
Beberapa bulan pun berlalu dengan begitu cepat. dan tak terasa, kandungan Alexa sudah memasuki usia tiga bulan. tentu saja hal itu membuat hati seorang Alexa menjadi terombang-ambing tidak menentu.
"sungguh aku tidak merasa senang sekarang ya Tuhan."ucap wanita itu dengan suara yang sangat lirih.
Saat ini, wanita itu berada di dalam kamar pribadinya. sejak beberapa hari yang lalu, Alexa merenungi nasibnya sendiri yang sangat tragis itu.
"aku harus apa sekarang?"tanya wanita itu dengan suara yang sangat lirih. dengan perlahan, wanita itu melangkahkan kakinya mendekat ke arah jendela. salah satu kakinya, melangkah dan naik di ambang jendela yang ada di hadapannya saat ini.
"apa aku harus melompat?"tanya wanita itu dengan raut wajah frustasi. Karena bagaimanapun juga, batinnya terasa tertekan. walaupun semua keluarga Walter tidak pernah menyinggung masalah itu.
Namun, hal itulah yang membuat perasaan Alexa menjadi tak menentu. wanita cantik itu merasa, perlakuan yang ditunjukkan oleh keluarga Keanu sangatlah berlebihan. namun mereka merasa apa yang mereka lakukan itu biasa saja. bahkan terkesan kurang. karena mental Alexa sedang tidak baik-baik saja.
Sehingga keluarga itu memutuskan untuk merawat Alexa dengan sepenuh hati agar segera sembuh. walaupun Saat ditanya, mengapa mereka melakukan hal itu, jawaban dari Helena tak lebih dari karena mereka sama-sama makhluk hidup.
Kaki wanita itu sudah melangkah dari ambang pintu balkon itu. rasanya wanita itu ingin sekali mengakhiri hidupnya saat ini. dirinya sudah bersiap-siap ingin melompat. namun tiba-tiba saja,...
bugh
Tangannya ditarik oleh seseorang dari arah belakang. hingga membuat Alexa, seketika terhuyung ke belakang.
"apa yang akan kamu lakukan?!"tanya Keanu tidak sadar membentak istri kesayangannya itu.
Hingga membuat Alexandra seketika menundukkan kepala karena merasakan ketakutan yang luar biasa.
"maafkan aku aku tidak sengaja untuk membentakmu."ucap laki-laki itu dengan lirih. dan dengan segera memeluk tubuh istrinya itu dengan sangat erat.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, kondisi dari Alexa berangsur-angsur membaik. Keanu dengan segera membawa tubuh istrinya itu keluar dari dalam kamar. karena laki-laki tampan itu tidak ingin, hal yang sama terjadi untuk yang kedua kalinya dalam waktu yang bersamaan ini.
"kenapa dengan Alexa?"tanya Helena yang melihat raut wajah pucat menantunya itu.
"dia mencoba aksinya kembali."ucapkan dengan suara yang sangat lirih. dan dengan segera, menghembuskannya secara perlahan.
Mendengar ucapan dari Putranya itu, seketika membuat kedua bola mata wanita paruh baya itu terbelalak kaget.
"apa benar itu sayang? kenapa kamu melakukan hal itu? kamu merasa tidak bahagia berada di tempat ini?"berbagai pertanyaan seketika meluncur bebas dari mulut wanita paruh baya itu.
Dengan cepat, Alexa menggelengkan kepalanya."Bukan itu maksudku. aku merasa sangat beruntung bisa mengenal keluarga kalian yang sangat tulus. tapi justru aku yang merasa tidak enak. karena aku hanya akan menjadi beban untuk kalian semua. lebih baik aku pergi dari sini."ucap wanita itu dengan suara terisak.
Helena dengan segera langsung menghampiri dan memeluk tubuh menantunya itu dengan sangat erat."ssstt kamu tidak boleh berkata seperti itu. kamu mau tahu, kenapa kita baik kepadamu?"tanya hei Lina menatap lekat ke arah menantunya itu.
