Wanita Itu Istri Tercintaku

Wanita Itu Istri Tercintaku
Restu


__ADS_3

"Biana " Seru seseorang dan menghentikan jalan Biana yang akan masuk ke dalam restorannya


"Owhh Hai Sis" Sapa Biana pada Siska yang berdiri depannya


"Aku mau ngasih ini sama kamu" Ucap Siska dengan Sombong sembari memberikan Undangan Padanya


Biana menerima dan membacanya


" Wedding, Riko Sebastian And Siska Feronika" Batin Biana


"Oke thanks yah, gue sempetin buat dateng" Ucap Biana dengan tersenyum, Siska sendiri langsung merasa dongkol karena rencana ingin membuat Biana cemburu malah gagal


"Harus dateng Dong, setidaknya kamu harus lihat kebahagiaan aku sama Riko" Ucap Siska Sinis


"Gue usahain, Gue masuk dulu yah, ada yang lebih penting solanya" Ucap Biana tak kalah Sinis lalu pergi meninggalkan Siska yang sedang menahan emosi


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


"Devan Ganteng banget Sumpah, coba kalau kamu udah gede, bakalan Auntie pacarin" Seru Anaya yang sedang menyaksikan Devan yang sedang potret


Ohh gitu, trus aku mai di inggirin"Sahut Andrean yang ada di sebelahnya


" Heheh engga dong Babe, kamu tetap no one Buat aku" Ucap Anaya yang langsung merangkul lengan kekasihnya sedangka Andrean hanya berdecak


"Hai Nya, Ndre" Seru Niko yang sedang berjalan ke arah Anaya dan Andrean


"Wihh tumben loh ke sini, jemput Siapa" Sahut Andrean


"Anaklah" Seru Niko yang sedang menyaksikan Devan yang sedang di potret


"Anak" Tanya Andrean dengan kening yang berkerut


"Devan babe Devan* Ucap Anaya


" Devan, lo sama " Tanya Andrean pada Niko dengan menggerakan antara kedua jari telunjuknya


"Aku belum cerita ya. lupa jadi, Niko sama Biana udah " jelas Anaya juga ikutan menggerakan jari kelingkingnya


"Seriuss, waaah selamat Bro, Gue seneng akhirnya lo dapetin wanita yang lo inginkan, walaupun Bukan kriteria lo" Ucap Andrean,


"Memangnya Kriteria Lo kaya apa Nik" Tanya Anaya pada Niko penasaran


"Kriteria dia ya yang seperti di " Ucapan Andrean terhenti karen Niko langsung memotonh ucapannya


"Ga usah di jelasin, Kriteria kya gitu udah ga masuk di kehidupan Gue "Sahut Niko dingn, tatapanya masih fokus memperhatikan Devan, dan sesekali melambaikan tangannya


" Ck, kya gitu juga cinta pertama lo, Cinta pertama ga bakalan gampang di lupain" Ucap Andran


"Kamu ngomong apa sih babe ga jelas" sahut naya dengan Malas


"Daddy " Seru Devan yang selesai pemotretan dan mendekati Niko


"Sudah selesai" Tanya Niko


"Sudah kan Auntie" Devan Bertanya pada Anaya


"Harusnya sih belum Dev, masih ada Satu produk lagi, tapi nanti kalau ketahuan Ibumu, yang ada nanti Auntie bisa di goreng" Kata Anaya


"Udah sekali ini ajah Nya, kasihan Devan masih kecil harus belajar bukan cari uang" Sahut Niko,


"Ckk, kamu Tahu Nik aku udah kedua kalinya mendengar perkataan itu" Seru Anaya


"Emang Siapa lagi" Tanya Andrean


"Biana" jawab singkat Anaya dan berlalu pergi


"wkwkkw, Jodoh Nik" Ucap Andrean menepuk Bahu Niko dan mengikuti Anaya.


"Devan kamu mau ikut Uncle lihat hasil fotonya" Seru Andran

__ADS_1


"Mauu, ayo Daddy kita lihat foto Devan" sahut Devan lalu menarik tangan Niko





"Aduhhh gemess banget" Seru Anaya saat melihat hasil pemotretan Devan


"Hee'emm Besok kita kalau punya Anak kaya Devan yah Babe" Kata Andran dan langsung di angguki Anaya


"Daddy bagus kan Foto Devan" Tanya Devan pada Niko yang juga sedang melihat takjub dengan hasil pemotretan Devan


"Bagus, Nanti kalau ada waktu foto bareng daddy mau"


"Beneran Ded, sama Ibu juga" Ucap Niko


"Iyah sama Ibu juga" Jawab Niko


"Pak Foto aku mau foto itu, mau aku kasih liat ke Ibu" Pinta Devan pada pegawai yang sedang memperlihatkan hasil pemotretannya


