
"Devian, apa kamu suka tinggal di sini" ucap biana yang sedang memakaikan pakaian pada anaknya itu,
"Yah bu vian sangat senang, dan bisakan vian tinggal lebih lama lagi di rumah ini, aku sangat suka di rumah ini, bisa melihat jalanan dari atas" jawab devian penuh semangat,
"Tentu sayang, kamu bisa tinggal di sini sampai kapanpun, karna ini rumah mu, apartment ini di berikan khusus untukmu dari auntie naya" sahut biana
"ok selesai, sekarang tinggal ibu yang bersiap, kamu pergilah melihat tv" lanjut biana dan mencubit hidung anaknya itu,
sudah hampir seminggu, biana dan anaknya nenempati apartment nya, itu semua bukanlah kemauan dirinya untuk menempati apartment nya,
karna dirinya merasa belum bisa untuk menempati tempat tinggal pemberian dari orang tua anaya,
semua bermula saat dirinya kembali ke kampung, untuk membawa Dev ke kota, karna dirinya sudah berjanji anak membawa devian berlibur,
namun saat dirinya kembali dan pulang ke kontrakanya,
dirinya kebingungan karna kontrakanya itu sudah ada yang menempati, dan pemilik kontrakannya pun menjelaskan, kalau beberapa hari setelah dirinya pulang, ada beberapa orang membereskan barang barangnya,
biana yang mendengarpun sudah tahu siapa pelaku yang sudah melakukannya,
dirinya pun langsung menuju ke apartment nya, dan benar saja saat dirinya sampai, semua barang miliknya sudah tersusun rapi, dan apartmentnya pun sudah terisi penuh dengan barang barang
"Ini pasti ulah wanita cerewet itu huh" biana pun menggerutui sahabatnya itu, yang sudah seenaknya memindahkan tempat tinggalnga tampa ijin darinya
Ting tong Ting tong...
"Bu, Ibuuuuuuuuu" Teriak devian memanggil ibunya, sedangkan dirinya masih fokus menatap film kartun kesukaanya
"hey jangan berteriak seperti di hutan dev" Jawab biana keluar dari kamarnya, yang sudah berpenampilan rapi
dev pun tersenyum menampilkan giginya,
"Suara alarm itu sangat berisik bu, sepertinya ada orang yang akan masuk" celetuk dev
biana menggelengkan kepalanya, mendengarkan perkataan anaknya itu,
"Siapa yang pagi buta berkunjung, apa mereka tidak punya pekerjaan di pagi hari"
"Morning hany" ucap riko dengan tersenyum, sesaat pintu di buka oleh pemiliknya
"Mas riko, aku kira orang gila yang pagi pagi sudah memainkan bel apartment orang" gerutu biana dengan tangan yang di taruh di dadanya
__ADS_1
"Haii, apa kau mengatai kekasihmu yang tampan ini orang gila" ucap riko
"Aku tidak merasa menyebut nama anda, tapi anda sendiri yang mengatainya"
"Kapan, aku tidak mengatai diriku gila"
"Hmmm itu barusan"
"Sudahlah aku tidak ingin berdebat denganmu nona, ini masih terlalu pagi, di mana anak kecil itu" seru riko yang langsung mendorong biana untuk masuk ke dalam apartment nya
"Dia sedang fokus dengan kartun nya, ngomong apa yang membuatku kemari mas" ucap biana
"Tentu saja untuk menengok calon istri dan anak ku" jelas riko yang langsung berhambur ke sofa dan duduk di sebelah dev yang sedang menonton kartun
"Hai brothers, apa kau suka dengan kartun dua anak kembar itu" Ucap riko, yang langsung mengambil alih makanan yang sedang di makan oleh dev, dan membuat dev langsung berteriak memanggil ibunya
"Ibuuuuuuuuu" teriak dev
"Maasss, ini masih pagi, jangan membuat ulah" ucap biana yang sedang sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan
setelah acara sarapan pagi selesai, dengan diiringi perdebatan kecil antara riko dan dev, mereka bertiga pun berangkat menuju kerestoran biana, dengan riko yang mengantarkan
"Kenapa mas" tanya biana yang menatap riko dengan alis yang mengerut
"Aku harus ke amerika, ada sesuatu yang aku harus aku selesaikan di sana"
"Apa tidak bisa di tunda"
"Tidak hany, ini sangat penting, dan tidak bisa di tunda" jelas riko,
"Baiklah, tidak masalah, setidaknya aku bisa bebas di sana, bisa mencari abang bule untuk ku bawa pulang" biana lun tersenyum dengan licik,
alih alih ingin membuat riko kesal, namun ternyata pria di sampingan itu menanggapi nya dengan santai
"silahkan saja jika berani" ucap riko santai dengan mata yang masih menatap ke jalanan
"Ck, Apa kau sedang memberi ijin bos mafia"seru biana
"Tidak " jawab riko singkat
"Lalu,,? "
__ADS_1
"Akan aku pastikan kau tidak akan melakukannya hany" seru riko yang mendekatkan wajahnya ke wajah biana dan membuat biana merasakan nafas hangat riko,
mobil riko sebenarnya sudah berhenti di parkiran restoran xxx lima menit yang lalu,
dan, saat riko akan mengecup bibir biana,
mereka tidak menyadari jika ada sepasang mata yang sedang menatap dengan tatapan dinginnya
"Yaaakkkkk"
suara terikan dev pun langsung membuat mereka sadar akan perbuatannya
"Ekheemmm, kita sudah sampai, ayo kita keluar" ucap riko yang langsung membuka Siltbeat miliknya, dan bergegas turun
biana pun langsung menganggukan perkataan riko dan langsung turun mobil, lalu membukakan pintun mobil untuk dev
"Ayo boy, kita sudah terlambat" ucap biana
dev pun tidak mendengarkan perkataan ibunya, dirinya langsung bergegas turun dan langsung berlari ke dalam restoran, biana yang menyaksikan tingkah anaknya hanya bisa membuang nafas beratnya,
karna dirinya sudah menebak, jika anaknya pasti marah akan situasi tadi
"Dev hanya anak kecil, nanti juga akan baikan kembali jika di beri sesuatu yang dia sukai" jelas riko yang berdiri di sebelahnya
"jangan mengulangi lagi di depan dev mas" ucap biana dan berlalu pergi meninggalkan riko,
sedangkan riko yang mendengar kan perkataan biana tersenyum penuh arti.
,
,
,
,,
***Hai guys dukung author yah dengan memberi like di novelku ini, dan jangan lupa tambahkan ke novel favorit kalian, author bisa lebih semangat melanjutkan cerita ini
. Terima kasih..
๐๐***
__ADS_1