Wanita Kesayangan Tuan Keanu

Wanita Kesayangan Tuan Keanu
Antara Mimpi Atau Nyata


__ADS_3

Mata Alexa, seketika membulat sempurna saat mendengar ucapan dari wanita paruh baya itu.


"Ma... maksudnya bagaimana?"tanya Alexa dengan raut wajah sedikit tegang.


Wanita paruh baya itu, seketika tersenyum tipis."anda tidak usah khawatir nyonya, saya akan melayani Anda seperti Tuan Putri "ucap wanita paruh baya itu Seraya mengulas senyum tipis.


Alexa seketika membulat sempurna untuk yang kedua kalinya. pertama, tentang perlakuan dari keluarga Keanu. yang kedua, tentang panggilan yang disematkan kepadanya saat wanita paruh baya itu bicara.


"tunggu tadi ibu bicara apa?"tanya Alexandra sekali lagi. tujuannya adalah untuk memperjelas pendengarannya. mana tahu, Wanita itu telah kehilangan daya ketajaman dalam telinganya.


Sehingga membuat dia, berhalusinasi seperti ini.


"jangan panggil saya Ibu. panggil saja saya Mira."ucap wanita paruh baya itu, Seraya menunjukkan kepala.


Alexandra yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepala."tidak bisa seperti itu, anda itu lebih tua daripada saya. dan tidak baik bagi saya, untuk memanggil anda dengan sebutan nama. itu namanya tidak sopan."terang Alexa.


Mira, yang mendengar itu seketika tersenyum simpul. karena sudah lama sekali, wanita paruh baya itu tidak dihargai dan tidak dihormati seperti ini. karena semua yang dekat dengan Keanu, menganggapnya sebagai bawahan laki-laki itu.


Dan tidak jarang, mereka akan merendahkan Mira. karena mereka menganggap, Mira adalah orang bawah dan tidak pantas mendapatkan panggilan itu.


"Anda kenapa menangis, Bu?"tanya Alexa dengan raut wajah terkejut. saat gadis itu, tidak sengaja menatap ke arah wanita paruh baya itu.


Cepat-cepat, Mira segera menghapus air matanya. kemudian tersenyum tipis."tidak apa-apa nyonya, saya hanya terharu Karena Anda masih dapat menganggap saya sebagai orang."ucapnya Seraya menatap sendu ke arah Alexa.


"maksudnya bagaimana? Bukan Anda memang orang?"tanya Alexa Seraya terkekeh pelan.


Hal itu membuat Mira yang mendengarnya, juga ikut terkekeh pelan. wanita paruh baya itu tidak menyangka, bahwa Alexa adalah sosok gadis yang sangat menyenangkan.


"sekarang, Nyonya mandi dulu ya,"ucap Mira Seraya menyerahkan sebuah pakaian kepada Alexandra.


Lantas gadis itu menerimanya dengan raut wajah kebingungan."ini punya siapa Bu?"tanya Gadis itu dengan polosnya.


Mira yang mendengarnya, seketika mengulum senyum."ternyata anak ini benar-benar polos."gumam wanita paruh baya itu dalam hati.

__ADS_1


"ini punya adik Tuan Keanu. dia sekarang berada di luar negeri. kata tuan, daripada tidak terpakai, lebih baik diserahkan kepada yang lebih membutuhkan."ucap Mira hati-hati.


Karena wanita paruh baya itu takut, jika ucapannya kali ini dapat menyinggung gadis yang ada di sampingnya saat ini.


Namun ternyata, dugaannya salah besar. Gadis itu terlihat sangat bahagia. beberapa kali, bahkan mematut dirinya di depan cermin Soraya menempelkan baju itu.


"bagus sekali bajunya."ucap wanita itu Seraya memutarkan tubuhnya sekali lagi. Hal itu membuat Mira yang melihatnya, seketika matanya berbinar-binar.


"Ya sudah kalau begitu, aku mandi dulu ya Bu."pamit Alexa pada Mira.


****


"bagaimana, Mira? apakah dia senang?"tanya Keanu, saat melihat wanita paruh baya itu, datang mendekatinya.


