Wanita Kesayangan Tuan Keanu

Wanita Kesayangan Tuan Keanu
Mulai Membaik


__ADS_3

Beberapa hari, telah berlalu. dan keadaan Alexandra, semakin lama semakin membaik. Hal itu membuat Keanu merasa sangat senang.


Laki-laki itu selama beberapa hari, rela meninggalkan pekerjaan pentingnya hanya untuk merawat Alexandra. mungkin ikatan di antara mereka, sudah semakin menguat. walaupun laki-laki itu, belum ingin untuk mengakui perasaannya sendiri.


Entahlah. mungkin karena Keanu merasa sangat gengsi karena telah secepat itu melupakan mantan tunangannya yang telah tiada.


Karena laki-laki itu pernah bersumpah, tidak akan pernah membiarkan hatinya, jatuh kepada pelukan wanita lain. karena saat itu, Keanu benar-benar sangat mencintai Jessica sang mantan tunangan.


"Tuan tidak bekerja?"pertanyaan dari Alexa, sukses membuat Keanu seketika terjingkat. Hal itu membuat Alexa yang melihatnya, seketika mengulum senyum.


"semua sudah di handle oleh asisten pribadiku."ucap laki-laki itu Seraya tersenyum tipis.


"kenapa?"tanya Alexa menatap ke arah laki-laki itu.


"kenapa apanya?"tanya Keanu yang memang tidak mengerti dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh gadis yang ada di hadapannya saat ini.


"kenapa Anda mengorbankan pekerjaan Anda hanya untuk merawat saya?"tanya Alexa dengan raut wajah serius.


Keanu yang mendengar itu, seketika kelagapan dibuatnya. karena tidak akan pernah mungkin, seorang Keanu mengatakan masalah sejujurnya. karena bisa-bisa, laki-laki itu tidak akan pernah memiliki wajah jika mengatakan hal yang sebenarnya terjadi.


"emm karena semua pekerjaan yang penting, telah selesai. dan hanya pekerjaan ringan saja. lagi pula jika aku tinggal, apakah kau yakin berani menghadapinya sendiri?"tanya Keanu menatap ke arah gadis itu.


Membuat Alexandra yang awalnya tersenyum, seketika menundukkan kepala. tentu saja hal itu membuat Keanu, memukul mulutnya sendiri.


"kenapa kau malah berbicara seperti itu?"tanya Keanu pada dirinya sendiri. Dirinya merutuki kebodohannya sendiri.


"atau kau ingin berjalan-jalan?"tanya Keanu dengan cepat. hal itu sukses membuat Alexandra yang awalnya murung, seketika berbinar.


Karena memang, gadis itu merasa bosan berada di dalam ruangan yang serba putih dengan bau obat-obatan yang sangat khas.


"benarkah?"tanya Alexandra dengan raut wajah berbinar.


Keanu yang mendengar itu, seketika menganggukkan kepala. Hal itu membuat Alexa, seketika menganggukkan kepala antusias.

__ADS_1


"baiklah kalau begitu. kita pergi sekarang."ucap laki-laki itu Seraya menggendong tubuh Alexandra dan membawanya kepada kursi roda.


Kedua mata mereka, sejenak terdiam dan saling mengunci satu sama lain. hingga ikatan mata itu, dilepas terlebih dahulu oleh Alexa. membuat Keanu, seketika menjadi salah tingkah.


"emm, kita jalan-jalan yuk,"ucap Keanu setelah berhasil menguasai diri sendiri.


Alexandra yang mendengar itu, ketika menganggukkan kepala antusias. mereka segera melangkah untuk keluar dari tulang rawan itu.


Di koridor rumah sakit, mereka bertemu dengan Hansel dan juga Pricilia yang kebetulan baru dari ruangan kerja mereka.


"kalian mau ke mana?"tanya Hansel Seraya menghentikan langkah dan menghentikan perbincangan dengan Pricilia.


"kita mau jalan-jalan di taman. apakah boleh?"tanya Keanu Seraya menekankan kalimat terakhirnya kepada dua dokter itu.


Karena memang biasanya, laki-laki tampan itu tidak akan pernah meminta izin untuk melakukan sesuatu hal. karena menurutnya, sesuatu yang ia lakukan itu, adalah yang terbaik menurut hidupnya.


Namun untuk kali ini, Keanu meminta izin. karena ini menyangkut keselamatan orang lain.


