Wanita Kesayangan Tuan Keanu

Wanita Kesayangan Tuan Keanu
Mencoba Melarikan diri


__ADS_3

Pagi harinya, Alexandra membuka mata dengan perlahan. tubuh gadis itu, seakan habis diterkam oleh binatang buas. sangat tidak menentu dan sangat menyedihkan.


Gadis itu, kembali menangis tersedu-sedu. meratapi nasibnya yang sangat menderita saat ini.


"aku harus melarikan diri dari sini."ucap Alexandra pada dirinya sendiri. Gadis itu dengan segera, beranjak dari tempat tidur.


Dengan perlahan, mulai melangkahkan kakinya untuk berjalan menuju kamar mandi. namun rasa nyeri yang luar biasa, langsung menyeruak dari tubuh sensitifnya.


Sekuat tenaga, Gadis itu melangkahkan kakinya. hingga beberapa saat kemudian, Alexandra benar-benar ambruk di atas lantai marmer kamarnya.


Gadis itu, menangis tersedu-sedu. dan dengan sekuat tenaga, merangkak untuk masuk ke dalam kamar mandi.


"aku harus bisa keluar dari tempat ini,"ucap Gadis itu dengan lelehan air mata yang membasahi wajah cantiknya.


Hampir 30 menit berada di kamar mandi, Alexandra segera keluar dari dalam sana setelah mendengar suara ketukan dari pintu kamarnya. yang dia pikir, itu adalah bibi atau pamannya.


Dengan langkah perlahan-lahan, gadis itu meraih gagang pintu dan membukanya. kedua matanya membulat sempurna, saat mendapati seorang wanita bertubuh gempal menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


"a... anda siapa? Di mana keluarga pamanku?"tanya Alexandra dengan tubuh bergetar hebat dan juga suara terbata-bata.


Wanita gempal itu, segera melangkahkan kaki mendekati Alexandra. dan meneliti tubuh gadis itu, dari atas sampai bawah.


"lumayan juga,"ucap wanita gempal itu Seraya mencengkeram dagu milik Alexandra. hingga membuat gadis itu, ketika meringis kesakitan. saat merasakan kuku wanita itu, menembus kulit tipisnya.


"perkenalkan saya Mami Ambar. saya adalah orang yang akan mengatur penjualanmu."ucap wanita gempal itu Seraya duduk di sofa yang ada di kamar itu.


Mendengar ucapan dari wanita itu, sukses membuat kedua mata Alexandra seketika membulat sempurna.


"a..apa maksudnya?"tanya Alexandra dengan tubuh bergetar hebat dan suara tercekat.


Wanita yang bernama Mami Ambar itu, segera bangkit dari tempat duduknya dan keluar dari dalam kamar. namun sebelum itu, wanita bertubuh gempal itu, segera membalikkan tubuhnya. dan dengan segera, mengatakan sesuatu.

__ADS_1


"kau telah dijual oleh paman dan juga bibimu. dan mereka juga telah menjual rumah yang kau tempati ini. jadi, persiapkan dirimu."setelah mengatakan hal itu, Mami Ambar segera berlalu pergi dari sana.


Hal itu, sukses membuat tubuh Alexandra seketika bergetar hebat. seakan kedua kakinya itu, tidak mampu menopang bobot tubuhnya. dan tiba-tiba saja,...


brughh


Tubuh Alexandra seketika ambruk di atas lantai marmer kamarnya. Gadis itu kembali menangis tersedu-sedu. bahkan kali ini disertai dengan jeritan yang sangat memilukan.


"kenapa kalian melakukan ini padaku?! apa sebenarnya salahku pada kalian?!"teriak Alexandra dengan lantang.


Untuk pertama kalinya, Alexandra merasa menyesal karena telah menolong orang-orang itu. karena bukan balas budi yang dia dapat, justru malah hal seperti ini yang sangat menyakitkan yang dia dapat saat ini.


"aku harus segera pergi dari sini!"ucapkan Di situ dengan cepat.


Tanpa basa-basi, Alexandra segera berlari untuk keluar dari rumah itu. namun sayangnya, pemandangannya saat ini sungguh-sungguh sangat mencengangkan.


"apa yang kalian lakukan di rumahku? pergi dari sini!"teriak Alexandra dengan lantang.


