
Saat biana hampir sampai ke kontrakanya dirinya menghentikan langkahnya, dan melihat seorang pria yang sedang berdiri di depan kontrakanya
namun saat biana menyadari siapa laki laki itu, biana pun tersenyum dan berjalan mendekati pria itu,
"Mas Riko, sedang apa kamu di sini" tanya biana yang mengagetkan riko
"Oh Biana, akhirnya kau kembali juga" riko langsung berhambur memeluknya
"Lepas mas, malu di lihat orang" geurut biana
Riko pun langsung melepas pelukanya,
"Dari mana saja kamu haah, kenapa tidak bisa di hubungi, kau tau aku begitu cemas seharian ini, apa lagi saat melihat wajah murungmu tadi siang" ucap riko
biana yang mendengar ucapan riko pun tersenyum
riko yang melihat biana tersenyum pun ikut tersenyum, namun dirinya langsung mengerutkan keningnya saat melihat luka lebam di wajah biana
"Ada apa dengan mukamu ini hah, siap yang melakukanya, Akan aku hajar dia sekarang" Tanya riko, mengusap muka biana
"Tidak apa apa, tadi ada sedikit salah paham" ucap biana tersenyum
"sampai seperti ini" tambah riko,
dan hanya di angguki oleh biana
"Ayo aku obati, biar aku ambil dulu kotak p3k di mobilku" ucap riko
"Tidak usah, aku bisa sendiri mas, ini tidak terlalu sakit"
"No bi, ayo buka kontrakanmu, bersihkan dirimu, aku akan ke mobil mengambil obatnya" ucap riko yang berlalu pergi menuju mobilnya
"Sudah tidak usah, mas riko pulang saja" biana pun berteriak pada riko, namun riko hanya mengangkat tanganya memberi kode untuk diam,
"huufff dasar kaka adik sama sajah, tukang pemaksa" gumam biana memasuki kontrakanya.
mereka tidak menyadari ada sepasang mata yang sedang mengawasi dari dalam mobil dengan raut wajah tidak suka
"Hans, Kau bilang mereka berdua tidak ada hubungan kusus, tapi apa ini, mereka berpelukan seperti sepasang kekasih" gerutu niko yang sedari tadi mengikuti biana sampai ke kontrakanya, dan melihat adiknya yang sedang menunggu biana dengan khawatir seperti pada kekasihnya,
niko pun akhirnya pergi meninggalkan tempat itu, dengan raut muka yang tidak bisa di tebak,
,
,
__ADS_1
"Aauu sakiittt" gerutu biana memukul lengan riko
"hehehe diam lah sebentar, ok selesai" balas riko
"Sekarang katakan, kenapa bisa sampai kau seperti ini bi, siapa yang sudah berani membuat muka cantikmu ini menjadi seperti baskom peot" tanya riko dengan di iringi ledekanya
"Kau mengatai ku baskom peot mafia" gerutu biana dan langsung mencubit perut riko hingga meringis kesakitan
"iyaa sakittttt" ucap riko dengan nada kesakitan
"Biarlah, kalau kau mengatai ku seperti itu lagi, tinju ini akan melayang ke mukamu, biar jadi panci peot" sungut biana memperlihatkan kepalan tanganya
"hahahhaha baiklah baiklah, aku tidak akan mengataimu seperti itu lagi, buka karna aku takut pukulanmu, tapi aku takut wajah yang tampanku ini berubah menjadi panci peot"
"Cih dasar narsis" biana pun langsung bangkit dari duduknya, namun langsunh di cekal tanganya oleh riko
"Bi, aku berbicara serius denganmu" ucap riko dengan nada serius
"mas, kan tadi sudah aku jelaskan, cuma salah paham sama orang pas di jalan, dan terjadilan baku hantam dengan emak emak, yang di kira aku ini selingkuhanya, saat aku menunggu bus, ada ibu ibu mendatangiku dia langsung menampar ku karna dia kira aku selingkuhan suaminya, cuma gara gara aku berdiri di sebelah suaminya itu, is menyebalkan bukan" ucap biana menyakinkan riko
"Bi, Apa kamu mau menikah dengan ku" ucap riko yang langsung membuat biana tersentak atas perkataan riko
