Wanita Itu Istri Tercintaku

Wanita Itu Istri Tercintaku
Kasus


__ADS_3

"Bu Ayooo" Teriak Devan pada Biana yang juga sedang terburu buru mencari ponselnya


"Sebentar, ponsel ibu ga ada di mana yah" Seru Biana


"Kamu nyari apa Biana" Tanya Mama Ani yang kebingungan melihat anaknya keluar masuk kamar


"Ponsel Bu ga tau di mana tadi" Jawab Biana


"Lah itu di sebelah TV ponsel siapa" Kata Pak Ali, Biana pun langsung mehela nafasnya


"Pantesan di cariin ga ada, Bapa ih ga bilang bilang dari tadi"


"Lah dari tadi cuma mondar mandir ga nanya, ya bapa diem, kirain cuma jalan jalan di apartemen" Jawab Santai Pak Ali


"Udah Bia, Devan udah nungguin, tuh bibirnya udah maju dua centi" Ucap Bu Ani


"Iyah, berangkat yah Ma, pak, nanti siang Mobilnya mau di bawa ke sini sama supir Anaya"Biana pun menyalami kedua orang tuanya lalu beranjak pergi dengan Devan yang masih dengan ekspresi ngambeknya


" Dev, kalau muka kamu masih kaya gitu, Ibu ga jadi ikut ketemu Auntie Naya" Seru Binan pada anaknya


Drrrtttt Drrrtt


Ponsel Biana Berdering dan menampilkan Nama Orang yang membuatnya semalaman tidak tertidur


"hallo"Jawab Biana


"------"


"Pagi, ini lagi turun"


"------"


"Hmmmm iyah" Jawab Biana melirik Devan yang sedang memhatikan pembicaraannya


"ya sudah" Biana pun mematikan panggilanya


"Daddymu udah sampai, Kemarin ada janji apa sama daddy" Tanya Biana


"Beneran yeyyy, Nanti ibu juga tahu" Jawab Devan


"Ck, dasar Bocah, udah maen rahasia rahasiaan yah sekarang sama Ibu" Kata Biana mengacak rambut anaknya membuatnya menyeringai sebal


Ting


Devan pun langsung berjalan keluar mendahului Biana yang tertawa kecil melihat anaknya marah


"Dev, jangan lari nanti jatuh" Ingat Biana pada Dev


"Daddy Huaaaa" Teriak Devan dengan tangisannya saat melihat Niko yang sedang berdiri di sisi mobilnya,


Biana mendecak karena mendengar anaknya menangis


Nilo yang sedang fokus melihat ponselnya pun langsung menatap Devan yang sedang berlari memanggilnya dengan di iringi tangisan


Niko pun langsung menghampiri dan memeluknya


"Heeii, Boy ada kenapa nangis" Tanya Niko


"Ibuu Huaa" Seru Dev dengan tangisannya yang masih kencang, dan tentu saja itu memcuri perhatian orang yang sedang berlalu lalang di sekitar mereka


"Ibu kenapa"


"Ibu nyebelin, Devan di jailin mulu huuaa, giliran Devan marah Ibu malah marah marah" Jawab Dev


"Yahh ngadu deh" Ucap Biana yang mendekati Devan dan Niko, dirinya pun mendapatkan tatapan tajam dari Niko, membuatnya langsung bungkam, namun dengan tawa yang tertahan


"Ayo masuk, Kita udah terlambat" Ucap Niko lalu membawa Devan ke dalam mobil di ikuti oleha Biana


Namun sesaat sebelum Dirinya masuk ke dalam mobil, lenganya di tarik oleh Niko dan membuatnya berbalik menghadapnya


"Jangan Kebiasaan Biana, kamu tahu Anakmu sensitif gampang ngambek" Seru Niko


"Hheee, lucu sih"


"No aku tidak suka, kamu terlalu sering membuat mood Devan setiap pagi berantakan, itu tidak biak buat Dia" Tegur Niko, Biana menunduk dan Bungkam tidak menjawab ucapan Niko


"Perasaan emaknya Gue, tapi kenapa dia yang emosi" Batin Biana

__ADS_1


Cup


Biana menegang saat keningnya di kecup oleh Niko dan membuatnya mengangkat wajahnya melihat ekspresi Niko yang sedang tersenyum padanya


"morning kiss" Ucap Niko lalu kembali mengecup singkat bibir Biana, membuatnya membelalakan matanya, deng Pipi yang bersemu merah