Dada Gadis itu, seakan ingin melompat dari tempatnya saat melihat pemandangannya miris yang ada di hadapannya saat ini.


"berisik! cepat, bawa dia ke sana!"ucap Ambar Seraya menunjuk ke arah sebuah ruangan yang bertuliskan."ruang bermain." itu.


Alexandra yang mendengar itu, seketika meronta sekuat tenaga. namun apa boleh buat, tenaganya sangat jauh berbanding dengan kedua pengawal wanita tambun itu.


akhirnya, Alexandra berhasil diseret paksa dan dimasukkan ke dalam ruangan itu.


"silakan tuan!"ucap wanita paruh baya itu saat melihat tamu kehormatannya datang.


Laki-laki itu, segera menganggukkan kepala. dan dengan segera, masuk ke dalam kamar yang berisi Alexandra. namun sebelumnya, laki-laki itu memberikan sebuah lembaran berwarna putih kepada Ambar.


Wanita tambun itu seketika tersenyum cerah saat mendapatkan cek senilai 30 juta yang berada di tangannya saat ini.

__ADS_1


"memang dia primadona."setelah mengatakan hal itu, wanita tambun itu segera kembali ke ruangannya.


****


Alexandra, seketika melangkah mundur. saat mendengar, pintu kamar dibuka dari luar. dan tak berselang lama, muncul seorang laki-laki paruh baya dengan senyuman yang sangat mengerikan.


"kita akan bermain sayang!"setelah mengatakan hal itu, laki-laki botak itu, segera berlari dengan sekuat tenaga dan langsung menghempaskan tubuh mungil Alexandra di atas tempat tidur.


Di sinilah, Alexandra kembali menangis tersedu-sedu. rasanya Gadis itu ingin sekali menyusul kedua orang tuanya yang telah bahagia di atas sana.


"Ayah, Ibu, tolong aku !"jerit wanita cantik itu, dengan tertahan. karena bibirnya saat ini, telah disumpal dengan sesuatu oleh laki-laki itu.


Pada akhirnya, Alexandra hanya bisa pasrah dengan menangis tersedu-sedu Tanpa suara. Gadis itu seketika merasa sangat dendam terhadap keluarga dari pamannya itu.


"suatu saat nanti, aku akan membalas semua ini."ucap Alexandra dengan dendam yang saat ini tengah membara di dalam hatinya.


****


Sementara itu di tempat lain, terlihat sebuah keluarga tengah tertawa lepas. saat melangkahkan kakinya menempati rumah baru. yang baru saja mereka beli itu.


"akhirnya aku mempunyai rumah impian!"ucap seorang gadis yang tak lain adalah Veronica.


Sementara Abimanyu dan juga Diandra yang melihatnya, hanya menggelengkan kepala karena melihat tingkah lucu dari Putri semata wayang mereka itu.


"akhirnya kita bisa keluar dari tempat itu."ucap Diandra seraya mendudukkan dirinya di samping sang suami.


Mereka bertiga hampir saja tidak bisa keluar dari tempat itu saat melakukan penjualan rumah milik keluarga Alexandra. alasanya tidak lain dan tidak bukan, karena mereka bersama seorang gadis yang sebaya dengan Alexandra.dan Mami Ambar ingin menjadikan Gadis itu sebagai bintang tamu seperti wanita yang ada di dalam sana.


Namun dengan cepat, Diandra dan juga Abimanyu menolaknya dengan mentah-mentah. mana mungkin mereka tega melakukan hal itu pada Putri kandungnya sendiri. akhirnya setelah berpikir cukup lama, Diandra memutuskan untuk memberikan penawaran bagus pada Ambar.


"dia itu masih singset. jadi kau akan kebanjiran job yang sangat banyak. dan kau nanti akan kecipratan uangnya paling minimal 10 juta."ucap Diandra mencoba untuk bernegosiasi dengan wanita tambun itu.

__ADS_1


Dan akhirnya setelah berdiam diri cukup lama, Ambar menyetujui persyaratan dari wanita itu. membuat Diandra yang mendengarnya seketika tersenyum senang.


Karena memang, sudah lama wanita paruh baya itu menaruh dendam pada keluarga kakaknya. karena mereka hidup lebih kaya daripada keluarganya yang hidup berpindah-pindah. sebelum diizinkan bergabung dengan keluarga Alexandra.


__ADS_2