
Setelah dirasa semuanya telah habis, Alexandra bersama dengan Aurora segera pulang ke rumah masing-masing. dengan senyuman yang terpatri di wajah masing-masing gadis itu.
"ternyata kita mendapatkan banyak sekali uang."ucap Aurora Seraya mengangkat tangannya yang penuh dengan uang berwarna biru itu.
"iya aku juga tidak menyangka. bahwa ternyata, laki-laki itu memiliki power yang sangat kuat."ucap Alexandra Seraya menatap ke arah beberapa uang lembaran itu dengan tatapan tak percaya.
"sebaiknya, kau tabung saja uangnya sebagian. jangan kau kasih, kepada keluarga pamanmu itu semuanya. setidaknya untuk berjaga-jaga."ucap Aurora Seraya menatap ke arah sahabatnya itu.
Membuat Alexandra yang mendengarnya, seketika menganggukkan kepala. dan dengan segera, memasukkan beberapa uang lembaran berwarna biru itu ke dalam saku celananya.
"Ya sudah kalau begitu, aku pulang dulu."ucap Alexandra Seraya melambaikan tangan kepada sahabatnya itu.
Sesampainya di rumah, alis Gadis itu seketika menaut, saat melihat beberapa mobil mewah terparkir di halaman rumahnya.
"siapa yang datang? bukankah Paman tidak memiliki teman yang kaya?"beberapa pertanyaan, seketika muncul di dalam motornya. dan beberapa saat kemudian, hatinya merasa sedikit khawatir. entah apa yang terjadi selanjutnya. yang jelas, tiba-tiba saja Alexandra merasakan suasana hati yang tidak enak.
"ah mungkin itu perasaanku saja."ucap Gadis itu Seraya kembali melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah yang ada di belakang rumah utama.
Namun, belum lama Alexandra melangkahkan kaki, seorang wanita paruh baya memanggilnya dari pintu rumah utama.
"Alexandra, sini sayang!"teriak Diandra Seraya menarik tangan keponakannya itu.
Tentu saja, perlakuan bibinya itu, membuat Alexandra merasa sangat kebingungan. dan juga kata-kata manis yang dilontarkan oleh wanita paruh baya itu, seakan menjadi kata-kata ancaman untuk dirinya.
"Maaf bibi, aku harus mandi dulu."ucap Alexandra mencoba untuk menolak ajakan wanita paruh baya itu.
Diandra yang mendengarnya, ketika tersenyum tipis. kemudian memberikan kode lewat pandangan mata yang mengarah ke dalam rumah. dan tak berselang lama, Veronica muncul dengan membawa gaun yang terlihat sangat terbuka.
"Veronica sayang, kamu ajak sepupumu ini untuk bersiap-siap. ya,"ngucap Diandra Soraya menatap ke arah putrinya itu dengan penuh makna.
"oke bu. ayo kakakku sayang, kita bersiap-siap."ucap Veronica Seraya menggenggam tangan Alexandra dengan sangat lembut.
__ADS_1
Hal itu, bukannya membuat Alexandra merasa terharu atau pun nyaman, wanita cantik itu justru malah merasa sangat ketakutan dengan tingkah laku yang ditunjukkan oleh sepupu dan juga bibinya itu.
"Ya Tuhan, apa yang sebenarnya terjadi?"tanya Alexandra Seraya menitikan air mata.
Karena sejujurnya, gadis cantik itu merasa sangat ketakutan. ingin rasanya, Alexandra melarikan diri dari tempat itu.
Veronica segera membawa sepupunya itu masuk ke dalam kamar. yang ternyata, bukan kamar dari wanita cantik itu. karena Diandra dan juga Veronica, tidak akan pernah membiarkan Alexandra untuk memasuki kamar yang ada di rumah utama.
Mereka akan menyuruh atau bahkan memaksa Alexandra untuk menempati kamar yang merupakan bekas gudang. namun sekarang, lihatlah. kedua wanita berbeda generasi itu, malah memberikan dirinya fasilitas yang menurut Alexandra, tidak mungkin diberikan secara cuma-cuma.
"ini kenapa sih? kenapa aku merasa seperti ada yang mencekam dan membahayakan?"tanya Alexandra pada dirinya sendiri.