"Nooo" Seru Andrean dan Anaya bersama, Devan pun langsung memajukan bibirnya Cemberut


"Devan sayang, gini foto ini nanti kita kasih surprise Buat Ibu, Nanti kita pasang di Jalanan di mall, terus di Tv Biar Ibu terkejut gimana" Jelas Anaya pada Devan yang masih cembetut karena keinginannya untuk meminta fotonya tidak di berikan


"Emang Bisa Uncle"Tanya Devan


"Bisa dong, Besok Auntie pastiin udah ada Oke" Jawab Anaya


"Ya sudah kita pulang yah " Pamit Niko pada Anaya dan Juga Andrean


"Oke, hati hati di jalan, Devan miss youu" Seru Anaya lalu mencubit gemas pipi Devan dan membuatnya Cemberut


"Jangan lupa bayarannya harus tinggi, Solanya nih produk bakalan laku drastis" Seru Niko berjalan keluar dari ruang pemotretan bersama Devan


"Ck, itu udah pasti Bro" Jawab Andran


Niko pun mengantarkan Devan langsung ke apartemennya, karena melihat Devan yang sudah kelelahan dan tertidur di mobilnya,


Sedangkan Biana sendiri masih di Restorannya untuk menyiapkan pembukaan canmbang Restorannya di beberapa luar kota, dan semua berjalan dengan keinginan Biana karena berkar kerja sama dengan Tuan Ricard


KLIIK


Niko pun langsung masuk ke dalam apartement dengan Devan yang sedang tertidur di gendongannya


Namun dirinya di kejutkan oleh kedua orang tua yang sedang duduk di sofa


"Aduhh cucu nenek Baru pulang" Seru Mama Ami lalu mengambil alih Devan dari gendongan Niko


"Maaf yah Nak udah repotin Kamu" Niko tersenyum pada Mama Ani, Niko menebak jika kedua orang tua itu orang tua Biana


"Gapapa Tante, Aku malah seneng"


"Kalau begitu saya langsung pulang tante Om permisi" Ucap Niko namun langkahnua terhenti saat Pak Ali memanggilnya


"Anak Muda" Seru Pak Ali, Niko pun berbalik dengan tersenyum.


"Duduk" Ucap Pak Ali menyuruh Niko untuk duduk di sebelahnya


"Apa alasan kamu mencintai Anak saya " Ucap PaK Ali langsung ke intinya


"Tidak Ada alasanbuat saya mencinta Biana Om. perasaan ini tumbuh dengan sendirinya, mengalir dengan sendirinya tanpa ada alasan apapun Buat saya mencintai Biana dan juga Devan" Jawab Niko, Pak Ali tersenyum akan jawaban Niko


"Saya titip mereka berdua yah sama kamu, saya tahu kamu orang Baik, dan tidak akan menyakiti Anak dan cucuku" Seru Pak Ali


"Apa Om merestui hubungan saya dengan Biana"


"Selama Biana dan Devan bahagia, dan orang itu baik dan pastinya tidak berengsek pada Anak dan cucu saya, Saya tidak akan melarangnya"

__ADS_1


"Kamu pasti tahu bukan kalau Biana masih mempunyai rasa trauma akan masa lalunya, Tapi seperti nya dengan kamu dia berbeda, yah walaupun saya baru saja melihat kamu secara langsung" Niko mengerutkan keningnya atas Ucapan Pak Ali yang baru melihatnya secara langsung


"Jangan kaget, walaupun Biana di kota sendiri, tapi saya tidak akan membiarkan putri saya benar benar sendiri di sini, Walaupun Biana mempunyai bela diri yang Baik, tapi dia seorang wanita, tetap saja kapan waktu akan merasa terancam. walaupun saya tidak bisa menjaganya secara langsung, namun saya selalu memantaunya dari Kejauhan" Jelas Pak Ali, Niko mulai paham akan Ucapan Pak Ali, jadi selama Ini Biana begitu banyak yang mengawalnya tanpa sepengetahuan Biana, yang Niko tahu Biana hanya di kawal oleh Pengawal Niko, Adiknya, dan satu Pengawal yang masih Niko Selidiki Siapa pengirimannya, dan Ini dari Ayahnya sendiri


Pembicaraan Mereka pun menjadi panjang, membahas masalah dunia Bisnis, Dunia Mafia, Kehidupan kelam Pak Ali Saat masih mengawal sebuah keluarga yang hebat, namun dirinya tidak menjelaskan secara detail tentang pekerjaannya dulu, termasuk mengenak bosnya yang ternyata orang Tua Biana