"A... apa mas"
"menikahlah denganku" ucapnya riko kali ini dengan nada serius,
"Maaf mas" ucap biana tertunduk
"mas tau kan, aku wanita yang sudah pernah gagal menikah, di tambah aku sudah mempunyai seorang anak, untuk saat ini aku belum bisa menjalin hubungan serius dengan laki laki manapun, aku hanya sedang fokus membesarkan anaku"
"Bi aku tau, dan aku tidak memfikirkan masalah statusmu, mari kita besarkan anakmu anak kita bersama sama, Aku akan menyanyangi dev seperti anaku sendiri, aku aka menjadi seoranh ayah yang baik untuk dev"
"bAku mencintaimu Bi dari dulu saat kau bekerja di pabrik pamanku, aku sudah tertarik denganmu sejak lama" seru riko dengan nada menyakinkan
biana yang medengar pengakuan riko langsung mencerna kalimat terakhir kalau dia mencintai dirinya sejak dulu
"wanita yang sering aku ceritakan setiap hari terhadapmu dan juga anaya itu dirimu sendiri" ucap riko
biana pun semakin kaget dengan ucapan riko,
"Bi aku bersungguh sungguh akan ucapanku, aku ingin kau menjadi masa depanku, aku ingin menua denganmu, dan aku ingin.. "
"Stop mas jangan di teruskan, sekarang pulanglah ini sudan malam aku takut warga di sini salah faham, pulanglah mas" seru biana yang langsung menghentikan ucapan riko
"Tapii biii, plisss percayalah denganku" ucal riko
__ADS_1
"beri aku waktu untul berfikir" jawab biana
"baiklah aku akan menunggumu, semoga jawabanmu nanti tidak mengecewakanku, Aku pulang yah, jaga dirimu baik baik, kalau ada apa apa langsung hubingi aku" ucal riko, mengusap lembut rambut biana, dan berlalu pergi
"Hati hati mas" seru biana, riko pun hanya menganggukan kepala dan tersenyum.
,
,
,
niko yang saat ini sedang di landa emosi memutuskan untuk pergi ke club malam, dirinya pun menghubungi hans untuk menemuinya,
"Ada apa denganmu nik, kenapa wajahmu begitu menyedihkan" seru hans dengan meledek, yang baru saja masuk ke ruangan VIP yang niko tempati
"Cihh, tidak usah basa basi, aku kira kau tidak akan datang karna masuk ruang ICU"
"Sial kau, kalau pun aku masuk ICU kau orang pertama yang akan menangisiku" umpat kesal hans
"hahahaa,, Kau Apakan Casanova tengik itu" tanya niko memandangi hans yang terlihat tidak ada bekas pukulan satupun di wajahnya
hans pun hanya tersenyum seperti kuda, kala dia mengingat kembali saat dirinya duel dengan leon
"Hans jangan bilang kau menelanjangi dia" tanya nkko
"Seperti apa yang ada di fikiranmu nik" seru niko
mereka berdua pun tertawa, kala membayangkan bagaimana kondisi leon saat ini,
saat hans berkelahi dengan leon dan melumpuhkanya, hans mengikat leon seperti yang leon lakukan terhadap biana, dan memakaikan baju lingering yang ada di kamar itu, tidak lupa juga dirinya mengabadikan momen itu, untuk berjaga jika suatu saat leon berani mengusik biana lagi, sudah bisa di pastikan penampilan leon akan tersebat di semua media masa,
hans sendiri bukan hanya sekali melakukan perbuatan konyol seperti itu terhadap seseorang, dirinya pernah melakukan pada saat duduk di bangku perkuliahan, dan pada saingan bisnisnya yang licik, dan menurut mereka berdua sangat mengganggu,
sebenarnya, mereka bisa saja menghabisi, namun mereka tidak ingin melakukan perbuatan keji terhadap seseorang, dengan cara mempermalukanya adalah hal yang menghibur sekaligus menyenangkan,
,
,,
,
**Hai guys, semoga kalian tidak bosan dengan cerita ku yah
jangan lupa kasih like komen, vote, agar aku bisa lebih semangat melanjutkan ceritanyaa
__ADS_1
terima kasih☺☺**