
Sesampainya di rumah itu, seperti biasa Alexandra segera mempersiapkan semua kebutuhan orang yang ada di rumah itu. karena selain menjadi alat pencari uang, alessandra juga diperintahkan menjadi seorang pembantu di rumahnya sendiri.
Miris, memang kondisi dari Alexandra. orang yang seharusnya menjadi tuan rumah di rumahnya sendiri, malah menjadi asisten rumah tangga gratisan untuk orang lain.
"hai sepupuku yang cantik,"sapa Veronica Soraya tersenyum tipis.
Alexandra yang mendengar itu, seketika memasang wajah waspada. karena Gadis itu tahu, apa yang akan dilakukan oleh sepupunya itu jika telah mengeluarkan kalimat seperti itu.
"kalian mau apa?"tanya Alexandra to the point. karena gadis itu, merasa cukup trauma akibat perlakuan dari keluarga itu beberapa hari yang lalu.
Veronica yang mendengarnya, seketika mencebikkan bibirnya Seraya mendengkur kesal.
"kau ini memang tidak bisa diajak bicara baik-baik, ya?"tanya Veronica Seraya menatap tajam ke arah sepupunya itu.
Hal itu membuat seluruh tubuh Alexandra, bergetar hebat. gadis itu kini, merasa sangat ketakutan.
"kenapa Veronica?"tiba-tiba saja, Diandra datang menghampiri mereka menggandeng sang suami.
"ini nih Mah, dia dikasih hati, malah menuduh kita yang bukan bukan."ucap Veronica Seraya menunjuk ke arah Alexandra.
Hal itu membuat paman dan juga bibinya yang mendengarnya, seketika menatapnya dengan tatapan yang sangat tajam.
"emangnya kenapa kalau kita ada maksud? kamu tuh nggak usah sok jual mahal."ucapnya Seraya melirik sinis ke arah keponakannya itu.
"betul itu. lagi pula kan, kamu sudah dimasuki oleh beberapa pria, pasti sudah tidak serapat dulu lagi."ucap Abimanyu dengan entengnya.
Hal itu sukses membuat Alexandra yang mendengarnya, seketika membulatkan kedua matanya. Gadis itu tidak menyangka, bahwa pamannya dapat mengatakan hal yang sama mengerikan itu kepada gadis yang seharusnya menjadi anaknya sendiri itu.
Tanpa sadar, tangan gadis cantik itu, seketika terangkat ke udara. dan tak lama berselang, sebuah tamparan mendarat mulus di wajah pamannya itu.
Hingga membuat semua orang yang ada di sana seketika merasa tercengang. mereka menatap gadis itu, dengan tatapan tidak percaya. gadis yang biasanya terlihat sangat lemah itu, kini berubah menjadi wanita yang sangat garang.
__ADS_1
"beraninya kau menampar suamiku?!"tanya Diandra Seraya menatap tajam ke arah keponakannya itu. dan tanpa basa-basi lagi, wanita itu segera menarik rambut keponakannya dan membawanya ke dalam kamar khusus.
Alexandra yang melihat itu, seketika meronta sekuat tenaga. karena Gadis itu tahu, apa yang akan terjadi pada dirinya beberapa saat kemudian.
"dasar anak tidak tahu diri! sekarang, rasakanlah hukuman yang akan aku berikan."ucap Diandra Seraya memberikan isyarat pada Veronica Sang Putri.
Gadis genit itu, segera menganggukkan kepala. dan dengan segera, meniup peluit sebanyak tiga kali.
Mata Alexandra seketika membulat sempurna. Karena setelah sepupunya itu melakukan hal itu, di kamarnya saat ini terdapat tiga orang laki-laki yang menatapnya dengan tatapan yang sangat mengerikan.
"ini silakan di barter. kalian boleh berbagi sepuasnya."setelah mengatakan hal itu, Diandra tersenyum sinis ke arah keponakannya itu.
Ketiga laki-laki itu, seketika tertawa terbahak-bahak. dan secara serempak, mereka bertiga mengeluarkan sebuah cek dan menuliskan angka fantastis di dalam sana.
