
Beberapa hari setelah kejadian itu, Alexandra menjadi sosok yang sangat pemurung. hal itu membuat Cakra dan juga Aurora, merasa sangat kebingungan.
Karena kedua manusia berbeda gender itu, tidak tahu apa yang dialami oleh sahabat mereka itu. mungkin saja jika mengetahuinya, Cakra akan murka. karena memang, laki-laki itu, memendam perasaan sejak lama kepada Alexandra.
Namun sayangnya, Alexandra enggan untuk menerimanya. karena gadis itu, tidak menginginkan perpecahan di antara mereka semua.
Apalagi, Aurora dan Cakra adalah satu-satunya keluarga yang ia punya saat ini. mungkin, mereka memang bukan saudara dari satu darah. namun, kebaikan Aurora dan juga Cakra yang rela berkorban apapun demi dia, membuat Alexandra sadar. bahwa yang dianggap saudara, bukanlah mereka yang terlahir dari keturunan yang sama. atau darah yang sama.
Melainkan, mereka yang rela membantu seseorang tanpa pamrih dan juga tanpa imbalan apapun. dan itulah yang dilakukan oleh Cakra dan juga Aurora. karena mereka membantu Alexandra, sampai sejauh ini tanpa meminta balas budi.
"Alexandra, apakah kau baik-baik saja?"tanya Aurora Seraya menepuk pundak sahabatnya itu.
Alexandra yang mendengarnya, seketika terjingkat kaget. Gadis itu seketika menoleh ke arah sumber suara Seraya tersenyum tipis.
"aku baik-baik saja."ucapnya suaranya tersenyum tipis.
Perlu kalian ketahui, bahwa Alexandra adalah sosok gadis yang sangat periang. gadis itu nl mampu berkamuflase tersenyum di atas luka hati yang mungkin menganga lebar dan juga dalam.
"kalau begitu, kami juga akan berjualan lagi."ucapkan Seraya menepuk bahu Alexandra Seraya mengulas senyuman tipis.
Alexandra yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala. air mata gadis itu, seketika mengalir dengan deras saat para sahabatnya itu telah menjadi tempatnya pada saat ini.
"aku sudah hancur!"ucap Gadis itu Seraya menundukkan kepala dengan air mata yang mengalir tiada henti.
Dan tanpa gadis itu sadari, seseorang yang memperhatikan tingkahnya sejak tadi. siapa lagi jika bukan Keanu. entah sejak kapan, laki-laki tampan itu, mulai memperhatikan Alexandra. dan seringkali, mengabaikan pekerjaannya. dan mewakilkannya, pada Nicholas sang pengawal sekaligus asisten pribadinya itu.
"kenapa dia terlihat murung seperti itu?"tanya Keanu pada dirinya sendiri.
Sementara Nicholas, laki-laki yang memiliki ciri-ciri fisikrambut keriting dan juga kulit gelap itu, hanya dapat terdiam di tempatnya.
Mereka sudah berdiam diri di tempat itu, hampir satu setengah jam. entah apa yang dilakukan oleh Keanu sehingga mereka, masih berada di tempat itu, sampai saat ini.
__ADS_1
"Nicholas, apa kau bisa mencari tahu tentang gadis itu?"tanya Keanu tanpa basa-basi.
Nicholas yang mendengarnya, sejenak terdiam. karena laki-laki itu, merasa sangat kehilangan dengan tingkah tuannya itu.
"Nicholas apakah kau mendengarku?"tanya Keanu menatap tajam ke arah orang kepercayaannya itu. hingga membuat Nicholas seketika tersadar.
"eh, emmm baik tuan,"ucap laki-laki berkulit hitam manis itu dengan sedikit gelagapan.
Keanu yang mendengarnya seketika kembali menatap ke arah Gadis itu dengan seksama."kenapa hatiku menjadi seperti ini? apa yang sebenarnya terjadi padaku?"tanya laki-laki tampan pada dirinya sendiri.
*****
Sementara itu di tempat lain, terlihat seorang laki-laki paruh baya tengah menelepon anak buahnya yang entah berada di mana.
