Wanita Itu Istri Tercintaku

Wanita Itu Istri Tercintaku
Pengakuan Hati 2


__ADS_3

Hubungan Biana dengan Niko semakin hari semakin lebih dekat, Di tambah dengan mereka yang sering menjemput Dev bersama, jalan bersama sudah seperti keluarga yang sesungguhnya,


terkadang Niko sengaja meluangkan waktunya hanya sekedar menjemput Atau bermaik deng Devan,


Bagi Niko keberadaan Devan menjadikan jalan mulusnya agar bisa dan selalu dekat dengan Biana, walaupun awalnya Biana menolak karena Niko sering memaksanya menjemput ataupun mengajak Biana berlibur Bersama dengan Alibi agar Dev tidak merasakan Bosan dengan kegiatannya setiap Hari,


Sedangkan disisi lain, kedekatan Biana dengan Riko entah harus di bilang apa, karena laki laki itu seperti hilang tidak ada kabar ataupun beritanya, setiap dia bertanya pada Niko,


selalu di jawab Jika Riko sedang sibuk mengurus pernikahannya dengan Siska, Biana tidak merasakan rasa sakit hati saat mendengar Riko akan menikahi Siska, itu membuat Biana tenang, Berarti Riko bisa bertanggungjawab pada Siska dan Anaknya


Yah pernah suatu ketika saat Biana sedang pergi ke Mall bersama Dev dan Niko, dirinya tidak sengaja melihat Riko sedang memasuki toko perlengkapan Baby, dan di sebelahnya Ada Siska serta wanita paruh baya, yang Biana sendiri tidak mengenalny, Niko sempat melihat pandangan Biana, Dan seketika menarik Biana agar tidak melihat ke arah Riko


"Jangan dilihatin terus nanti nangiisss"Ledek Niko, Biana langsung memukul lengan Niko, karena candaanya terasa garing


"Ck, siapa juga yang nangis" Ucap Biana sinis


"Aku tuh lagi liatin ternyata mas Riko menepati ucapannya"


"Memang Riko ngomong apa"


"Ada Deh, Kepo" Jawab Biana tertawa lalu berjalan mendahului Niko yang melengos akan ucapan Biana


Mereka Berjalan bertiga dengan Devan yang ada di gendongan Niko, sedangkan tangannya yang lain menggandeng Biana, banyak pasang mata yang memperhatikan mereka, merasa iri karena terlihat serasi


"Emm, Mas aku mau nyari soflen mata dulu" Ucap Biana, Niko hanya mengikutinya dari belakang sembari menjawab celotehan Devan


"Perasaan aku ga pernah lihat kamu pake soflen Sayang" Ucap Niko, Dia sengaja memanggil Biana sayang jika sedang ada di tempat keramaian, walaupun Biana sering protes padanya akan ucapannya


"Aku pakai soflen tapi yang warna hitam, jadi ga kelihatan di kira warna mata asli" Niko menaikkan satu alisnya dirinya masih tidak mengerti ucapan Biana


"Memangnya warna mata kamu apa" Tanya Niko


"Emm Warna.. " Ucapan Buana terhenti saat pelayan optik memperlihatkan beberapa warna soflen


"Ini mba silahkah, ini warna keluaran terbaru dari produk kita" Ucap pelayan itu


"Aku coba warna Coklat yah, Mas Gimana kira kira bagus ga" Tanya Biana pada Niko yang sedang duduk dengan Dev di sebelahnya yang terus menerus beratanya, dan Niko seperti tidak lelah menjawab setiap ucapan Devan


"Bagus sayang, tapi memangnya warna asli mata kamu apa" Tanya Niko mendekati Biana yang masih sibuk memasang soflen matanya


"Biru" Jawab Biana singkat


"Ohhh, Apah Biru" Niko senpat terkejut dengan jawaban Biana


"Biru, siapa yang punya mata berwarna Biru" Gumam Niko dalam hati


"Lah Niko Rupanya ada di sini, Bagaimana kabarmu sayang" Teriak wanita paruh baya yang membuat Nkmo dan Biana langsung menoleh,


