
"hei kakakku sayang, ternyata kau ada di sini ya,"ucap Veronica Seraya bangkit dari tempat duduknya setelah wanita itu melihat Alexa melangkahkan kakinya menghampiri dirinya.
"bagaimana keadaanmu? apakah kau nyaman menjadi seorang putri?"tanya wanita itu dengan raut wajah mengejek.
"aku lupa pasti kau tidak nyaman ya menjadi seorang putri dadakan seperti ini? karena kau terbiasa hidup menjadi seorang Upik abu."ucap Veronica Seraya menekankan kalimat terakhirnya.
Helena yang mendengar itu, seketika merasa sangat geram. wanita paruh baya itu ingin sekali rasanya mencabik-cabik mulut dari wanita yang telah lancang mengatai menantunya dengan sembarangan.
Namun keinginannya itu seketika urung ia lakukan, saat merasakan genggaman tangan yang sangat lembut terhadap telapak tangannya.
Alexa seketika menggelengkan kepala Seraya tersenyum tipis."biar aku saja."begitulah kira-kira ucapan yang ditangkap oleh Helena dari gerakan bibir menantunya itu.
"untuk apa kau ada di sini?"tanya Alexa menatap tajam ke arah wanita yang saat ini berdiri menatapnya dengan tatapan angkuh.
"Tentu saja aku datang ke sini untuk membawamu pulang. Lalu,.."ucapkan Veronica terhenti saat mendengar sahutan dari kakak sepupunya itu.
"lalu kalian akan berbuat seenaknya terhadapku dan merusak dan menginjak-injak kehormatanku?"sahur Alexa dengan suara cepat dan terdengar bergetar karena menahan amarah.
Dirinya masih tidak menyangka, bahwa orang yang selama ini menyandang sebagai kerabatnya itu, tiga berbuat sampai sejauh itu hanya karena nafsu Angkara yang diperbudak oleh setan.
Veronica yang mendengar itu, seketika melotot tajam ke arah Kakak sepupunya itu. istrinya tidak menyangka, bahwa Alexa sudah berani melawannya.
"kau sudah berani melawanku?"tanya Veronica Seraya melayangkan tatapan tajam ke arah Alexa. tangan wanita itu seketika terangkat hendak melayangkan satu tamparan ke arah Alexa.
Namun, sebuah suara seketika menghentikan tindakan wanita itu."silakan saja kau melakukan apapun. Karena setelah ini, akan aku pastikan kau akan mendekat dalam penjara!"ucap Keanu dengan lantang.
Hal itu sontak saja membuat Veronica yang mendengarnya mendadak terdiam 1000 bahasa. karena tubuhnya seketika menegang. dan tak berselang lama, bergetar dengan sangat hebat karena merasa sangat ketakutan.
"pergi dari sini, atau kau akan mendapatkan hukuman yang lebih pantas dariku sebelum mendapat hukuman dari pihak yang berwajib."ucap Keanu mengancam dengan melayangkan tatapan tajam ke arah wanita itu.
"awas saja kau wanita sialan!" umpat Veronica melayangkan makian dan juga hinaan terhadap sepupunya itu. hal itu langsung dibalas oleh Helena. karena wanita paruh baya itu tidak ingin, siapapun menyakiti menantunya karena Alexa, telah berhasil menjadi wanita kesayangannya setelah Natasha.
__ADS_1
brughh
Setelah kepergian dari sepupunya itu, tubuh Alexa seketika ambruk di atas lantai. dan Hal itu membuat Helena dan juga Natasha yang melihatnya seketika merasa sangat terkejut. mereka segera berlari untuk menghampiri wanita yang tengah mengandung itu.
"apakah kau tidak apa-apa?"tanya Natasha menatap ke arah kakak iparnya itu dengan tatapan yang sangat khawatir.
Alexa yang mendengarnya, seketika tersenyum tipis Seraya menggelengkan kepala.
"terima kasih karena kalian begitu tulus padaku."ucap Alexa Seraya menitikan air mata. Dirinya tidak menyangka bahwa kehidupannya, akan berubah ssdrastis ini. berawal dari keluarga yang bahagia, berubah menjadi hidup sebatang kara dan bertemu dengan kemalangan terus-menerus hingga akhirnya bertemu dengan keluarga yang sangat baik seperti keluarga Walter itu.
