
saat hans sedang menceritakan semua tentang biana pada niko,
hans pun menghentikan panggilanya, karena anak buahnya yang dia tugaskan menjaga biana tiba tiba saha menghubungi,
"Hallo, ada apa dino" ucap tegas hans pada anak buahnya
"Hallo bos, kita kehilangan jejak nona biana" seru dino
hans yang mendengarnya pun kaget akan laporan anak buahnya itu,
" Sial kenapa bisa terjadi, dan apa yang kalian lakukan hingga bisa kehilangan biana" gerutu hans
niko yang mendengar nama biana di sebut oleh hans, langsung tersentak,
"ingat temukan dia apapun caranya, jangan sampai dia tertangkap oleh leon" tegas hans pada dino, dan langsung mematikan telfonya
"Apa magsudmu hans" tanya niko
"Aku mengerahkan anak buahku untuk menjaga biana selama 3 tahun ini, Tapi hari ini anak buahku kehilangan biana, entan dia sudah mengetahui kalau dia di awasi, atau.. "
belum selesai hans berbicara, niko pun langsung memotong pembicaraannya
"Jangan asal biacara kau hans, kalau biana sampai terjadi apa apa, aku pastikan kau tidak bisa berjalan seumur hidupmu" gerutu niko dengan emosi dan langsung keluar runganya,
hans yang mendengar perkataan bosnya yang emosi, dan menghawatirkan biana, tersenyum kecil, dirinya lalu bangkit keluar dari rungan niko dan mengikutinya dari belakang
"Di Mana semua anak buahmu" tanya niko pada hans yang sedang mengemudi mobilnya
" Mereka sedang berpencar mencari biana, dino dan anak buahnya sedang menuju ke rumah leon untuk mengawasi mereka dari jauh, dan yang lain ada di kontrakan juga restoran nona anaya" jelasnya hans
,
,
Saat biana sadarkan diri, dirinya merasakan kepalanya sangat pusing, dan saat dirinya mulai bisa menyadarkan diri, dia pun mengedarkan pandangannya, ke setiap sudut ruangan itu, dan menyadari dirinya saat ini terduduk di atas tempat tidur,
"Di mana aku ini, dan apa ini, kenapa tanganku di ikat seperti ini" ucap biana yang menyadari kedua tangannya di ikat, dari sisi kanan kiri tempat tidur itu
saat dirinya berusaha mencoba melepas ikatan tanganya,
pintu kamar itu pun terbuka dan terlihat laki laki dengan wajah khas bulenya, yaam dia adalah leon, yang meneruskan aksi orang tuanya sebagai mafia
"Hai cantik, kau sudah sadarkan diri" ucao Leon mendekat ke arah biana, dan duduk di sisi ranjang itu
"Siapa kau, dan kenapa saya ada di sini" tanya biana dengan sedikit berteriak
leon yang mendengar pun langsung tertawa keras
" Hahahha, kau sudah lupa siapa aku kakak ipar, aku adalah adik iparmu, apa kau lupa dulu aku pernah menjadi saksi pernikahanmu dengan sepupuku" ucap leon
biana pun kaget saat leon mengatakan dia sepupu mantan suaminya, dan mencoba mengingat laki laki yang ada di depanya
"Sudah Sayang, jangan kau ingat, itu tidak penting yang terpenting sekarang aku menginginkanmu" ucap leon lirih di telinga biana dan tanganya mulai membelai wajahnya
"Hentikan leon" seru biana dengan nada lirih,
namun leon masih dengan santai melakukan aksinya, hingga membuat biana meradang,
"LEON HENTIKAN" tegas biana dental nada membentak
__ADS_1
BRUUGG leon yang emosi karna biana membentaknya pun langsung menamparnya, hingga membuat wajahnya langsung memar.
