
" anak Riko" Ucap Biana pelan
Siska menceritakan semua kejadian yang terjadi pada dirinya dan Riko, juga foto USG kehamilanya yang memasuki bukan ke Dua
"Kau fikir bisa mendapatkan Riko dengan begitu gampang Biana" sakit Gumam Siska tersenyum miring
" jadi pliss tolong bantu aku untuk berbicara dengan Riko, bagaimana pun anak ini darah dagingnya, aku hanya bisa meminta bantuanmu, karena cuma kamu yang dekat dengan Riko" Siska memohon dengan raut muka sedihnya
"Aku sengaja Biana, agar kau sendiri yang meminta kekasihmu untuk bertanggung jawab" gumam Siska penuh licik
"Siska, Apa kamu tahu hubunganku dengan Riko" Tanyanya Biana dengan pelan, Namun emosi yang tertahan
"Aku tidak tahu,,, jangan bilang ... Oh Tuhan Kalin" Siska menutup mulutnya dengan tanganya seakan akan dirinya terkejut
Siska langsung menghampur memeluk Biana dengan tangisan yang di buat buat, sedangkan Biana sendiri hanya terdiam atas perlakuan Siska, dirinya berusaha tegar agar tidak menangis di hadapan Siska
"Aku sungguh tidak tahu kalau kalian ada hubungan dengan Riko, aku kira kalian hanya dekat sebagai teman, tolong maafkan aku Biana hiks hiks" seru Siska
"Bagaimana kalau aku meminta Riko untuk tidak bertanggung jawab padamu" Biana berkata dengan dingin pada Siska, dan itu membuat Siska Emosi atas ucapanya
__ADS_1
" Aku kira kau benar benar wanita yang baik, ternyata kau juga wanita yang kejam, bagaimana bisa kamu memisahkan anak yang tidak berdosa dengan ayahnya, Kalau Kamu tidak mau melepaskan Riko, Aku tidak masalah, Tapi Anak ini butuh seorang ayah Biana" Siaka berkata dengan emosi yang tinggi
"cukup Biana cukup, cukup anakmu saja yang kau pisahkan dengan ayahnya, jangan kau jadikan anakku juga bernasib sama seperti anakmu yang tidak mempunyai ayah" Sarkas Siska dengan amarah, dan langsung mendapatkan tamparan oleh Biana
"Jangan pernah kau bawa bawa anakku dalam kasusmu Siska, yang jelas Anakku dan calon Anakmu yang entah siapa sebenarnya Ayahnya itu, berbeda, Anakku bukan Anak hasil hubungan haram" Gertak Biana dengan nada penuh Emosi, dirinya begitu marah atas semua yang terjadi,
"Walaupun anakku haram, tapi anak ini anak dari kekasihmu, kau harus ingat Biana, bukankah kau paling benci dengan penghianatan" Ucap Siska tidak kalah emosi dengan Biana
"Kau menginginkan Anakmu mendapatkan pengakuan oleh Ayahnya, bukankah itu yang kau mau, tidak karena ada magsud lain bukan" Selidik Biana mulai tersulut emosi oleh perkataan siska
"Hahahah, jelas ada yang aku inginkan selain anak ini mendapatkan pengakuan dari Riko" Ucap Siska seraya mengelus perut ratanya
tapi semua berantakan saat kamu hadir mendekati dan merayu Riko" sarkas Siska penuh emosi
"Hanya cara seperti ini agar aku bisa mendapatkan dirinya Biana, bisa menjadi menantu muda di keluarga prajaya, jadi lepaskan Riko" perkataan Siska, membuat Biana bungkam, dirinya tidak habis fikir atas tindakan Siska yang berani berbuat sejauh ini
"Itu bukanlah cinta, Tapi *****, yah kau bernafsu atas latar belakangnya" Ucap Biana lalu berlalu pergi meninggalkan restoran,
"arrrggghhh itu salah satunya biana, itu salah satunya haahaahaa" Pekik Siska penuh emosi dengan di iringi tawa yang menggema di rungan privat itu
__ADS_1
Siska mulai stress hahahaa
Apa yang dia khawatir menjadi kenyataan,
merasakan apa yang dulu pernah dia rasakan, Penghianat yah Biana sekali lagi di hianati oleh orang yang sudah mengisi hari harinya, walaupun belum sepenuhnya membalas perasaan Riko namun tetap saja itu penghianatan, dan itu terjadi saat dirinya sudah mulai untuk membuka hati
Biana berjalan menyusuri jalanan kota yang mulai gelap, diiringi jatuhnya air dari kahyangan yang mulai deras, dirinya tidak mengindahkan suara klakson mobil di belakangnya yang seakan memanggilnya,
hingga pertahanan dirinya pun runtuh, Biana terjatuh tidak sadarkan dirindi bawah derasnya air hujan
"BIANAAA....... "
,
,
,
๐น๐น๐น๐น
__ADS_1