****
Saat ini Alexa berada di dalam kamar ditemani oleh Keanu yang berada di sampingnya. laki-laki tampan itu saat ini tengah memeluk tubuh istrinya itu dengan sangat erat.
"kenapa nasibku seperti ini?"tanya Alexa dengan suara yang sangat lirih. tak berselang lama, air matanya mengalir tanpa bisa ditahan.
Sementara Keanu, laki-laki itu terus mencoba menenangkan wanita kesayangannya itu."tidak usah terlalu dipikirkan. kamu tenang saja semua yang menyakitimu, akan langsung mendapatkan balasan dariku. karena aku tidak akan pernah membiarkan seseorang menyentuhmu walau hanya seujung kuku."ucap laki-laki itu Seraya menangkup wajah sang istri.
Keduanya melepaskan diri, saat merasakan oksigen yang semakin lama semakin menipis di antara mereka. Keanu seketika tersenyum tipis menatap wanitanya itu dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Maaf aku lepas kendali."ucap laki-laki itu berbisik di telinga Alexa. membuat wanita itu seperti gambar rona karena merasa malu dengan apa yang baru saja ia lakukan itu.
****
Sementara itu di tempat lain, terlihat Veronica tengah menggerutu kesal. wanita itu bahkan menghentak-hentakkan kakinya.
"Kau dari mana Veronica?"tanya Abimanyu Seraya duduk di samping Putri kesayangannya itu.
"aku baru saja mendapatkan kesialan!"ucap wanita itu dengan ketus.
"maksudnya?"tanya Abimanyu yang tidak mengerti apa yang dimaksud oleh putrinya itu.
__ADS_1
Dengan segera akhirnya Veronica menceritakan semuanya pada Sang Ayah. membuat Abimanyu yang mendengarnya, merasa sangat terkejut.
"ternyata Dewi Fortuner masih menjaga wanita itu sehingga mendapatkan kemudahan dan keberuntungan seperti itu."ucap laki-laki itu seraya tersenyum menyeringai.
"sayangnya kita tidak bisa berbuat apa-apa."ucap Veronica dengan lesu.
"maksud kamu?"tanya Diandra yang ternyata juga mendengar perbincangan antara ayah dan anak itu.
Dengan segera, Veronica kembali menceritakan semuanya pada ibu dan juga ayahnya.
"aku sepertinya memiliki ide."ucap Diandra menatap ke arah suami dan juga putrinya itu secara bergantian.
****
Beberapa hari kemudian, kondisi dari Alexa semakin lama semakin membaik. membuat Helena dan juga Natasha yang melihatnya, merasa sangat senang. bahkan wanita paruh baya itu sudah tidak sabar ingin mengajak menantunya untuk jalan-jalan keluar dari dalam Mansion. karena wanita paruh baya itu berpikir, pasti menantunya itu jenuh.
"kamu udah sehat? bagaimana kalau kami ajak kamu jalan-jalan?"tanya Helena menawarkan.
Setelah memikirkan cukup lama, Alexa akhirnya menganggukkan kepala. mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk berjalan-jalan di tempat yang membuat Alexa tenang.
"bagaimana apakah kamu senang?"tanya Elina menatap ke arah menatap kesayangannya itu.
Alexa yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala Seraya tersenyum tipis. mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk berjalan-jalan di tempat itu. tanpa disadari oleh semua orang, ada seseorang yang mengawasi gerak-gerik mereka dari jauh.
"kita beraksi sekarang."salah seorang diantara mereka yang tak lain adalah Veronica. saat melihat suasana sekitaran sangat sepi.
"halo keponakanku sayang? kau sombong sekali ya sekarang sudah mempunyai banyak uang."ucap Diandra menatap keponakannya itu dengan senyuman tipis.
"tidak usah ganggu menantuku."ucap Helena Seraya melayangkan tatapan tajam ke arah pasangan ibu dan anak itu.
"apa bagusnya menantu bekas ini?"tanya Diandra dengan suara sinisnya.
__ADS_1