biana yang mendapatkan perlakuan kasar seperti itupun langsung berontak dengan sekuat tenaga agar ikatan talinya terlepas,
"Kau mau kemana hah, kau mau lepas" ucap leon
"Dengar biana kau harus merasakan apa yang aku alami selama ini" tegasnya leon dengan nada penuh emosi
"Apa magsudmu leon, aku saja tidak tau apa yang telah aku perbuat padamu" jelas biana
"Haaiisss itu tidak penting, sekarang yang aku inginkan kau harus merasakan apa yang aku rasa" ucap leon yang memegang dagu biana dengan kasar
BUUUGGG,,,,
saat leon akan melancarkan aksinya, tiba tiba pintu kamarnya di dobrag oleh seorang pria yang memakai topeng dan langsung menghajar leon tanpa ampun
"Beraninya kau menyentuhnya" ucap orang itu
"hahaha, kenapa kau bisa sampai masuk ke sini hah" seru leon yang berusaha berdiri
"Itu Tidak penting bajingan, Ana cepat keluar dari sini"
"Tapiiiii" ucap biana
"Pergilah, namun kau harus tetap waspada, Anak Buah leon pasti sedang mengepung kita" ucap pria itu , dan langsung menghajar leon hingga tersungkur dan memuntahkan darah,
biana pun pergi dari ruangan itu meninggalkan dua pria yang sedang bergulat,
saat dirinya sampai di depan pintu keluar, para penjaga itu sudah mengepungnya,
Biana keluar dengan santai, tidak peduli tatapan para penjaga yang melihatnya seakan ingin memakanya
Biana pun langsung di serang oleh penjaga yang lainya, dan karna kelihaian biana dalam ilmu bela diri, dirinya pun bisa melawan para penjaga itu,
. saat di rasa mereka sudah terlumpuhkan bianapun langsung keluar dari bangunan megah milik leon,
,
,
,
sesaat hans mendapatkan kabar dari anak buahnya, bahwa biana di sekap di mansion milik Leon,
hans dan niko pun langsung menuju ke tempat itu,
dan saat mereka sudah sampai dari tempat pengintanian, yang tidak jauh dari mansion Leon,
dino anak buahnya pun mendekati mobil mereka, dan menjelaskan bahwa biana ada di dalam mansion itu
" Sore bos, Anak buah kita yang kita tugaskan untuk menjadi penguntit kluarga baskoro, melaporkan kalau nona biana ada di mansion itu, dan dalam keadaan tidak sadarkan diri" Ucal dino dengan tegas
Niko yang mendengarnya pun langsung kaget, antara keadaan biana, dan juga asistenya hans yang niko pastikan kalau hans bukanlah orang biasa, yang niko kenali selama ini,
.sampai memiliki komplotan kelas kakap seperti ini yang sudah berani bermain api dengan kluarga baskoro yang terkenal akan kekejamanya dalam menghabisi musuhnya
"Nik, kau di sini saja, aku akan bicara dengan dino" ucap bans dan bergegas keluar dari mobil,
niko pun hanya menganggukan kepala dan melihat hans dan dino yang sedang berbincang dengan serius dari dalam mobilnya,
__ADS_1
niko kembali tersentak saat melihat hans yang menghajar dino, entah apa pembicaraan apa yang membuat hans begitu emosi,
"Bos sangat kecil kita bisa masuk ke dalam, karna cctv di sini begitu banyak dan bisa mendeteksi seseorang dari kejauhan 100m" ucap dino
"Dengar dino, saya tidak mau tau, aku harus menyelamatkan biana, apapun itu caranya"tegas hans
" kalau kau tidak bisa masuk, biarkan aku sajah yang masuk" tambah hans
"Tapi ini sangat berbahaya bos untukmu" ucap dino lagi
"persetan dengan bahaya dino" gerutu hans penus emosi dang langsunh melayangkan tinjunya ke muka dino BRUUG
" Dengar dino, bahkan nyawa pun akan aku korbankan untuk biana"Tegas hans yang langsung pergi meninggalkan dino yang masih menyeka darah di bibirnya,
hans pun kembali ke mobil niko, dan mengambil tas ranselnya,
"Nik, kau tunggulah di ujung jalan, kalau kau melihat biana keluar langsung bawa dia jauh dari sini, usahakan jangan sampai ada yang tau ataupun mengikutimu nanti" Ucap hans yang sedang memakai jaket hitamnya dan juga topeng hitamnya itu,
"Tunggu hans, jangan bilang kau akan masuk ke dalam" tanya niko
"Apa boleh buat" jawab singkat hans
"Aku tidak mengijinkanya" ucap niko dengan tegas,
hans pun langsung melihat ke arahnya dengan tajam,
"Aku tidak butuh ijin darimu nik untuk masalah ini" tegas hans
Niko yang mendengarnya pun mengerutkan keningnya, dan menatap hans penuh pertanyaan
"apa hans menyukai biana, hingga rela mengorbankan nyawanya sendiri" gumam niko dalam hati,
"Cih, jika kau menyukainya, jangan terlalu terobsesi hans, hingga kau rela membahayakan nyawamu sendiri" ucap niko
"Hahahahaa, Nik entah apa yang ada di dalam otakmu itu, dengar nik seharusnya yang menyelamatkan biana dari dalam sana bukan aku, tapi kau, kalau dulu dia tidak menyelamatkanmu dari anak buah Baskoro, biana tidak akan terlibat, dan sampai di incar bertahun tahun" ucap hans denga penuh tekanan, dan langsung keluar dari mobil itu,
niko yang mendengar perkataan hans pun tidak bisa bergeming
,,
,
,
,,
,
***Hai guyss, selamat malam,
ini novel pertamaku, dan semoga kalian menyukainya,
oh iya, dalam cerita ini, semua karakter nantinya akan aku ceritakan semua, jadi tidak hanya fokus pada pemeran utamanya saja yah,
dan maaf kalau ada kata penempatan yang tidak sesuai, dan maaf juga kalau ada typo,
terima kasih, jangan lupa kasih like, comen, dan vote,
biar akuu lebih semangat melanjutkan ceritanyaa***
__ADS_1