" ini dariku 30 juta,"ucap orang pertama Seraya menyerahkan cek itu.
"saya 20 juta,"ucap laki-laki kedua.
"dan ini dari saya."ucap laki-laki ketiga Seraya menyerahkan koper kepada Diandra.
"terima kasih Tuan semuanya. kalau begitu, saya permisi dulu."setelah mengatakan itu, Diandra segera keluar dari dalam kamar meninggalkan keponakannya itu dengan keadaan menyedihkan.
Alexandra yang melihat itu, segera berlari menerobos ketiga laki-laki itu dan langsung memukul pintu kamar sekuat mungkin.
"Paman bibi Veronica, tolongin buka pintunya. lepaskan aku dari sini!"teriakan Alexandra begitu sangat memilukan. namun, Sekuat apapun Gadis itu untuk berteriak, para kerabatnya itu sama sekali tidak memperdulikan keadaan Alexandra.
Mereka malah asyik menghitung uang yang telah mereka bawa itu.
"kita mau pindah ke mana ya Ibu?"tanya Veronica dengan tatapan mata yang berbinar-binar.
Hal itu membuat Diandra dan juga Abimanyu yang mendengarnya, sejenak terdiam.
__ADS_1
"kita pindah saja ke tempat yang sedikit mewah dari ini."ucap Diandra pada akhirnya.
"mana cukup bu uang segini?"protes Abimanyu pada sang istri.
"tenang. kita punya ini, kok."ucap Diandra Seraya mengangkat sebuah kotak perhiasan yang tak lain adalah milik mendiang orang tua Alexandra.
"ini kalau dijual, harganya mencapai lebih dari 500 juta."ucap Diandra penuh penekanan. Setelahnya, wanita paruh baya itu tertawa terbahak-bahak.
Karena sebentar lagi, dirinya akan menjadi orang kaya.
"tapi 500 juta mana cukup, bu?"tanya Veronica.
"benar apa kata Putri kita. rumah di kawasan elit itu, harganya lebih dari 2 m."sahut Abimanyu menatap ke arah istrinya itu.
"kita kan tetap akan mendapatkan uang dari keponakan kita itu,"Diandra berkata Seraya tersenyum penuh dengan arti.
"memangnya Ibu sudah mendapatkan pembeli?"tanya Veronica menatap ke arah wanita paruh baya itu.
Diandra yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepala. Hal itu membuat Abimanyu dan juga Veronica yang melihatnya, seketika saling pandang.
Karena mereka berdua, tidak mengetahui apa yang dimaksud oleh wanita paruh baya itu.
"terus kalau nggak ada pembeli, kita mau dapat uang dari mana?"tanya Veronica yang masih tidak mengerti dengan jalan pikiran sang ibu.
"dengan cara seperti tadi."ucap Diandra dengan tenang.
Sontak saja hal itu membuat semua orang yang ada di sana, seketika tertawa terbahak-bahak. mereka sangat menikmati penderitaan yang dialami oleh Alexandra.
Sungguh, kebaikan dari mendiang kedua orang tua Alexandra, justru malah dibalas dengan hal yang menyakitkan seperti ini. kalau tahu perlakuan mereka seperti ini, mungkin kedua orang tua Alexandra merasa sangat menyesal karena telah membantu keluarga biadab itu.
memang terkadang, manusia itu lebih rendah daripada binatang. mereka yang berpikiran picik, tidak ada pikiran untuk membalas perbuatan baik seseorang. justru akan membuat orang yang telah membantu mereka, akan menjadi kesusahan. seperti halnya yang dialami oleh keluarga Alexandra.
__ADS_1
Berawal dari rasa kasihan, malah menjadi malapetaka bagi keluarga mereka. dan sekarang, berlanjut pada Putri semata wayang mereka yang saat ini tengah menderita. lahir dan batinnya.
Mungkin jika keluarga Alexandra masih ada, mereka pasti akan menuntut balas dengan perbuatan yang dilakukan oleh keluarga dari Abimanyu itu.