
Beberapa waktu kemudian,...
Semakin lama, kondisi Alexa semakin membaik. dan Hal itu membuat pihak tenaga medis, menyatakan bahwa kondisi Alexa sudah bisa dibawa pulang oleh keluarga.
Tentu saja hal itu membuat semua orang yang ada di sana, merasa sangat bahagia. tak terkecuali, kedua sahabat Alexa. mereka berdua, juga ikut hadir di dalam rumah sakit itu. Tentu saja, itu atas permintaan dari Alexa sendiri.
Padahal, Keanu sebenarnya sedikit keberatan saat sang istri ingin mengajak sahabatnya. bukan terhadap Aurora. melainkan terhadap Cakra. karena Keanu, masih merasa cemburu terhadap laki-laki itu.
Namun demikian, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. karena hal itulah yang membuat Alexa merasa sangat bahagia. dan membantu kesembuhannya agar lebih cepat dari yang diprediksi oleh dokter.
Sementara Helena, wanita paruh baya itu masuk ke dalam ruangan dokter obgyn untuk menanyakan perihal kesuburan menantunya. karena tidak munafik, Helena juga menginginkan ada suara tangisan bayi suatu saat nanti. untuk itulah, wanita paruh baya itu nekat mendatangi dokter obgyn untuk menanyakan hal itu.
"saya mau tanya Dok, apakah menantu saya itu masih bisa hamil?"tanya Helena tanpa basa-basi.
"bisa nyonya, Nona Alexa masih bisa hamil. karena dia hanya mengalami keguguran biasa bukan karena obat ataupun karena kecelakaan. mungkin satu atau tiga bulan lagi, sudah bisa mencoba."ucap dokter itu.
Helena yang mendengar itu seketika menatap dengan tatapan mata berbinar."baik dokter begitu saya permisi dulu."setelah mengatakan hal itu, wanita paruh baya itu segera berlalu dari sana.
Di sepanjang perjalanan, wanita paruh baya itu tak henti-hentinya tersenyum penuh kebahagiaan. sudah tidak sabar untuk membayangkan bermain dengan cucu-cucu kesayangannya.
"semoga yang disegerakan segera tersemogakan."ucap wanita itu Seraya memejamkan mata sejenak.
Saking bahagianya, Helena sampai tidak sadar bahwa dirinya telah masuk ke dalam ruangan sang menantu. alhasil semua tatapan mata, beralih menatapnya. hingga membuat wanita paruh baya itu, menjadi sedikit grogi dan salah tingkah.
"Mommy terlihat sangat bahagia? ada apa? apakah menang arisan?"tanya Natasha Seraya menghampiri ibu kandungnya itu.
Tentu saja hal itu membuat Helena yang mendengarnya, merasa sedikit gelagapan. entah mengapa, dirinya merasa malu jika harus mengatakan sesuatu hal yang menurutnya sangat Tabu itu.
__ADS_1
"emm Mommy dari toilet."ucapnya sekenanya saja. mereka semua segera menganggukkan kepala. Kemudian, kembali fokus menatap ke arah Alexa.
Ada raut wajah kesedihan yang terpancar dari wajah cantik wanita itu. tentu saja hal itu membuat Keanu yang berada di sampingnya, segera merangkul wanita itu untuk menenangkan suasana hatinya.
"sudah tidak usah bersedih. mungkin anak itu menentukan rezeki kamu."ucap Keanu dengan kelembutan.
Laki-laki itu seakan tahu apa yang dirasakan oleh sang istri. walaupun anak itu adalah hasil dari perbuatan tercela, namun tidak berarti Keanu ikut menghakimi makhluk yang tidak berdosa. dirinya juga merasa sedih saat mengetahui istrinya mengalami keguguran. walaupun itu bukan benih yang berasal darinya.
"apa kamu marah?"tiba-tiba saja pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulut Alexa.
Membuat Keanu yang mendengarnya, sempat terdiam. dan tak berselang lama, kemudian menggelengkan kepalanya.