"kenapa?"tanya Alexa dengan raut wajah penasaran.
"itu karena,...."belum sempat wanita paruh baya itu mengatakan sesuatu, dari arah depan sana, terdengar suara seseorang yang melengking memanggil nama Alexa.
"Alexa keluar Kau!"teriakan dari seorang wanita yang ada di depan sana, membuat semua orang yang ada di dalam Mansion itu, seketika keluar berhamburan.
Mereka semua merasa tercengang saat melihat kedatangan seorang wanita paruh baya dengan wanita muda yang ada di hadapan mereka saat ini.
"kenapa orang gila itu ada di sini?"tanya Helena Seraya menatap ke arah para penjaganya itu.
Mereka semua seketika menundukkan kepala. karena tidak ingin mendapatkan dampratan dari majikan mereka itu.
__ADS_1
"maafkan kami nyonya, mereka berdua mengancam akan menyakiti hewan peliharaan yang ada di sana."ucap salah seorang penjaga menunjuk ke arah citah yang sedang ada di dalam kandang.
Tentu saja hal itu membuat Henna yang mendengarnya, seketika membulatkan kedua matanya. dan tak lama berselang, Surabaya itu tersenyum sinis menatap ke arah ibu dan anak yang saat ini juga tengah menatapnya dengan tatapan yang sama.
"apa mau kalian?"Helena Soraya mengeratkan gigi-giginya hingga terdengar brrgemeletuk satu sama lain.
"aku mau, kalian lepaskan keponakanku itu. dia adalah milikku dan dia adalah harta berhargaku."ucap Diandra menatap keluarga itu penuh dengan nyali yang sangat besar.
"dasar bodoh. kau memaksakan diri dan kehendakMu untuk mengatakan hal itu? apakah kau tahu apa artinya ini?"tanya Helena Seraya mengangkat sebuah sertifikat pernikahan. yang entah sejak kapan, sertifikat itu berada di tangannya.
Seketika itulah Diandra membulatkan kedua matanya."tidak pernikahan itu tidak sah. karena kalian tidak mau minta izin padaku sebagai wali dari Alexa."sanggah Diandra meyakinkan dirinya.
Helena yang mendengar itu, seketika tersenyum miring."memangnya itu perlu? bukankah kamu juga melakukan hal yang sama? Tidak meminta izin terlebih dahulu kepada Alexa untuk menjual tubuhnya?"tanya Helena menatap tajam ke arah wanita yang ada di hadapannya itu.
Tentu saja hal itu membuat Diandra yang mendengarnya, menganga lebar. wanita itu tidak percaya, bahwa orang yang ada di hadapannya saat ini mengetahui tentang kebusukannya.
"pergi kau dari sini. atau aku akan melaporkan ini pada pihak berwajib."ucap Helena dengan tegas.
Tiba-tiba saja, Diandra tertawa terbahak-bahak. hingga membuat sudut matanya berair. karena saking kerasnya, wanita itu tertawa.
"apakah anda lupa nyonya, bahwa hal semacam itu di negara kita ini, sangat biasa dan lumrah?"tanya Diandra Seraya tersenyum miring.
Helena yang mendengarnya, seketika tersenyum remeh."apa kau juga lupa Nyonya Diandra, bahwa perlakuan seseorang itu dianggap wajar jika suka sama suka. sementara yang dialami oleh menantuku itu, adalah hal yang dipaksakan."ucapnya panjang lebar.
Helena seketika dapat menangkap raut wajah ketakutan dari wanita paruh baya itu. dan sesaat kemudian, kedua sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman kemenangan.
__ADS_1
"sekarang aku minta, kau segera pergi dari sini."ucap wanita paruh baya itu penuh dengan penekanan. dan dengan segera, pasangan ibu dan anak itu keluar tunggang langgang.
"kalian terlalu memaksakan diri dan memaksakan kehendak."setelah mengatakan hal itu, Helena segera kembali masuk ke dalam rumah.