
Beberapa saat setelah Keanu menenangkan sang istri, kondisi Alexa semakin lama semakin membaik. hingga membuat wanita itu, sudah banyak bercerita dengan panjang lebar.
Tentu saja hal itu membuat Keanu dan keluarganya, merasa sangat bahagia. terutama Helena. wanita paruh baya itu bahkan beberapa kali, memeluk tubuh menantunya itu dengan penuh kasih sayang.
"apakah kamu benar-benar baik-baik saja? atau kalau mau, kita ke rumah sakit yang paling canggih di negara ini?"tanya Helena menawarkan.
Wanita paruh baya itu tentu saja tidak ingin sesuatu hal terjadi pada menantu kesayangan yaitu. karena selain janjinya kepada mendiang sahabatnya, Helena juga merasakan kasih sayang yang luar biasa kepada menantunya itu.
Alexa yang mendengar itu, seketika menggilingkan kepalanya dengan senyuman terpatri di wajah cantiknya.
"tidak perlu Mom. aku baik-baik saja. bersama kalian, aku merasa sudah lebih baik dari sebelumnya."ucap wanita itu Seraya menatap ke arah suami dan keluarganya dengan tatapan penuh kasih sayang.
Helena kembali berhambur ke dalam pelukan Alexa. pemandangan itu membuat semua orang yang ada di sana, merasa sangat terharu. tak terkecuali, Keanu dan juga Dario. kedua laki-laki berbeda generasi itu seketika saling tatap. dan kemudian saling tersenyum satu sama lain.
Atensi semua orang seketika teralihkan. saat mendengar pintu kembali terbuka. dan tak berselang lama, seorang gadis cantik berlari menghampiri kerumunan orang itu.
"kamu benar-benar tidak apa-apa?"tanya Gadis itu yang tak lain adalah Aurora. wanita berwajah manis itu, bercerita. bahwa dirinya sampai bisa masuk ke dalam rumah sakit itu melalui banyak pengorbanan.
Alexa yang mendengar itu, semakin merasa terharu. dirinya tidak menyangka, bahwa sahabatnya itu sampai nekat mempertaruhkan keselamatannya hanya untuk mengunjungi dirinya.
Sementara Keanu, laki-laki tampan itu hanya tersenyum kecil. karena hanya dengan menggerakkan jarinya saja, semua dapat dikerjakan dengan mudah. jika kalian pikir Aurora dapat memasuki penjagaan karena beruntung, kalian salah besar. karena itu semua, masih campur tangan dari seorang khayalan Fernandez Walter.
"di mana Cakra?"tiba-tiba saja pertanyaan itu, meluncur bebas dari dalam mulut Alexa. membuat suasana yang semula tenang dan juga berwarna, seketika mencekam dan berubah menjadi warna abu-abu. pertanda bahwa suasana hati seseorang, sedang tidak baik-baik saja.
Alexa sama sekali tidak menyadari perubahan dari sang suami. wanita itu, justru malah terang-terangan menanyakan keberadaan laki-laki lain. tidak tahukah Alexa, bahwa Keanu saat ini tengah menatapnya dengan wajah merah padam.
Helena yang menyadari perubahan dari putranya, segera mencari topik yang lain kepada dua wanita yang tengah asik berbincang itu. Beruntungnya, hal itu disadari oleh Aurora.
__ADS_1
Wanita manis itu, segera mencari topik pembahasan yang lain. agar sahabatnya itu, tidak melukai perasaan sang suami.
"oh ya kamu mau makan apa? biar nanti aku suruh nenek untuk masakin makanan kesukaan kamu."ucap Aurora berusaha untuk membuat Alexa teralihkan dari Cakra.
Wanita cantik itu tampak terdiam sepertinya tengah memikirkan sesuatu hal. hingga tiba-tiba saja, sebuah kalimat keluar dari dalam mulut Alexa.
"sepertinya aku ingin makan gulai ikan kakap. nenekmu tidak keberatan?"tanya Alexa menatap ke arah sang sahabat.
