Wanita Itu Istri Tercintaku

Wanita Itu Istri Tercintaku
Bermalam


__ADS_3

"Nona biana" panggil seorang pria yang berada di belakang biana dan riko, dan ternyata adalah asisten pribadi anaya


biana dan riko pun membalikan badanya dan menatap kearah pria itu


"Iyah, apa anda memanggil saya mas jack" tanya biana


"Maaf, saya ingin memberikan hadiah ini dari tuan besar, sebenarnya tadi akan saya umumkan, namun nona anaya melarangnya" ucap jack, seraya memberikan amplop putih pada biana dan riko


"Hah hadiah, hadiah apa yah mas saya tidak mengerti, mungkin ini di tunjukan bukan untuk saya" jawa biana yang memberikan kembali amplop itu pada mc itu


"Iyah mungkin anda salah orang" timpal riko


"Tidak, nak bia, nak riko, itu memang saya khususkam untuk kalian berempat, jadi bukan hanya kalian saja yang dapat, namun kakak mu dan juga hans" seru aldi, ayah anaya yang sudah berdiri di antara mereka


"Terima kasih om, tapi hadian untuk apa ini" tanya riko


"Sebagai tanda terima kasihku pada kalian, karna sudah membuat anak nakalku itu, mau meneruskan usaha keluarganya hingga sampai di posisi ini" jelas ayah anaya sembari melihat anaknya yang sedang berbicang dengan rekan bisnisnya


"Ayah, itu semua bukan karna kita, tapi karna semangat tinggi mba naya, untuk meneruskan mewujudkan cita cita orang tuanya" jelas biana


"Tetap saja, kalau kalian tidak mendorong naya, dirinya tidak akan mungkin membawa perusahaan sampai di titik ini, dan sebenarnya saya juga tidak memberatkan naya memiliki restaurant, karna itu impianya dari dulu, tapi sekarang dirinya malah sepertinya menikmati posisinya saat ini, sebagai pemilik AK'crops" seru ayah anaya


"Tetap saja om, itu semua karna semangat wanita cerewet itu" timpal riko meringis karna langsung mendapatkan pukulan ringan di bahunya oleh biana


"Mas jaga ucapanmu" gerutu biana dan riko pun langsung tertawa


"Hahahah, maaf om, bukanya saya mau menjelakan anak gadis om yang super cerewet itu, tapi bukankah om juga merasakan" seru riko dan membuat aldi tertawa karna ucapan riko memang benar adaya


"hahah iya kau benar rik, naya memamg cerewetnya melebihi bundanya, saya sendiri kadang lebih baik kabur dari pada harus mendengarkan anak itu saat sudah mulai omelanya di rumah" jawab ayah anaya yang langsung membuat mereka tertawa


" Om, orang yang seharusnya mendapatkan hadiah dari om itu, seharusnya biana, karna dirinya lah yang sudah membantu, mendorong, dan membuat sukses karir naya sampai saat ini" ucap riko


"Yah kau memang benar riko, biana memang sudah banyak membantu anaya, saya bersyukur karna anaya mempunyai sahabat seperti kalian" riko dan biana yang mendengar ucapan ayah anaya tersenyum,

__ADS_1


saat biana akan kemabali lebih awal, dirinya di tahan oleh anaya untuk bermalam di hotel itu, awalnya biana menolak karna beralasan esok pagi harus ke restoran karna memang jarak dari hotel ke tempat kerjanya lumayan jauh,


.


.


---------//------------


,


Kring kring kring


Alaram dari ponsel biana berdering dari satu jam lalu,


Namun pemiliknya sepertinya enggan untuk bangun dari tidurnya


" jam berapa ini" Ucap biana mematikan alaram ponselnya


saat biana selesai membersihkan diri,


dirinya baru sadar kalau dirinya tidak membawa baju selain bahu pesta yang dia kenakan saat pesta,


"Oh shiit, apa aku harus mengenakan baju semalam lagi" gerutu biana


"Apa aku meminjam baju mba naya saja yah"


biana pun keluar dari kamarnya, untuk menuju ke kamar anaya, saat dirinya baru melangkah keluar kamar, biana di kagetkan dengan riko yang sudah berdiri depan pintu kamarnya, yang membawa paper bags


"Morning hany" seru riko yang mengagetkan biana yang baru saja membuka pintu kamarnya


"Astaga mas riko" pekik biana dengan suara keras


"Hai bukanya menjawab malah berteriak"

__ADS_1


"Hihihi maaf, lagian sedang apa mas riko berdiri di sini pagi pagi"


"Aku sengaja ke sini karna membawakan ini untukmu" riko pun memberika paper bag yang dia pegang pada biana


"Apa ini mas"


"Baju gantimu, bukankah kamu tidak membawa baju lagi selain baju pesta yang kamu pakai semalam, dan kamu keluar kamar berpenampilan seperti ini pasti akan menemui wanita cerewet itu kan" seru riko yang memperhatikan penampilan biana yang hanya menggunakan handuk kimono, dengan belahan dada yang sedikit terbuka, dan itu membuat riko menelan salivanya sendiri


"kalau saja aku tahu akan menginap di sini, pasti aku sudah membawa baju lain" Gerutu biana


"Sudah gantilah pakaian ini, semoga saja cocok untukmu, kalau kamu kurang suka nanti akan aku bawakan yang lainnya"


"Emmm tapi apa ini tidak apa apa mas, sepertinya ini terlalu mahal" biana pun merasa tidak enak, karna saat dirinya meliat pakaian di dalam paper bags itu, sepertinya harganya tidaklah murah


" jangan fikirkan itu, sudah cepat sana berganti, dan ayo kita sarapan di bawah, anaya dan juga yang lainya juga sudah menunggumu dari tadi" jelas riko


biana pun tersenyum menganggukan kepala, dan langsung masuk, meninggalkan riko di depan kamarnya


,


,


,


,


"***Terim kasih untuk yang sudah mau membaca nobelku ini, semoga kalian tidak merasa bosan yah,


dukung terus aku yah agar lebih semangat melanjutkan cerita ini


janga lupan dukunga aku dengan like, komen dan vote


Terima kasih😘😘***

__ADS_1


__ADS_2