Wanita Itu Istri Tercintaku

Wanita Itu Istri Tercintaku
My Family


__ADS_3

"Biana, Bapak benar benar meminta maaf, karena sudah menyusahkan kamu selama ini" Ucap Ali, ayah angkat Biana dengan suara sedih yang sedang terduduk di ruang tamu bersama Ani istrinya, dan juga Biana,


sedangkan Devanio sendiri sudah tertidur sejak siang, mungki karna terlalu lelah dengan aktivitas bermainya


"Bapak benar benar tidak tahu di mana keberadaan keluarga aslimu sekarang, Bapak sudah mencari tahu tempat tinggal lama mereka, tapi tidak ada hasilnya Suara pak Ali mulai Serak karna tangis sedihnya,


Pak Ali dulunya adalah seorang ajudan di kelurga orang tua Anaya saat di Luar Negeri


"Sudah Pa, jangan di bahas lagi, lagian aku juga tidak akan mencari mereka, kalaupun memang mereka mengharapkan aku, mereka yang akan mencari sendiri, toh belum tentu mereka juga menginginkan keberadaanku, aku cukup bahagia punya Bapa dan Mama yang sudah merawatku selama ini, di tambah sekarang aku mempunyai Vano, bagiku sudah cukup Pak" ucap Biana menenangkan Pak Ali agar Tidak berlarut dalam kesedihan


"Yang saat ini aku prioritaskan adalah kebahagiaan Kalian, jadi cukup sudah jangan membahas Mereka lagi"


"Tidak Na, kamu perlu tahu mereka, agar nanti saat Bapak dan juga mama tidak bisa lagi menjaga kalian, kamu masih memiliki kelurga aslimu yang bisa menolongmu" Ibu Ani yang sedari tadi diampun ikut berbicara pada Biana


"Mereka juga pasti mencarimu, dan menginginkanmu, Kita hanya menunggu waktu saja" Ujarnya


" Ma jangan bahas mereka lagi, sampai kapanpun aku tetap anak bapak dan mama, aku tidak menginginkan yang lain" Seru Biana dengan sedih dan memeluk kedua orang tuanya


Biaan sendiri sudah satu hari berada di kampung halamanya, dirinya merasa butuh ketenangan saat merasa lelah dengan semua semua cerita yang terjadi di hidupnya beberapa hari kebelakang, yang membuatnya merasa stress dan tidak bisa fokus pada pekerjaannya, hingga meminta asistenya untuk menangani semua keadaan restorannya,


*F**lasback*


"Pak, Biana tadi siang cerita kalau minggu depan dia mau berlibur dengan Anaya sama sepupunya" Ucap Ani yang sedang mengawasi cucunya devanio yang sedang membongkar mainan barunya yang Biana belikan saat ulang tahunya yang ke 3 tahun,


sedangkan Pak Ali ayah Biana sedang membaca koran dengan kaca mata yang sedikit menurun di atas hidungnya


"Memangnga mau berlibur ke mana ma" Tanya pak Ali tampa mengalihkan perhatiannya dari kertas berita yang sedang di baca


"Ga tau, katanya mau liburan ke mana yahh tadi,,, " jawab Mamah Ani dengan berfikir


"Ke...Ke Maldip pak, iya ke maldip"


"Ke Maldives Ma, Bukan Ke Maldip" ujar Pak Ali dengan Menggelengkan kepala


"Yaa popoknya kui, Bapa wes pernah Ke sana belum" Tanya mamah Ani dengan logat khas Jawanya


"Pernah dulu sekali, waktu jadi pengawalnya, Tuan Ricard, Waktu itu beliau ada sedang membangun sebuah Villa pribadi untuk kado ulang tahun pernikahannya dengan Nyonya lily, Saat usia Biana akan Memasuki 1 tahun" jelas Pak Ali dan, dirinya Tanpa sadar Membayangkan saat dirinya membawa Biana ke Tanah air


"Pakkk, Kira kira saat ini orang tua Biana ada di mana yah pak" ucap Mama Ani


"Entahlah Ma, Mereka dulu berjanji akan mencari keberadaan Biana, tpi sampai saat ini tidak ada kabr dari mereka" ucap Pak Ali


"Pak, aku ga siap kalau suatu saat Biana bertemu dengan Keluraga aslinya, terus mereka akan membawa Biana dan Vano pergi" seru Mama Ani dengan raut sedih membayangkan Anak dan cucu Angkatnya Di Ambil oleh Keluarganya


"Aku takut Pak, kalau Nanti Biana tahu yang sebenarnya dia Bakalan Benci sama Kita" jelasnya lagi

__ADS_1


"Iyah Ma itupun yang selalu aku khawatirkan kalau suatu saat nanti Biana tahu orang tua aslinya" ucap Pak Ali,


PRAkkk


Mereka pun terperajat saat mendengar sebuah barang jatuh, dan saat melihat Biana sudah berada di depan Pintu masuk, dengan wajah kaget dan air mata yang sudah basah di pipinya


"Biana"


"Ana"


Seru Pak Ali dan Mama ani serentak


Devanio yang mendengar Nama Ibunya di panggil pun langsung menoleh


"IBUUUUU" Teriak Devanio dan langsung berlari kearah Ibunya yang masih mematung


"Sayanggggggg" Ucap Biana, saat tersadar tubuh kecil yang sedang mendekap kakinya dengan erat


"Ibu kenapa, Ko ibu sedih" Tanya Dev dengan nada sedihnya,.