Aurora yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepalanya dengan antusias."Tentu saja tidak. ini seperti sedang bicara dengan siapa saja. bukankah kamu, dulu sering merepotkan nenekku?"tanya Aurora dengan nada bercanda.
Tentu saja hal itu membuat Alexa yang mendengarnya, seketika mencebikkan bibir dan hal itu, membuat semua orang yang ada di sana, seketika terkekeh geli.
"sudah sudah jangan bertengkar lagi. ini Mami membawakan makanan kesukaan kamu. kamu makan dulu ya,"ucap wanita paruh baya itu Seraya membuka Tupperware berisi nasi dan juga lauk pauk.
Mata Alexa seketika berbinar. saat mendapati makanan kesukaannya itu saat ini berada di hadapannya. tak berselang lama, kedua pelupuk matanya mengembun. siap menumpahkan cairan hangat itu.
"kamu kenapa? kenapa menangis seperti itu?"tanya Helena dengan raut wajah khawatir.
"aku teringat akan mendiang kedua orang tuaku."ucap wanita itu dengan air mata berlinang.
Tentu saja hal itu membuat Helena yang mendengarnya, seketika terdiam. namun pelukan wanita itu, semakin lama semakin erat.
"jangan bersedih lagi. mulai sekarang, Mommy menjadi pengganti ibumu. begitu pula dengan Daddy."ucap wanita itu Seraya menunjuk ke arah Dario. yang saat ini, tersenyum tipis.
Alexa yang mendengar itu, semakin merasa terharu. dan setelah menumpahkan perasaannya melalui tangisan, keadaan Alexa sudah lebih baik dari sebelumnya.
"sekarang kita makan dulu."ucap Helena Seraya melerai pelukannya dari tubuh menantunya itu.
__ADS_1
Wanita paruh baya itu mulai menyuapi makanan kepada Alexa. membuat Aurora yang melihat itu, merasa sangat terharu.
"aku senang karena kamu berada di tangan yang tepat." ucap wanita berwajah manis itu dalam hati.
Wanita berwajah manis itu, juga ikut menikmati makanan yang dibawa oleh Helena. Mereka menikmati makanan itu, dengan kondisi yang sudah lebih baik dari sebelumnya.
"syukurlah dia sudah tidak bersedih lagi." ucap Helena Seraya mengusap kepala menantunya itu dengan gerakan yang sangat lembut.
****
Sementara itu di tempat lain, terlihat sebuah keluarga kena ribut di dalam rumah. siapa lagi jika bukan Diandra dan juga anak dan suaminya.
"di mana anak itu?"tanya Diandra menatap ke arah putri dan juga suaminya secara bergantian.
Sementara dua orang itu, hanya saling memandang. dan tak berselang lama, menggelengkan kepala.
Tentu saja hal itu membuat Diandra yang melihatnya, ketika menjabat rambutnya dengan kasar. karena tanpa disadari oleh semua orang, wanita paruh baya Itu sudah memberikan janji kepada wanita gempal itu. bahwa akan menyerahkan Alexa secepat mungkin.
Akan tetapi, kenyataan yang tidak sesuai dengan ekspektasi. karena Alexa berhasil melarikan diri sebelum berhasil diserahkan oleh wanita itu.
" sebaiknya, kita tenang dulu. lebih baik kita cari anak itu. aku rasa, Dia tidak terlalu jauh dari sini."ucap Diandra dengan keyakinan yang sangat penuh.
Mereka bertiga segera bergegas keluar dari dalam rumah mewah itu untuk menjalankan misi menemukan Alexa.
"awas aja kalau kamu ketemu. aku tidak akan pernah mengampuninya."ucap wanita itu dengan suara berapi-api.
Terlihat raut wajah kesal dan juga amarah yang luar biasa tergambar dari wajah wanita itu. bagaimana bisa, harta yang paling berharga itu hilang begitu saja. padahal setahu dirinya, mereka sudah menjaga Alexa dengan sangat baik agar tidak kecolongan seperti ini. namun kenyataannya tidak sesuai dengan ekspektasi mereka
__ADS_1