Setelah hampir 30 menit, Alexandra segera keluar dari dalam kamar dengan penampilan yang luar biasa. gadis itu, segera dibawa menuju ke ruang tamu. yang di mana Di sana, terdapat beberapa laki-laki langsung menatapnya dengan tatapan, seperti seekor binatang buas
"tuan-tuan semua, ini keponakan saya. namanya Alexandra Agustin."ucap Abimanyu Wibowo Soraya tersenyum tipis.
"oh jadi ini anaknya."ucap salah seorang laki-laki Seraya menatap Alexandra dengan tatapan liarnya.
Hal itu, sontak membuat Alexandra yang melihatnya, seketika menundukkan kepala karena merasa sangat ketakutan dengan tatapan dari laki-laki itu.
Spontan, Alexandra yang mendengarnya seketika mengangkat kepala dengan jantung berdetak cukup kuat.
"dia ini masih sempit walaupun sudah tidak vi*gin!"ucap Diandra Soraya tersenyum tipis.
degh
Seketika itu pula, jantung Alexandra, seakan ingin lepas dari tempatnya. apa yang dimaksudnya? apa mereka berniat akan menjualku? pikir Alexandra dalam hati.
Dengan segera, Gadis itu segera beranjak dari tempat duduknya. dan hendak melangkahkan kakinya, untuk kabur di kerumunan orang tidak Waras itu.
Karena menurut gadis itu, apa yang dilakukan oleh paman dan juga bibinya kali ini, benar-benar keterlaluan. Alexandra tidak kuat lagi untuk mengikuti peraturan dari mereka.
__ADS_1
Dengan secepat kilat, Diandra menghampiri keponakannya itu, dan langsung membekap mulut dan hidung Gadis itu dengan sapu tangan yang telah diberi obat bius bertegangan rendah.
Tujuannya adalah, agar Alexandra dapat merasakan "permainan"yang akan mereka lakukan beberapa saat lagi.
Alexandra dibawa oleh salah seorang laki-laki masuk ke dalam kamar. dan dengan segera, langsung melancarkan aksinya. membuat Alexandra yang memang tidak sepenuhnya pingsan, merasakan setiap kali tubuhnya disentuh oleh laki-laki itu.
Beberapa kali, Gadis itu berusaha melawan. namun, tidak pernah sanggup untuk melawan tenaga laki-laki itu. apalagi keadaannya saat ini, hampir tak sadarkan diri.
"Ayah Ibu!"cerita Alexander dalam hati. Gadis itu seketika memejamkan mata. dan akhirnya tak sadarkan diri.
*****
Sementara itu di kediamannya, Keanu semakin lama semakin menjadi. laki-laki itu seperti kehilangan jati diri yang sesungguhnya. karena beberapa kali, Keanu terlihat memperhatikan ponselnya. yang ternyata, terdapat foto seorang gadis yang beberapa saat lalu bertemu dengannya.
"kenapa hatiku seperti terbius dengan gadis itu?"tanya Keanu dengan raut wajah kebingungan.
Laki-laki itu juga tidak mengerti mengapa menjadi seperti itu."apa aku benar-benar menyukai dia?"tanya Keanu pada dirinya sendiri.
Sementara itu di ruang tamu, terlihat seorang wanita paruh baya dengan seorang laki-laki orang kaya datang menghampiri.
"di mana anak itu?"tanya Helena saat tidak mendapati Keanu di tempat itu.
"dia berada di ruangannya nyonya,"ucap Nicholas Seraya mempersilahkan kedua orang tua tuanya itu untuk masuk ke dalam.
"sedang apa dia di sana? bukankah tidak ada pekerjaan hari ini?"tanya Dario pada pengawal pribadi anaknya itu.
"saya tidak tahu Tuan, tapi tingkah tuan muda semakin lama semakin aneh."ucap Nicholas tanpa sadar.
"maksudnya bagaimana?"tanya Helena Seraya mengangkat kedua alisnya.
Nicholas yang baru saja menyadari kesalahannya itu, seketika menundukkan kepala.
__ADS_1
"Nicholas, jangan pernah menyembunyikan sesuatu dari kami."ucap dari you penuh dengan penekanan.
Nicholas yang mendengarnya, seketika menghembuskan nafasnya kasar. dan dengan segera, ceritakan tingkah aneh dari tuan mudanya itu. semakin lama, semakin menjadi.