"Ayo masuk" Ucap Niko membukakan pintu untuknya


"Devan, Nanti pulang di jemput kake yah" Ucap Biana pada Anaknya yang sedang berbincang dengan Niko di bangku depan


"Kakek Mau jemput Devan" Tanya Devan


"Iya kalau kamu mau" Devan pun menatap Niko sekaan meminta persetujuannya, Niko pun tersenyum dan menganggukkan kepala


"Oke, Bareng sama Nenek Juga"


"Iyah, tapi nanti pulangnya ke Restoran, kake sama nene pengin ke sana" Ucap Biana


"Oh" jawab Devan Singka


Sesampainya di sekolahan, Devan pun langsung bergegas turun dari mobil, Dirinya sekarang enggan untuk di antarkan oleh Ibunya sampai ke depan Kelas, dan hanya meminta di antarkan sampai di paskiran sekolahnya


"Hati Hati sayang" Kata Biana Dan Niko bersamaan


"Oke Bu Dad" Seu Dev lalu berjalan masuk ke dalam kelasnya


"Yukk" Ajak Niko


"Bulan Depan aku mau ke luar kota mas" Ucap Biana pada Niko yang sedang mengendarai


"Kemana"


"Ke Bandung"


"berapa hari"


"Paling cepat tiga hari, paling lama seminggu" Jawab Biana


"Lama banget, ga bisa cuma dua haru ajah"


"Ga bisa, ini kan baru pembukaan cabang di sana, ga bisa langsung di lepas, aku perlu tahu kinerja mereka" Jawab Biana, Niko hanya menganggukan kepala, sesekali melirik ke arah Biana


"Engga, aku mungkin tinggal di resto, aku sengaja kasih tempat tinggal buat aku atau laras kalau sesekali ke sana" jelas Biana


"Mengirit pengeluaran"


" Ya ga juga dong, Biar ga terlalu cape ajah bolak balik hotel resto " Jawab Biana


Mobil Niko pun memasuki area parkir restoran


"Makasih yah mas" Ucap Biana sebelum keluar dari mobil


"Makasih aja Nik" Ucap Niko menaikkan satu alisnya dan tersenyum


"Ck, terus maunya apa"


Niko langsung menunjuk pipinya sendiri


Cup


"Sudah puas, Aku keluar hati hati di jalan, Oya nanti ga usah jemput Dev yah kan mau di jemput Bapa" Kata Biana sebelum membuka Pintu mobil,


"Nanti malam aku jemput jam 7" Ucap Niko


"Iyahh, babaii" Seru Biana dan berlalu masuk ke dalam restoran


πŸƒπŸƒπŸƒ


"Maaf Tuan, Pak Hans meminta saya untuk memberi tahu anda, agar ponselnya di aktifkan" Ucap Jeams saat Niko baru saja masuk ke dalam ruangannya


Niko pun merogoh sakunya dan benar saja ternyata ponselnya tidak sengaja mati


"Oke, oya Jeams bacakan agenda saya hari ini" Ucap Niko, Jeams pun menganggukan kepala


"Jam 10 nanti anda akan ada rapat dengan para pemegang cabang hotel tuan, dan setelahnya ada pertemuan dengan tuan Ken untuk membahas kelanjutan proyek yang ada di bali, dan setelah anda free tuan" Jelas Jeams


"Emmmm satu lagi tuan" Ucal Jeams hati hati, Niko pun langsung menatap Jeams serius

__ADS_1


"Aku tahu Jeams tingkahmu yang seperti ini pasti, ada kelalaian dalam minerjamu"


"Maaf tuan, Namun saya baru memgetahuinya minggu minggu ini, karena saya juga harus menghendel proyek yang sedang berlangsung di jepang dan korea, Membuat saya lalai untuk meninjau beberapa kinerja di hotel lainnya"


"Jelaskan saja Jeams intinya" Ucal Niko dingin


"Managers hotel Bandung ketahuan korupsi senilai sepuluh miliar dan itu sudah terjadi selama satu tahu belakangan ini tuan, Anak Buah yang baru saja saya tugaskan untuk menghendel keuangan yang ada di sana melaporkan, kalau laporan keuangan sengaja yang mereka kirimkan selama setahun ini tidak falid, dan setelah mereka Menyelidiki ternyata ada yang korupsi dan ternyata itu managers juga sekretasinya yang melakukannya" Jelas Jeams,


"Apa sepuluh miliar" Niko langsung murka saat Mendengar penjelasan Asistennya,


Dirinya tidak habis Fikir dalam setahun bisa mencapai 15miliar, bagaimana jika kasus ini tidak ketahuan dalam jangka waktu lama, Ini semua juga karena kelalaian dirinya juga, yang jarang memeriksa laporan keuangan setiap hotel resort maupun usahanya yang lain