Ternyata anaknya ini tidak mendengar saat kakek dan neneknya berbicara


"Siapa yang sedih, ibu ga sedih, ibu malah seneng bisa ketemu jagoan ibu lagi" Ucap Biana menyakinkan anaknya


"Tapi kenapa, mata ibu merah" tanya Dev


"Ana, kenapa Pulang ga kasih kabar, Kan nanti bisa Bapa jemput" ucap mama Ani menghampiri Anak dan cucunya yang sedang berpelukan


"Iyah ma, aku sengaja mau buat kejutan sama Dev' Ucap Biana tersenyum dengan terpaksa


"Vano,,, ayo ajak Ibumu masuk, Biar Ibumu Istirahat, kamu bereskan mainan kamu dulu ke tempatnya" Ucap Pak Ali


"Siapp kakek, Ibu aku mau membereskan mainaku dulu, nanti ibu harus main sama Dev yah" ujar Dev dengan Ceria, Biana pun mengangguki dan tersenyum pada Anaknya


"Biana Istirahat dulu, nanti Bapa ceritakan semua" Ucap Pak Ali pada Biana, dirinya berfikir sudah saatnya Anak yang mereka besarkan Harus mengetahui jati dirinya, toh Biana sendiri sudah terlanjur mendengar pembicaraan dengan istrinya


"Iyah pak, Biana istirahat dulu" Ucap Biana


"Istirahat nak, Ibu mau siapkan makan malam dulu, Vano bereskan yang rapih yak nak" Ucap Mama Ani pada anak dan cucunya


"Siaapp Neee" Seru Vano


Setelah Makan malam usai, Pak ali menceritakan semuannya pada Biana tentang jatidirinya,


dan Kenapa sampai Biana di bawa dan di besarkan oleh Pak Ali dan juga istirinya selama bertahun tahun,

__ADS_1


Awalnya Biana sendiri Masih tidak percaya dengan orangtuanya, namun setelah Mama ani memperlihatkan sebuah Gelang kaki dengan nama L, ya itu nama orang Ibu kandung Biana, dirinya pun mulai percaya


"Mereka Tidak Membuangmu, Mereka melindungimu saat kelurga besar Fernando Berseteru tentang Harta warisan yang kakekmu berikan pada ayahmu saat itu, Ayahmu anak Bungsu dan juga anak laki laki dari tiga bersaudara, Anak Perempuan Kedua Tuan Fernan Lusi tidak terima saat harta warisanua jatuh pada ayahmu, dan bersekongkol dengan suaminya dan juga musuh dari keluarga Tuan fernando, hingga membunuh kakekmu dengan keji" Jelas Pak Ali


"Dan mulailah pertumpahan darah terjadi saat usiamu menginjak 1 tahun, Lusi menculik kakak laki laki dan perempuamu merek mengancam akan membunuh, kalau semua warisan yang Tuan fernando tidak di berikan pada Lusi, Namun ayahmu bersikeras Tidak akan memberikan karna tahu watak Lusi yang suka berfoya foya di meja judi, dan pastinya anak membuat hancur bisnis yang kakekmu besarkan"


"Jadi Mereka lebih memilih Harta yang mereka jaga bertahun tahun dari pada darah dagingnya sendiri" ucap biana tersenyum kecut


"Tidak Na, Mereka semua melakukan itu semua untuk mempertahankan wasiat kakekmu, dan anak dari Lisa Kakak pertama ayahmu meninggal karna tertembak oleh suami lusi, Itu mengapa saat itu ayahmu memberimu tanggung jawab besar untuk membawamu pergi jauh dari jangakuan mereka, awalnya aku tidak ingin membawamu kemari, tapi aku melihat bagaimana melihat wajah mu saat berusia 1 tahun, akupun akhirnya menyanggupi membawamu ke Indonesia, dan membesarkanmu dengan istriku" ucap Pak Ali


"Ayahmu sudah berjanji akan membawamu kembali saat keadaan semua sudah kembali membaik" Ucap Mama Ani


"Tapii nyatanya sampai saat ini mereka tidak mencari keberadaanku ma, itu artinya aku tidak di inginkan oleh mereka" ucap Biana


"Tidak Na, Ayah dan ibumu adalah orang yang sangat baik walaupun mama belum pernah bertemu dengan mereka tapi mama menyakinkan itu" Seru Mama Ani


"Ayahmu adalah orang yang menepati Janjinya, Suatu saat mungkin mereka akan menemukanmu, di tambah sekarang jaman sudah lebih canggih begitu memudahkan untuk mereka mencarimu" Seru Pak Ali


Biana hanya terdiam berusaha untuk mencerna semua cerita yang dirinya dengar dari kedua orang tua yang sudah membesarkanya,


dirinya merasa tidak percaya dengan semua yang terjadi di hidupnya selama lebih dari 20 tahun,


benar benar tidak pernah dirinya fikirkan selama ini.


,


,


,


,


Haiiii, bagaimana kabar guys,,,


semoga baik dan selalu sehat terus yah,


hehhee jangan bosen gih, dengan sapaan basi ini hehehhe


Tetap kasih Suport sama mimin yah, biar tambah semangat lanjutin ceringnya


tinggalin Like, Vote cukup di pencett di jamin geratisss, and buanga mawar merahnya juga gpp aku sudah cukup bahagai apalagi yang lain, hehehe


kasih masukanya juga buat aku biar bisa kebih baik lagi buat nulis ini ceritaa


Terima Kasihh☺☺☺

__ADS_1


Terima kasiihh


__ADS_2