"kalian semua berada di mana?"tanya laki-laki paruh baya itu.
"kami berada di jalan melati tuan, memangnya ada apa?"tanya salah seorang dari mereka menggunakan intercom yang tersambung di diri masing-masing.
"baik Tuan. Anda bisa menunggu sebentar."ucap salah seorang dari seberang sana.
Setelah semuanya selesai, Dario segera meletakkan benda pipinya itu di tempat semula. dan tak lama berselang, Helena datang menghampirinya.
"bagaimana? apakah semua telah dicari?"tanya wanita paruh baya itu Seraya mendudukkan dirinya di sebelah sang suami.
Dario yang mendengarnya, seketika menggilingkan kepala."belum sayang, tapi kamu tenang saja. sebentar lagi, kita akan menemukan identitas anak itu."ucap Dario seraya tersenyum simpul.
Helena yang mendengarnya, seketika juga ikut tersenyum."Bagus kalau begitu. ngomong-ngomong, aku juga mempunyai kabar baik untukmu."ucap wanita paruh baya itu, Seraya tersenyum lebar.
Dario yang mendengarnya, seketika menatap ke arah sang istri."memangnya ada apa?"tanya Dario dengan ekspresi wajah kebingungan.
Helena segera mengeluarkan ponsel yang ada di saku kemejanya. dan memperlihatkan sebuah foto kepada sang suami.
__ADS_1
"aku mendapatkan ini dari orang kepercayaan Putra kita."ucap Helena Seraya memperlihatkan sebuah foto yang memperlihatkan Keanu tengah mengawasi seorang gadis dari dalam mobil.
Dario yang melihat itu seketika merasa sedikit terkejut. karena laki-laki paruh baya itu mengira, bahwa putranya, akan sulit membuka hati. Namun ternyata, dugaannya salah.
"tunggu, bukankah wanita itu yang tengah aku selidiki?"tanya Dario menatap ke arah sang istri.
"maksudmu?"tanya Helena penuh arti. dan tak berselang lama, kedua sudut bibir wanita paruh baya itu, terangkat membentuk sebuah senyuman manis.
"semoga apa yang kita impikan, memang benar-benar terjadi."ucap Helena seraya tersenyum dengan lega.
"kau benar istriku, aku tidak ingin putraku terbayang-bayang oleh wanita itu."ucap Dario penuh dengan ketegasan.
****
"Alexa apakah kau ingin makan?"tanya Aurora dengan hati-hati. karena sejak tadi, gadis cantik itu hanya terdiam saja. seperti biasanya yang akan bersikap ceria.
Alexandra yang mendengarnya, seketika menggelengkan kepala."aku tidak lapar."ucapnya dengan nada yang sangat lirih.
Hal itu semakin membuat kedua sahabatnya itu merasa semakin kebingungan. Cakra yang sudah merasa tidak tahan, hendak membombardir dengan pertanyaan. namun hal itu segera dicegah oleh Aurora. wanita berkulit hitam manis itu, seketika menggelengkan kepala. sebagai tanda, bahwa Cakra tidak boleh melakukannya
Membuat laki-laki itu, seketika menghela nafas panjang."baiklah kalau begitu,"ucapnya Seraya membuang nafas kasar.
Setelah berbincang-bincang cukup lama, mereka bertiga memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. walaupun sejujurnya, Alexandra merasa sedikit trauma pulang ke rumah itu. apalagi saat mendapati kenyataan, bahwa dirinya telah dijual oleh keluarga sang paman.
"aku ingin lari ya Tuhan,"ucap Gadis itu dengan suara yang sangat lirih.
Namun demikian, Alexandra sadar bahwa dirinya, tidak memiliki kekuatan lebih untuk keluar dari tempat itu.
"sampai kapan aku harus bertahan seperti ini?"tanya Gadis itu dengan deraian air mata yang membasahi wajah cantik dan juga manisnya.
Alexandra seakan melangkahkan kakinya dengan perlahan-lahan. karena gadis itu, sama sekali belum siap jika harus kembali ke dalam neraka berbentuk rumah itu. sungguh Alexandra merasa tidak sanggup.
__ADS_1