"Jeams, kamu tahu bukan apa yang kamu lakukan sebagai kepercayaanku, Kua cek semua laporan dari semua usahaku yang lain, saya tidak ingin ada kejadian bandung ke dua di lain tempat" Seru Niko dengan suara beratnya


"Baik Tuan akan saya pastikan tidak ada lagi kejadian seperti ini di lain tempat, akan saya proses Secepatnya" Ucap Jeams


"Keluarlah" seru Niko, Jeams pun menunduk dan undur diri dari ruangan Niko


Niko mengerang, karena baru pertama kali dirinya kecolongan selama mendirikan perusahaannya, Dia pun langsung menghubungi Hans untuk meminta penjelasannya, karena itu semua terjadi saat Hans masih menjadi asistennya


"Hallo" Seru Hans di seberang Telfon


"Hans" Ucap Niko dingin


"Are you oke" Tanya Hans


"No, aku tidak bisa berfikir dengan jernih saat ini, dan kau tahu apa penyebabnya" Kata Niko sembari memijat pelipisnya yang terasa pusing


"Why, ada apa"


"Kau tahu Hans, Hotel yang di bandung merugi sepuluh miliar, dan itu terjadi selama setaun, pantas saja saat aku memeriksa laporan yang di bandung, ada yang janggal, laporan yang yang setiap bulan selalu turun lima atau sepuluh persen" Gerutu Niko


"Apa yang kamu kerjakan Hans setahun ini kenapa kau menjadi lalai" Teriak Niko dengan lantang


Hans hanya terdiam tanpa menjawab satu patahpun, dirinya juga merasa bersalah karena pencariannya pada adiknya yang menghilang, membuatnya fokusnya ke pekerjaan terganggu


"Maaf Nik" Ucap Hans, Nampaknya bukan saatnya dirinya memberi tahu Sahabatnya, jika Dia akan ke Indonesia untuk menemui adik kecilnya


"Kau menghubungiku ada apa" Kata Niko, Hans mengangkat ujung bibirnya


"Tidak ada apa apa aku hanya ingin tahu kabarmu" Ucap Hans


"Ck, kamu tidak akan memerintahkan Jeams untuk memberitahuku, jika tidak ada kepentingan" Hans menghela Nafas, percuma saja dirinya mengelak pun akan tetap tahu jika ada yang akan dia sampaikan pada Niko


"Aku akan ke Indonesia" kata Hans


"Kau akan kembali menjadi asistenku lagi" Seru Niko


"Jangan suka memotong ucapan ku dulu Nik, kau itu terlalu kebiasaan tidak mau mendengarkan dulu" Gerutu Hans, Niko tertawa karena Membuat Hans emosi, dan ini adalah hal yang sudah lama tidak dia dapatkan setelah Hans memutuskan kembali ke negaranya


"Oke oke, apa kau sudah menemukan di tempat di mana adikmu berada saat ini" Tanya Niko


"Yah aku sudah menemukannya, dan aku tidak habis fikir, ternyata dunia tak selebar daun kelor, selama ini dia ada di sekeliling kita, dan kamu tahu aku tidak menyadarinya, aku baru sadar setelah daddy datang ke Indonesia dan bertemu dengannya" Jelas Hans dengan senang


"Waawww berada di sekeliling, memangnya siapa" Tanya Niko penasaran


"Diaa B..oke aku datang sebantar " Ucapan Hans terhenti karena seseorang memanggilnya


"Nik, nanti kita sambung, Grazea memanggilku, dia membuatku pusing saat kembali ke sini, di tambah dia hari ini akan bertunangan denga kekasihnya," Jelas Hans


"Grazea akan bertunangan" Tanya Niko dengan suara Dingin


"Yes hari ini, sudah dulu nanti kita sambung lagi" Ucap Hans sebelum mematikan panggilannya


"Oke bay" Jawab Niko


Ada perasaan senang, dan juga kecewa, saat Hans memberitahunya jika Grazea akan bertunangan,


Dan itu membuat pikirannya menjadi tambah kacau


πŸƒ


πŸƒ


πŸƒ


Terus kasih dukungan dan koreksinya yah guysc maaf kalau masih ada yang typo dan pempatan kata yang masih berantakan semoga kalian tidak bosan

__ADS_1


Jangan lupa kasih Like, Komen Dan Vote pastinya


TERIMA KASIHH


__ADS_2