Pricilia dan juga Hansel yang mendengar itu, seketika saling pandang. dan tak berselang lama, kedua dokter itu menganggukkan kepala.


Alexandra yang mendengar itu, seketika tersenyum tipis. Keanu segera berpamitan kepada kedua dokter itu. sementara Keanu, laki-laki itu hanya bersikap biasa saja.


Laki-laki tampan itu segera mendorong kursi roda untuk menuju ke taman rumah sakit yang tidak jauh dari ruang kamar milik Alexandra.


"sepertinya, hati yang telah mati perlahan-lahan mulai hidup kembali. "ucap Hansel saya tersinggung tipis.


Sementara Pricilia, wanita itu hanya terdiam. karena memang, tidak tahu harus membalas ucapan dari Hansel Dengan ucapan apa.


Mereka akhirnya, memutuskan untuk kembali ke ruangan masing-masing. karena memang pekerjaannya, sudah selesai beberapa menit yang lalu.


****


"hmmm."Alexandra memejamkan kedua matanya seraya menghirup udara yang sangat segar itu sebanyak mungkin.

__ADS_1


Sementara Keanu, yang duduk di sebelah gadis itu, semakin memperhatikan wajah dari Alexandra dari dekat. tangannya seketika menyentuh area dada. ada desiran aneh yang menguar dari dalam dada laki-laki itu.


"apa benar semua ini?"tanya Keanu pada dirinya sendiri.


Sementara Alexandra, Gadis itu masih setia untuk memejamkan mata. karena sudah lama, Alexandra tidak mendapatkan ketenangan seperti ini. apalagi semenjak tinggal bersama dengan keluarga bibinya. hanya kepedihan dan juga kepahitan yang ada di dalam hidupnya.


"apakah keadaannya lebih baik?"tanya Keanu perlahan-lahan. Hal itu membuat Alexandra yang memejamkan mata, seketika membukanya dengan lebar-lebar.


"aku baik."ujarnya Seraya tersenyum simpul. Gadis itu menatap Keanu dengan tatapan yang sangat lembut.


Hal itu, berhasil membuat jantung Keanu seakan tidak aman."tatapannya kenapa begitu dalam?"tanya laki-laki itu dalam hati.


"kalian di sini rupanya."ucapan dari seseorang, seketika membuat keduanya menoleh.


"Mommy sama Daddy cariin, ternyata kalian ada di sini."ucap Helena yang melangkahkan kakinya hendak mendekati bangku taman.


Namun belum sempat wanita paruh baya itu melangkah lebih jauh, Alexandra langsung berdiri dan hendak melarikan diri. tentu saja hal itu membuat semua orang, merasa sangat terkejut.


"tidak usah takut mereka kedua orang tuaku." bisik Keanu tepat di telinga gadis itu. saat laki-laki itu, telah berhasil menangkap dan menghentikan Alexandra.


"mereka bukan orang jahat, kan?"tanya Alexandra penuh dengan sorot mata ketakutan.


Keanu yang mendengar itu, seketika menggilingkan kepalanya."tenangkan dirimu. mereka adalah orang-orang baik. Percayalah."ucap laki-laki itu mencoba menenangkan gadis yang ada di sebelahnya saat ini.


Perlahan tapi pasti, Alexandra melangkahkan kakinya untuk mendekat. dan menghampiri kedua manusia paruh baya itu.


"kau tidak usah takut. kami bukan orang jahat,"ucap Dario yang mengerti apa yang dirasakan oleh gadis itu.


Alexandra yang mendengarnya, seketika menundukkan kepala. karena gadis itu, benar-benar sangat ketakutan dan juga menyembunyikan rasa malu.


"maafkan saya Tuan, Nyonya, saya tidak bermaksud untuk menyinggung perasaan kalian."ucap Gadis itu Seraya semakin menundukkan kepala karena merasa ketakutan.


Helena yang mendengar itu, seketika tersenyum tipis. dan tak berselang lama, melangkahkan kakinya untuk mendekati gadis cantik itu.

__ADS_1


"tidak perlu gugup seperti itu. kami benar-benar tulus menolongmu."ucap Helena Seraya mengusap kepala Gadis itu dengan penuh kasih sayang. hingga membuatnya, seketika merasakan ketenangan yang luar biasa.


__ADS_2