"Baik" Jawab Niko singkat


"Bukannya wanita ini yang tadi sama Mas Riko dan Siska" gumam Biana dalam Hati


"Bareng sama siapa Nak, ini aduh lucu banget Anaknya" Wanita itu mendekati Dev yang sedang duduk memperhatkkan wanita yang Dev rasa sangat berisik


dan mencubit gemas kedua pipi Devan,


Dev pun songak memanggil Niko dan Biana


"Ibu, Daddy" Seru Dev dengan bibir yang sudah di tekuk ke atas, pertanda akan menangis


"Jangan Nangis Boy, Sini sama Daddy, Sayang ayo cepat Dev sudah ga betah Di sini, " Ucap Niko memerintah pada Biana yang sedang membayar belanjaannya


"Iyah sebentar lagi" Jawab Biana


Sedangkan wanita paruh baya itu tertegun atas panggilan anak kecil yang sedang di bawa Nimo dengan panggilan Daddy, dan Niko memanggil Biana Sayang


"Tunggu tunggu, Maksudnya apa Ini Nik, Daddy, sayang, apa dia anak Kamu dan" Ucap Wanita itu menghentikan langkah Niko dan Biana


"Yah Dia anakku" Jawab Niko dingin tanpa melihat ke arah wanita itu


"Dia siapa mas" Tanya biana lirih


"Perkenalkan saya mamanya Niko, Lusi"


"Oh, maaf tante saya tidak tahu kalau tante mamahnya Mas Niko" Ucap Biana mengulurkan tanganya untuk bersalaman namun wanita di depannya sekan enggan untuk membalasnya, Biana kembali menarik tanganya dan tersenyum kecut


"Mama tiri" Ralat Niko dengan suara dinginnya, Biana hanya terdiam karena dirinya merasakan hawa atmosfer yang sedang menegang


Niko langsung menarik tangan Biana mengajaknya pergi dari hadapan Lusi, namun mereka bertemu dengan Riko dan Siska yang akan masuk ke dalam optik itu


"Loh pak Niko" Sapa Siska tersenyum, namun senyumnya memudar saat menyadari Biana yang ada di sebelahnya


"Hai Bian" Sapa Siska dengan senyum paksannya


"Hai Sis, ga perlu pake senyum Sis kalau terpaksa" Ucapan Biana membuat Siska terdiam, Niko dan Riko tersenyum kecil mendengar ucapan Biana

__ADS_1


"Hallo Mas apa kabar, Lama ga ketemu" Sapa Biana pada Riko yang sedang memandang ke arah tanganya yang sedang di genggam Niko


Niko menyadari arah pandang Riko, dan langsung mengeratkan genggamannya pada Biana


"Hai Bian" Jawab Riko tersenyum


"Daddy ayo kita pulang, aku udah pengin mainin kereta Thomas nya" Rengek Dev pada Niko


"Iya Ayo kita pulang, Ayo sayang " iko menarik tangan Biana,


"Tunggu Iko, karena kita udah di sini, lebih baik kita makan siang bareng yah, jarang kan kita bisa kumpul" Ucapapan Lusi menghentikan mereka langkah Niko


"Tidak, terima kasih" Jawab Niko meninggi, lalu menarik Biana untuk berjalan kembali,


Lusi mengeram menahan emosinya, dua anak angkat nya yang selalu membuat nya naik darah adalah Niko, dirinya selalu di perlakukan seperti orang lain sejak menikahi papinya, tidak mau mendengarkan ucapannya dan seakan memasang tembok tinggi dengannya, berbeda dengan Riko yang memang sudah menganggapnya sebagai ibu sambungnya selalu menuruti ucapannya, dan itu membuatnya sedikit merasa karena salah satu dari mereka mau menerimanya


"Udah Mah, ayo mendingan kita makan ajah, udah waktunya makan siang" Ucap Siska


"Iyah sayang, ayo kamu juga pasti udah lapar kan, kasian anak kamu ini" Jawab Lusi sembari mengelus perut Siska


"Ayo Rik, kita makan siang dulu"Ajak Lusi Riko hanya mengangguk, dan berjalan mendahului


