
Mansions Niko, Amerika
"ayo hany pliss angkat telfonya" Gerutu riko saat panggilanya tak kunjung di jawab oleh biana, sudah begitu banyak dirinya menghubungi biana namun tidak ada satupun yang di jawab
"Sial, jangan jangan biana sudah melihat berita itu" Seru riko
ting ting
Suara pesan dari ponsel miliknya
My hany 📩
Maaf Aku tidak mendengar ponselku berdering.
Setelah mendapat pesan dari biana riko pun langsung menghubungi biana dengan Videocall
"Haii hany, apa kau baik baik saja" Ucap riko saat panggilanya di jawab dan menmpilkan wanitanya yang beberapa hari ini dia rindukan
"Hmmm aku baik baik saja, bagaimana kabarmu di sana, apa perjaanmu berjalan lancar" Balas biana dengan tersenyum
"Iya semua baik, maafkan aku"
"Untuk "
"Untuk berita yang sedang beredar, anak buahku sedang menyelidiki semuanya, pasti ada orang yang sedang menjebakku, agar hubungan kita berakhir" Ucap riko penuh yakin agar biana mau mempercayainya
"Apa kamu bisa membuktikan semuanya mas" Tanya biana
"Aku akan membuktikan semua hany, kalau itu semua tidaklah benar" Jawab riko, dengan raut wajah yang mulai emosi
"Baiklah aku akan menunggu kejujuranmu, sekarang aku ingin istirahat, begitu lelah hari ini" Ucap biana dengan kembali tersenyum
"Jaga kesehatanmu di sana hany, aku merindukanmu" Seru riko, sebelum panggilannya terputus
"Tuan" Seru salah satu anak buah riko yang bernama mark sudah berdiri di belakangnya
"Apa kau sudah mendapatkan hasilnya" Tanya riko dengan datar
"Semua yang anda inginkan sudah di dapatkan tuan" Ucap mark, lalu menjelaskan semua info yang dia dapatkan dari anak buahnya di indonesia
"Tersangka penyebar berita itu orang bayaran dari nona siska, sepertinya mereka memang sudah merencanakan semua dari awal" jelas mark,
" Kurang ajar, Kau tau apa yang harus kau lakukan mark" Ucap riko dengan penuh emosi
"Iya tuan, kalau begitu saya undur diri" Mark pun meninggalkan bosnya dan melakukan aksi tugasnya.
,
,
Tok tok tok
Biana yang sedang tertidur pun terbangun saat mendengar suara ketukan dari pintu kamarnya,
"Ada apa" Ucap biana saat membuka pintu kamarnya
" Maaf nona, saya di beri tugas dari tuan niko untuk memanggil anda, untuk makan malam" Jawab kepala pelayan itu yang bernama eva
"Tolong katakan, saya sedang tidak ingin makan" Ucap biana, lalu menutup pintunya
Tok tok tok
__ADS_1
"Eva saya sedang tidak ber.... " Ucapan biana terhenti saat melihat siapa yang mengetuk pintu kamarnya
" Turunlah, aku tunggu limabelas menit, jangan sampai para pelayan ini aku beri kesusahan untuk membujukmu turun bia" Tegas niko lalu pergi meninggalkan biana yang sedang dengan raut emosi
" Dasar es batu, tukang pemaksa" Gerutu biana dengan tangan mengepal
Biana pun turun saat setelah membersihkan dirinya namun dirinya tidak melihat sahabatnya ayana dan juga yang lainnya, hanya ada niko sendiri di meja makan
"Ayana dan yang lain tidak akan pulang malam ini, mereka menginap di sebuah pulau" Ucap niko, yang sudah tahu jika biana sedang mencari keberadaan teman yang lainnya
" Oh " Jawab biana dengan datar
"Makanlah, jangan sakiti dirimu sendiri dengan hal seperti itu" Ucap niko memberikan lauk yang ada di meja makan
"Stop mas, ini sudah terlalu banyak" Tegur biana karna lauk yang ada di piringnya begitu banyak
"Cih dia kira gue kerbau apa" Gumam biana dalam hati
"Aku tidak mengatakan dirimu seperti kerbau" Ucap niko
"Apa manusia es batu ini bisa membaca fikiran orang" Gumamnya lgi dalam hati biana
"Makan bi, dan berhentilah menggerutuiku" Seri niko
Biana pun menghela nafas dengan kasar
Merekapun makan malam dengan hening, hanya ada suara piring dan sendok garpu yang terdengar
"Bia, esok aku akan meninjau proyek ku di daerah ini" Ucap niko memecahkan keheningan
"Cih memangnya siapa dia pakai acara bikang segala" Gumam biana dalam hati
"Biana, apa kau dengar ucapanku" Seru niko
" Bagus, ikutlah esok pagi, lagian mereka kembali sore hari, kau akan merasa bosan disini sendirian" Seru niko
"Terima kasih tuan niko atas perhatian tawaran anda, tapi saya tidak ingin pergi ke mana pun, saya ingin di sini saja menunggu yang lainya kembali, lagian di sini aku di sini tidak sendiri tapi ada pelayan, dan jawab biana
