, namun ternyata aku di omeli habis habisan, dan apa,, dia hampir merusak kaca mobilmu, untung saja aku ancam, kalau tidak sudah habis mobilmu ini" gerutu hans penuh emosi


"memang apa yang kau lakukan, sampai kau di omeli wanita sampai wajahmu masam begitu" tanyanya lagi niko


"Bukan aku tapi kau, dia mengomel, karna bajunya basah terkena cipratan air tadi pagi,


dia bilang karna aku membawa mobil dengan kecepatan tinggi dan melewati genangan air sampai membuat baju dia basah, bahkan aku sudah bilang mungkin dirinya salah orang, tapi dia tetap bersikukuh, kalau dia ingat dengan mobil ini,


cihh kenapa sial sekali aku hari ini, kau yang berbuat aku yang terkena imbasnya" gerutu hans, niko yang mendengarpun hanya tertawa


"kau tau siapa wanita itu" ucap hans lagi


rikopun hanya menggeleng


"wanita yang kau cari tahu tadi pagi, teman dekat riko, Biana" ucapnya lagi, dan membuat niko kaget


"WHAT"


,


,.


,


***hai guys, ini novel karya pertamaku,


terima masih yang sudah mampir,


sorry kalau ada typo atau penempatan kata yang tidak pas,


jangan lupa yah kasih vote, like dan komen,

__ADS_1


biar author semangat lanjutin ceritanya


TERIMAKASIH***...


__ADS_2