🌹🌹🌹


"Boy, bagaimana kalau pulang ke villa daddy" Tanya Niko pada Dev yang sedang sibuk dengan mainannya di jok belakang,


Mereka sedang dalam perjalanan Pulang setelah berlibur ke taman bermain,


"Beneran Dad, daddy mau ngajak aku ke rumah Daddy" Ucap Dev antusias


"Iya dong, kalau Dev mau ka. htinggal di sana gimana"


"Mass" Seru Biana


"Aku mau tapi bagaimana dengan Ibu, Nanti ibu sendirian" Ucap Dev


"Ibu juga akan ikut Dev" Ucap Niko


"Jadi nanti kita bisa tinggao bareng bertiga" Niko mengangguki ucapan Devan


"Tapi kalau Aku sama ibu mau tinggal sama Daddy, ibu harus menikah dulu sama Daddy, iya kan Bu"Seru Dev, membuat Biana membulatkan Matanya atas ucapan anaknya,


" Dev ibu ga pernah loh yah ngomong gitu" Seru Biana, Niko tersenyum mendengar ucapan Dev


"Bukan ibu yang bilang, tapi auntie Laras, sama auntie Ana" Jelas Dev, Biana memegang kepalanya yang tiba tiba terasa pusing,


"Daddy sama Ibu secepatnya bakalan menikah, apa Dev senang" Ucap Niko, Biana langsung menatap tajam pada Niko


"Senang Dong, Berarti nanti Dev punya daddy beneran" Biana hanya terdiam menunduk, dirinya merasa bersalah pada anaknya,


Anaknya begitu merindukan sosok seorang ayah, walaupun dia dan orang tuanya sudah memberikan kasih sayang besar pada Dev, Biana mengira itu sudah cukup bagi Dev tanpa sosok seorang ayah,


"Sampai ayo kita turun" Ajak Niko


. Biana mengikuti dua laki laki yang ada di depannya, dirinya masih terdiam dan menundakan kepalanya


"Apa menarik pemadangan di bawah Bian" Ucap Niko menyadar kan Bian


"Hahh, hehehe, Ubinnya cantik" Ucap Biana asal, Niko tersenyum dan mengacak gemas kepala biana


"Mana Devan Mas" Biana mencari keberadaan anaknya yang tidak ada di sekitarnya


"Devan sedang di ajak main sama pelayan, Kamu mau minum apa" Tanya Niko yang sedang membuka lemari pendingin


"Apa ajah"


"Jus mau" Tawar Niko, Biana hanya mengangguk, Dirinya merasa takjub dengan Villa Milik Niko yang besar, dengan isi ruanga yang di dominan klasik dan minimalis,


Maklum Bos interior pasti rumahnya bakalan di buat melebihi istana


"Ini" Niko mengulurkan minuman pada Biana


"Makasih, Ini rumah kamu sendiri mas"


"Iya, lalu rumah siapa lagi"


"Ck, siapa tahu ada makhluk lain di sini" Ucap Biana


"Tinggal sendiri"


"Engga, Ramai ramai, di sini ada delapan Pelayan, tiga tukang kebun, 3 supir, Dan Satu chef" Jawab Niko


"itu sih karuan, ga mungkin rumah sebesar ini ga ada pelayannya, magsud aku kamu di sini hanya tinggal sendir ga ada orang lain gitu Mas Riko atau sodara lainnya gitu, orang tua yang tinggal di sini" Ucap Biana


"Tidak ada, aku tinggal di sini sendiri, semenjak aku mendirikan rumah ini tiga atau empat tahun yang lalu, Riko sesekali ke sini karena dia juga punya tempat tinggal sendiri dan kadang juga pulang ke rumah utama, paling Hans yang sering tinggal disini, kalau lagi males balik ke apartemennya," Jelas Niko, Biana hanya mengangguk tanda mengerti

__ADS_1


"Lalu orang tua" Tanya kembali Biana


"Mereka Tidak ada yang tahu Rumah ini, yang mereka tahu selama ini aku tinggal di apartemen" Ucap Niko


"Oh" jawab Biana singkat, Niko melengos mendengar jawaban Biana


"Kamu suka" Tanya Niko


"Suka"


"Tinggal di sini yah"