KLIIK


Obrolan mereka terhenti saat mendengar pintu terbuka, dan Menampilkan Wajah Biana Yang terlihat lesu dan cape, Biana berjalan dengan tertunduk tidak menyadar sedang di perhatiankan oleh kedua laki laki yang sedang menatapnya dengan tersenyum, karena mereka berfikir jika Bian tidak menyadari ada orang di ruangan itu


Biana melangkah ke kulkas pendingin, untuk mengambil air mineral, dan saat dirinya sedang meminum lalu melihat ke sofa dirinya langsung tersedak karena kaget, Niko pun langsung berdiri dan menghampiri Biana, membantu menepuk punggungnya


"Maaf Biana Kira ga ada orang uhuk uhuk"


"Jangan Bicara Dulu" ingat Niko


"Biana Biana" Ucap Pak Ali menggelengkan kepalanya


"Biana pun Mendekati Pak Ali lalu menyalaminya begitupun Pada Niko


" Udah pada makan, Biana bikinin yah, mama kemana ko ga kelihatan, Devan juga ga ada"


"Kalau nanya satu satu, orang mau jawab bingung" Seru Niko mengacak Rambut Biana gemas


"Mandi gih, kita udah makan, mama Di kamar lagi nemenim Devan tidur, tadi sempat bangun nyariin kamu, trus di tidurin lagi" Jelas Niko


"Tumben, Biasanya yang di cariin Daddy nya, daddy mana Bu, Devan Mau sama Daddy" Gerutu Biana lalu beranjak dari duduknya dan masuk ke dalam kamar mandi


"Jangan bosan sama sifat Biana yang seperti itu ya Nik, Walaupun sudah dewasa dan sudah lunya anak, kadang kalau lagi manja lebihin anaknya" Kata Pak Ali tertawa, Dirinya kembali teringat jika Biana sedang manja padanya melebihi Anaknya kadang membuatnya pusing jika antara anak dan cucunya tidak ada yang ingin mengalah


"Pa, Ayo tidur udah malam, Besok katanya mau jalan jalan" Seru Mama Ani yang baru saja keluar dari kamar Biana


"iya ayo, Nak Niko Bapa tinggal yah, jangan terlalu malam pulangnya bahaya di jalan, selamat malam" Ucap pak Ali lalu beranjak dari duduknya


"Iya Pa" Sahut Niko tersenyum


🌹🌹🌹


"Bapa kemana Mas" Tanya Biana saat keluar dari kamar mandi


"Sudah tidur" Jawab Niko tanpa melihat ke Biana, Dirinya kembali sibuk dengan PeKerajaannya yang dia tunda, dan meminta Sekretaris nya untuk mengirim kan berkas yang harus Dia pelajari ke E-mail nya


"Tadi Siang Siska ngasih Undangan" Ucap Bian yang Duduk di sofa single


"Mereka beneran akan menikah, Kamu apaain Riko sampai mau bertanggung jawab" Tanya Niko yang masih menatap ke laptopnya


"Ck, Kakak Ade tapi ga tau satu sama lain" Gumam Biana lirih, Niko tersenyum atas ucapan Biana yang dia dengar


"Kita mengetahui satu sama lain, tapi kita ada perjanjian untuk hanya saling mengetahui, tanpa harus ikut campur, kecuali kalau di antara kita memang harus ada yang di tolong" Jawab Niko, Biana mengehela nafas dan memutar malas bola matanya


"Aku mau istirahat aja deh, Mas Niko kalau mau pulang pin yakkk" Teriak Biana tiba tiba karena saat dirinya beranjak dari sofa tanganya langsung di tarik oleh Niko dan terjatuh di pangkuannya


"Mau kemana, Ga kangen sama aku" Ucap Niko pada Biana yang saat ini masih tidak bergeming di pangkuannya


"Bianaa" Ucap Niko lirih di telinga Biana, dan membuat Biana tersadar


"Ikhh mas Niko lepasin" Ucap Baiana berusaha bangun dari pangkuan Niko


Cup Biana mengerjapkan matanya karena Niko yang tiba tiba mengecupnya, dan kecupan itu kini berubah menjadi ciuman lembut, Biana masih tertiam tanpa membalas ciuman Niko, namun beberapa dekit dirinya pun menjadi terbuai dan membalasnya


"I love you my angel" Ucap Niko saat melepaskan Ciumannya dan kembali mencium bibir yang seperti sudah menjadu candunya itu


πŸƒ


πŸƒ


πŸƒ


Terima kasih Buat yang masih setia baca novel aku, jangan lupa terus kasih dukungannya yah, like, vote komen sebanyak-banyaknya biar author makin semangat lanjutin ceritanya

__ADS_1


SEE YOU 🌹🌹🌹


__ADS_2