"dia senang sekali tuan."ucap Mira Seraya menganggukkan kepala dengan antusias.


"lalu apa dia percaya, jika itu adalah bekas dari adikku?"tanya Keanu Lagi.


Mendengar hal itu, Keanu seketika tersenyum tipis. karena ternyata, apa yang ada di benaknya tidak terjadi. laki-laki itu berpikir, bahwa Alexa akan seperti wanita kebanyakan. yang akan menolak dengan mentah-mentah jika mendengar pakaian itu bekas adiknya.


Namun ternyata, dugaannya salah. karena Alexandra, menerimanya dengan senang hati. tentang baju bekas adiknya itu, sama sekali tidak benar. karena itu hanyalah trik, untuk menguji seberapa layaklah seseorang untuk berada di tengah-tengah keluarga Walter.


Mana mungkin, seorang Keanu memberikan baju bekas untuk tamu yang tinggal di mansionnya. itu sama sekali tidak akan pernah mungkin dan tidak akan pernah terjadi dalam sejarah hidup Keanu.


"di mana dia sekarang?"bukan Keanu yang bertanya. melainkan, Helena.


"dia masih membersihkan diri di dalam kamar nyonya,"ucap Mira Seraya menunduk hormat.


Helena dan juga Dario yang mendengarnya, hanya mengangguk-anggukkan kepala. sementara Keanu, laki-laki tampan itu, pikirannya telah melanglang buana entah ke mana. dan tanpa disadari oleh laki-laki itu, semua tingkah yang ia lakukan, disaksikan oleh kedua orang tuanya dan juga Mira.


"kamu kenapa senyum-senyum sendiri?"pertanyaan dari Helena, sukses membuat lamunan laki-laki itu, buyar seketika


"ish Mommy apaan, sih?"tanya Keanu dengan raut wajah kesalnya. karena ibunya itu, senang sekali menggodanya.

__ADS_1


Sementara Helena, wanita paruh baya itu semakin gencar menggoda putranya itu.


"dia cantik loh Keanu, kamu benar tidak tertarik padanya?"tanya Helena Seraya menyenggol lengan laki-laki itu.


Hal itu membuat Keanu, seketika mendengkur kesal. atensi semua orang seketika teralihkan, saat mendengar suara tapak kaki yang menuruni anak tangga.


Semua orang kompak menegakkan kepalanya untuk melihat Seperti apa penampakan orang yang turun dari lantai dua itu.


Sementara Mira, wanita paruh baya itu hanya terdiam Seraya menatap aneh dan juga heran ke arah para majikannya itu.


"Alexa,"seru Helena. saat wanita paruh baya itu telah melihat penampakan dari gadis rusuh yang ditolong oleh putranya beberapa hari yang lalu itu.


Wanita paruh baya itu, segera berlari menghampiri Alexa yang terlihat sangat cantik walaupun dengan hiasan make up yang sangat natural. Helena bahkan beberapa kali, mengitari Gadis itu dengan berdecak kagum


"kamu cantik sekali sayang,"puji Helena.


Alexa yang mendengarnya, seketika hanya tersenyum tipis suara yang menundukkan kepala.


"terima kasih nyonya,"ucap Alexa malu-malu.


Seketika raut wajah Helena berubah. wanita paruh baya itu menatap Alexa dengan tatapan yang sangat tajam. hingga membuat Gadis itu, seketika melangkah mundur.


"mah jangan buat anak orang takut."tegur Dario pada istrinya itu.


"habisnya, dia masih saja memanggilku dengan sebutan nyonya."ucap Helena Seraya mendelik menatap ke arah Alexa.


Hingga membuat gadis itu, seketika merasa kebingungan." sa.... saya harus memanggil apa?"tanya Alexa dengan nada terbata-bata.


"panggil seperti Keanu memanggil saya."ucap Helena dengan tegas dan tidak ingin dibantah.


Sontak saja hal itu membuat Alexa yang mendengarnya, mengerjap-mengerjapkan matanya. karena merasa, apa yang ia alami saat ini, adalah di antara dua dunia. dunia nyata atau dunia mimpi.


"aku mimpi atau apa?"tanya Gadis itu pada dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2