Wanita Itu Istri Tercintaku

Wanita Itu Istri Tercintaku
Uncle Daddy


__ADS_3

sudah satu minggu semenjak kejadian itu Niko hilang seperti di telan bumi, Biana begitu marah, merasa dirinya seperti j****g yang setelah di j**** langsung di tinggal pergi


"Aaarrggg ngapain mikirin laki laki brengsek itu sih" Kesal Biana


"Ibu kenapa, dari tadi marah marah mulu" Tanya Dev cemberut yang sedari tadi memperhatikan ibunya itu


"Gapapa sayang, yuk jalan kita udah kesiangan loh, nanti telat ke sekolahnya" Biana memutuskan untuk membawa anaknya tinggal bersamanya, itu semua karena kesibukannya yang bertambah di restoran yang di kelola semakin ramai, dan berencana akan membuat cabang di beberapa kota, dirinya merasa tidak memungkinkan untuk sering menjenguk anak dan orang tuanya seperti biasanya,


yah walaupun harus berdebat dengan sang mama, karena tidak ingin berjauhan dengan sang cucu, akhirnya orang tuanya pun mengalah dan akan menyusul tinggal dengan Biana di kota


Tin Tin


Biana menoleh saat suara mobil mendekatinya yang sedang berdiri menunggu taxi,


Laki laki yang baberapa hari ini terus menghantui di kepalanya, keluar dari mobil sport dengan gayanya yang nyentrik, beberapa pengguna jalan pun sempat terngangah melihat penampilan Niko, terlihat waaw


Niko berjalan menghampiri Biana yang terdiam,



"Hai Boy, Biana"Sapa Niko


" Hai Uncle Daddy " Jawab Dev


Biana masih terdiam menatap Niko, Dan itu membuat Niko tersenyum, hingga cubitan di tangannya membuatnya tersadar


"Aauuuu Sakit" Teriak Biana, saat tanganya di cubit oleh Dev,


"Bu, ayo cepetan katanya mau nganterin sekolah, malah bengong"


"Jangan Cubit sakit" Rengek Biana pada Anaknya

__ADS_1


Niko tersenyum melihat pertengkaran Ibu dan Anak itu


"Ayo, kita berangkat, Pamit Sama Uncle Niko" Ucap Biana tersenyum pada Niko


"Ayo aku antar saja"


"Terima kasih mas, tapi aku sudah pesan mobil online"


"Sudah ayo, bukankah kita searah, ayo boy Uncle Daddy yang akan anterin kamu sama Ibu ke sekolah" Ucap Niko,


"Beneran Uncle Daddy" seru Dev antusias dan di angguki Niko yang mengusap kepala Devan


"Tapi, mas ini bakalan ngerepotin kamu" Biana berusaha menolak agar tidak di antarkan oleh Niko


"Sudah cepetan jalan, keburu siang" Niko berjalan membawa Dev ke dalam mobil di ikuti Biana di belakang, setelah Dev masuk ke dalam mobilnya, Niko langsung membukakan pintu untuk Biana,


"Terima kasih" Ucap Biana dan hanya di balas senyuman


"yang pingar belajarnya boy" Ucap Niko dan mengajak Devan Haifife


"Dah ibu, dan Uncle Daddy" Seru Devan sebelum masuk ke dalam kelasnya


"Biana"


"hhmm" jawab Biana yang sedang menatap ke luar kaca mobil


"Kamu marah" Tanya Niko


"Untukk"


"Kejadian yang lalu" ucap Niko

__ADS_1


"Tidak" jawab Biana singkat


"Kalau kamu marah padaku, aku minta maaf, sungguh aku tidak ada niat langsung pergi ninggalin kamu saat itu" Jelas Niko


"Tidak ada yang marah, dan tidak ada yang perlu di permaafkan, Dan anggap saja tidak pernah terjadi apa apa" Niko mengerutkan keningnya mendengar jawaban dari wanita yang ada di sebelahnya, dirinya merasa kecewa atas ucapan Biana


"Oke terima kasih untuk tumpanganya" Ucap Biana lalu turun dari mobil Niko, tanpa melihat raut wajah lelaki yang di sampingnya yang sedang menahan amarah


"Biana Tunggu"


PLAAKK


"Auu, Apa magsudmu" Teriak Biana dengan emosi


,


,


,,,


,


,


Haaaiii, semoga pada sehat semua yah guys,


Dan makasih yang selalu ngikutinya cerita novel ini, semoga tidak membosankan


Terima kasih


see you😘😘

__ADS_1


__ADS_2