"tidak aku tidak marah. untuk apa aku marah? dia itu tidak salah yang salah adalah brandal-brandal itu."ucap Keanu Seraya mengusap kepala istrinya dengan penuh kasih sayang.
"andai saja kamu mengizinkan aku untuk membalaskan rasa sakit hati ini, pasti sudah aku lakukan sejak awal."ucap laki-laki itu dalam hati.
Begitu pula dengan Keanu. laki-laki tampan itu ingin sekali membalas dengan balasan setimpal. namun entah mengapa, istrinya itu masih bersikeras untuk tidak memperpanjang masalah itu entah apa penyebabnya.
"apa Alexa sudah boleh pulang?"tanya laki-laki itu, menatap ke arah kedua orang tuanya.
" tunggu sebentar! biar Mami yang bertanya kepada dokter."ucap wanita paruh baya itu Seraya melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan sang menantu.
Tak membutuhkan waktu lama, akhirnya Helena masuk ditemani oleh seorang dokter wanita.
"Nona Alexa sudah diperbolehkan pulang. tapi ingat jaga psikisnya dengan baik. karena wanita yang mengalami keguguran, juga mengalami depresi."ucap Dokter wanita itu Seraya memberikan resep.
Semua orang yang ada di sana, segera menganggukkan kepala. dan Akhirnya hari itu juga, Alexa sudah diperbolehkan pulang. tentu saja, Alexa merasa sangat bahagia.
__ADS_1
****
"apa kalian tidak ingin mampir?"tanya Helena menatap ke arah dua sahabat menantunya itu.
Aurora dan juga Cakra yang mendengarnya, seketika saling pandang. dan tak lama berselang, mereka berdua menggelengkan kepalanya.
"tidak usah nyonya. kami pulang saja."ucap Aurora Seraya mengangguk dengan canggung.
"hmmm padahal aku masih ingin kalian berada di sini. tapi kalau kalian mau main pulang, aku juga tidak bisa untuk mencegahnya "ucap Alexa dengan raut wajah sedikit murung.
Gegas, Aurora menghampiri sahabatnya itu dan memeluknya dengan erat. nanti kapan-kapan aku ke sini lagi. kamu mau dibawakan apa?" tanya Aurora mencoba untuk membujuk.
"sate kelinci sepertinya enak."celetuk wanita cantik itu tiba-tiba. Aurora segera melakukan kepala. dan mereka akhirnya pulang diantar oleh sopir pribadi Keanu. sempat terjadi perdebatan dan juga sedikit drama. karena baik Aurora ataupun Cakra, sama-sama menolak untuk diantarkan. akhirnya setelah sedikit ancaman dari Alexa, keduanya pun setuju.
Setelah mengantarkan kepergian sahabat Alexa, mereka semua segera masuk ke dalam bangunan megah itu.
degh
Jantung Keanu seketika terhenti. saat laki-laki itu mendapati sosok wanita yang sangat ia hindari. walaupun wanita itu membelakangi mereka, namun Keanu dapat mengenali siapa sosok wanita itu.
Sebuah tepukan, mendarat mulus di pundak laki-laki itu. membuatnya, sedikit tersentak kaget. rupanya, sang Mommy juga menyadari hal itu. sementara Alexa, langsung dibawa oleh ayah mertuanya menuju ke arah kamar saat laki-laki itu melihat kedatangan tamu yang tidak diinginkan itu datang.
Tentu saja, Dario membawa menantunya itu ke arah jalan lain. membuat Alexa sedikit merasa kebingungan.namun saat Dario mengatakan ingin ditemani oleh Alexa, wanita itu tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya menurut saja.
Kembali lagi kepada Helena dan juga Keanu yang masih menatap ke arah depan dengan tatapan berbeda.
"mau apa kau ke sini?"tanya Helena Seraya menyilangkan kedua tangan di depan dada. membuat wanita itu seketika menoleh dan tersenyum tipis.
__ADS_1