Niko hanya terdiam dan memandang biana dengan raut wajah yang kesal akan ucapan biana
dirinya pun pergi meninggalkan biana sendirian,
" Dasar es batu" gerutu biana dengan tangan di kepalkan ke punggung niko seakan akan dirinya sedang menghajarnya
"Aku melihat bia" teriak niko yang langsung menghentikan aksi biana,
,
Pagi sekali biana sudah terbangun dirinya pun turun ke lantai bawah, rencanaya dirinya akan ke pantai untuk jalan jalan
"Lebih baik aku buat sarapan saja dulu, tapi apa yah, ucap biana yang langsung membuka lemari pendingin dan melihat perlengkapan bahan makanan yang lengkap
" Aku buat Sandwich aja deh" ia pun mengeluarkan bahan yang akan di buat
dirinya pun langsung memulai aksinya,
"Mau buat apa" seru riko yang ternyata sudah ada di belakangnya dan membuat kaget biana
"Astaga, aku kira siapa" teriak biana saat mendegar suara niko yang ternyata sudah di sebelahnya,
"Aku mau buat sarapan" jawab biana singkat,
__ADS_1
"Buatkan untukku sekalian" ucap niko yang berlalu meninggalkan biana di dapur
"What dia fikir dia siapa sih, maen perintah aja" gerutu biana dalam hati
tigapuluh menit berlalu biana pun sudah selesai membuat sarapan untuk dirinya dan juga niko yang saat ini sedang duduk di sofa dengan laptot di pangkuanaya ,
sesibuk itukah seorang ceo, pagi pagi tuh sudah bergelut dengan kerjaan" gumam biana
biana pun berdehem" sarapan anda sudah siap" ucap biana singkat yang sudah berada di meja makan
niko yang mendengar ucapan biana langsung menghampirinya ke meja makan, terdapat Sandwich lengkap dengn potongan daging dan sayur lainya dan juga susu coklat hangat
" Aku tidak suka s*** putih, jadi aku membuat s*** coklat saja, kalau kamu tidak suka buat saja sendiri" ucap biana dengan acuh
" ini saja sudah cukup, dan lumayan" ucap riko saat mencoba sandwich buatan biana
"bisakah kau buatkan sarapan untukku setiap hari bia"
biana yang mendengar langsung tersedak karna ucapan riko
" Maaf tuan saya bukan pelayan anda, jika anda ingin di buatkan sarapan setiap hari kenapa anda tidak meminta pelayan anda atau kekasih anda" ucap biana dengan sinis
niko hanya tersenyum mendengar ucapan biana
"aku tidak mempunyai kekasih, dan pelayan ada tapi masakan mereka tidak seenak masakanmu"
"oh yah tapi maaf saya tidak tertarik dengan tawaran anda" seru biana berlalu pergi meninggalkan niko di meja makan,
selera makan biana langsung hilang setelah perdebatan pagi dengan niko,
Biana memilih melanjutkan rencana awalnya untuk pergi ke pantai berjalan di atas pasir putih, dengan pemandangan laut yang membuat mood dirinya kembali Membaik,
berjalan di pinggiran pantai, dengan kaki yang sengaja dibiarkan terkena ombak yang menghampirinya,
dirinya terus berjalan hingga tidak menyadari telah jauh meninggalkan villa milik ayana,
sampai akhirnya dirinya terhenti dan duduk di atas pasir, dengan tangan yang memeluk lututnya,
" Kenapa jalan kehidupanku seperti ini tuhan, kenapa mereka menyakiti ku, apakah di kehidupan sebelumnya aku melakukan kesalahan yang begitu fatal, hingga engkau menghukumku dengan cara seperti ini" gumam lirih biana dengat air mata yang sudah deras di pipinya
" Kehidupanku sedari kecil yang entah siapa orang tuaku sebenarnya, kehidupan rumah tangga yang aku impikan sekali dalam seumur hidup, dan kini saat aku kembali membuka hati untuk laki laki yang katanya akan menjagaku dengan nyawanya sekalipun, namun semua itu hanya omongan belaka" gumam biana dalam tangisanya,
hingga sebuah tangan pria langsung membawanya dalam dekapanya " Keluarkan semua isi hatimu hingga kau merasa tenang bian" ucap laki laki itu yang saat ini membawa biana dalam pelukanya,
biana yang mendengar suara itu sontak langsung menghentikan tangisanya dan melepas pelukan laki laki itu
"Kau.. " ucap biana saat melihat wajah laki laki yang memeluknya, laki laki itu pun hanya membalas dengan senyum hangatnya
,
,
,
,
,
***Maaf yah kalau masih banyak alur cerita yang masih membuat kalian bingung, kalimat dan ucapan yang tidak tepat, dan typo yang bertebaran di mana mana, ini novel pertama ku, pertama nulis ber bab2 hehehhe
kasih like yang buanaaayaakk yah vote jangan lupa biar aku tambah seneng lanjutin ceritanya,
__ADS_1
Terima kasih***