"Tidak"


"Kenapa"


"Kita tidak ada ikatan mas, emang ga malu kalau di omong sama orang kumpul kambing"


"Kumpul kerbau" Ralat Niko sembari menyentil dahi Biana


"itu paham, sakit tau ikh, kamu demen banget nyentilin kening aku, lama lama tambah lebar nih jidat" Gurutu Biana sembari mengusal dahinya


"Hehehe gemessssssss banget sama kamu" seru Niko menangkup pipi Biana


"Mau yah Nikah sama aku" Ucap Niko


"Demi kebahagiaan Devan Biana, Apa kamu Ga kasihan kalau Dev menginginkan sosok seorang ayah"


Biana terdiam atas ucapan Niko


" Aku berjanji akan menjadi suami dan daddy yang baik buat kamu dan Dev, aku bakalan bahagiain kalian berdua dan anak kita nanti" Ucap Dev dengan sungguh


"Sebenarnya Aku masih merasakan trauma mas, atas kegagalan rumah tanggaku yang dulu, apalagi saat ini aku mempunyai Dev, aku takut jika nanti saat Dev mempunyai ayah, dan adik kasih sayangnya pada Devan akan hilang" jelas Biana yang sudah menitikkan air mata


"kamu belum menjalaninya Bia, bagaiman bisa kamu langsung menyimpulkan itu"


"Tapi bagaimana kalau itu beneran terjadi"


"Dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi, aku mencintai kamu dan Devan dengan tulus Biana, Aku sudah menganggapnya seperti anakku sendiri, saat awal pertama aku bertemu Dev saat itu" Seru Niko


"Dev nyawaku mas, walaupun suatu saat aku memiliki anak lagi, Devan tetap nyawaku, aku tidak ingin membuatnya menderita" Ucap Biana, Niko langsung merengkuh Biana dalam pelukannya dan mengecup keningnya


"Dev nyawa kita sayang, kalau tidak ada Dev kita tidak mungkin bisa menjadi sedekat ini, Aku berjanji akan membahagiakan kamu dan Dev sepenuh jiwa dan ragaku a a aauuu" Niko memekik kesakitan karena Biana mencubit pingganya


"Ucapan kamu yang terakhir itu kelamaan di jemur, Garing ga lucu" Ucap Biana dengan sebal


Niko tertawa keras


"Kalau kelamaan di jemur itu kering sayang buka garing" Ucap Niko


"Sama ajahh hiks hiks" Jawab Biana kembali menangis


"Haii sudah dong jangan menangis" Ucap Niko melepaskan pelukannya, dan menyeka air mata biana


"Jadi kamu mau menikah denganku, kita besarkan dan bahagiakan Dev bersama" Ucap Niko sekali lagi,


Biana mengangguki ucapan Niko


"Benar kamu mau menikah denganku" Ucap Niko lagi memastikan


"Iyahhhh" Jawab Biana


Niko bahagia karena Biana menerimanya dan kembali memeluk Biana berulang kali, Dia pun mengeluarkan sebuah kotak kecil yang ada di saku jasnya yang berisi sebuah cincin yang indah


"Biana Ayu Pradipta, Well you merry me" Ucap Niko


Biana membulatkan matanya dirinya terharu atas apa yang Niko lakukan, Dia pun kembali mengangguk ucapan Niko


"Aku akan berusaha mencintai mu mas seperti kamu mencintai ku dan Dev dengan tulus" Gumam Biana dal Hati


Merka tidak menyadari jika ada seseorang yang sedang menyaksikan mereka berdua, berdiri di ambang pintu, dengan raut muka yang sedih dan senyum yang ada di bibirnya


"Sekarang aku bisa melepaskan mu dengan tenang Biana, aku bahagia jika kamu juga bahagia dengan atas keputusan dan pilihanmu, " Ucap Niko lirih Riko, lalu berlalu pergi



❤❤❤


,


,


haaaiii guyss, heheh terima kasih yang sudah membaca karyaku ini, terus kasih dukungan yah buat aku biar makin baik lagi ngarangnya hehehe,


jangan lupa kasih like, vote dan komen kalau ada yang salah dalam penulisan

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2